CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 27 Permohonan


__ADS_3

Tok...Tok...Tok


"Permisi Tuan,ini saya mengantarkan Nona Clara."


"Masuk."


"Silahkan Nona."Menyuruh Clara masuk.


"Hai Alex."Sapa Clara.


"Hai Clara."Ucap Alex.Alex mendekat mereka berpelukan dan cipika cipiki.


"Duduk di sofa saja yaa."Ucap Alex mengajak Clara duduk.


"Kapan datang ke Indonesia?"Tanya Alex.


"Baru tiga hari yang lalu Lex.Kau rupanya sudah jadi bos yaa."Ucap Clara sambil matanya menelisik ruangan Alex.


"Yah beginilah,namanya juga anak tunggal jadi ya harus ikut terjun ke dunia bisnis.Tapi maaf saya tidak bisa lama-lama ini, karena sebentar lagi ada pertemuan dengan klien."


"No problem Lex,aku bisa bertemu kamu hari ini aja sudah senang sekali."


"Gimana kabarmu Clara."


"Saya baik Lex.Tapi hatiku sedang tidak baik-baik saja."Ucap Clara sedih.


"Ada apa?Apa si David itu mengkhianati mu?"Tanya Alex penuh selidik.


"Ya begitulah,aku menyesal dulu tidak mendengarkan ucapanmu Alex."Wajah Clara benar-benar terlihat sedih dan matanya sudah berkaca-kaca.


"Hei sudah jangan menangis,ada aku disini."Ucap Alex sambil memeluk Clara.


"Terima kasih karena kamu selalu ada untuk aku."Clara menyeka air matanya degan tisu.


Tok...Tok...Tok..


"Alex,waktunya kita untuk meeting."Rendra tak melihat ke arah Alex ,dia memegang berkas-berkas untuk meeting.


"Hai Rendra,"Sapa Clara.


"Clara.!!"Ucap Rendra kaget.


"Kau ada di Indonesia?"Menghampiri Clara,lalu memeluk dan cipika cipiki.


"Ya aku di Indonesia baru tiga hari ini."


"Tapi maaf ya Clara,kami tidak bisa berbincang lama-lama.Karena harus bertemu dengan klien."


"Tak masalah,aku tau kalian sibuk."


"Lain waktu kita atur pertemuan kita yaa.Berikan no ponsel mu,"Ucap Alex menyodorkan hp ke Clara.


Lalu mereka bertiga pun keluar bersama-sama.Sambil berjalan mereka berbincang-bincang semasa sekolah dulu.


Clara merupakan sahabat Alex dan Rendra, Mereka bertiga bersahabat sejak SMA.Dan saat kuliah di luar negeri pun mereka kuliah di universitas yang sama.Tapi tak ada yang tau bahwa Clara sejak dulu menyimpan rasa untuk Alex.Dia pendam perasaan itu dalam-dalam.


Alex,aku tahu saat ini kamu sudah putus dengan Karin jadi aku tak kan lagi menutupi perasaan aku padamu.Batin Clara.


Di kediaman Vita


Vita saat ini sedang bersantai di tempat tidurnya,menikmati masa libur kerjanya.Setelah makan siang tadi dan memastikan Mama nya meminum obat.Vita memutar film kesukaannya,dia cekikikan sendiri di kamarnya.Hingga dering panggilan masuk di ponselnya menghentikan cekikikannya.Mata Vita melotot melihat nama di ponselnya.CEO galak memanggil.

__ADS_1


"Halo Vita, bagaimana kabar Mama mu?"Tanya Alex.


"Alhamdulillah Mama sudah sehat Tuan.Tadi baru saja minum obat dan sekarang sedang istirahat di kamarnya."Jawab Vita sopan.


"Maaf yaa,saya tidak bisa ikut menjemput mama kamu pulang dari rumah sakit."Ucap Alex tak enak.


"Tak masalah Tuan,saya paham Tuan pasti sibuk."


"Berarti besok kamu sudah bisa berangkat ke kantor?"


