CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 69 Alex Sakit


__ADS_3

Kebahagiaan masih dirasakan oleh Alex dan Vita.Kini mereka sedang duduk di balkon restoran sambil melihat bintang yang bertaburan di langit.Cuaca malam ini pun cerah secerah hati Alex dan Vita.


"Dua hari lagi aku akan datang melamar mu secara resmi di hadapan orang tuamu.Jadi persiapkan dirimu sayang."Alex berbicara memecah kesunyian.


"Mas datang bersama orang tua mas?"


"Mas akan melamar mu seorang diri dahulu,baru setelah itu mas akan ajak orang tua beserta keluarga mas."


"Memangnya mas berani bicara sama Papa ?"


"Kamu meragukan keberanian ku nih?"Vita mengangguk.


"Benar-benar nantangin yaa,lihat saja besok.Aku akan bicara lantang dengan Papa mu untuk meminta izin melamar anaknya yang cantik ini."Alex memeluk Vita dengan gemas.


"Oke aku tunggu kamu ya mas."


"Sebenarnya mau besok,tapi kamu tahu sendiri kan jadwalku besok padat.Karena hari ini aku sudah menunda dua pertemuan."


"Pantas saja Pak Rendra tadi bilang ke aku kalau mas cancel dua pertemuan.Rupanya ini alasannya yaa."


"Iya dong,kalau gak begitu rencana ku malam ini gagal dong.Aku gak mau menunda-nunda lagi untuk melamar kamu.Aku ingin segera menghalalkan hubungan kita."Vita mendongak melihat Alex, walaupun berbicara dengan santai tapi setiap ucapannya begitu tegas.


"Kenapa lihat aku seperti itu,hmmm?"Alex mencolek hidung Vita.


"Aku masih gak percaya aja sih kalau kamu itu melamar aku mas.Aku bahkan terkadang insecure kalau bersanding dengan mu mas,merasa gak pantas.Kamu terlalu sempurna buat aku mas."


"Sssttt..Kamu bicara apa sih sayang,kamu itu sangat pantas buat aku.Hidupku terasa tak sempurna tanpa kamu.Jangan merasa rendah diri,aku gak suka kamu merendahkan diri kamu sendiri.Jangan sampai kamu bicara seperti ini di hadapan orang lain.Karena itu bisa menjadi celah untuk orang lain merusak hubungan kita.Kamu harus percaya diri,seperti Vita yang aku kenal selama ini.Selalu percaya diri di setiap langkahnya,juga tak pernah menghiraukan ucapan orang lain.Pulang yuk sudah malam,aku harus memulangkan anak gadis orang tepat waktu."Alex mengajak Vita untuk berdiri,Vita tersenyum mendengar perkataan Alex yang di akhir.


Mereka mulai menuruni anak tangga restoran sambil berpegangan tangan.Sang manager dan beberapa pelayan sudah menyambut Alex dan Vita di bawah tangga.


"Terima kasih Tuan Alex dan Nona sudah berkunjung ke restoran kami,semoga Tuan Alex dan Nona puas dengan pelayanan kami."Sang manager berucap dengan ramah,Alex menanggapi dengan anggukan.


"Sama-sama,kami puas dengan pelayanan kalian."Vita berbicara sambil tersenyum.


"Terima kasih Nona."Alex langsung menarik Vita pergi dari hadapan sang manajer.


"Mas,pelan pelan nanti aku jatuh."Langkah kaki lebar Alex tak seimbang dengan langkah kaki Vita,apalagi Vita menggunakan heels.Alex pun memelankan langkahnya.


"Maaf sayang,aku cuma gak suka kamu tersenyum manis di hadapan orang lain seperti tadi."


"Astaga mas,aku cuma menanggapi ucapan si manager restoran saja."


"Iya aku tahu tapi gak harus tersenyum seperti itu."Vita hanya menggelengkan kepalanya heran.Ternyata makin kesini sifat Alex makin kelihatan aslinya seperti apa.


