CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 28 Semakin menunjukkan perasaannya


__ADS_3

Hari ini Vita sudah kembali bekerja.Sesampainya di kantor,Vita sudah di suguhkan dengan tumpukan berkas di mejanya.Vita menghela nafas panjang.


Mengecek dan mengatur jadwal kegiatan sang CEO merupakan tugas utama Vita, agar semuanya berjalan dengan lancar.


'Wah ternyata hari ini jadwal si CEO galak itu padat juga ya, otomatis ikut sibuk juga nih kegiatan ku.'Gumam Vita.


Tok..Tok..Tok..


Setelah di persilahkan masuk,Vita pun masuk dan berdiri di depan Alex.


"Tuan,saya akan beri tahu kegiatan anda hari ini.Jam sepuluh nanti anda akan bertemu dengan Perusahaan Mega Jaya,lanjut jam dua belas siang sekalian makan siang anda akan bertemu dengan bla bla.....,"Vita menjelaskan secara rinci kegiatan Alex.Sedangkan yang di jelaskan terlihat tidak fokus mendengarkan.Alex hanya fokus pada Vita sambil tersenyum.


"Apa ada yang mau anda ubah jadwalnya Tuan?"Ucap Vita setelah selesai membacakan,lalu melihat Alex karena CEO galaknya itu hanya diam.


"Tuan."Panggil Vita lagi,Alex hanya tersenyum.


"Tuan Alex."Vita meninggikan suaranya.


"Iya apa sayang."Alex reflek menjawab.Vita pun di panggil begitu oleh Alex kaget.


"Pasti bapak gak fokus yaa,tidak mendengarkan apa yang saya bicarakan dari tadi."Alex hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"EeHmmmm.. Lanjutkan."Ucap Alex dia malu karena terlihat tak fokus.


"Apa yang di lanjutkan Tuan? saya sudah menjelaskan semuanya.Mau saya ulang?"Ucap Vita lagi,Alex mengangguk.


Vita pun kembali menjelaskan jadwal Alex.


"Ada yang mau di rubah jadwalnya tuan?"Vita pun mengulang pertanyaan nya lagi.


"Tidak ada Vita."


"Setengah jam lagi kita akan berangkat untuk menemui Perusahaan Mega jaya.Kalau begitu saya permisi tuan."Lalu Vita keluar.


Si CEO galak itu kenapa sih,kenapa tingkahnya semakin kesini semakin kesana.


Saat Vita asyik mengerjakan tugasnya, tiba-tiba ponselnya yang di atas meja bergetar, menandakan panggilan masuk.Terlihat nama Mama memanggil,dahi Vita mengkerut tumben sekali Mama nya menelpon di saat jam Bekerja begini.Vita pun segera mengangkatnya.


"Halo nak,kamu sedang sibuk tidak?"Tanya mama Ranti.


"Lumayan sibuk ma,ada apa tumben nelpon Vita di jam bekerja."


"Hari ini Alex sibuk tidak yaa nak?"


"Hari ini Tuan Alex jadwalnya padat Ma,bahkan sampai malam nanti.Ada apa sih ma,kok tumben sekarang malah menanyakan si CEO galak itu."


"Huuustt..kamu kalau ngomong.Mama tadi pagi lupa ngomong sama kamu.Mama ingin bertemu dengan Alex,ada yang mau mama bicarakan."


"Mau ngomongin apaan sih Ma,Vita jadi penasaran."


"Gak usah kepo kamu."


"Iisshhh,Mama.Gak Vita sampaikan nanti sama dia."


"Ada pokoknya sesuatu yang penting.Nanti di rumah mama kasih tahu."


"Ya sudah nanti Vita bilang sama Tuan Alex.Sudah dulu ya Ma,gak enak terima telepon lama-lama."


"Ya sudah semangat kerjanya ya anak Mama."


Klik... Panggilan terputus.


Vita pun bangkit dari duduknya untuk menemui Alex di ruangannya, karena sudah waktunya berangkat.


"Tuan,sudah waktunya pergi."Ucap Vita.


"Berkasnya sudah di siapkan?"Tanya Alex.


"Sudah Tuan, semuanya sudah saya siapkan."

__ADS_1


"Ya sudah kamu panggil Rendra dulu."


"Sebentar Tuan,saya ingin menyampaikan sesuatu.Tadi mama saya menelepon,jika Tuan nanti tidak sibuk,mama saya ingin bertemu dengan anda.Katanya ada hal penting yang ingin di bicarakan."


"Hal penting apa ya Vita?"


