Celebrity Husband

Celebrity Husband
Berita mengejutkan


__ADS_3

Bab 12.


Dua minggu terakhir ini Aruna hanya termenung risau, menunggu Akram pulang, pasalnya sudah dua minggu terakhir ini suaminya itu tidak pulang, ia tak pernah mengangkat telepon dari Aruna, padahal walaupun Akram kerap bersikap kasar dan tak mencintainya tapi sebgai seorang istri Aruana tetap saja mengkhawatirkanya.


Aruna yang sedang menonton televisi refleks berdiri dari duduknya saat mendengar suara pintu utama terbuka, ia bergegas mempercepat langkahnya melihat siapa yang datang.“Akram?” gumanya. melihat Akram yang baru memasuki rumah.“Kamu sudah pulang?” Aruna menghampirinya dengan nafas lega. Akram seolah tak mendengar suara lembut yang menyapanya itu, ia justru tetap melangkah menuju anak tangga.“Tunggu,” Aruna menahan lengan Akram.


“Ada apa?” suara dingin itu bertanya.


“Kemana saja selama dua minggu ini, kenapa tidak pulang?” entah keberanian dari mana Aruna bertanya seperti itu padahal dengan jelas Akram melarangnya untuk mengatur atau bertanya tentangnya.


“Itu bukan urasanmu,” ketusnya.


Aruna mengehela nafas kecewa, benar duagaanya Akra tidak akan membiarkan Aruna mencampuri atau bahkan bertanya tentang kegiatanya.“Tapi aku istrimu, setidaknya kau menghargai keberadaanku,” ujar Aruna yang sontak saja membuat Akram yang hendak menaiki tangga berbalik kerahnya.


Akram tersenyum kecut, meraih dagu Aruna kasar.“Seharusnya kau senang aku lama tak ada dirumah jadi kau bisa dengan leluasa menumi pria itu,” balas Akram dengan tuduhanya, melepaskan ceengkramanya di dagu Aruna.“Jangan campuri urusan ku,” bisik penuh penekanan dan berlalu pergi menuju kamarnya.


Aruna meremas guasar rok yang dikenakanya, Akram sepertinya tidak akan pernah menghargai keberadaanya, entah seperti apa makna pernikahan dimata pria itu.


**


[Datanglah ke lokasi syutingku, aku lupa membawa sepatu cadanganku,] titah Akram dalam pesanya. Selasai membaca pesan tersebut Aruna bergegas menunju kamar sebuah ruangan dimana banyak sepatu sepatu mahal koleksi suaminya itu.


Aruna mengambil sepatu sport berwarna putih sesuai pemintaan Akram, lalu mengganti pakaianya dan bergegas menaiki taksi menuju lokasi syuting suaminya itu, Akram pasti akan marah jika dirinya terlambat. Sesampainya disana Aruna melihat banyak orang yang tengah sibuk dengan perkerjaanya masing masing, Aruna memutar pandanganya pada sebuah taman indah tempat lokasi syuting Akram hari itu, tapi ia tak juga melihat suaminya.


“Kamu?” sapa seorang wanita menghampirinya.


Liona wanita dengan paras mempesona dan tinggi semampai itu mendekat kearahnya.“Kamu asisten pribadinya Akram kan?” lanjutnya, menelisik penamilan sederhana Aruna dari ujung kepala hingga ujung kaki.


“Benar, saya ingin mengantarkan sepatu ini,” Aruna menujukan paperbag yang dipegangnya.“Dimana tuan Akram?”


Liona tak menjawab ia justru merampas paksa paperbag berisi sepatu yang dipegang Aruna.“Akramnya sedang sibuk, tungasmu sudah selesai, pulangah,” dengan angkuh Liona menhibaskan tanganya.“Aku akan meminta Akram untuk mencari manger baru, agar aku tidak melihat wajah kampungan mu lagi,” cecar Liona dengan hinaanya dan berlalu pergi.

__ADS_1


Aruna yang mendengar hal tersbut pun hanya dapat bersabar menahan emosinya, Aruna tak mengerti kenapa wanita itu terlihat begitu membencinya. Aruna pun memutuskan untuk pulang, menunggu taksi tak jauh dari sana. Belum lama Aruna berdiri tapi kepalanya sudah terasa sangat pusing.“Sepertinya aku tidak enak badan,” keluhnya memijat sebalah dahinya.


Di sisi lain Arga yang sedang mengendari mobilnya memicingkan matanya melihat wanita yang tak asing untuknya tengah berdiri di pinggir jalan.“Aruna, sedang apa dia di situ?” Arga segera menepikan mobilnya, menghampiri Aruna.“Aruna,” panggilnya kemudian.


“Arga?” Aruna menoleh melihat Arga yang sudah berdiri dihadapanya.


“Kamu sedang apa disini?”


“Aku ada sedikit keperluan tadi,” balas Aruna masih memijat dahinya yang semakin terasa berat sampai tubuhnya terasa sedikit sempoyongan.


“Aruna, kamu tidak apa apa?” Arga menahan tubuh Aruna yang seperti akan terjatuh.


“Enggak apa apa kok, kamu sendiri kenapa ada disini?” Aruna berusaha tersenyum.