"Kamu dengar kan sayang aku gak suka kamu tunjukkan senyum manis mu di hadapan pria lain.Hanya tunjukkan kepadaku."


"Iya mas,aku dengar dan paham.Dasar CEO galak tapi bucin."


"Biarin."Alex menjawab acuh,kini mereka sampai di depan mobil Alex.Alex langsung membukakan pintu untuk Vita, setelah itu mobil pun melaju menuju rumah Vita.


"Nanti bilang ke orang tua mu kalau dua hari lagi ada yang mau aku bicarakan dengan mereka yaa."Ucap Alex saat mereka sudah memasuki halaman rumah Vita.


"Iya mas."


Dan esok hari benar saja,kesibukan sudah di rasakan Alex sejak dirinya duduk di ruangannya.Mulai dari memeriksa berkas-berkas yang di berikan Vita,lalu menandatanganinya.Lalu di lanjut bertemu klien di ruangannya,bahkan ada dua klien dari Perusahaan yang ingin bekerja sama dengan Alex.Semua jadwal sudah di atur oleh Vita dan juga Rendra.Rendra bahkan harus bertemu klien di luar seorang diri karena jadwal bertemu yang bersamaan.


Setelah selesai bertemu dua klien tersebut,Alex pun menyandarkan tubuhnya di sofa memejamkan matanya.Sebelum nanti dirinya akan lanjut bertemu klien di luar saat jam makan siang.Vita masih di ruangan Alex saat klien kedua datang, menghampiri Alex yang terlihat lelah.Sebelumnya Vita membereskan berkas-berkas yang ada di atas meja.


"Lelah mas?"Vita memegang tangan Alex lembut,membuat Alex kaget lalu membuka. matanya.


"Sedikit lelah sayang,bisa tolong ambilkan minuman dingin sayang!"Vita bangun lalu mengambil minuman di lemari pendingin.


"Nih minumlah biar sedikit lelah mas hilang."Vita membukakan botol dan menyerahkannya pada Alex.


"Terima kasih ya sayang."Alex mengusap pipi Vita lembut,Vita hanya mengangguk tersenyum manis.Begitu manis hingga selama Alex minum pandangannya hanya tertuju pada Vita.


"Kenapa lihat aku seperti itu?"


"Jangan tunjukkan senyum manis ini pada pria lain.Hanya di depanku saja."

__ADS_1


"Iya mas ku sayang,gemes deh sama kamu.Padahal tadi tuh yaa kamu tegas dan wibawa banget di hadapan para klien.Giliran sama aku jadi seperti kucing lucu imut gini."Vita gemas lalu mencubit kedua pipi Alex.


"Kalau gemas kenapa di cubit sih harusnya di cium dong biar aku tambah semangat."


"Diihh,ogah aahh.Ya sudah aku keluar yaa mau menyalin hasil pertemuan tadi,kamu istirahat saja dulu.Masih ada waktu sebelum kita berangkat ke restoran."Alex hanya mengangguk, Vita pun keluar dari ruangan Alex.


Hari ini benar-benar melelahkan, pekerjaan yang menumpuk seakan tidak ada habisnya itulah di rasakan Alex.Badan benar-benar terasa sangat lelah.Bahkan kini Alex merasa tidak enak badan, padahal rencananya sehabis makan malam dirinya akan kembali menyibukkan diri di ruang kerjanya.Tetapi sepertinya badan minta untuk istirahat.


"Kenapa lemas begitu nak,kau sakit?"Tanya Mama Rebecca dengan nada khawatir saat Alex sampai di meja makan.


"Hanya lelah saja Ma."Jawabnya tak ingin membuat Mama nya khawatir.


"Ya sudah habis makan malam kamu istirahat saja."


"Tapi masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan malam ini Ma."


"Jangan memaksakan diri Alex,kalau kamu lelah istirahatlah.Nanti kamu malah sakit."


