CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 46 Kejutan


__ADS_3

Vita masih heran kenapa Alex tiba-tiba berubah begitu sikapnya.Mungkin dia sibuk kali ya makanya dia begitu,gumam Vita.Vita pun melanjutkan pekerjaannya.Untuk sekarang tak mau memikirkan hal itu lebih baik menyelesaikan pekerjaannya.Jam makan siang tiba,Vita mengajak Alex untuk makan siang.


"Kau duluan saja saya masih sibuk."Ucap Alex tanpa melihat Vita.


"Oke jangan lupa makan ya mas,mau aku bawakan makanan?"


"Gak usah, nanti biar Bayu yang belikan.Pekerjaan aku masih banyak,jadi aku tidak bisa berbicara banyak."


"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu."Vita langsung menutup pintu.


Ada apa dengannya apa sedang ada masalah,tapi sepertinya Perusahaan sedang baik-baik saja,Vita berbicara sendiri.Vita pun langsung menuju kantin karena perutnya sudah sangat lapar.


Ternyata perubahan sikap cuek Alex berlangsung sampai hari ketiga.Alex tak lagi pernah berkirim pesan, Menelpon pun tak pernah.Di kantor juga begitu,dia tak mau berbicara kepada Vita jika bukan urusan pekerjaan.Vita yang tidak tahan dengan sikap Alex,berniat akan berbicara dengan Alex selesai bekerja nanti.


Waktu bekerja usai,Vita masuk ke ruangan Alex,tetapi setelah di ketuk berkali-kali tak ada jawaban dari Alex.Vita langsung masuk begitu saja tapi tak melihat Alex, sepertinya sedang berada di toilet.Tapi samar-samar Vita mendengar suara Alex seperti sedang berbicara dengan seseorang.Vita pun mendekati kamar mandi yang ada di ujung ruangan Alex.


"Iya sebentar lagi aku kesana,jangan khawatir aku pasti datang.Kamu tunggu aku yaa."Pintu yang tak tertutup rapat membuat Vita bisa mendengar apa yang di ucapkan Alex.


"Kenapa kamu jadi tidak sabaran begini.Iya sama,aku juga kangen sama kamu."


Deg...Deg..


Siapa yang sedang berbicara dengan Alex?Kenapa Alex bilang kangen.Vita semakin penasaran.Alex akan keluar dari kamar mandi,Vita buru-buru menjauh.


"Kamu sedang apa disini?"Tanya Alex datar.


"Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu mas."


"Maaf aku sibuk,lain kali saja kita bicara.Ini di kantor jadi saya tidak mau jika hanya membicarakan tentang masalah pribadi."


"Mas,kenapa sikap kamu berubah sama aku?"Vita berkata setengah berteriak,dia sudah tidak tahan dengan perubahan sikap Alex.


"Saya bilang saya sibuk,saya tidak ingin di ganggu.Kamu Paham!"Bentak Alex.


"Maaf kalau saya sudah mengganggu."Vita keluar dari ruangan Alex.


Sesampainya di luar,Vita menangis tak menyangka Alex seperti itu.Apa salahku?Kenapa sikap dia berubah berubah begitu?Vita masih bertanya-tanya dalam hatinya,hingga terdengar suara pintu terbuka Alex keluar dari ruangan.


"Kamu tidak pulang?saya kira kamu sudah pulang."Tanya Alex datar.


"Sebentar lagi Tuan,"sambil menghapus air matanya.


"Ya sudah kalau begitu saya duluan ya."Alex langsung jalan begitu saja.


Maaf sayang,aku harus lakukan ini,gumam Alex.


"Kenapa kamu cuekin aku begini mas,apa salahku."Ucap Vita sambil menangis kembali.


Vita turun ke lantai bawah menuju parkiran.Makanya dari dulu aku gak mau pacaran ya begini,sakit hati, nangis-nangis,pasti kepikiran kalau ada masalah,ganggu aktivitas,aku gak suka pacaran tapi aku cinta dia gimana dong,gumam gumam Vita sambil berjalan ke arah mobilnya.Melirik ke arah parkiran khusus Alex,ternyata sudah kosong.Dia benar-benar tidak mau menunggu ku,kesal lagi.


Tapi sebelum Vita sampai di mobilnya ada yang membekapnya dari belakang.Vita mencoba melawan tapi kalah karena ada tiga orang yang memeganginya.Vita langsung di masukkan ke dalam mobil dengan paksa.


"Siapa kalian? Lepaskan aku."Teriak Vita.


"DIAAAMM..!!"Bentak Penculik itu.


"Kenapa kalian menculik ku,siapa yang menyuruh kalian!"Vita tak takut dengan bentakan orang tersebut.

__ADS_1


"SAYA BILANG DIAM,KAMU JANGAN BERISIK NANTI JUGA KAMU TAHU SIAPA YANG MENYURUH KAMI."


Vita menangis,kenapa di dalam lingkungan Kantor dirinya bisa di culik begini.Kalau aku kenapa-kenapa gimana?Alex tolong aku! Hanya Alex Yang ada di pikirannya saat ini.


Sial bangeet hidup gue,udah mah di cuekin pacar selama tiga hari sekarang malah di culik begini,Batin Vita.


Di pertengahan jalan,Vita di tutup matanya menggunakan kain hitam.


"Kenapa sampai di tutup segala mataku."Teriak Vita.


"DIAAAMM..!Aku akan hajar dirimu kalau kau terus berteriak."Ancam salah satu penculik.


Membuat Vita langsung diam,Vita meratapi nasibnya yang tragis.Siapa nanti yang akan menolongku,Mas Alex,Mama,Papa,Kak Vicko tolong Vita.Jeritnya dalam hati.


Mobil telah sampai di tempat tujuan,Vita langsung di suruh keluar.


