
Elizabeth mendesah pelan, keberadaannya jelas diabaikan oleh para perampok ini.
"Aku masih di sini."
"Haha kau tidak terpengaruh oleh jamurnya dengan kata lain kau tidak memiliki mana, jika demikian kau bukanlah ancaman pada kami."
Dalam sekejap mata wanita itu terdorong oleh bongkahan es lalu membeku bersama pohon yang menahannya.
"Bagaimana bisa? Ini tidak masuk akal."
"Apa jamurnya tidak beracun?"
"Tidak di dunia ini tidak ada yang mampu menahan racunnya kecuali seekor naga."
Elizabeth menyeringai senang dengan deretan gigi naga pada umumnya.
"Kau seekor naga."
"Sepertinya kalian sudah sering melakukan kejahatan ini, apa boleh buat aku akan membunuh kalian kupikir sarang kalian juga tidak jauh dari sini."
"Tolong ampuni kami, kau terlihat seperti seorang kesatria jadi pasti lebih memilih menangkap kami."
"Kalian salah paham satu hal, jika kalian tertangkap kalian hanya akan dipenjara kemudian melakukan hal yang serupa keadilan yang kumiliki tidak senaif itu."
"Gwahh."
__ADS_1
Mereka semua membeku kemudian menjadi debu es yang tertiup angin.
"Jangan mendekat, aku kita maaf, hentikan."
Seluruh anggota mereka telah dibantai oleh seekor naga yang seharusnya tidak mereka sentuh.
Elizabeth pergi ke markasnya dan melakukan hal sama, setiap dia menemukan satu orang ia tanpa ragu membekukannya hingga sesampainya di penjara dengan tenang mengeluarkan beberapa tawanan wanita.
"Terima kasih banyak."
"Pergilah dari sini, aku pikir aku punya hal yang harus dikerjakan."
Elizabeth memiliki penciuman tajam bahwa jika seseorang berada di dalam ruangan besi ia mampu menemukannya. Dia menghancurkan pintu dan melihat seorang pria duduk di meja.
"Jadi kau pemimpinnya."
"Kau tidak perlu basa-basi, kau dari Wisteria bukan."
"Kenapa kau bisa tahu?"
"Aku bisa mencium aroma yang sama dengan mereka atau sejujurnya kau adalah..."
Pria itu menarik pedang dari pinggangnya yang dia luncurkan ke arah Elizabet, itu bukan serangan yang berada di tingkat rendah melainkan kekuatan yang telah diasah sejak lama meski begitu Elizabeth menahannya.
"Jadi begitu, kau bertujuan untuk menghancurkan kerajaan ini dari dalam dengan membuat semua orang tidak mempercayai kinerja kerajaan."
__ADS_1
"Instingmu sangat kuat tapi aku hanya harus membunuhmu saja maka rahasia ini akan terhapus selamanya."
Mereka berdua saling melemparkan serangan. Itu memunculkan ledakan besar yang mana membuat setiap lorong hancur hingga keduanya melesat keluar bangunan.
Orang-orang yang baru diselamatkan berkumpul di satu tempat bersama rekan party Elizabeth.
"Apa dia akan baik-baik saja?"
"Tenang saja ketua kami sangatlah kuat."
Di atas langit itu Elizabeth terbang dengan sayapnya begitu juga pria yang dihadapinya hanya saja itu bukan sayap naga melainkan sayap iblis.
"Iblis berpihak dengan Wisteria bukannya itu hal konyol, sejak kapan iblis bergaul dengan manusia."
"Aku hanya memanfaatkan mereka saja, kami juga memiliki tujuan berbeda."
Elizabeth sudah mendengar sesuatu yang sama dari Venuzuela, saat raja iblis dipukul mundur beberapa ras iblis yang tidak sepaham masih bersembunyi di balik bayang-bayang untuk membalas dendam tak di sangka mereka sampai melakukan hal ini sejauh ini.
Pria di depan Elizabeth memperkenalkan dirinya sebagai Lucifer.
"Haha berkat perlawanan kalian terhadap Wisteria akhirnya kami dengan mudah mengambil alih Wisteria, ini benar-benar mudah."
"Apa maksudmu?"
"Sekarang Wisteria telah jatuh ke tangan iblis."
__ADS_1
Musuh yang mereka lawan bukan hanya satu saja.