"Iya benar kata Mama mu, istirahat saja jangan di paksakan masih ada hari esok."Papa Alex ikut menyahuti.


"Iya, setelah ini Alex akan istirahat."Alex pun menuruti ucapan orang tuanya.


Alex semakin merasa tubuhnya tak enak, setelah makan malam tadi Alex langsung berpamitan pada orang tuanya untuk kembali ke kamar.


"Ini kenapa badanku semakin tidak enak begini."Alex memegang keningnya,rupanya dia demam,lalu Alex menelpon bagian dapur untuk membawakan obat penurun panas.


Tok...Tok..Tok..


"Permisi Tuan ini saya bawakan obat."


"Masuklah."Pelayan pun masuk dan meletakkan obat di nakas samping ranjang. Alex langsung meminum obat tersebut berharap besok pagi badannya membaik.


Pagi hari,Mama dan Papa Alex sudah berada di meja makan dan menunggu Alex turun untuk sarapan bersama.Tetapi di tunggu sampai beberapa menit berlalu Alex belum turun juga.


"Bi,tolong panggilkan Alex.Tumben sekali dia belum turun."Perintah Mama Rebecca.


"Mungkin Alex tidak enak badan Nyonya,semalam Den Alex minta obat demam."


"Iya Nyonya,mau saya panggilkan?"


"Tidak usah biar saya saja yang ke kamarnya."


"Papa sarapan duluan saja,Mama mau lihat keadaan Alex dulu."


"Papa akan melihat keadaan Alex juga Ma."Mama dan Papa Alex pun menuju ke kamar Alex yang ada di lantai dua.


Sementara itu di kamar Alex,Alex merasa suhu badannya semakin panas,padahal semalam setelah minum obat demamnya berkurang tapi saat menjelang subuh suhu badannya kembali tinggi.Bahkan kini kepalanya berdenyut nyeri.Ingin duduk untuk mengambil ponselnya saja dirinya tak kuat bangun.


"Alex,ini Mama apa Mama boleh masuk?"Pintu di ketuk oleh Mama Rebecca yang terdengar cemas.


"Iya.."Jawab Alex dengan lemah.


Mama Rebecca langsung menerobos masuk dan kaget dengan keadaan Alex.


"Ya ampun Alex,kamu kenapa nak."Mama Rebecca memegang kening dan juga leher Alex,terasa panas.


"Panas sekali kamu nak,Pa cepat telpon dokter Sofyan suruh dia datang ke rumah."Papa Alex langsung menghubungi dokter pribadi keluarga mereka.


"Bi,ambilkan handuk kecil dan juga air hangat saya ingin mengompres Alex."Mama Rebecca juga menghubungi telpon bawah.


"Kamu kenapa tidak bilang dari semalam sih Lex,kan bisa langsung panggilkan dokter."


"Alex kira akan membaik setelah minum obat ma."Alex berbicara dengan lemah,Mama Rebecca menggeleng.


"Gimana Pa,Sofyan bisa ke rumah?"


"Bisa Ma,ini dia akan langsung ke rumah."


Pelayan masuk membawakan handuk dan air hangat untuk mengompres Alex.Sambil menunggu dokter datang,Mama mengompres Alex agar demamnya sedikit berkurang.

__ADS_1


"Ma,Alex gak apa-apa jangan cemas."


"Gak apa-apa gimana,badan kamu panas begini.Sudah kamu diam saja."


"Pusing Ma."Rengek Alex seperti anak kecil.


"Nah kan."Mama Rebecca memijat kepala Alex.


"Ngerengek kayak anak kecil saja."Papa Alex malah meledek Alex.


"Papa,anaknya lagi sakit begini kok malah di ledek."


Tak lama dokter Sofyan pun datang dan langsung menuju kamar Alex.


"Sakit apa ini si Bos?"Sofyan yang merupakan teman dekat Alex pun berkata dengan santai dan mulai memeriksa Alex.


"Gimana Sofyan?"