"Saya juga tidak tahu Tuan, saya tidak di beri tahu oleh mama saya."


"Hari ini jadwal saya sampai jam berapa?"


"Terakhir jadwal Tuan nanti jam delapan malam bertemu dengan Mr.Frans."


"Sepertinya hari ini saya tidak bisa menemui Mama kamu.Kalau dengan besok bagaimana apa jadwalku padat juga?"


"Saya cek dulu Tuan."Setelah beberapa saat.


"Sepertinya besok ada waktu senggang hanya di jam makan siang Tuan,karena di jam dua ada pertemuan kembali."


"Ya sudah kalau begitu bilang pada mama mu besok siang aku akan menemuinya saat makan siang.Kamu atur tempatnya dimana."


"Baik Tuan,kalau begitu saya panggilkan Pak Rendra dulu."


Waktu terus berjalan,Vita,Alex dan juga Rendra hari ini harus bolak balik pulang pergi kantor untuk menemui beberapa klien nya.Tak terasa kini sudah waktunya pulang kantor,tapi tidak dengan Vita.Vita harus menemani Alex bertemu dengan dua klien lagi.Rendra izin pulang lebih dahulu karen akan menemani Mama nya ke rumah sakit.


"Vita, mobil mu tinggal saja di kantor.Kita berangkat bersama."


"Tapi Pak,nanti saya pulangnya gimana?"


"Saya yang akan antar kamu pulang, begitu saja kok bingung."


"Tapi Pak,..."


"Kamu ini selalu saja membantah,sudah ayo nanti kita keburu telat,ini waktunya jam pulang kerja pasti di jalan kejebak macet.Saya tidak mau kita terlambat datang."Sambil menarik Vita dan membukakan pintu untuk Vita.


"Sudah kamu catat poin-poin yang penting tadi."Ucap Alex kepada Vita saat mereka selesai bertemu dengan klien.


"Sudah Tuan."


Klien yang terakhir ini sebenarnya Alex tidak terlalu menyukai,karena terlalu bertele-tele dan juga terlalu banyak bicara.Tapi mau bagaimana lagi karena ini proyek yang lumayan besar jadi Alex harus sabar menghadapi sikap klien nya yang bernama Mr.Frans.


Saat sampai di lokasi yang di tentukan rupanya Mr.Frans sudah datang.


"Halo Mr. Frans,Apakah kami terlambat."Ucap Alex basa basi.


"Tidak Tuan Alex,anda tidak terlambat,justru saya yang datang lebih awal.Wooow siapa dia."Ucap Frans sambil melirik ke arah Vita.


"Dia sekretaris ku yang baru."Ucap Alex tak suka dengan tatapan Frans kepada Vita.


"Hai,Frans."Ucap Frans bersalaman pada Vita.


"Vita Mr."Ucap Vita sopan,tapi saat Vita mau melepaskan tangannya justru genggaman Frans semakin kuat.


"Tuan maaf tangannya."Frans lalu melepaskan genggaman tangannya.


"Baiklah kita langsung mulai saja."Alex Segera menjelaskan tentang kerjasama nya dengan Frans.Tetapi Frans justru asyik memandangi Vita.Vita yang di pandangi seperti itu merasa risih dan Alex pun menyadari itu.


"Maaf, sepertinya Mr.Frans sedang tidak fokus, bagaimana kalau kita atur kembali jadwal kita."Ucap Alex sambil menahan emosi.Alex semakin tidak suka dengan Frans karena tatapannya begitu liar kepada Vita.


"Tidak usah Tuan Alex,lanjutkan saja.Saya menyimaknya."Frans tahu kalau Alex menahan emosinya.


Setelah beberapa saat kesepakatan kerjasama pun di sepakati.


"Nanti untuk penandatanganan surat kontrak kerja nya.Perwakilan dari perusahaan Mr.Frans bisa datang ke kantor kami.Terima kasih atas kerjasamanya."Ucap Alex.


Kalau saja bukan karena kerjasama ini aku tak Sudi bertemu dengan Frans.Tatapannya kepada Vita begitu liar,aku tak suka itu.


"Ayo aku antar kamu pulang Vita."


"Tidak usah Tuan saya bisa pulang naik taksi."

__ADS_1


"Ini sudah malam Vita,kalau kamu masih membantah saja,mau aku cium disini."Ucap Alex sambil mendekatkan wajahnya ke Vita.Reflek Vita pun mundur.


"Ya sudah aku mau di antar pulang."Ucap Vita Cemberut.


"Nah gitu dong,mau nya di ancam dulu baru nurut."Ucap Alex tersenyum.