"Cepat jalan,"


"Sabar,kalian gak lihat kalau mata saya di tutup begini mana bisa jalan cepat"Ketus Vita.


"Kalian bawa aku kemana?"Vita bertanya lagi.


"Sebentar lagi kamu juga akan tahu,sudah jangan berisik nanya Mulu."


"Awas saja kalau kalian macam-macam."


"Memangnya kalau kita macam-macam kamu bisa apa tak ada yang bisa menolong mu."Mereka semua tertawa.


Padahal kami menyentuh mu saja takut-takut begini, gumam salah satu penculik.


Vita merasa dia di bawa ke semua gedung lantai paling atas, karena tadi dia seperti menaiki lift.


"Kamu tunggu disini,jangan kemana-mana."Ucap si penculik.


Setelah berkata begitu Vita di tinggalkan begitu saja oleh orang yang membawa Vita tadi.


"Kalian kemana?kenapa aku di tinggal disini sendirian.Siapapun tolong aku."Vita berteriak.


Vita menangis,saat ini tak ada yang bisa di mintai tolong.Vita mulai ketakutan,bayangan sewaktu kecil saat dirinya hampir di culik.


"MAMAAA..PAPAA,KAK VIKCO,MAS ALEX..TOLONG VITA,VITA TAKUT.."


"Buka saja penutup matamu."Tiba-tiba ada suara, ragu-ragu Vita membuka penutup matanya dan,


Blaaarrr....


Semua menjadi terang,Vita masih memfokuskan pandangannya yang tadinya gelap menjadi terang hingga,


"SELAMAT ULANG TAHUN VITA."Ucap semua orang yang ada di sana.


Vita menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang ada di depannya.Ada Mama,Papa,Kak Vicko,Vicky,ada Gea dan Dilla juga.Ada ALEX?Mata Vita membulat,di saat Vita masih bingung dengan keadaan yang dialaminya,semua orang mendekati Vita.


"Selamat ulang tahun ya anak gadis Mama."Mama Ranti memeluk Vita, menciumi pipi,dan pucuk kepala Vita.Di ikuti oleh Papa,Kak Vicko dan Vicky.


"Happy birthday BESTie."Ucap Gea dan Dilla bersamaan lalu memeluk Vita.


Vita menangis membuat semua orang bingung.

__ADS_1


"Kalian jahat kenapa buat kejutan begini untuk aku,kalian tahu kan aku takut sekali dengan yang namanya culik."


"Maaf sayang,ini semua idenya Alex."Ucap Papa Sandy.


"Selamat ulang tahun sayang."Alex menghampiri Vita,memeluknya dan menciumi pucuk kepala Vita.Mereka hanyut dalam keadaan.


"EHEEMM..EHEEMM..


Membuat Alex dan Vita reflek melepaskan pelukan mereka.


"Berasa dunia milik berdua."Ucap Dilla.


"Maaf ya sayang,sudah membuat kamu takut dan maaf juga kalau selama tiga hari ini aku cuekin kamu,aku sengaja agar rencana ini berjalan lancar."Langsung di hadiahi cubitan di pinggangnya oleh Vita.


"Awww...Sakit sayang."Alex mengusap pinggangnya yang lumayan nyeri.


"Rasain,suruh siapa cuekin aku terus."


"Nanti lagi marahnya sekarang tiup lilin dulu yuuk."Ajak Mama Ranti.


Mereka semua mendekati meja yang sudah ada kue dan juga lilin di atasnya.


"Berdoa dulu sebelum tiup lilinnya."Vita menutup mata setelah itu barulah meniup lilinnya.Mereka semua bertepuk tangan.


Vita menyuapi kue pertama untuk Mama nya,lalu Papa, Kak Vicko dan Alex.Vita menyuapi Alex dengan porsi yang besar sehingga Alex kesulitan untuk mengunyahnya.Vita melihat Alex yang pipinya menggembung.


"Balas dendam nih ceritanya."Ledek Kak Vicko.


"Kak kok aku gak di suapi,"Rengek Vikcy.


"Ya ampun,kakak lupa kirain kamu gak ada bocil."Membuat Vicky langsung merengut di bilang bocil.


"Jangan lupa kado untukku ya kak."Ucap Vicky setelah di suapi Vita.Membuat Mereka Yang ada disana tertawa.


"Dih kebalik harusnya kakak yang minta kado,kok malah kamu yang minta."


Setelah itu mereka pun makan,sudah ada hidangan yang di siapkan di atas meja.


"Terima kasih ya mas,kamu sudah menyiapkan ini semua buat aku."Vita tersenyum manis.


"Sama-sama maaf yaa sudah buat kamu menangis dan kesal beberapa hari ini."


"Iya gak apa-apa mas,tapi aku suka kejutan ini."


"Sebenarnya ini ide dari Rendra yank,aku sudah bilang jangan ide ini tapi dia tetap saja maunya seperti ini."Alex jujur.


"Ooohh,jadi Pak Rendra yang punya ide.Awas saja ya,terus mana orangnya."


"Tuh,"Tunjuk Alex pada Rendra yang sedang duduk dengan kedua sahabatnya.


"Terus yang memberi tahu mereka juga Pak Rendra?"Alex mengangguk.


"Habis ini aku kenalin mereka ya,pasti belum kenalan kan."Alex mengangguk lagi..


"Ngangguk Mulu sih jawabannya."


"Aku kan lagi makan sayang, lapar aku."Melanjutkan makanan nya.

__ADS_1


Di meja lain,rupanya ada Yang sedang mendekati seseorang.Rendra tertarik dengan salah satu sahabat Vita.Semenjak kedatangannya tadi, Rendra tak mengalihkan pandangannya pada wanita tersebut.


Cantik dan manis...Ujarnya


__ADS_2