Celebrity Husband

Celebrity Husband
Malam romantis


__ADS_3

Bab 67.


“Sayang, kau siap?” Akram masuk ke kemar hotel,melihat Aruna yang masih duduk dimeja riasnya.


“Sudah,” Aruna berdiri dari duduknya memperlihatkan senyum nanisnya.


Akram terpaku melihat Aruna yang tamapak cantik malam itu, dress berwarna baby blue dengan rambut yang dicepol membuat leher jenjangnya terlihat indah, anggun dan mempesona.“Kau cantik,” puji Akram. Aruna tersenyum simpul. Akram meraih tangan Aruna keluar hotel, mereka berjalan menuju pesisir pantai.“Kita sudah sampai,” Akram mengehentikan langkahnya.


Aruna melihat sekelilingnya.”Ini?” ia bergumam. Tampak meja makan yang dihias cantik menghadap pantai.


“Ini untuk malam spesial kita,” Akram meraih setangkai mawar dimeja, memberikanya pada Aruna. Aruna tersenyum, ini terlalu manis untuknya.“Duduklah,” Aruna duduk, namun masih tertegun.“Makanlah,” Akram menyuapi Aruna, senyum terus tergurat diwajahnya . ombak yang berdesir halus menerpa batu karang menjadi pemandangan yang menyejukan mata, mengiri makan malam romantis mereka malam itu.


Selesai menikmati makan malam Akram mengajak Aruna berjalan menyusuri pesisir pantai.“Aaah,” pekik Aruna memegangi bahu Akram saat dirinya hendak terjatuh.


“Kamu tidak apa apa?” Akram panik.


Aruna menggeleng.“Tidak,”


Akram berjongkok, melepas heels yang dikenakanya.“Kenapa dilepas?”


“Kau bisa jatuh mengunakan heels dipasir tebal ini,” Akram menenteng heels tersebut, kembali meyusuri pesisir pantai dan duduk disana.“Apa capek?”Akram mengelus kaki mungil Aruna.


“Tidak, aku bahagia sekali malam ini,” Aruna tersenyum menyandarkan kepalanya manja dibahu Akam.


“Aku selalu bahagia menjalani hariku bersamamu, teriama kasih sudah menemaniku sampai sejauh ini,” Akram mencium punggung tangan Aruna.“Ini untukmu,” Akram meraih seseuatu dari saku celananya.


“Apa ini?” Aruna membuka kotak kecil berwarna merah itu.“Ini?” melihat benda yang berkilaun disana.


“Iya, ini untukmu,” Akram menyematkan cincin cantik itu dijemari Aruna.


“Rasanya seperti baru dilamar saja,” ujar polos Aruna.


“Ya, anggaplah ini hari pernikahan kita, dan sebentar lagi malam pertama kita,” seloroh Akram menginggat tak ada momen yang indah saat awal mereka menikah dulu. Arune mengulum senyum, mungkin ini hari yang paling indah selama hidupnya, pria yang dulu bersikap sangat dingin dan angkuh kini mempelakukanya dengan sangat manis.

__ADS_1


Akram menangkup wajah yang berseri itu, mencium bibir ranum Aruna, sebelah tanganya menahan punggung Aruna, memperdalam ciumanya. Aruna memejamkan matanya merasakan hangatnya tubuh mereka yang saling mendekap , memberikan sesapan lembut yang semakin terasa liar, saat Akram melepas ciuamnya , beralih mencium telinga dan leher jenjangnya.


“Aku malu jika ada yang melihat,” Aruna mendorong tubuh Akram, melihat sekelilingnya, takut jika ada yang melihat mereka becumbu, syukurlah hanya ada beberapa wisatawan yang juga duduk juga dipesisir pantai namun jaraknya agak jauh dari mereka.


“Kita kedalam saja,” ajaknya, menahan hasrat yang mulai timbul, Aruna mengangguk pelan kembali masuk kedalam hotel.


denagan sedikit tergesa gesa Akram menutup pintu kamar hotel, ia menarik tangan hingga tubuh mereka saling beradu, Akram tersenyunm tipis lalu mencium kembali bibir Aruna, disesepanya lembut dengan langkah kaki yang pelahan mundur menuju ranjang mereka, merebahkan Aruna disana. Aruna menggalungkan lenganya dileher Akram, saling menyesap dengan ******* lembut yang pelahan membuat semakin panas pangutan keduanya.


Sebelah tangan Akram menjalar dipunggung Aruna meraba mencari resleting dress yang dikenakanya, menurunkanya perlahan. Akram melepas pangutanya, terpaku melihat tubuh indah sang isrti yang hanya terbalut pakaian dalam. Jemarinya mengusap pelan perut ratanya, Aruna memejamkan matanya saat bibir lembab Akam mulai mencium sisi lehernya, jemarinya menelusup ke bagian sensitif Aruna yang masih terbalut cd berenda putih. Akram mengusapnya lembut, memasukan satu jarinya kedalam tubuh Aruna yang sudah basah dan berkedut.


“Aahh,” desahan nikmat dari bibir mungil Aruna, ia meremas sprai disisnya beriringan dengan keikmatan yang dirasaknya.


Dengan sedikit tergesa gesa Akram membuka pakaian yang masih melekat ditubuhnya, kini mereka sudah sama sama polos tanpa sehelai benangpun. Akram kembali mencium bibir Aruna,menggesekan hasatnya yang sudah menggeras dan perlahan memulai penyatuanya.


“Sayang,” rancau Aruna, saat Akarm menggerakan pinggulnya perlahan. Aruna mencengkram bahu suaminya.


