
Vita seperti biasa berangkat ke kantor di temani oleh Anton dan Tere.Dua bodyguard Vita yang mungkin kini terlibat cinlok alias cinta lokasi.Terlihat dari gerak gerik mereka yang mencurigakan.Jiwa kepo Vita tak bisa di tahan lagi melihat mereka kini tak sekaku awal-awal mereka mengawal dirinya.
"Kak Anton,Kak Tere ada yang aneh dengan kalian."Vita memajukan dirinya dekat dengan kursi depan.
"Aneh gimana maksudnya nona?"Tanya Anton melirik sekilas ke arah Vita.
"Ya aneh,aku seperti mencium aroma aroma orang lagi kasmaran."
"Hanya perasaan kamu saja Vita."Tere mengelak.
"Masa sih."Vita melihat ke arah Tere dan Anton secara bergantian.
"Duduk yang benar Vita."Titah Tere.
Tiba-tiba dari arah belakang ada yang menyalip mobil mereka,Anton yang kaget mengerem mendadak membuat tubuh Vita maju ke depan untung saja dengan sigap Tere menghalangi tubuh Vita agar tidak jatuh ke depan.
"Aku bilang juga apa,duduk yang benar."Ucap Tere kesal.Vita kembali duduk dnegan diam di belakang.
"Maaf Nona Vita maaf,saya kaget karena tiba-tiba dari belakang ada yang menyalip."
"Gak apa-apa Kak Anton,aku yang salah gak bisa diam dari tadi.Kak Tere aku minta maaf yaa."
"Iya, ya sudah sekarang duduk yang benar."Vita cemberut,niat hati ingin kepo malah ada insiden seperti tadi.
"Tapi aku masih kepo sama hubungan kalian."Vita bersedekap dada.
Tere dan Anton hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala mereka,pacar bosnya ini sungguh lucu.
Kini Vita pun sampai di kantor, langsung masuk ke dalam saat Tere membukakan pintu untuknya.Tak lama Vita sampai Alex juga sampai.
"Vita,tunggu."Panggil Alex,Vita menoleh lalu menghentikan langkahnya.
"Iya Tuan."Vita menjawab panggilan Alex.
"Apa jadwal saya hari ini?"Ucap Alex saat dirinya sudah mensejajarkan langkahnya dengan Vita.
"Sebentar Tuan,saya ambil tablet dulu."Vita mengambil tablet dari dalam tasnya.
"Jam sembilan pagi anda akan bertemu dengan Perusahaan XY,lalu saat makan siang bertemu dengan klien dari negara Jepang,lalu....."Vita pun membacakan semua agenda Alex hari ini, terdengar helaan nafas Alex.
"Padat sekali jadwalku hari ini."Alex menarik Vita agar masuk ke lift khusus petinggi Perusahaan.
"Kok aku masuk sini sih."Ucap Vita tapi tetap mengikuti Alex.
"Memang kenapa kalau masuk sini,gak mau berduaan sama aku?"
"Bukannya gitu mas,kan gak enak sama yang lain."
"Kenapa selalu mendengarkan ucapan orang lain, biarkan saja mereka."Alex menyandarkan kepalanya di bahu Vita.
"Maafkan aku ya ,semalam aku lu-"
"Aku sudah paham sama penyakit kamu itu mas."
"Penyakit?"Alex menyerngitkan dahinya.
__ADS_1
"Iya penyakit pelupa kamu itu,aku sudah paham."
"Hahaha..Masa penyakit sih yang."
"Memang penyakit kok."
Saat lift terbuka Alex kembali menegakkan tubuhnya kembali.
"Siapkan berkas dan ruangannya untuk pertemuan nanti Vita."Ucap Alex Sebelum masuk ke ruangannya.
"Baik Tuan."
...****************...
Di sebuah rumah sederhana di jadikan tempat berkumpul bagi Karin dan anak buahnya.Karin sedang menyusun rencana untuk Alex dan Vita.Karin geram dengan Alex yang tak bisa lagi dia sentuh,jadi dia pun merencanakan sesuatu juga untuk Alex.
"Aku sudah terlanjur sakit hati denganmu Alex,jadi aku tidak akan membiarkan mu dan kekasihmu itu hidup bahagia.Aku akan membalaskan sakit hatiku pada kalian."Ucapnya penuh amarah.
"Sebaiknya aku kembali dulu ke negaraku,aku sudah rindu sekali dengan Ronald kekasihku."
"Kalian bisa kembali ke rumah kalian masing-masing,aku akan hubungi kalian jika kita akan beraksi."Ucapnya pada anak buahnya.
Setelah itu Karin pun meninggalkan rumah tersebut dan kembali ke apartemennya.Dirinya akan bersiap-siap pulang ke negaranya.
...****************...
Di sekolah sudah ada beberapa bodyguard untuk mengawasi dan menjaga Vicky,agar kejadian waktu itu tak terulang kembali.Bodyguard ada yang menyamar sebagai tukang bersih-bersih sekolah,penjaga kantin dan juga guru.
Vicky juga sudah di beri tahu langsung oleh Alex agar tak perlu khawatir lagi pergi ke sekolah semuanya akan aman.
Di kantor Papa Vita pun ada yang mengawasinya dari jarak yang masih bisa di jangkau.Toko roti Mama Ranti juga ada,bahkan ada yang menjadi tukang parkir di jajaran toko kue mama Ranti.
