Celebrity Husband

Celebrity Husband
Tak ingin berkejasama lagi


__ADS_3

Bab 55.


Arga kembali keapartementnya, ia duduk disudut ranjang dan mengusap kasar wajahnya.“Berani sekali wanita itu,” gumamnya kesal, ia mnegusap bibir lembabnya yang sempat dikecup Hellena. Arga merebahkan tubuhnya diranjang, entah kenapa terbayang wajah Hellena yang tampat sedih dengan bola mata yang berkaca kaca saat ia mengumpat gadis itu.


Arga meraih ponselnya dan mencoba menghubungi gadis itu, namun Hellena tak menganggkatnya.“Apa dia sibuk?” Arga meletakan ponselnya dan mencoba menghubungi Hellena beberapa saat kemudia tapi tetap saja Hellena tak merespon panggilnya.“Haiisshhh, apa dia lupa dengan perjanjian kita?” Arga berdecak kesal padahal ia ingin menyusun rencana agar Aruna menjauh dari Akram dengan bantuan gadis itu.


***


Di tempat lain seorang gadis tengah menikamati malamnya ditemani sebotol wine dan sepuntung rokok yang sedang dihisapnya. Hellena tampak kacau malam itu dengan rambut yang berantakan dan mata yang sembab ia memandang langit malam dibalkon apartemenya yang terlihat tenang.


“Dia mengatakanku, wanita murahan?” Hellena bergumam seraya tersenyum getir.“Ya, ya dia benar, aku memang wanita murahan,” Ia tersenyum kecut, rasanya perkataan itu begitu entangnya terlontar dari bibir Arga tanpa disadari itu sangat melukai perasaanya.


Indra pendengaran Hellena tiba tiba mendengar suara langkah kaki mendekat kerahnya, ia menoleh melihat Arga yang sudah berdiri tak jauh darinya.“Untuk apa kau kesini?” ketus Hellena yang merasa benar benar kecewa pada pria tersebut.


Arga mengahmpiri, dilihatnya Hellena yang berpakaian seksi namun tampak berantakan tetap menghisap rokoknya dalam, Hellena benar benar gadis liar, begitu difikiran Arga saat ini.“Aku yang seharusanya bertanya, kenapa kau tidak menganggkat teleponku?” Arga mencoba duduk dihadapan Hellena yang bahkan tanpa ragu menyebuklan asap rokok tepat diwajahnya.


“Untuk apa aku mengangkatnya?”


“Kau lupa kerjasama kita?”


Hellena terkekeh suara tawa kecilnya kini terdengar lirih.“Aku tak ingin kerja sama dengan mu lagi, lupakan kerja sama kita,” ujar Hellena.


Kali ini Arga yang justru terkekeh kecil dengan ucapan Hellena.“Jadi seperti itu? aku sudah membantumu, tapi kau tidak pernah sekalipun membantuku, apa kau sengaja bersikap curang?”

__ADS_1


Hellena berdiri dari duduknya, ia membuang kebawah puntung rokok yang dipegangnya dan menginjaknya kasar.“Apa yang sudah kau lakukan untuk ku? kau sduah menyelamatkan ku dari pria tua bangka itu? kau meyelamatkanku tidak akan merubah status ku sebagai wanita murahan kan? aku rasa tidak ada yang berubah pada hidupku walau kau menyelamatkanku,” lirih Hellena menggelengkan kepalanya.


“Kau yang memulai hidupmu sebagai wanita murahan, kenapa sekarang menyalahkanku?” lagi lagi tanpa sadar Arga melontarkan prkataan yang melukai Hellena.“Sudahlah, jangan ingkari janjimu, aku butuh bantuanmu,” Arga meraih tangan Hellena untuk ikut denganya, namun Hellena menepisnya kasar.


“Apa kau tuli? aku benar benr tidak ingin kerjasama denganmub lagi ! berhentilah memanfaatkan ku, berhentilah!” pekik Hellena yang tak dapat lagi membendung air matanya, ia sadar tak ada keuntungan yang ia dapat jika terus menuruti perkataan Arga.


Arga tersenyum kecut.“Kau benar benar gadis yang aneh,” ujar Arga yang langsung bergegas pergi dari apartement tersebut meninggalkan Hellena yang duduk terkulai dilantai seraya menangis tersedu sedu. Arga begitu angkuh, bahkan ia tak menyadari sedikitpun jika Hellena menyukainya. Didalam mobil Arga menghelan nafas gusar, ia memukul stir moblnya. Arga tak mengerti mengapa Hellena bersikap seperti itu.


