Celebrity Husband

Celebrity Husband
Keributan di toko


__ADS_3

Bab 27.


Hari itu Aruna menganggkat dengan semangat telepon dari nomor yang tak dikenalnya, dugaanya benar, panggilan itu dari toko pakaian yang membuka lowongan perkerjaan tempo hari. Aruna pun diminta datang ketoko tersebut esok untuk melakukan interview. Kesekosan harinya ia bangun lebih semnagat dengan kemeja formal dan make up tipis yang membuat penampilanya cukup menarik hari itu.


“Jadi kamu belum ada pengalaman kerja?” seorang pria berpangkat menager toko memeriksa kembali berkas lamaran kerjanya.


“Iya pak,” Aruna sedikit tertunduk merasa pesimis.


Pria muda itu meletakan kembali berkas yang dipegangnya, mengehela nafas pelan menyandarkan punggungnya dikursi kerja.“Saya juga saat berusia 19 tahun belum berkuliah, saya terlambat kuliah, tapi saya sudah memiliki pengalaman kerja,” terdengar jelas nada kecewa dari pria tersebut membuat Aruna semakin merasa pesimis. Aruna hanya tetap tertunduk.“Sepertinya wajahmu tidak asing?” pria itu menelisik wajah Aruna lebih dekat seraya mengingat ingat.


“Tidak asing?” Aruna mengerutkan kening merasa tidak pernah bertemu dengan pria dihapanya itu sebelumnya.


“Oh ya, saya ingat kamu yang pernah digosipkan dengan aktor itu kan? saya melihatmu ditelevisi.”


Dengan cepat Aruna menggeleng, ia ingat jika dirinya pernah muncul ditelevisi dengan Arga yang menyatakan jika ia istrinya.“Bukan, itu bukan saya, mungkin hanya mirip saja,” bantahnya, tak ingin ada yang tau jika itu dirinya.


“Oh begitu, yasudahlah kamu bisa langsung berkerja hari ini,” ucap kemudian pria itu yang membuat Aruan tersenyum sumringah mendengarnya.


“Terima kasih.” Aruna tak dapat menutupi rasa senangnya karena bisa langsung berkerja hari itu.


***


1 minggu kemudian.

__ADS_1


“Selamat siang, ada yang bisa kami bantu, kami mempunyai banyak koleksi terbaru hari ini,” sapa ramah Aruna pada custumer yang baru memasuki tokonya.


“Kamu?” wanita itu menunjuk Aruna dengan sedikit terkejut.


Aruna memicingkan matanya, melihat lebih jelas wanita yang berdiri dihadapanya itu ternyata Liona. Wajah Aruna mendadak menjadi murung, rasa sakit kembali menderanya kala mengingat Liona dan Akram berciuman.“Jadi kamu kerja disini?”


“Ya, saya berkerja disini,” Aruna berusaha terlihat tenang berharap Liona tak jadi berbelanja ditokonya dan segera pergi.


“Berkerja disini? dimana suami mu? bukankah dia aktor terkenal apa dia sudah membuangmu?” cibir Liona tersenyum kecut. Aruna terdiam, sedikit terkejut darimana Liona tau jika dirinya istri Akram, ia memilih tetap diam dari pada melayani cibirin Liona yang akan berbuntut panjang jika ada orang lain yang mendengarnya.“Baiklah aku akan berbelanja disini, menyumbangkan uangku untuk toko ini,” ujar Liona dengan angkuhnya seraya melihat lihat pakainan disana, Aruna hanya bisa bersabar mencoba melanyani dengan baik custumernya itu.


Liona pun mencoba beberapa pakaian, setelah cocok ia meminta Aruna mengambilakan stok yang baru untuknya dan ia bergegas membayarnya kekasir. Aruna mengehela nafas lega karena wanita menyebalkan itu akhirnya keluar dari tokonya. Tak lama kemudian Liona kembali masuk ketoko dengan wajah masamnya.“Ada apa?” Aruna mengerutkan kening saat Liona kembali menghampirinya.


