Celebrity Husband

Celebrity Husband
Hellena yang kecewa


__ADS_3

Bab 49.


“Arga?” Hellena masih menatap heran pria dihadapanya itu, ia merasa sma sekali tidak mengenal atau pun bertemu dengan pria yang bernama Arga.


Arga tersenyum tipis.“Sudahlah, aku hanya merasa kasihan saat kau dikejar dengan pria mabuk barusan,” Arga berdiri dari jongkoknya, ia berbalik badan dan melangkah pergi begitu saja.


“Terima kasih.” ujar Hellena setangah berteriak, Arga hanya melembaikan tangan tanpa berbalik badan dan berlalu pergi, Hellena pun bergegas pulang ke apartementnya.


Sementara ditempat berbeda Akram yang baru saja tiba dirumah bergegas masuk kedalam kamarnya.“Kau belum tidur?” tanya Akram saat membuka pintu melihat Aruna yang masih bersandar diranjang menunggu dirinya.


Aruna tersenyum, mengahmpiri Akram dan mencium punggung tanganya.“Aku menunggumu,”


Akram meraih tangan Aruna, menuntunya untuk duduk diranjang.“Aku punya kabar baik untukmu,”


“Kabar baik?” Aruna mengerutkan keningnya.


Akram meremas lembut tangan Aruna.“Aku akan bermain film kembali, mereka menyukai aktingku,”


Senyum Aruna perlahan mengembang, kabar itulah yangs sedari tadi ditunggunya.“Syukurlah, aku senang mendengarnya,” mata bulatnya berbinar senang, semua berjalan seperti keinginanya.


“Ini semua karena dukunganmu.” Akram mencium mesra punggung tangan Aruna.


***


Hellena merebahkan tubuhnya diranjang, ia menatap langit langit apartemenya, wajah Arga masih terbang dibenaknya.“Kenapa aku masih saja terbayang wajahnya?” gumamnya. Hellana gadis penyuka kebebasan tentu sudah sering bertemu dengan pria yang lebih tampan dari Arga, tapi Arga seakan mempunyai pesona tersediri bahkan sejak Hellena pertama baradu pandang denganya, membuat gadis itu terus terbanyang wajah Arga.


Dering ponsel dinakas membuyarkan lamunanya , jemarinya meraih ponsel tersebut.“Siapa sih?” gumamnya malas, melihat pesan dari nomor tak dikenal diponselnya.


[Kau sudah tidur? semoga kau masih mengingatku. Arga.] Kalimat terakhir dalam pesan tersebut sontak membuat Hellena melebarkan matanya.


“Arga? yang tadi menyelamatkanku kah?” gumamnya tak percaya.


[Aku ingat, dari mana kau tau nomor ponselku?]


[Aku tau segalanya,] balasan Arga membuat Hellena semakin mengulum senyum, ia tak menyangka pria yang sedang difikirkanya tiba tiba menghubunginya, ini seperti mimpi untuknya.


[Bisa kita bertemu dicafe besok?] ajak Arga kemudian.


“Dia mengajak ku bertemu?” seru Hellena dengan wajah senangnya.


[Baikalah, kita bertemu dicafe besok.] tanpa fikir panjang Hellena pun segera menyetujui permintaan Arga.


“Ini seperti mimpi,” Hellena menepuk nepuk pipinya pelan masih dengan senyum sumringhanya. Sesaat kemudia senyum dibibirnya perlahan menghilang.“Tapi bagimana dengan Patrick?” gumamnya, mengingat malam ini ia justru kabur dan tidak melayani pria itu.“Apa yang akan dia lakukan padaku?” Hellena mulai membayangkan wajah Patrick yang mungkin akan sangat marah besar padanya, Hellena menggelengkan kepalanya.“Sudahlah yang penting aku besok bisa bertemu dengan pria itu lagi.” Hellena pun perlahan memjamkan matanya, ia tak sabar menanti hari esok untuk beretemu dengan Arga.


Keseokan harinya Hellena sudah menunggu disebuah cafe tempatnya akan bertemu dengan Arga, ia bahkan datang setengah jam lebih awal dari waktu yang mereka sudah janjikan, beberapa kali ia mengelurkan cermin kecil ditasnya berhara riasan wajahnya tetap sempurna. Tak berapa lama Arga datang, Hellana yang melihat Arga baru memasuki cafe segera merapihkan sulur rambutnya yang sedikit berantakan.


“Kau sudah lama datang?” tanya Arga menghampiri meja Hellena.


“Tidak, baru saja,” Hellena tersenyum, padahal bokongnya sudah sangat pegal duduk di kursi cafe tersebut sedari tadi, Arga duduk dihadapanya dan memesan makaan disana.“Ada apa ingin bertemu denganku?” tanya Hellena saat steak yang dipesanya datang , ia segera menyantapnya .


