Celebrity Husband

Celebrity Husband
Pergi ke kota


__ADS_3

Bab 2.


“Bu, Aruna pergi dulu ya, doakan semoga Aruna betah kerja disana,” seorang gadis muda berusia 19 tahun mencium punggung tangan ibunya sebelum meninggalkan rumah dan desanya.


“Ibu selalu mendoakanmu, hati hati ya nak, selalu kabari ibu,” pesan wanita paruhbaya melepas putri semata wayangnya dengan mata berkaca kaca menahan tangis.


“Ibu jangan sedih, Aruna pasti pulang dan bawa uang yang cukup untuk ibu,” Aruna kembali memeluk ibunya, keadaan ekonomi dan hanya tamatan SMA yang mendesaknya untuk pergi meninggalkan desa dan hendak berkerja sebagai asisiten rumah tangga.“Aruna pergi dulu ya, ibu jaga kesehatan.” pamitnya lagi yang sebenarnya berat meninggalkan orang tua satu satunya yang dimilikinya itu.


Ibu Sukma hanya bisa mengangguk pelan tanpa sanggup berkata apapun, mengantar putrinya keluar rumah.


“Aruna,” panggi seorang pria, setengah berlari mengejar langkah kaki Aruna.


“Arga?” melihat pria muda yang merupakan teman satu desa sekaligus teman semasa kecilnya itu sudah berdiri dihadpanya.


“Kamu mau kemana?” mata Arga tertuju pada tas besar yang di pegang oleh Aruna.


“Mau ke kota ga, mau kerja disana,”


“Kerja? kerja apa?” tanyanya bingung, karena Aruna tak pernah mengatakan apapun padanya.


“Jadi asisten rumah tangga ga,” jawab polos gadis itu.


“Apa? asisten rumah tangga?”


Aruna mengangguk.“Aruna kenapa harus berkerja seperti itu sampai ke kota juga,” protes Arga karena menurutnya Aruna gadis yang cukup pintar walaupun hanya lulusan SMA, pria itu yakin Aruna bisa mendapatkan perkerjaan yang lebih baik.“Aku akan bantu carikan kamu perkerjaan yang lebih baik,” bujuk Arga, berharap gadis itu mengurungkan niatnya untuk berkerja dikota.


“Tidak usah, aku tidak bisa menunggu lagi, Ibu harus berobat rutin untk sakit paru yang di deritanya, aku harus cepat mendapatkan perkerjaan, lagipula menjadi asisten rumah tangga bukan hal yang buruk, itu juga perkerjaan halal,”

__ADS_1


“Tapi Aruna..”


“Maaf ga, aku harus pergi,” pamit Aruna, sebelum pria itu melanjutkan ucpanya. Arga menghela nafas kecewa, melihat Aruna yang berlalu pergi meninggalkanya.


***


Setelah menempuh perjalanan cukup lama gadis itu akhirnya tiba dikota. Seletah menaiki bis gadis itu memilih menaiki ojek untuk mengantrnya pada alamat rumah yang hendak memakai jasanya sebagai asisten rumah tangga.


“Sudah sampai mbak,” seorang pengemudi ojek memberhentikan sepeda motornya di depan gerbang sebuah rumah.


“Di sini pak alamatnya?” tanya Aruna, ragu. memutar pandanganya pada rumah yang cukup besar dan luas, seperti sebuah istanah di matanya saat ini.


“Iya mbak, kan di kertas itu tulisanya disini,” pengemudi ojek itu menunjk secarik kertas yang di pegang Aruna, berisi alamat rumah tersebut.


“Oh iya, makasih ya pak.” Aruna memberikan uang, dan sepeda motor itu pun berlalu pergi.


Aruna masih mematung, memandangi rumah yang berdiri kokoh dihadpanya itu.“Mau cari siapa mabak?” suara seorang pria mengagetkan lamunanya.


“Iya benar, ada perlu apa?”


“Saya asisten rumah tangga yang di rekrut oleh ibu Rina, mau berkerja disini,” jelas Aruna.


“Asisten rumah tangga?” satpam itu memperhatikan penampilan Aruna .“Tunggu sebentar, saya beritahu ibu Sanjaya dulu,” ucap pak satpam yang langsung memberitahukan majikanya terlebih dahulu sebelum mempersilhkan gadis itu masuk.“Silakan masuk,” ucap kembali pak satpam setelah kembali menghampiri Aruna.


“Ini buk,” pak satapam itu mengantar Aruna masuk ke dalam, membawanya pada majikanya.


“Kamu asisten rumah tangga yang di rekrut ibu Rina?”

__ADS_1


Aruna yang semula menunduk perlahan mendongkakan kepalnaya, mencoba melihat wanita dengan usai yang mungkin sudah tidak muda lagi namun masih terlihat segar dengan perhiasan mewah yang melekat di tubuhnya.


“Iya nyonya,”


Wanita bernama Risna itu menelisik penampilan Aruna dari ujung kepala sampai kaki.“Kamu sepertinya masih sangat muda? berpa usiamu?”


“19 tahun nyonya,”


“19 tahun? ” ucap ibu Risna yang bernada semakin ragu


“Iya, tapi tidak usah khawatir saya biasa melakukan perkerjaan rumah, saya tidak akan menegcewakan,” ucap Aruna meyakinkan.


“19 tahun kenapa mau berkerja sebagai asisten rumah tangga?” tanya Ibu Risna menyedilik.


“Saya ingin cepat berkerja, tapi saya hanya lulusan SMA agak sulit mencari perkerjaan lain,” jawab jujur gadis itu.


“Oh begitu, yasudah ikut saya, saya akan menjelaskan apa saja perkerjaanmu,” ucap ibu Risna mengajak Aruna ke seluruh ruangan rumah itu seraya manjelaskan perkerjaan apa saja yang harus di kerjakanya.


Aruna hanya mangut mangut sambil terus memutar pandanganya, melihat isi rumah mewah tersebut, terlihat juga dua orang asisten rumah tangga yang berkerja disana.


“Jadi kamu menegerti kan apa saja yang harus kamu kerjakan?” ucap Ibu Risna selesai menjelaskan.


“Mengerti nyonya,”


“Sayang, kamu sudah pulang?”


Aruna mengikuti arah mata majikanya itu, terlihat pria muda dengan paras yang rupawan baru memasuki rumah.“Sayang, ini Aruna, asisten rumah tangga baru kita, Aruna kenalkan ini Akram putra tunggal saya,” jelas ibu Risna.

__ADS_1


“Sore tuan,” Aruna menundukan kepalanya, sopan.


Pria bernama Akram itu tak membalas hanya sekilas melirik dan langsung berlalu pergi menaiki anak tangga menuju kamarnya.


__ADS_2