
Setelah selesai berbicara dengan anak buahnya,Alex kini pulang ke rumahnya.Setidaknya kini dirinya merasa lega karena Vita dan keluarganya kini dalam pengawasannya.Alex yang sedari tadi tidak melihat ponselnya tak menyadari jika sudah banyak panggilan yang masuk dari Vita.Ponsel yang masih dalam mode diam membuat Alex tidak tahu jika wanita yang di seberang sana sedang uring-uringan.
Alex sudah sampai di rumah, kebetulan sekali Papa dan Mama nya masih berada di ruang tengah.
"Pa,Ma,tumben sekali kalian belum masuk kamar."Sapa Alex pada kedua orang tuanya.
"Iya,kami masih ingin santai disini."Jawab Papa nya.
"Kebetulan sekali ada yang ingin aku bicarakan pada kalian."
"Ada apa Lex?"Tanya Mama Rebecca penasaran.
"Peraturan perusahaan yang mengatur tentang tidak boleh menikah bagi karyawan baru sebelum bekerja selama dua tahun bisa tidak di rubah menjadi satu tahun saja."
"Memangnya ada apa sampai harus di rubah Lex?"Tanya Papanya.
"Aku ingin menikahi Vita Ma,Pa,tapi Vita kan bekerja belum sampai dua tahun."Alex menjatuhkan tubuhnya lemas di sofa.Mmebuat kedua orangtuanya tersenyum.
"Jadi ceritanya anak Mama ini mau menikah?"
"Iyalah Ma, aku gak mau lama-lama pacaran,takut gak bisa nahan nafsu aku nanti malah tambah buat dosa saja."
"Awas saja kamu Alex kalau mau berbuat Macam-macam sama Vita."Ancam Mamanya.
"Makanya itu Ma,aku ingin cepat-cepat menikahi Vita.Terus gimana tentang peraturan perusahaannya."
"Ya kamu sabar lah,tinggal beberapa bulan lagi kan Vita genap dua tahun bekerja."Sahut Papanya santai.
"Masih lama Pa masih enam bulan lagi."
"Ya ampun Lex,tinggal enam bulan lagi sabar dong."Mama Rebecca pun ikut menimpali.Wajah Alex semakin masam.Membuat kedua orangtuanya tertawa.
"Ya sudah kalau kamu mau menikahi Vita tinggal lamar saja.Kamu sudah bicarakan ini dengan Vita?"
"Belum Ma.."Alex nyengir.
"Kamu saja belum bicara dengan Vita tapi sudah sibuk begini.Belum tentu Vita mau menikah dengan mu Lex."Mama Rebecca kembali menggoda Alex.
"Mama..."Alex menjadi semakin lemas.
"Vita pasti mau aku lamar,dia itu tergila-gila denganku."
"Bukannya kamu yang tergila-gila dengan Vita malah bucin banget."
"Kayak Papa gak bucin aja sama Mama."Alex menatap tak suka dengan ucapan Papanya.
"Yuk mah lebih baik kita masuk kamar saja.Mama pengen manja-manjaan sama Mama."Ucap Papanya sambil memeluk mesra pinggang istrinya.
"Inget umur Pa,nanti encok kalau main lama-lama."
"Kamu meragukan kemampuan Papa di ranjang?tanya Mama mu,Mama mu ini selalu kalah."
"Papa.."Mama Rebecca mencubit paha suaminya.
"Yuuk aahh,kita masuk kamar saja.Bahaya kamu Pa kalau omongannya sudah ke arah sana."Mama Rebecca menarik suaminya agar bangun.
"Sabar Lex,tunggu enam bulan lagi itupun kalau Vita mau."Papa Abraham tersenyum mengejek sebelum mengikuti langkah istrinya.Membuat Alex semakin kesal,Mama dan Papanya ini memang senang sekali mengejek dirinya.
__ADS_1
Alex pun ikut masuk ke dalam kamarnya,masuk kedalam kamar mandi ingin membersihkan dirinya agar lebih fresh.Dan masih belum mengecek ponselnya,padahal keributan sudah di depan mata.
Sementara itu di rumah Vita,Vita terus saja mengomel karena sedari tadi dirinya mengirimi pesan bahkan menelpon Alex tapi tidak ada balasan dan di angkat.
"Mas Alex kemana yaa?kenapa dari tadi belum ada kabar sih."Vita bolak balik menunggu balasan pesan dari Alex.
"Apa jangan-jangan terjadi sesuatu sama Mas Alex? Amit-amit jangan sampai deh."Vita mengetuk-ngetuk kepalanya, dirinya kesal sekaligus cemas kepada Alex.
"Awas saja kamu ya mas,kalau macam-macam di belakang aku."
Beberapa saat kemudian Alex selesai dengan ritual mandinya.Lalu masuk ke ruang ganti untuk mengambil bajunya.Setelah itu Alex pun duduk dan mencari ponselnya.Dan Alex baru teringat jika sedari tadi dirinya tak melihat ponsel.
Siiaall!!
Umpatnya saat melihat begitu banyaknya panggilan dan pesan dari Vita.Alex pun segera menelpon Vita.Rupanya langsung di angkat oleh Vita.
"Halo sayang,aku minta maaf yaa."Ucapnya saat panggilannya di jawab.Namun tak ada sahutan dari Vita.
