
"Rendra,apa jadwal saya pagi ini?"Tanya Alex saat mereka melewati para peserta interview berjalan menuju lift.
"Tidak ada tuan,anda baru ada jadwal bertemu klien saat makan siang."
"Bagus,kalau begitu kali ini saya langsung yang menyeleksi karyawan baru itu."
"Anda yakin tuan?"
"Apa ada yang salah?"
"Tidak tuan,baiklah saya akan memberitahu pihak HRD dulu."
"Saya akan periksa berkas-berkas dulu, setengah jam lagi kita kesana."Ucap Alex Sambil masuk kedalam ruang nya.
Tumben sekali Alex mau ikut interview ini...
Di lain sisi pihak HRD jadi kalang kabut karena tak biasanya sang CEO ikut serta dalam interview kali ini.Mereka dengan segera menyiapkan tempat untuk CEO mereka.Para calon karyawan pun sudah di beri instruksi jika kali ini sang CEO sendiri yang akan mewawancarai para calon karyawan.
Mereka pun ada yang semakin antusias bertambah semangat,sekaligus penasaran seperti apa rupa sang CEO.Dan tak sedikit dari mereka yang sibuk memperbaiki penampilannya agar menarik perhatian CEO.
Di ruangan CEO,Alex masih sibuk dengan berkas-berkasnya.Pintu ruangan di ketuk oleh Rendra ,setelah di persilahkan masuk Rendra pun masuk.
"Waktunya Anda melalukan interview tuan,"ucap Rendra.
"Hmmmm.."
"Rendra,aku ingin kamu lebih teliti lagi dalam menyelidiki Karin,gunakan koneksimu."
"Baik tuan."Rendra sudah tau bahwa beberapa hari yang lalu tau Karin menemui Alex.Dan sepertinya dia harus berbicara dulu kepada mamanya Alex langkah yang harus dia lakukan,apa memberitahukan tentang Karin atau tidak.
Mereka keluar dari ruangan Alex menuju tempat diadakannya interview.
"Lagian kenapa bukan Papa saja sih yang mencari sekretaris baru,bukan malah ambil Lisa sebagai sekretarisnya."
"Mungkin Tuan Abraham sudah tau kinerja Lisa yang kompeten jadi tuan Abraham mengangkatnya sebagai sekretarisnya yang sedang cuit melahirkan.biar tidak mengajari yang baru lagi."
"Aku tidak bicara denganmu Rendra."
__ADS_1
"Maaf tuan."
Sesampainya Disana semuanya sudah siap dan para calon karyawan pun menatap penuh kagum pada sosok yang baru saja datang.Ternyata yang tadi pagi yang mereka lihat adalah sang CEO dan asistennya.
Tubuh tinggi tegap,matanya yang tajam,alis yang tebal, bibir yang seksi untuk standar laki-laki,juga kulit yang putih bersih itulah Alex Abraham sang CEO.
Rendra sang asisten pun tak kalah mempesona,tinggi nya yang hampir sama dengan Alex,mempunyai lesung pipi jika tersenyum membuat para kaum hawa blingsatan,tetapi kulitnya yang agak gelap justru membuat tambah kelihatan gagah.
"Silahkan tuan semua sudah siap."Ucap kepala HRD.
Interview pun di mulai,Satu persatu para calon karyawan di panggil.Vita Yang sedari tadi duduk menunggu namanya di panggil harap-harap cemas.Tak lama nama Vita di panggil,ia masuk ke dalam.
Tarik nafas dalam-dalam hembuskan.Tenang Vita kamu pasti bisa.Vita menyemangati dirinya sendiri.
Pertanyaan dimulai oleh orang yang ada di ruangan itu,Vita menjawab dengan tenang dan santai walaupun tangannya saling meremas dan kakinya menahan untuk tidak gemetar.
Alex yang dari tadi memperhatikan Vita sejak dia masuk ke ruangan hingga sekarang di buat kagum dengan cara Vita menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di berikan.Senyum tipis terukir di wajah Alex.
Ternyata gadis yang aku selempang kan waktu wisuda dulu gadis yang sama yang aku temui dua kali.Entah kenapa aku tidak bisa melupakan wajahnya.Padahal kita tak pernah bertegur sapa.Alex
Rendra ternyata memperhatikan Alex yang dari tadi tak lepas pandangannya dari gadis yang ada di depannya.Vita pun menyadari jika CEO itu memperhatikannya.