***


Siang itu Aruna pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan atau sekedar mnegusir kejenuhanya dirumah karena sekarang Akram lebih banyak mengahbisakan waktunya dilokasi syuting. Aruna menuju sebuah superamrket yang berada didalam mall, selesai berbelanja Aruna berjalan menyusuri mall, ia memicingkan matanya melihat seorang wanita tengah berjalan seraya sedikit menundukan kepalanya, wanita itu memijat pelan pelipisnya langkah kakinya pun terlihat sempoyongan.“Kenpa dengan wanita itu? apa dia sakit?” Aruna menghampiri wanita yang tengah berjalan didepanya itu.


Buukkhh!


Aruna yang panik segera menghampiri wanita tersebut.“Mbak, enggak apa apa?” ia hendak menepuk pipi wanita dan menyingkirkan sulur rambut yang menutupi wajahnya.“Hellena?” Aruna tampak terkejut melihat wanita tersebut ternyata Hellena.“Aku harus membawanya kedoter,” gmaamnya yang hendak meminta bantuan pada pengunjung mall, namun dengan setengah sadar Hellena menahan lenganya.


“Bawa aku keapartement saja,” pinta Hellena, menatap Aruna dengan mata sayunya.


Aruna menagangguk dan meminta bantuan pengunjung mall untuk memapah Hellena menaiki taski menuju apartement nya. Tak berapa lama taksi itu terhenti diapartement Aruna dengan susah payah memapah Hellena menuju kamar apartementnya, ia memebaringkan Hellena yang tampak mengigil dikasur.“Bagaimana aku mengobatinya?” Aruna panik tak tau harus berbuat apa.


“Tolong ambilkan obatku,” Hellena menunjuk laci dinmeja riasnya, Aruna segera mengambil obat yang dimaksud dan memberikanya pada Hellena.


Hellena menenggak butiran butiran obat itu cukup banyak.“Kenapa kau meinumnya begitu banyak? apa itu tidak melebihi dosis?” tanya Aruna dengan polosnya.

__ADS_1


Hellena mencoba duduk, tubuhnya tak lagi menggigil, kesadaranya pun mulai pulih.“Ini obat terlarang, aku tidak bisa hidup jika tak meminumnya,” ujar Hellena terang terangan.


“Obat terlarang?” Aruna tampak terkejut mendengarnya.“Kenapa kau meminumnya? itu berbahaya,” Aruna menatap gadis yang tampak kacau itu.


Hellena beranjak dari ranjangnya, ia berjalan menuju balkon aparrtemenya dan duduk disana.“Kerena aku kesepian,” ujar Hellena pada Aruna yang mengikuti langkahnya.


“Kesepian?” Aruna mencoba duduk dihadapan Hellena, ia menatap wajah cantik itu tak ada gurat kebahagian disana.


“Semenjak kedua orang tuaku meninggal hidupku menjadi berantakan dan kesepian, berbeda dengamu, ada Akram yang selalu menemanimu, kau beruntung mempunyai pendamping seperti dirinya,” Hellena menatap iri Aruna.


“Hidupmu lebih baik dariku Hellena, aku berada diposisi seperti ini pun melalui proses,” ujar Aruna, mengingat bagaimana Akram memperklakukanya dulu, dan masa masa sulitnya.


“Lebih baik apanya? kau lebih beruntung, ada dua pria yang sangat mencintaimu,” Hellena tertawa lirih.


“Dua pria?” Aruna menatap tak mengerti.


“Ya, Akram dan Arga, aku rasa kamu tau jika Arga menyukaimu,”


Aruna terdiam, ia tau jika Arga sudah lama menyukainya tapi tak sedikit pun ia merespon, bagianya hanya Akram yang dicintainya saat ini.“Arga bahkan memintaku untuk memisahkanmu dengan Akram,” sambng Hellena.


“Apa?” sontak saja ucapan Hellena membuat Aruna tercengang tak percaya.


“Ya, tapi aku tidak akan melakukan itu, aku mencintai Arga, tapi dia mencintaimu ini sangat miris,” lirih Hellena yang tiba tiba ingin meluapkan persaanya pada Aruna.“Kamu benruntung Aruna, jauh lebih beruntung dariku.” suara Hellena mulai bergetar, ia tak dapat lagi menahan air matanya. Aruna terdiam, menatap iba gadis cantik dihadapanya, ia benar benar tak menyangka jika Arga berniat seburuk itu padanya.

__ADS_1


Aku selipin cerita Arga dan Hellena juga ya..biar enggak boring.. semoga kalian selalu suka, jangan lupa tinggalkan komentar ya biar aku semangat..🙏🙏♥️♥️


__ADS_2