"Si Bos ini kecapekan Tante sepertinya akhir-akhir ini terlalu di porsir kerjanya hingga kurang istirahat.Kebetulan saya membawa stok obatnya.Sebaiknya 2-3 hari kedepan istirahat dulu,makan yang teratur dan juga istirahat yang cukup.Ini saya beri obat demam dan juga vitamin.Jika demamnya masih naik turun obat demam bisa di minum 4 jam sekali."


"Tapi Alex tidak apa-apa kan Sofyan?"Tanya Mama Rebecca masih dengan nada cemas


"Tidak apa-apa Tante,nanti setelah minum obat mudah-mudahan demamnya cepat turun dan pusingnya berkurang.Kalau begitu saya permisi Tante,Om.Cepat sehat ya Bro."Sofyan pun keluar kamar Alex.


"Papa sarapan duluan sana nanti kesiangan ke kantornya."


"Mama gak sarapan juga?"Tanya Papa Alex karena sebenarnya dia tidak mau sarapan sendirian.


"Mama nanti saja mau mengurusi Alex dulu."


"Dasar manja."Cibir Papa Alex.


"Papa."


"Makanya buruan nikah sana biar kalau sakit ada mengurusi."Lanjut Papa Alex dengan nada kesal.


"Papa..!"Ucap Mama Rebecca dengan penuh peringatan.


"Ya sudah Papa sarapan duluan habis itu langsung berangkat ke kantor."Mendekati istrinya dan mengecup pipi kanan kiri lalu kening.Alex tersenyum mengejek Papa nya yang kalah mendapatkan perhatian dari sang istri.


"Cepat sembuh Lex,agar mama mu tak perlu mengurusimu lagi.Dasar manja."Ucapnya setelah berada di ambang pintu.Mama Rebecca hanya menggeleng mendengar perkataan suaminya.


Mama Rebecca dengan telaten mengurusi Alex yang sedang sakit.Menyuapi makan dan memberi obat.


"Mama belum sarapan kan?sarapan dulu ini sudah agak siang.Alex mau istirahat lagi."Ucap Alex setelah meminum obatnya.


"Ya sudah Mama mu sarapan dulu,kalau ada apa-apa telpon Mama saja.Jangan memikirkan pekerjaan dulu ada Papa mu dan Rendra yang menghandle"Alex mengangguk.


Setelah kepergian Mamanya,Alex menelpon Rendra mengabari jika dirinya tidak datang ke kantor karena sakit.Setelah itu menelpon Vita,Vita pasti cemas karena dari semalam pesannya tidak di balas.


"Halo mas,kamu tidak ke kantor?"Tanya Vita karena seharusnya dari tadi Alex sudah sampai.


"Aku gak ke kantor hari ini sayang,aku demam kepalaku pusing."Ucap Alex dengan nada lemah.


"Aku juga minta maaf ya karena semalam tidak membalas pesanmu,aku tidak tahan karena kepalaku pusing."Lanjut Alex.


"Ya ampun mas,pantas saja kemarin aku lihat wajahmu juga agak pucat.Tapi aku tanya kamu bilang gak apa-apa."Vita langsung cemas.


"Aku cuma gak mau kamu khawatir saja sayang."


"Kok gitu sih justru kamu begini malah buat aku khawatir tau.Sudah minum obat?"


"Sudah ini baru saja minum obat."


"Ya sudah istirahat aja sore nanti sepulang kerja aku kesana yaa.Mau di bawain apa?"


"Aku cuma mau kamu aja sayang."Alex berucap manja,Vita hanya tersenyum.


"Aku mau lanjut kerja dulu yaa,kamu istirahat aja gak usah mikirin pekerjaan dulu.Bye sayang eemmuahh."Vita langsung menutup telponnya,dan tersenyum malu dengan akhir kata yang di ucapkannya.

__ADS_1


Di kasih kiss jarak jauh aja badan langsung berasa seger gini...


__ADS_2