“Aku tadi menemui klien ku dicafe sekitar sini, kebetulan tadi aku melihatmu, kamu beneran enggak apa apa?” menatap khawatir wajah Aruna yang mulai memucat.


“Enggak apa apa kok.” Aruna lagi lagi memberikan senyum palsunya tapi rasa pusing dikepalanya semakin menjalar, kini ia merasakan pandanganya mulai buram dan perlahan menjadi gelap.


Tak beberapa lama Arga sampai, pearwat dan dokter pun langsung menanganinya, sampai Aruna mulai membuka matanya.“Aruna, kamu sduah sadar?” Arga tersenyum lega.


Aruna memutar pandanganya pada sebuah ruangan dan dua orang pearawat dan dokter yang berdiri disisinya.“Aku kenapa?” Aruna tampak linlung terakhir yang ia ingat ia sedang mengbrol dengan Arga.


“Tadi kamu pingsan,” balas Arga.


Aruna mengerutkan kening.“Pingsan?”


“Iya tadi ibu pingsan, tapi tak usah khawatir ini hal yang normal terjadi pada awal awal kehamilan,” jelas sang dokter dengan lugasnya.


“Hamil?” bak tersembar petir, Aruna sangat terkejut menndengarnya.


“Aruna, kamu hamil?”Arga tak kalah terkejut mendengarnya, ia menatap Aruna tak percaya, bagaimna bisa Aruna hamil sepengetahuanya menikah saja belum.

__ADS_1


“Iya, ibu positif hamil, tunggu sebentar saya buatkan resep dan vitamin jaga pola makna dan jangan terlalu lelah ya bu,” pesan ramah dokter wanita tersebut yang lansung duduk dikursi kerjanya menulis beberapa resep obat dan vitamin pada secarik kertas. Aruna hanya mematung ia masih tak percaya jika ia akan mengandung janin Akram, pria yang tak mencintainya.


Selesai mendapatkan obat Aruna dan Arga keluar dari rumah sakit tersebut.“Tunggu, aku mau bicara,” Arga menahan lengan Aruna.“Aku akan mengantarmu pulang, jangan menolak tawaranku,” ujar Arga sebelum Aruna menolak tawaranya.


Aruna pun menurut dan masuk ke dalam mobil Arga. Hening, tak ada percakapan dia antara mereka, Arga masih mengontrol hatinya yang berkecamuk, begitu banyak pertanyaan tentang Aruna dibenaknya saat ini. Begitu pula dengan Aruna yang masih tak percaya dengan dirinya yang kini sudah mengandung janin tak bersalah di rahimnya.


“Aku tak tau harus memulainya dari mana,” Arga memecah keheningan. Aruna tertunduk ia tau pria itu pasti sangat terkejut mendengarnya.“Ini hal yang paling mengejutkan yang pernah ku dengar selama hidupku,” Arga benar benar tak menyangka jika gadis yang disukainya ternyata sedang mengandung, perasaanya saat ini benar benar tak bisa digambarkan.“Sejak kapan kau hamil?” Arga melontarkan pertanyaan yang sebenarnya berat untuk terucap dari bibirnya.


Aruna hanya terdiam, tampak bingung harus menjawab apa.“Aruna, aku sedang bertanya padamu,” Arga menatap Aruna yang masih tertunduk. Aruna masih membisu seribu bahasa.“Aruna, jawablah, sbelum aku benar benar gila!” Arga meninggikan suaranya, ini benar benar sulit diterimanya karena dirinya telah lama menyukai Aruna.


“Aku pun baru tau ini, ”


“Apa kau sudah menikah?” sela Arga cepat.


Aruana mengangguk pelan.


Arga mengusap gusar wajahnya.“Dengan siapa?” mencoba terlihat tenang menutupi perasaanya yang teriris mengetahui semuanya.


“Dengan tuan Akram,” bibir Aruna bergetar takut mengatakanya.


“Apa? Akram?” Arga kaget bukan kepalang mendengarnya, bukankah Aruna mengatakan jika pria itu adalah majikanya.“Jangan bercanda!”


”Aku tidak bercanda,”


“Bagaimana bisa?” Arga sedikit mencengkram bahu Aruna, mentapnya dengan seribu kekecewaan.


“Aku tak bisa menjelaskanya, yang jelas aku sudah menikah denganya,” Aruna enggan menjelaskan alasan sesungguhnya tentang Akram yang telah menodainya takut jika Arga aku berbuat hal yang di luar batas pada Akram dan itu akan memperkeruh keadaan, Aruana tau Arga mencintainya.


“Aku butuh penjelasanmu Aruna,” wajah Arga terlihat memerah kerena emosi.


Aruna melepas tangan Arga yang masih memegang bahunya.“Maafa aku harus pulang,”

__ADS_1


“Aruna, aku belum selesai bicara,” Arga menahan lengan Aruna yang sudah membuka pintu mobil.“Maafkan aku,” Aruna menepis tangan Akram dan memilih keluar dari mobil, ia hanya ingin menghidari Arga saat ini dari pada semakin membuat pria itu semakin terluka kerenanya.


__ADS_2