Celebrity Husband

Celebrity Husband
Premier film terbaru Akram


__ADS_3

Bab 56.


[Bisa kita bertemu?] pesan masuk diponsel Arga membuat Arga tersenyum, saat Aruna mengajaknya bertemu.


[Tentu bisa,] balas Arga tanpa ragu.


Arga pun menunggu Aruna disebuah cafe siang itu, entah ada angin apa Aruna ingin bertemu denganya, Agra berharap Aruna sedang bertengkar dengan Akram saat ini. Tak berselang lama Arga melihat Aruna yang baru memasuki cafe, gaya berpakaian Aruna yang sangat feminim dan sopan selau menjadi nilai plus dimata Arga.


“Kamu sudah lama menunggu?” Aruna mengahmapiri, menyeret kusri dan duduk dihadapan Arga.


“Belum, tapi aku sudah memesa minum untukmu,”


Aruna melirik jus strawberry yang sudah tersaji dihadapanya.“Terima kasih,”


“Apa kau sedang merasa bosan dirumah?” tanya Arga menerka nerka saat Aruna tiba tiba mengajaknya bertemu.


“Tidak, aku hanya ingin bertanya apa kau sangat berharap aku berpisah dengan Akram?” ujar Aruna menatap tajam.


Arga tersentak, lalu terkekeh kecil setelahnya.“Kenapa bertanya seperti itu?” Arga menatap wajah Aruna yang tampak emosi padanya.


“Aku sudah tau semuanya, dari Hellena,” balas Aruna penuh rasa kecewa, ia tak habisa fikir kenapa Arga mengharapkan hal buruk terjadi padanya.


“Hellena?” Arga terkejut, bagaimana bisa Hellena mengatakan hal itu pada Aruna.


“Dengarkan aku, kamu teman terbaiku sejak dulu, aku tak mungkin bisa membencimu, tapi jika kau terus menguusik hidupku dengan Arga aku akan sangat membencimu dan aku tidak akan pernah bisa mencintaimu, jadi berhentilah berharap aku berpisah dengan suamiku.” tegas Aruna yang langsung berdiri dari duduknya. Aruna memutusakan untuk segera pergi dari cafe tersebut sebelum emosinya semakin memuncak berhadapan dengan pria tersebut.


Arga menghela nafas, mengusap kasar wajahnya. Rencana yang sudah disusunya sejak awal benar benar tak sesuai dengan bayanganya. Hellena membuat semuanya berantakan. Arga masuk kedalam mobilnya, berulang kali ia mencoba menghubungi Hellena tapi gadis itu tak sedikit pun meresponya. Arga yang kesal pun memutuskan untuk mendatangi apartemen Hellena tapi pihak apartemen mengatakan Hellena tak lagi tinggal disana.“Kemana dia?” desis Arga risau.


1 bulan kemudian.


“Sayang,” ujar Akram mesra melingkarkan tanganya dipinggang Aruna yang tengah memasak sore itu.


“Kamu sudah pulang?” Aruna yang sedikit terkejut segera mematikan kompor gas yang masih menyalah.

__ADS_1


Akram membalikan tubuh Aruna mengahadapnya._“Aku punya kabar gembira,”


“Oya? kabar apa?” Aruna menatap antusias.


“Malam ini launcing premier film terbaru ku dan aku akan mengajak istri cantiku,” balas Akram mentap lembut seraya meyelipkan sulur rambut Aruna dibalik telinganya.


“Benarkah, aku sangat senang bisa menemani suamiku.” Aruna tersenyum sumringah, ia sangat bersyukur karena Akram bisa kembali aktif dengan perkerjaanya sebagai aktor. Malam itu Aruna bergegas bersiap siap untuk menghadiri acara tersebut bersama Akram.


Pukul 7 malam keduanya pergi kesebuah hotel tempat acara itu berlangsung. Acara dimulai dengan konfersi pers Akram dan beberapa pemain film yang mejawab pertnyaan dari wartawan tentang film tersebut, dilanjutkan dengan acara makan malam disana.


“Kita duduk disana,” Akram meraih tangan Aruna menuju meja kosong disana.


“Tunggu,” Aruna mengehentikan langkahnya.“Bukankah itu Hellena?” Aruna menujuk Hellena yang tengah berdiri seorang diri disana.“Lebih baik kita menyapanya,” pinta Aruna. Akram pun mengangguk setuju dan mengahmpiri gadis itu.


“Hellena,” panggil Akram.


Hellena yang tengah memandangi layar ponselnya menoleh, melihat Aruna dan Akram yang sudah berdiri dihadapanya.“Akram? Aruna?”


“Ya, siapa lagi yang menyuruhku datang kesini kalau bukan George, padahal aku tidak punya kepentingan dia memaksaku,” Hellena tersenyum simpul yang sebenarnya pun malas pergi keacara tersebut terlebih melihat para undangan yang datang bersama para pasanganya sedang ia datang seorang diri.