"Sudah Tuan.Saya besok akan ke kantor."


"Syukurlah kalau begitu,dua hari tanpamu aku merasa kesepian."Ucap Alex keceplosan.


"Maksud Tuan?"Tanya Vita kaget.


"Maksud saya,dua hari tanpa kamu,saya jadi keteteran."Alex merutuki dirinya yang keceplosan berucap seperti itu."


"Maaf Tuan sudah membuat anda repot sendiri."


"Tak apa,kalau begitu saya tutup telponnya yaa,saya mau kembali bekerja."


Klik telpon langsung di tutup oleh Alex.


Bodoh kau Alex,kenapa sampai keceplosan tadi.Gumam Alex


Di ruang tahanan,Rosa masih saja teriak-teriak minta di bebaskan.Hingga ancaman dari senior di dalam tahanan tersebut membuat Rosa diam.


"Hei kamu,sekali lagi kita dengar kamu teriak begitu,kita hajar kamu habis-habisan.Mau kamu!!"Rosa langsung menggeleng dan diam.


Papa kamu kenapa lama sekali mengeluarkan aku dari tempat ini,aku gak betah tinggal disini.Mereka juga pada menghajar aku,hingga aku babak belur begini.


Tiba-tiba seorang sipir menghampiri Rosa.


"Siapa Pak?"


"Suami anda,"Rosa pun di bawa keluar untuk bertemu suaminya.


"Ya ampun Mama,kamu kenapa bisa begini."Melihat wajah istrinya yang babak


"Orang-orang sialan yang di dalam itu yang sudah menghajarku.Papa kenapa Papa lama sekali mengeluarkan mama dari sini,Mama gak betah Pa,Mama mau pulang."


"Tapi tak semudah itu ma,kau tahu siapa yang menjebloskan mama ke penjara?"


"Si Ranti lah siapa lagi."Ucap Rosa ketus.


"Bukan Bu Ranti tapi tuan Alexander yang menjebloskan kamu ke penjara."


"APAAA!! Tuan Alexander!!"Ucap Rosa kaget.


"Iya Tuan Alexander.Lagian kamu juga kenapa sampai punya pikiran buat mencelakakan Bu Ranti,apa salah Bu Ranti terhadapmu."Tanya suaminya marah.


"Pa gara-gara dia buka toko kue dekat toko mama,toko roti mama jadi sepi Pa."


"Ma,tidak ada hubungannya toko roti kamu sepi dan Bu Ranti buka toko kue di dekat kamu.Yang kalian jual juga beda,hati mu sudah di penuhi iri dan dengki."


"Terus bagaimana Pa,bantu Mama supaya Mama cepat keluar dari sini."


"Papa sepertinya harus memohon pada Bu Ranti agar mau mencabut laporan Tuan Alexander terhadap kamu.Ingat setelah Mama bebas,Mama harus minta maaf pada Bu Ranti."


"Iya Pa,Mama menyesal.Mama akan minta maaf pada Bu Ranti.Tapi apa hubungannya Tuan Alexander dengan Bu Ranti."

__ADS_1


"Soal itu bukan urusanmu Ma.Ya sudah ini Papa bawa makanan buat Mama.Papa pulang dulu,Papa akan menemui Bu Ranti langsung ke rumahnya.Doakan supaya Papa bisa membujuk Bu Ranti."


Malam hari,suami Rosa datang ke rumah Bu Ranti.Saat tiba di pintu gerbang,Mang Sapri menghadang untuk menanyakan ada keperluan apa.


"Maaf Pak,mau Bertemu dengan siapa?"Tanya Mang Sapri.


"Apa benar ini rumah Bu Ranti?"


"Ya benar,ada keperluan apa bapak ingin bertemu dengan Bu Ranti?"


"Ada yang hal penting Pak yang ingn saya bicarakan dengan Bu Ranti,tolong bilang saja suaminya Bu Rosa ingin bertemu."


"Kalau begitu saya bilang ke ibu dulu ya Pak,maaf bapak belum saya perbolehkan masuk dulu.Tunggu Sebentar."Suami Rosa mengangguk.