Interview pun selesai,Vita pun bernafas dengan lega.Vita berharap kalau dia bisa bekerja di perusahaan besar ini.Informasi selanjutnya akan di kabari paling lama satu Minggu setelah interview.
Ternyata Alex tak sampai selesai ada di ruangan itu,dia beralasan bahwa masih ada berkas yang harus dia periksa.Padahal yang terpenting dia sudah melihat Vita dan mengetahui kemampuannya secara langsung.
Sementara itu di tempat lain,Karin menggerutu kesal karena dia baru saja menelpon papanya dan dia di marahi habis-habisan.
Sepertinya aku harus menemui Alex lagi.Tapi aku tidak bisa kalau menemuinya di kantor,pasti aku di usir,menemui di rumahnya pun pasti tak mungkin karna Tante Rebecca tidak menyukaiku.Entah mengapa Tante Rebecca tak menyukaiku,apa dia sudah tau yang sebenarnya tentang diriku dan keluargaku.Bisa gawat kalau itu memang benar.Semakin tipis kemungkinan aku untuk kembali dengan Alex.
Akhirnya karin memutuskan untuk mengirimi pesan kepada Alex terlebih dahulu.
Karin : Jangan lupa makan siang ya sayang,kau selalu melewatkan makan siangmu jika pekerjaan mu sedang banyak-banyak nya.Pesan terkirim
Tapi sampai malam pesan itu tak di balas oleh Alex,di baca pun tidak.
Karin mengirimi pesan lagi..
__ADS_1
Karin : Good night sayang,mimpi indah,love you.
Alex sebenarnya tau kalau pesan itu dari Karin,tapi dia sengaja mengabaikannya.Dia masih menata hatinya yang rapuh.Walaupun tak di pungkiri rasa cinta pada Karin masih ada,tapi di sisi lain dia juga benci karna Karin meninggalkannya begitu saja tanpa kabar.Dan yang membuatnya tambah benci ,Alex melihat langsung Karin bermesraan dengan lelaki lain.Tapi bodohnya rasa cinta itu lebih besar daripada rasa benci nya.
Sambil menunggu info selanjutnya dari Abraham Corporation,Vita selalu saja datang ke Toko kue mama nya yang ada di Kartini.Mama Rebecca pun semakin sering datang ke toko kue itu dan selalu bertemu dengan Vita.Rencananya hari ini mama Rebecca akan memesan kue untuk arisan di rumahnya yang akan di langsungkan dua hari lagi.
"Nak Vita,Tante ingin memesan kue acaranya dua hari lagi."
"Bisa Tante,mau pesan kue yang mana saja?"
"Bagaimana kalau kita bicarakan ini sambil makan siang,kamu gak keberatan kan Vita kebetulan sebentar lagi waktunya makan siang?"
"Boleh Tante,sebentar saja ijin sama manajer disini dulu ya Tante."
"Ya sudah kalau gitu Tante tunggu di depan yaa."
Setelah Vita bicara dengan Rima,Vita menghampiri Tante Rebecca di luar.
"Mari Tante,saya juga bawa katalog nya supaya Tante nanti tinggal pilih."
"Yuuk nak Vita,kita ke restoran dekat sini saja yaa,biar gak terkena macet."
"Iya Tante."Mereka pun menaiki mobil Tante Rebecca.
Sesampainya di restoran mereka memilih tempat duduk dan memesan makanan.Sambil menunggu makanan datang,Tante Rebecca memilih kue yang mau dia pesan.Setelah selesai Tante Rebecca pun memberikan DP kepada Vita.
"Ini untuk DP nya ya Vita,sisanya sekalian saat ambil kue saja."
"Saya terima ya Tante,terima kasih ya Tante sudah menjadi langganan tetap di toko kue ini,semoga rezeki Tante makin lancar."
"Nah makanannya sudah datang,kita makan dulu yaa."
Setelah selesai makan mereka pun keluar dari restoran.Dan ternyata di restoran yang sama pula,ada Alex yang sedang bertemu dengan klien nya.
Lho itu bukannya mama yaa,mama sama siapa,kok sepertinya mama akrab sekali .Sepertinya aku juga tidak asing dengan wanita itu.Alex
"Alex...."
__ADS_1
Tiba-tiba saja ada yang memanggil Alex.