“Kamu nikmat sekali,” rancau Akram terus mempercepat ritmre permainanya. Aruna semakin mencengkram erat tubuh kekar Akram yang dipeluknya, desahan desahan terdengar liar memenuhi isi kamar.


“Aaarhhh.” Akram mengeram nikmat menuntaskan klimaksnya, nafas keduanya masih terengah engah saling membalas senyum dipenuhi rasa puas.“Love you,” bisiknya lembut mejatuhkan tubuhnya dipeluk Aruna.


 


***


Ditempat berbeda selesai makan malam Arga hendak mengajak Hellena menyusuri pesisir pantai namun Hellena menolaknya dan memilih kembali kehotel.“Kemana dia?” bola mata Arga mencari keberadaan Hellena yang tak ada dikamar hotel. ia mencoba menghubungi Hellena.


Arga memicingkan matanya melihat Hellena yang sedang duduk sendirian ditepi kolomn renang malam itu.“Kenapa disini sendirian?” tanya Arga menghampiri yang sontak saja membuat Hellena terheyak dari lamunanya.


“Kau membuatku kaget,” Hellena mengusap dadanya.


Arga duduk disamping gadis itu.“Kepantai tidak mau lebih memilih disini?”


“Aku tidak suka pantai,” Hellena mengayun ayunkan kakinya dikolom renang, menatap jernihnya air yang tampak seperti bulir kristal yang indah.

__ADS_1


“Kenapa?”


“Aku takut tenggelam,”


“Arga terkekeh.“Lalu disini kau tidak takut tenggelam?”


“Disini tidak sedalam pantai,”


“Oh begitu, rasanya aku ingin berenang,” Arga berdiri dari duduknya ia melepas kaus yang dikenakanya.


Kali ini Hellena yang tertawa.“Kamu akan berenang menggunkan jeans?” ledek Hellena masih dengan tawanya.


“Aku bisa melakukan itu,” dalam hitungan detik Arga menjatuhkan tubuhnya kekolam renang. Hellena terpaku melihat Arga yang memang pandai berenang, bola matanya kini jusrtu terfokus pada dada bidang Arga terlihat sangat mempesona.“Kau tidak ingin berenang?” tanya Arga yang melihat Hellena hanya diam mematung memperhatikanya.


Hellena menggeleng.“Aku tidak bisa berenang,” jawabnya dengan sedikit malu.


“Oh, bisa tolong ambilkan aku handuk,” Arga menunjuk handuk tak jauh dari Hellena. Hellena berdiri segera mengambilkan handuk yang dipinta.


“Ini,” tangan Hellena terulur kearah Arga, namun tiba tiba Arga justru menarik pergelangan tanganya hingga Hellena terjatuh kekolam renang, kedua tangan Hellena terangkat mencari permuakaan.“Eummm,” Hellena merasakan takut yang luar biasa, ia fobia pada kedalaman.


Arga meraih tegkuk Hellena, menyanggahnya.“Kamu tidak apa apa?” Hellena memeluk tubuh Arga, ia justru menangis wajahnya yang cantik mendadak pucat pasi, Arga segera menggendong Hellena dari kolam renang, membawanya kedalam kamar hotel.


“Kau sengaja melakukan itu? aku fobia pada kedalaman,” ujar Hellena masih dengan tangisnya saat Arga mendudukanya diranjang.


“Maafkan aku, aku tidak tau kalau kamu fobia,” sesal Arga ulah usilnya justru membahyakan Hellena.“Maafkan aku,” Arga menyeka air mata Hellena dengan jemarinya. Hellena hanya tediam, masih terlihat gurat kekesalan diwahnya. Arga mengambil handuk, berjongkok mengerinkan tubuh dan rambut Hellena yang basah.


Gerakan Arga terhenti kala melihat bibir ranum Hellena yang basah sangat begitu menggoda.“Kenapa?” Hellena mendongkak, melihat Arga yang mematung memandangnya.


Arga menangkup wajah Hellena mencium bibirnya, Hellena pasif, ciumnan ini terlalu tiba tiba baginya. Arga sediikit menggigi bibir bawah Hellena membuat gadis itu refleks membuka bibinya yang semula terkatup, membiarkan Arga menciumya lebih dalam dan merebahkan tubuhya diranjang membuat pangutan keduanya semaakin dalam dan panas. Jemari Arga menjalar mengusap lengannya, kulit halus itu membuat jemari Arga semakin menjalar liar menelusup kedalam blouse tipis yang dikenakan Hellena, mengusap pelan perutnya. Hellena spontan melepas ciumanya.“Aku, tidak ingin kita berbuat lebih dari ini,” Hellena menatap lirih, takut jika Arga menuntut lebih.


Arga mengusap lembut pipi yang merona itu.“Aku akan melakukannya setelah menikah, menikahlah denganku, lusa aku akan mengenalkanmu dengan orang tuaku.” ujar Arga yang membat Hellena tertegun tak percaya.


Arga berenjak dari atas tubuh gadis itu. Hellena duduk masih dengan wajah bingung.“Menikah?”

__ADS_1


Arga mengangguk. “Aku harus menikah denganmu, sebelum aku semakin tergoda dengan tubuhmu.” goda Arga yang membuat wajah Hellena seamkin panas dan memerah.“Lusa, kita ke rumah orang tuaku, kamu mau?” Arga menyampirkan sulur rambut Hellena, kembali mengusap lembut pipinya. Hellena menangguk pelan. tak mungkin ia menolak, ia mimpinya sejak dulu, ada seorang pria yang serius menjalin hubungan denganya.


__ADS_2