"Sayang.."Panggilnya.
"Halo Vita, sayang aku mi-"Panggilnya lagi.
"Kamu kemana saja sih mas,aku nunggu kamu lho dari tadi,aku khawatir sama kamu.Kenapa gak ada kabar dari tadi, harusnya kamu sudah sampai dari tadi kan?kamu kemana saja."Vita langsung berbicara panjang lebar tak ada sela Alex untuk menjawab.
"Jawab Mas, kenapa kamu diam saja.."Vita kesal karena Alex hanya diam.
"Gimana aku mau bicara kamu dari tadi bicara terus.Aku minta maaf tadi aku gak langsung pulang ke rumah,aku ada urusan sama Rendra."
"Kenapa gak ngabarin aku?"
"Aku gak sempet pegang hp sayang,aku minta maaf."
Klik
Vita langsung memutuskan panggilannya,Vita lega tapi juga kesal dengan Alex.Lega karena Alex ternyata baik-baik saja,kesal karena Alex sedari tadi tak ad kabar.
Alex kembali menghubungi Vita,tapi di rijek oleh Vita.Hingga Panggilan ke lima pun di rijek oleh Vita.Alex mengacak-acak rambutnya.
Alex pun tak gentar menghubungi Vita lagi,hingga panggilan ke sepuluh di angkat oleh Vita kembali.
"Apa sih mas berisik tahu aku mau tidur."Ucap Vita ketus.
"Aku minta maaf,aku benar-benar dari tadi tidak memegang hp.Terus sampai rumah aku ngobrol sama Mama dan Papa tentang aku mau ngelamar kamu."
"Memangnya aku mau di lamar sama kamu."Masih dengan nada ketus,padahal Vita saat ini senang mendengar Alex akan melamarnya.
"Pasti maulah dan harus mau gak boleh nolak."
"Apaan maksa gitu,sudah ya aku mau tidur ngantuk."
"Maafin aku dulu,aku minta maaf sayang."Ucap Alex manja.
"Apaan sih mas,Geli tahu mas nadanya begitu."
"Aku minta maaf,jangan marah lagi.Aku ada urusan tadi sama Rendra beneran deh aku mah gak macam-macam."
"Yakin?"
__ADS_1
"Yakin sayang."
"Beneran?"
"Benar sayang."
"Awas saja kalau bohong."
"Aku gak bohong,aku jujur."
"Ya sudah kalau gitu aku mau tidur."
"Di maafin gak nih?"
"Iya.."
"I love you."
"Ya."
"Kok gitu jawabnya."
"Love you too,bye.."Panggilan pun berakhir.
Benar-benar gemas deh sama sifat kamu Vita.Jadi gak sabar pengen cepat halalin kamu.Alex lega karena Vita sudah memaafkannya.
...****************...
Keesokan harinya,anak buah Alex sudah tersebar di beberapa tempat, termasuk di rumah Vita.Di rumah Vita ada lima orang yang berjaga dari jauh dan juga ada dua orang yang berjaga di dalam rumah.Tetapi yang di dalam rumah Vita, berpura-pura sebagai penjaga rumah dan tukang kebun.Dua orang tersebut tanpa sepengetahuan Vita tetapi Papa dan Mama Vita tahu.
"Pagi Ma, Pa."Sapa Vita kepada orang tuanya.
"Pagi nak."
"Pagi sayang."
"Hei bocil,sudah siap sekolah lagi?"Tanya Vita pada Vicky adiknya.
"Sudah dong Kak,gak enak gak sekolah gak ada teman."
"Itu baru adik kakak yang keren."
Setelah sarapan seperti biasa Vita di antar oleh Tere dan Anton.Vita sudah mulai terbiasa dengan ini,karena Tere dan Anton pun orangnya asyik di ajak ngobrol.
Sementara itu di rumah Alex, keadaan yang sama dengan Vita, Alex dan orang tuanya sedang sarapan bersama.
"Jadi kapan rencana kamu mau melamar Vita,Alex?"
"Belum tahu Ma, semalam saja Vita habis marah lagi sama aku."Ujarnya sambil memulai sarapannya.
"Kenapa Vita marah lagi? bukannya kalian baru berbaikan."Mama Rebecca heran.
"Kemarin setelah aku mengantar Vita pulang,aku bilang akan menghubunginya setelah sampai rumah.Ternyata aku sudah ada janji dengan Rendra jadi tidak langsung pulang.Dan Setelah itu sampai di rumah pun aku ngobrol dulu dengan kalian.Selama itu aku gak lihat-lihat ponsel.Rupanya ponsel aku masih dalam mode diam dan aku tidak jika Vita menghubungi dan mengirim pesan banyak sekali."
"Kamu pasti lupa kan."Tebak Mamanya, Alex hanya nyengir.
"Wajar saja Vita marah,dia itu khawatir denganmu takut terjadi sesuatu."
__ADS_1
"Iya Ma,aku jadi ngerasa bersalah dengan Vita."
Setelah berbicara sambil sarapan bersama orangtuanya Alex pun pergi ke kantor.Sambil mengecek email yang masuk dari Rendra.Rendra juga sudah melaporkan tentang anak buahnya yang sudah tersebar di beberapa tempat untuk melindungi Vita dan keluarganya.