Dasar CEO galak nyebelin,udah pemaksa sekarang malah suka ngancem lagi.


Pagi-pagi sekali mobil Vita sudah di antar oleh salah satu anak buah Alex.Vita pun kaget karena mobilnya sudah ada di depan rumah.


"Ma,kata Tuan Alex,dia bisa ketemu sama Mama saat makan siang nanti di restoran Randika."Ucap Vita saat sarapan.


"Memang Mama mau ngomong apa sih sama Tuan Alex?"


"Masalah pelaku yang menabrak Mama,suaminya dua hari yang lalu datang kesini,dan memohon pada mama untuk mencabut laporannya.Tapi Mama bilang...."Mama Ranti menjelaskan semuanya kepada Vita.


"Makanya Mama mau ketemu Alex supaya dia mau mencabut laporannya."Sambung Mama Vita.


"Mama yakin,si CEO galak itu bakal mau mencabut laporannya?"


"Makanya Mama mau ketemu sama dia,ya siapa tau dia mau mencabut laporannya."


Makan siang pun tiba,Vita dan Alex sudah tiba di restoran yang di janjikan,tak lama Mama Vita pun muncul.


"Lebih baik kita makan dulu ya Tante."Ucap Alex pada mama Vita.


Setelah selesai makan, Mama Vita pun menceritakan tujuan nya ingin bertemu dengan Alex.


"Tante mohon sama kamu Alex,cabut laporan kamu terhadap ibu Rosa."


"Kenapa jadi Tante yang memohon kepadaku untuk membebaskan penjahat itu."Ucap Alex tak suka.


"Biarkan wanita itu mendekam di penjara,biar dia merasakan bagaimana rasanya hidup di penjara."Lanjut Alex.


"Tante yakin kamu orang baik Alex,kasihan bu Rosa kalau sampai di penjara lama.Lagi pula Tante juga sudah tidak apa-apa."Alex menghela nafas kasar.


"Kalau begitu, besok suruh suaminya datang ke kantor ku Tante.Biar aku bertemu langsung dengannya."Ucap Alex final.


"Baiklah nanti akan Tante sampaikan,terima kasih ya Alex."Vita dari tadi hanya diam menyimak pembicaraan mama dan bos nya.


Setelah makan siang Vita dan Alex kembali ke kantor.Rendra sudah menunggu di depan ruangan Alex.


"Ada apa Rendra kenapa kamu terlihat begitu panik?"


"Mr.Frans tadi mengabari bahwa dia membatalkan kerjasama nya."Ucapnya sambil masuk ke dalam ruangan Alex.


"Bagaimana bisa,bukannya semalam kami sudah membuat kesepakatan dan dia sepakat untuk kerjasama dengan kita."


"Entahlah Lex,dia tidak menjelaskan alasannya mengapa."


"Ya sudah biarkan saja,kita tidak akan rugi kehilangan satu proyek.Aku juga tidak suka dengan caranya melihat Vita kemarin.Ingin aku hajar rasanya."


"Hmmm..Sepertinya ada yang cemburu nih."Ucap Rendra.


Satu bulan berlalu,Rosa sudah di bebaskan dua hari yang lalu.Setelah suaminya memohon langsung kepada Alex.Mau tak mau Alex pun mencabut laporannya.Tetapi tidak langsung mengeluarkan Rosa melainkan menunggu hingga tiga Minggu.Biar ada efek jera bagi Rosa.


Clara bahkan sekarang makin gencar mendekati Alex.Wanita itu sering sekali datang ke kantor Alex hingga membuat Alex merasa terganggu.Dan juga sering meminta Alex untuk menemaninya sekedar makan dan berbelanja.


"Aku rasa Clara menyukai mu Lex."Ucap Rendra setelah Alex bercerita tentang Clara.


"Entahlah,aku bahkan tidak bisa mendekati Vita lagi karena Clara."Ucap Alex lesu.


"Hari ini aku tidak mau di ganggu,bilang sama Vita juga.Apalagi jika Clara datang,aku tidak mau menemuinya."Lanjut Alex.


"Baik."Rendra pun segera keluar dan menyampaikan kepada Vita.


Sebenarnya Alex sudah mulai mendekati Vita,dia bahkan tidak segan-segan memberikan perlakuan manis kepada Vita.Membuat Vita merasa jika Alex menyukai nya.


Tapi kalau memang dia ada rasa sama gue,tapi kenapa dia juga sering jalan sama cewek yang namanya Clara itu,kan Nyebelin..

__ADS_1


Vita mulai baper yaa karena perlakuan manis alex


__ADS_2