Celebrity Husband

Celebrity Husband
Pernyataan cinta Arga


__ADS_3

Bab 35.


“Kau yakin mau pergi denganku?” tanya Akram masih memasang wajah tak percaya.


“Untuk apa aku bilang seperti itu jika tidak yakin, yasudah kalau tidak mau ikut,” dengus kesal Aruna berjalan meninggalkan mejanya.


“Tentu aku mau menemani istriku,” dengan cepat Akram menarik lengan Aruna, merangkul mesra sang istri tak memperdulikan beberapa pasang mata yang memandang dan bergunjing tentang keduanya.


Akram pun bergegas keluar dari mall tersebut, melajukan mobil ke tempat yang telah di pinta Arga untuk bertemu. Sampai mereka tiba di sebuah cefe, dari balik pintu masuk yang berdesain full kaca itu tampak Arga yang sudah duduk menunggu disana. Akram meraih tangan Aruna, mengandengnya masuk ke dalam, tak ada penolakan dari Aruna, senyum tipis justru diperlihatkanya.


“Aruna,” sapa Arga saat melihat kedatangan Aruna, sorot mata yang tadinya berbinar melihat gadis cantik itu seketika hilang saat melihat Akram yang berdiri disisinya seraya mengenggam tangan Aruna, seakan menegaskan hubungan kedua sudah lebih baik.“Sepertinya aku lupa menulis jika aku hanya ingin bertemu denganmu,” ketus Arga dengan nada sinis.


Perkataan Arga sontak saja memancing amarah Akram, berani sekali pria itu secara terang terangan mengatakan ingin bertemu dengan istrinya berdua saja. Langkah kaki Akram refleks maju beberapa langkah, namun Aruna menarik pelan tangan Akram yang masih digenggamnya, Aruna tau Akram sangatlah mudah terpancing emosi.


“Aku sudah terlanjur kesini dengan suami ku, apa kamu ingin membatalkan saja pertemuan ini?” ujar Aruna dengan wajah tenangnya.


“Yasudahlah, aku akan tetap mengatakan apa yang ingin ku katakan, aku akan berusaha menganggap ia tidak ada,” Arga melirik sinis ke arah Akram. Kali rasanya darah Akram sudah memanas, pria itu benar benar menguji kesabaranya, remasan lembut tangan Aruna sedikit meredakan emosinya meraka bertiga punn duduk dalam satu meja.

__ADS_1


“Ini makanannya, selamat menikmati,” seorang pelayan menghampiri meja meraka dengan nampan yang berisi makanan dan minuman yang sudah dipesan Arga tentu makanan itu khusus untuk Aruna.“Ini untuk nona,” pelayan wanita itu kini memberikan setangakai mawar cantik pada Aruna yang pastilah dari Arga, pria itu sudah mempersiapkanya. Akram mengepal kesal telapak tanganya, rasanya ingin sekali ia mengebrak meja dihadapanya.


“Terima kasih, tapi aku tidak suka bunga,” ujar Aruna meletakan bunga itu di meja. Arga tersenyum kecut.“Bukankah kau bilang ada yang ingin kau katakan?”


“Ya, aku mencintaimu,” balas Arga tanpa basa basi.


“Hey! kau mengatakan cinta pada isrti orang? apa kau tidak waras?!” seru Akram yang tak lagi bisa menahan emosinya, rasanya ia ingin memukul wajah pria menyebalkan itu.


“Aku mencintainya bahkan sebelum kau mengenalnya, sepertinya kau lah penganggu hubungan ku denganya.” sahut Arga dengan wajah tenangnya.


“Arga, aku tau kamu mencintaiku, kamu juga sudah banyak membantu kehidupan ku di kampung, aku tak akan melupakan itu, tapi aku tak menicntaimu,” penolakan halus terlontar dari bibir Aruna membuat Akram guratan senyum di wajah Akram.


“Jadi kau lebih memilih pria ini? pria yang sudah banyak menyiksa mu?”


“Ya aku mencintai suamiku,” Aruna mempertegas ucapanya.


Arga justru tertawa.“Aruna, apa yang kau harapakan darinya, karirnya saat ini sedang tidak baik, namanya sudah tercoreng dimata publik, mengahbiskan hidupnya denganya akan membuatmu menderita,” ujar Arga seolah memberitahu jika hidupnya saat ini jauh lebih baik dari Akram.

__ADS_1


“Aku tidak akan menyesal menghabiskan hidupku denganya,” balas Aruna berdiri dari duduknya.“Aku rasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, terima kasih untuk makananya.” ujarnya yang langsung bergegas meninggalkan tempat tersebut bersama Akram, meninggalkan Arga yang tampak kesal dan kecewa di tempatnya.


Mereka kembali masuk kedalam mobil, tapi Akram tak menyalakan mesin mobilnya ia hanya terdiam dengan lamunanya.“Apa ada yang salah dengan ucapanku?” Aruna menatap wajah Akram yang dingin tak ada gurat kesenangan di wajahnya padahal Aruna sudah mempertegas dirinya mencintai Akram dihadapan Arga.


“Aku.. aku hanya berfikir mungkin benar yang dikatakanya,”


“Apa maksudmu?” Aruna menatap Akram tak mengerti.


“Benar apa yang katakanya, karir ku saat ini sedang tidak baik, namaku sudah tercatat buruk dimata publik sulit untuk menghapus itu, bahkan saat ini aku tidak punya perkerjaan,” ujar Akram, perkataan Arga membuat kepercayaan dirinya hilang, saar ini memang tak ada job yang menghampirnya, citra buruk dirinya dimata publik belumlah surut membuat Akram tak lagi mendapat tawaran perkerjaan di dunia entertaimant.


Aruna meraih tangan Akram.“Aku yakin kamu bisa melewati itu semua,” ujar lembut Aruna menyakinkan.


Akram menoleh, menatap manik jernih Aruna tampak sangat menangkan untuknya.“Kau tak takut hidup susah denganku untuk kedepanya?” Akram merasa sangat pesismis pada dirinya sendiri, ia merasa pasti akan sulit untuknya kembali mendapatkan perkerjaan apalagi memperbaiki namanyayang sudah terlajur tercoreng.


Aruna menggelaeng.“Aku tidak pernah takut hidup susah,” mata bulat Aruna seakan sangat yakin mengatakan itu, tak ada gurat keraguan diwajah cantiknya.


“Aku beruntung, sangat beruntung memiliki mu,” Akranm tersenyum, mencium mesra tanga dan kening Aruna. Ada sedikit perasaan lega dihatinya walaupun Akram tak membayangkan bagiamana kedihupanya kedepan dengan karirnya yang sudah meredup.

__ADS_1


__ADS_2