“Kau temanya Akram?”


“Akram? ya dia teman kuliahku,”


“Aku ingin kau mendekatinya,”

__ADS_1


Uhuk uhuk.


Sontak saja ucapan Arga membuat Hellena tersendak, ia segera meraih air putih disebelahnya dan menengguknya hingga tandas.“Apa maksudmu?” Hellena mengerutkan keningnya, mana mungkin ia mendekati Akram yang jelas jelas sudah memiliki istri.


“Karena aku menyukai istrinya,”


“Apa?” ucapan Arga lagi lagi membuatnya sangat terkejut.


“Aku menyukai Aruna, istrinya.” Arga mengulangi ucapanya.


“Bagaimana bisa?” Hellena menatap tak mengerti pria dihadapanya itu, kenapa pria itu lebih memilih wanita yang sudah bersuami, dunia ini bukankah sangat luas, kenapa ia tak memilih wanita single saja seperti dirinya.


“Sudahlah, kita akan saling menguntungkan, kau mendakati Akram dan aku akan membantumu untuk terbebas dari pria tua bangka itu,” ujar Arga dengan tawaranya. Hellena teremenung, sepertinya ini sudah direncankan Arga matang matang, Arga bahkan tau jika ia sedang terjerat dengan Patrick.“Kalau kau tidak mau juga tidak apa apa,” Arga berdiri dari duduknya.


“Baiklah aku setuju,” Hellena menahan lengannya, Arga tersenyum dan kembali duduk dihadapanya.


“Aku ingin kau mengajak Akram pergi dan aku akan mengajak Aruna pergi, aku rindu pergi bersamanya,” ujar Arga yang tanpa disadari perkataanya sangat menusuk untuk Hellena, ia benar benar tak menyagka jika Arga mendekatinya hanya untuk wanita yang bernama Aruna, tapi ia juga tak punya pilihan lain ia ingin bebas dari jerat Patrick yang selalu menjamah tububhnya dengan kasar.“Aku bisa mengatakan jika aku pacarmu dihadapan pria tua itu,” lanjut Arga.


“Oh ya, itu bagus,” Hellena tersenyum getir, ia kembali menyantap steak dihadpanya, namun iar matanya tiba tiba mengalir.“Steak ini benar benar pedas, aku sampai menangis.” ujar Hellena yang buru buru mengusap air matanya.


***


Pagi itu Hellena hendak keluar dari apartemenya ia bernaiat akan mencari kerja agar dirinya tak lagi bergantung pada Patrick.“Hellena!” baru 10 langkah ia keluar dari kamar apartenmentanya suara lantang sudah memanggilnya, Hellana menoleh tampak Patrick yang sudah ada dibekangnya dengan wajah sangarnya.


Hellena pun langsng berlari, Patrick pasti akan menyiksanya kerena ulahnya malam itu.“Hellena, mau kemana kau!” Partick mengejar Hellena pun semakin berlari tertatih tatih.


“Akhh!” Heeals yang dikenakanya kembali membuatnya terjatuh, seorang pria meraih lenganya dan membantunya berdiri. Hellena mendongkakan wajahnya.“Arga?” ia tampak terkejut melihat Arga yang sudah berdiri dihadapnya.


“Jangan ganggu dia lagi dia kekasihku,” ujar Arga pada Patrick yang sudah berdiri dihadpanya.


“Jangan lagi menganggunya!” Arga memperingati dan segara meraih tangan Hellena keluar dari apartemen menuju mobilnya. Mobil itu melesat membelah jalan yang mulai padat dengan kendaraan.


“Terima kasih,” ucap Hellena memecah keheningan, walaupun Hellena tau ini sesuai dengan kesepakan mereka berdua.


“Aku ingin kau mengajak Akram jalan dan memberikan fotonya pada Aruna,” pinta Arga kemudian.


Hellena menghela nafas, benar Arga meminta imbalan.“Baikalah aku akan melakukanya, lalu apa kau akan mengajak Aruna pergi?”


“Ya, aku ingin mengajaknya menonton, itu seperti kencan.” balas Arga dengan senyum tipisnya, Hellena menggelengakan kepalanya, Arga benar benar pria aneh yang jauh diluar perkiraanya.


***


[Apa kau sudah menandatangi kontrak?] Akram membaca pesan dari Hellena siang itu.


[Sudah,]


[Bagusalah, apa kau tidak mau mentraktirku?]


Akram tersenyum.[Baiklah, sore ini kita bertemu dicafe.]


Sore itu Akram mennemui Hellena disebuah cafe, dari balik kaca Akram melihat Hellena yang melambaikan tangan sudah menunggu disana.“Kau sudah lama?” Akram segera duduk dihadapan gadis itu.”Pesanlah apapun yang kau mau, aku hanya bisa mentraktirku, karena honorku belum turun,” Akram menyodorkan daftar menu pada Hellena.


