
Venuzuela mendorong wajahnya ke arah Raider seolah-olah dia menunjukkan kesalahan lawan bicaranya.
"Kau menyembunyikan hal dariku bukan?"
"Maafkan aku."
"Setelah kembali aku ingin mendengar semuanya."
"Aku mengerti."
Meninggalkan fakta bahwa Raider telah menikah dengan elf, mereka sampai di gerbang masuk katedral, seorang suster menyambut mereka.
Mereka sedikit bingung, kenapa ratu berpenampilan seperti itu? Ia tidak menunjukkan terlalu banyak kemewahan bahkan saat dia melepaskan jubahnya.
"Silahkan ikuti saya."
"Baik."
Raider dan ratu memimpin di depan sementara party Elizabeth mengikuti dari belakang, struktur yang ditampilkan dari seluruh bangunan ini adalah sebuah hal yang sulit dikatakan, semuanya dipoles dengan warna-warni berlian bahkan lantai marmer yang mereka injak terlihat transparan.
"Hai, lama tak bertemu," Shina menyapa Seorang yang dia kenalnya namun, tidak ada balasan.
"Kau juga, bagaimana kabarmu?" hasilnya sama.
"Apa kalian tidak ingat padaku?" rasa frustasi memenuhi kepalanya.
Sejauh yang dilihat Elizabeth mereka berusaha untuk menjauh dari Shina dengan pura-pura tak mengenalnya.
__ADS_1
"Mereka semua?"
"Kamu menuai apa yang kamu tanam."
"Maafkan diriku di masa lalu yang serakah."
"Aku pikir kau masih serahkan Shina," potong Marisa yang membuat semua orang tertawa kecil sampai akhirnya mereka tiba di ruangan peristirahatan Arch Priest. Orang yang mengantar mereka mengetuk pintu dan balasan 'Masuk' tiba dengan cepat.
Pintu dibuka dan mereka berjalan tanpa ragu kecuali orang yang menunjukkan jalan, di tempat di mana ada jendela besar itu sosok wanita dengan rambut perak berdiri menatap mereka.
Ia mengenakan gaun putih serta topeng di wajah yang mana membuat Elizabeth sedikit kecewa.
"Kau menutup wajahmu?"
"Yang mulia ratu tahu akan berbahaya jika seseorang melihatku sebelum itu, apakah terjadi sesuatu hingga Anda datang kemari?"
"Aku ingin saja mengatakannya tapi setelah kau memberikan kursi atau meja di sini."
Kursi dan meja tiba-tiba muncul dan itu terbuat dari pasir emas yang terbang dari luar jendela.
"Ini lebih baik."
"Ini sihir yang luar biasa," Elizabeth juga mengakui perkataan Marisa sebelum duduk bersama yang lainnya.
"Sebenarnya ras iblis telah kembali untuk menaklukkan dunia manusia, aku datang kemari untuk meminta bantuan demi mengatasinya."
"Kami sudah diperintahkan sang dewi untuk mengalahkan iblis, jadi kami akan membantu... apa ratu ingin aku menyebarkan beberapa pasukan di setiap kota sebagai penjaga."
__ADS_1
"Itu jelas akan membantu, tentu sebagai ucapan terima kasih aku akan memberikan dana yang lebih banyak untuk pembangunan kota ini dan kultus kalian."
"Seperti biasa Anda sangat dermawan."
Bagi Elizabeth perkataan seperti ini sangat berbelit-belit, dia hanya dipaksa untuk datang kemari setelah urusannya selesai dia ingin secepat mungkin keluar dari sini sayangnya hal itu telah digagalkan dengan cepat.
"Nona Elsa, para iblis menerobos masuk ke kota, ini sangat berbahaya."
"Semua penjaga pasti bisa mengatasinya kau tidak perlu setakut itu."
"Tidak, yang menyerang bukan iblis saja tetapi monster juga, dan yang memimpin mengatakan bahwa dia adalah High Elite Demon."
"Ugh... High Elite Demon, mereka mencoba menyerang kita lebih dulu. Kalau begitu aku juga akan turun tangan."
"Biar kami juga membantu," ucap Elizabeth.
"Aku sangat terbantu."
"Raider bagaimana denganmu?" tanya Venuzuela.
"Aku lebih memprioritaskan keselamatan Anda yang mulia ratu."
"Kalau begitu kita hanya bisa bergantung pada mereka."
Seekor Chimera menghancurkan setiap bangunan yang dia lewati, semua manusia yang dia temui juga dimakan sementara di sekeliling para iblis berterbangan untuk menembakan sihir api dari tangan mereka.
"Hancurkan semua dan bunuh siapapun yang terlihat."
__ADS_1
"Baik tuan Zero."
"Ini adalah awal kebangkitan kita," katanya selagi meregangkan tangan.