Tak lama Mang Sapri keluar lagi menemui orang tersebut dan membukakan gerbang.


"Silahkan Pak,mari saya antar ke dalam."Suami Rosa mengikuti mang Sapri.


Semoga saja Bu Ranti berhati mulia mau mencabut laporannya.Suami Rosa berdoa dalam hati.


"Silahkan duduk Pak,tunggu sebentar lagi Bu Ranti turun.Saya tinggal dulu ke depan."Ucap mang Sapri lalu kembali ke pos nya.


Rumahnya bahkan lebih mewah dari rumahku.Gumam suami Rosa.


Terdengar langkah dua orang menuruni tangga dan langkahnya semakin mendekat.Reflek suami Rosa bangun dari duduknya.


"Silahkan duduk Pak,ada keperluan apa ya menemui istri saya."Tanya Pak Sandy.


"Sebelumnya Terima kasih Bu,Pak karena sudah mengizinkan saya menemui Ibu Bapak.Maaf sudah mengganggu."


"Tak masalah,ada apa?"


"Saya mau minta maaf atas kesalahan istri saya karena sudah membuat Bu Ranti celaka.Saya sebagai suaminya sudah lalai dan gagal dalam mendidik istri saya.Saya mohon kemurahan hati Bu Ranti dan bapak agar mencabut laporan kepada istri saya."


Sambil mengatupkan kedua tangannya di dada.


"Tak semudah itu Pak, istri anda sudah mencelakakan istri saya."


"Saya mengerti Pak, kesalahan istri saya sudah sangat fatal.Tapi saya mohon kemurahan hati bapak dan ibu untuk membebaskan istri saya.Istri saya sudah mendapatkan ganjarannya.Istri saya di hajar habis-habisan oleh sesama penghuni lapas,kini wajahnya sudah babak belur.Dia juga menyesal atas perbuatannya kepada Bu Ranti."


"Setelah masuk penjara baru menyesal, tapi kalau tidak, saya rasa istri anda tidak akan menyesal dengan perbuatannya.Istri saya bahkan harus sampai masuk rumah sakit."Pak Sandy emosi.


"Sabar Pa."Ucap Mama Ranti sambil mengusap-usap lengan suaminya agar lebih tenang.


"Setelah ini saya janji,saya akan mendidik istri saya dengan keras.Tapi kali ini saya mohon maaf atas kesalahan istri saya,dan saya mohon bebaskan istri saya. saya mohon Pak Bu tolong cabut laporan Anda kepada istri saya."Ucapnya sambil duduk bersimpuh di hadapan kedua orang tua Vita.


"bukan kami yang melaporkan istri anda ke polisi, tapi Alex yang melaporkannya."Ucap Mama Ranti.


"Saya mohon bapak dan Ibu mau membujuk Tuan Alexander agar mau mencabut laporannya kepada istri saya."Mohonnya lagi.


"Kami tidak bisa janji kau tahu sendiri bagaimana sifat Alex."Ucap Pak Sandy.


"Nanti kami akan membicarakannya terlebih dahulu kepada Alex."Ucap Mama Ranti."


"Terima kasih Bu Ranti,Pak.Saya yakin kalian orang yang baik.Kalau begitu saya permisi, selamat malam."


"Papa yang sabar, kasihan bu Rosa kalau lama-lama di penjara. Papa dengar sendiri bukan kalau Bu Rossa sudah mendapat ganjarannya dia dihajar habis-habisan oleh para penghuni lapas lainnya. Mama rasa itu sudah cukup setimpal dengan perbuatannya. Biar Mama nanti yang berbicara dengan Alex."Ucap Mama Ranti setelah kepergian suami Rossa.


"Ya sudah terserah Mama,Papa juga sebenarnya tidak tega.Papatadi hanya terbawa emosi mengingat perbuatan istrinya.Semoga Alex mau mencabut laporannya."


Bersambung...

__ADS_1


Kira-kira mau nggak ya Alex mencabut laporannya.


__ADS_2