“Tidak, aku tidak ingin ditraktir,”


“Tidak ingin?” Akram mengerutkan keningnya.

__ADS_1


“Aku ingin kau mentraktiku menonton saja,”


Akram tertawa.“Astaga seperti abg saja, ini aku berikan uang tiket saja,” Akram mengelurkan beberapa lembar uang dari dompetnya.


“Tidak, aku benar benar ingin ditemani menonton,” rengek Hellena. Dengan berat hati Akram pun akhirnya mengiyakan ajakan Hellena sebagai tanda terima kasihnya.


***


[Aruna, barusan Akram memberitahu ingin menemuiku, sepertinya kami akan berkelahi lagi. Arga.] Aruna yang mendapati pesan tersebut pun mendelik kaget saat membacanya.


[Apa katamu?]


[Kalau tidak peracaya datangalah kecefe di mall XXXX kami akan bertemu disana.]


[Baiklah, aku akan kesana sekarang,] Tanpa fikir panjang Aruna pun bergegas mengganti pakainaya, ia benar benar harus datang ke tempat tersebut, ia tak ingin Akram dan Arga kembali berkelahi di tempat keramain lagi, dengan menaiki taksi Aruna segara pergi ketempat tersebut.


Tak berapa lama Aruna sampai, ia mecari keberadaan Akram dicafe tersebut.“Aruna,” panggil Arga yang langsung menghampirinya.


“Dimana Akram?” bola matanya terus mencari keberadaan suaminya itu.


“Disana,” Arga meraih tangan Aruna numun dengan cepat Aruna melepasnya, ia sangat merasa risih pada sikapa Arga yang terang terangan menyentuhnya padahal jelas jelas ia sudah bersuami.“Kita mau kemana?” Aruna yang mengikuti langkah kaki Arga tampak bingung karena tak juga menemukan Arkam.


“Didalam sana,” Arga mnunjuk studio film.


“Disini? kenapa disini?”


Sedang Hellena yang juga menuju tempat tersebut dari kejauhan melihat Arga yang sudah lebih dulu sampai dengan seorang wanita disisinya, Hellena yakin wanita itu pastilah Aruna.“Akram, kita kesana,” Hellena menujuk tempat Arga berdiri.


“Aruna?” Akram yang melihat Aruna bersama Arga pun tampak terkejut. Dengan cepat Akram mengehampiri istrinya itu.“Aruna,” panggil Akram.


“Sayang,”


“Kenapa kamu disini?” tanya Akram menatap sinis kearah Arga.


Kenapa Hellena membawa Akram juga kesini, dasar bodoh. batin Arga geram


“Akram ini istrimu?” tanya Hellena menelisik penemapilan Aruna, gadis itu terlihat manis namun sangat sedrhana ia tak mengerti mengapa Arga sangat menyukai gadis itu.


“Ya, ini Aruna istriku,” Akram memeperkenalkan Aruna pada Hellena.“Aruna, ini temanku, ia yang membantuku untuk kembali ke dunia hiburan,” ujar Akram pada Aruna. Aruna tersenyum tipis, ia terpaku dan tampak kagum dengan kecantikan wanita dihadapanya itu, walau hatinya tak mengerti kenapa Akram sampai berjalan dengan wanita itu.


“Sudah bertemu begini, bagaimana kalau kita nonton bersama,” tawar Hellena.


“Oia, sayang ayo kita nonton,” Akram pun merespon baik ajakan Hellena, rasanya sudah lama ia tak mengajak Aruna keluar rumah.


Akram segera meraih tangan Aruna dan masuk kedalam studio.“Ayo kita masuk,” ajak Hellena yang mencoba meraih tangan Arga namun dengan cepat Arga menepisnya.


Mereka pun masuk kedalam studio, Akram duduk disebelah Aruna dan Hellena disebelah Arga.“Mereka itu mesra sekali,” bisik Hellena pada Arga, melihat Akram yang terus mengenggam tangan Aruna sepanjang film berlangsung, membuat Arga muak dan terbakar cemburu.


Sampai Film selesai baik Akram dan Arga tak saling menyapa,“Hellena aku pulang dulu,” pamit Akram yang langsung bergegas pulang.


“Ayo kita pulang,” ajak Hellena pada Arga.


“Apa kau sengaja melakukan ini?” tegur Arga dengan nada dinginya.


“Sengaja?” Hellena pura pura memasang wajah tak mengerti padahal ia memang sengaja melakukan hal itu agar ia bisa menghabisakan waktu juga bersama dengan Arga.

__ADS_1


“Tindakanmu benar benar membuatku muak, aku benar benar tak menyangka kau sebodoh itu.” umpat Arga yang merasa geram, dan bergegas pergi meninggalkan Hellena begitu saja. Hellena mematung, perkataan Arga cukup melukainya.


__ADS_2