“Kau datang sendiri?” tanya Akram kembali.


“Dia datang bersamaku,” sela suara pria dibelakang mereka.


Arga? mereka semua tampak terkejut melihat Arga yang tiba tiba datang, terutama Hellena yang sebenarnya tak ingin melihat pria itu.


“Oh, bagusalah kalau kalian datang bersama,” Akram tersenyum lega melihat Arga yang tak lagi mengejar istrinya.“Ayo sayang, kita kesana,” Akram meraih tangan Aruna, menunjuk meja kosong disana, sedang Hellena duduk dengan Arga.


“Kenapa kau datang kesini?” tanya Hellena seraya meraih gelas kristal yang berisi minuman meyegarkan, ia betanya memalingkan wajahnya enggan untuk melihat Arga.


“Kau sendiri kenapa mengganti nomor ponsel dan pindah apartemen?” Arga balik bertanya.


“Bukankah sudah kukatakan aku tak ingin berkerja sama denganmu lagi,” ketus Hellena yang merasa tak punya urusan lagi dengan Arga. Arga terdiam, begitu juga Hellena yang lebih memilih menutar pandanganya pada suasana disana, kini acara berganti menjadi lebih romantis, alunan musik terdengar begitu syahdu, mareka yang mempunyai pasangan pun mengajak pasangan mereka untuk berdansa.

__ADS_1


Aruna melihat Akram yang mengajak Aruna berdansa, mereka tampak begitu mesra, benar benar pasangan yang serasi, Hellena merasa Aruna sangat beruntung memiliki Akram.“Kau mau berdansa juga?” tanya Arga melirik Hellena yang sedari tadi memandangi Akram dan Aruna.


“Hah? berdansa?” Hellena tak menampik, ia pun sebenarnya ingin berdansa, tapi mana mungkin Arga mau berdansa denganya.“Tidak, aku tidak ingin,” ujarnya memelas. Hellena kembali memutar pandanganya kearah lain, kali ini mata bulatnya tampak terkejut melihat Patrick yang juga datang.“Kenapa dia datang?” gumam Hellena seraya menaikan sebelah tanganya kemeja, berusaha menutupi wajahnya dengan telepak tanganya.


“Sepertinya, pria tua itu mencarimu,” ujar Arga yang juga melihat Patrick tampak memutar bola matanya seperti mencari sesuatu.


“Aku harus pergi,” Hellena berdiri dari duduknya.


Arga segera mecekal lengan gadis itu.“Dia sudah melihatmu,” kali ini sepasang mata Patrick tertuju pada Hellena.“Jika kau pulang sekarang dia pasti akan mengejarmu, duduklah,”


Hellena tak punya pilihan, terlihat Patrick yang melihat kerahnya dengan sorot mata tajam, Hellena kembali duduk, menundukan kepalanya, takut. Hellena terpenjat kaget saat tiba tiba Arga meraih tanganya.“Berdansalah denganku, agar pria tua itu tak lagi membuatmu takut,” ujar Arga yang sontak saja membuat Hellena mendongkakan wajahnya tak percaya.


“Tapi..”


Arga berdiri dari duduknya.“Dia tidak akan mendekatimu jika melihatmu bersamaku,” ujar Arga yang masih melihat gurat ketakutan diwajah Hellena.


Hellena mengangguk setuju, ia berdiri dari duduknya, mengikuti langkah kaki Arga yang menuntunya kearea dansa. Hellena kikuk saat Arga melingkarkan sebelah tanganya dipinggang rampinya, Hellena melirik Patrick yang masih memperhatikanya dari kejauhan. Hellena kembali tertunduk.“Apa lantai marmer itu begitu bagus?” tanya Arga yang memperhatikan Hellena terus tertunduk kebawah.“Sejak kapan berdansa harus menunduk seperti itu?” ujar gemas Arga.


Hellena mendngkakan wajahnya, pandangan mereka saling bertemu, jantung Hellena berdegup tak karuan menatap pria bermata elang itu memandangnya intens, Hellena memalingkan wajahnya yang sudah bersemu, ia melihat Aruna yang memprhatikan mereka berdua seraya tersenyum tipis.


“Aku harus pergi,” Hellena tiba tiba melepaskan tanganya ia bergegas keluar dari ruagan tersebut.


“Kau ini kenapa?” Arga mengejar dan menahan lengan gadis itu.


“Terima kasih sudah meghindariku dari Patrick dan aku juga sudah membantu mu untuk membuat Aruna cemburu,” ujar Hellena dengan pemikiranya.


“Cemburu?” Arga mengerutkan keningnya tak mengerti.


“Kau mengajak ku berdansa untuk membuat Aruna cemburu kan?”


Arga tersenyum kecut.“Kenapa fikiranmu sempit sekali?”


“Karena kau masih mencintai Aruna dan hanya memanfaatkanku.” balas Hellena melepaskan pergelangan tanganya dan berlalu begitu saja meninggalkan Arga.

__ADS_1


__ADS_2