Di kantor,Alex sedang kedatangan kliennya untuk membahas kerjasama dengan perusahaan Alex.Perusahaan XY perusahaan pertama kali yang akan bekerja sama dengan perusahaan Alex.Kliennya ini ingin sekali bekerja sama dengan perusahaan Alex.
"Bagaimana Tuan Alex setelah anda membaca profil perusahaan kami,apa kami mempunyai kesempatan untuk bekerja sama dengan perusahaan anda?"
"Setelah saya lihat dan membaca profil perusahaan anda, sepertinya saya tertarik dengan perusahaan anda."
"Benarkah Tuan?terima kasih Tuan anda sudah mempercayakan perusahaan kami."Alex mengangguk.
"Nanti kontrak kerjasama dan yang lainnya saya serahkan dengan asisten saya."
Setelah pertemuan pertama selesai dan pihak perusahaan XY keluar dari ruangan Alex,Alex segera memanggil Vita ke ruangannya sembari meminta di bawakan buah-buahan.
"Ada apa Tuan?"Vita masuk membawa nampan berisi potongan buah yang di minta Alex.
"Aku lelah,suapi aku buah."Ucapnya manja,Vita hanya tersenyum dan mendekati Alex yang duduk di sofa.
"Bagaimana tadi pertemuannya lancar?"Tanya Vita sambil terus menyuapi Alex.
"Lancar, tinggal menunggu kontrak kerjasama saja dari Rendra."Alex mengambil garpu yang di pegang Vita lalu menyuapi ganti Vita.
"Lho kok jadi aku yang di suapi."Tapi tetap menerima suapan dari Alex.
"Ya gak apa-apa dong,kamu juga harus makan buah-buahan biar tetap sehat."
__ADS_1
"Jam berapa kita berangkat ke restoran?"Tanya Alex.
"Sekitar jam setengah dua belas mas."
"Pekerjaanmu masih banyak?"
"Sedikit lagi."
"Ya sudah selesaikan makan buah ini dulu baru teruskan pekerjaanmu."Vita mengangguk.
Duo sejoli itupun saling menyuapi buah,pintu di ketuk lalu masuklah Rendra dengan membawa berkas untuk pertemuan nanti.
"Astaga ini pasangan gak tahu tempat yaa,mesra mesraan di kantor."Rendra menggelengkan kepalanya melihat kelakuan duo sejoli di depannya.
"Syirik aja loe."Jawab Alex acuh.
Alex, Rendra dan juga Vita sudah berada di restoran untuk bertemu klien mereka yang dari luar negeri.Setelah menunggu beberapa saat klien mereka pun datang.
Tubuh tinggi tegap dan sangat gagah,kulit putih,rahang tegas,membuat para wanita yang ada di restoran mengalihkan pandangannya pada seseorang yang baru saja masuk.Tapi tak berlaku untuk Vita,dia hanya memandangnya biasa saja.
"Selamat siang Tuan Alex,maaf saya terlambat."Ucapnya lalu menjabat tangan Alex.
"Siang Mr. Smith,tak masalah silahkan duduk."Tetapi si bule tersebut tak langsung duduk,justru pandangannya menatap kagum pada Vita.
"Halo Nona, perkenalkan saya Smith."Ucapnya pada Vita dengan wajah penuh minat.
"Halo Mr. saya Vita sekretaris Tuan Alex."Vita berucap ramah dan tersenyum membuat Alex tak suka.
"Sekretaris anda baru rupanya Tuan,dan ini lebih cantik dari yang kemarin."Ucapan Smith membuat Alex semakin tak suka.
"Mari duduk Mr. Smith kita langsung mulai saja ke intinya."Rendra yang paham melihat situasi semakin panas langsung mengalihkan pembicaraan,Alex menahan emosinya agar tak meluap.
Selama Alex menjelaskan tentang kerja sama yang akan mereka lakukan,selama itu pula Mr.Smith selalu menatap Vita membuat Vita tak nyaman dengan tatapan kliennya itu.Alex pun menyadari hal itu,Vita yang tak sadar meremas paha Alex yang duduk di sampingnya karena risih dengan tatapan Mr.Smith.
Braakk
Alex menggebrak meja lalu berdiri,membuat semua orang yang ada di restoran melihat ke arah mereka.Vita, Rendra dan yang lainnya pun kaget dengan apa yang di lakukan oleh Alex.
"Anda ingin bermain-main denganku Mr.Smith !"
"Maksud anda apa Tuan Alex,saya tak paham."Ucap Mr.Smith santai.
"Saya tahu dari tadi anda menatap sekretaris saya dengan penuh minat,bahkan anda tak menyimak yang saya bicarakan dari tadi."
"Maaf Tuan Alex,saya hanya tak fokus saja."
"Jika anda tak serius dengan kerja sama ini tak masalah,kita batalkan saja."
"Kenapa anda begitu marah saat saya menatap sekretaris anda Tuan Alex ? Ada yang salah?"
"Jelas saja salah,kau menatapnya dengan tatapan penuh nafsu saya paham itu karena saya lelaki dan saya tidak suka anda begitu karena dia kekasihku."Alex menggenggam tangan Vita.
"Ternyata dia kekasihmu Tuan, maaf saya tidak tahu."
"Rendra kau lanjutkan saja pertemuan ini,kalau dia tak mau bekerja sama dengan kita tak masalah."Alex mengajak Vita keluar dari restoran tersebut.
__ADS_1
Setelah Alex pergi, Rendra yang mengambil alih pertemuan ini.
Rupanya wanita itu berharga sekali untukmu Alex,aku jadi makin penasaran dengan kekasihmu itu..