“Lihatlah ini !” Liona melemparkan blouse berwarna putih kearah Aruna.“Apa kau sengaja meberikan stok pakaian kotor padaku?” Liona meninggikan suaranya membuat orang orang disekitar memperhartikan mereka.


“Ada apa ini?” manager toko yang mendengar keributan pun menghampiri mereka.


“Lihatlah pegawaimu, dia memberikan pakaian kotor untuk ku,” Liona memperlhatkan pakaina tersebut.


“Tidak, saya memberikan stok pakaian yang bersih padanya,” Aruna tetap berusaha membela diri.


“Pokoknya saya tidak mau tau, saya minta uang saya di ganti,” Aruna tampak sedih, barang yang sudah di beli jelas tak bisa dikembalikan kalaupun bisa ia harus mengganti dengan uang pribadinya, sedang harga pakaian itu sangat mahal.“Cepat kembalikan uang saya,” pinta Liona kembali.


“Tapi Nona barang yang sudah dibeli tak dapat dikembalikan,” sang manger mencoba memberi pengertian.

__ADS_1


“Biar saya yang akan menggantinya,” ujar seorang pria dengan topi dan masker yang dikenakanya.“Ini uang ganti rugi untukmu,” pria itu memberikan uang melebihi harga pakaian tersebut.


Liona tersenyum kecut.“Kau sedang mempermaikanku?” sekali melihat Liona dapat mengenali siapa pria itu walau wajahnya tertutup masker , ia dapat mengenali mata tajam yang sedang menatapnya itu.“Kalian benar benar memuakan!” umpat Liona yang langsung keluar dari toko tersebut, mengakhiri keributan mereka.


“Aruna, lihatlah kecerobohonmu, untung saja tuan ini mau membantumu kalau tidak saya akan memotong gajimu,” omel sang manager toko tersebut.


“Terima kasih tuan,” Aruna merasa sangat berterima kasih pada pria dihadapanya itu. Pria itu pun berlalu pergi, sedang Aruna memutuskan ketoilet setelahnya. Baru saja Aruna masuk kedalam toilet yang terlihat sepi itu tiba tiba ada menarik pergelangan tanganya dengan paksa, menyandarkan dan menugunci tubuhnya di dinding.


“Kamu? mau apa kamu?” bibir Aruna bergetar takut melihat pria yang tadi menolangnya ditoko.“Lepaskan,”


“Kau bahkan tak dapat mengenali suami mu sendiri?”


“Suami?” pria itu membuka masker yang dikenakanya.“Akram?” Aruna tampak terkejut tak menyangka sama sekali jika pria itu adalah Akram.


“Kau benar benar payah,” Akram tak habis fikir Aruna dengan wajah polosnya tak sama sekali mengenalinya justru Lionalah yang mengenalinya.


“Lepaskan, aku akan mengganti uangmu nanti,” tangan Aruna memberontak tapi Akram menahanya semakin kuat, kalau saja dia tau Akram lah yang menolangnya pastilah ia akan menolaknya. Tanpa aba aba Akram justru mencium dan ******* paksa bibir ranum itu, Aruna semakin memberontak tapi Akram menahanya semakin kuat, memaksa bibir yang tekatup itu untuk terbuka dan menerima sesapanya.


“Kau tetap istriku saat ini, aku berhak atas dirimu,” bisik Akram sensual, beralih kelehr jenjang Aruna, meninggaalkan jejask kepemilikan disana.


“Cepat ceraikan aku!” seru Aruna. Akram tak mengubrisnya ia tersenyum melihat wajah Aruna yang merah padam menerima sentuhanya dan berlalu pergi. Aruna mengatur nafasnya yang sempat tak beraturan karena Akram, ia menuju cermin si tolilet.”Ya ampun, ini memalukan sekali!” Aruna membungkam mulutnya dengan sebelah tanganya, melihat beberapa kissmark yang ditinggalkan Akram disisi lehernya, tampak jelas disana.


Maaf baru sempat up.. semoga bulan puasa ini aku bisa up rutin ya 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2