
"MAMAAA..."
"PAAPAAA.."
Vita berteriak,membuat seluruh orang yang ada di rumah Vita di buat panik dengan teriakan Vita.
"Ada apa, Astagfirullah Alex."Papa Vita segera menghampiri Vita yang memangku Alex.Baju Alex penuh darah, bahkan baju Vita juga terkena darah Alex.Vita sudah menangis karena melihat keadaan Alex.
"Surti,suruh Sapri siapkan mobil,cepat."Teriak Papa Vita.Bi Surti segera menghampiri Sapri, setelah mobil siap,Papa Vita di bantu Sapri dan yang lainnya membawa Alex ke dalam mobil.
"Kamu harus bertahan mas."Ucap Vita sambil menggenggam tangan Alex.Vita juga menyimpan darah yang terus keluar dari perut Alex.
Mobil melaju dengan sangat cepat,Papa Vita yang mengendarai.Beruntung ini sudah hampir tengah malam jadi jalanan sepi.Papa Vita sesekali menengok kebelakang untuk melihat keadaan Alex.
"Pa cepetan Pa,"Vita semakin menangis tersedu-sedu.
"Sabar nak,ini Papa kamu juga sudah ngebut bawanya."Ucap mama Ranti menenangkan Vita.
Wajah Alex memucat, tangannya terasa dingin.
"Kamu harus kuat mas."Vita sambil menepuk-nepuk pipi Alex.
"Vita,aku mencintaimu."Alex sadar.
"Aku juga mencintaimu mas."Tetapi setelah itu Alex tak sadarkan diri lagi.
"MAAASSS...!"
Tak lama mereka pun sampai di rumah sakit.Papa Vita langsung keluar meminta bantuan perawat.Setelah itu mereka membawa Alex ke ruang IGD.
Vita dan kedua orang tuanya menunggu dengan cemas.
"Nak,kamu hubungi Mama nya Alex."Ucap Mama Vita.
"Aku gak bawa ponsel Ma."
"Itu kamu pegang hp Alex."Vita mencoba menghidupkan ponselnya.
"Hp nya lowbat ma."
"Sini biar Mama minta tolong charger sama perawat."Mama Vita berlalu meninggalkan Vita dan suaminya.
"Tenang Vita,Alex sedang di tangani di dalam." Papa Vita Memeluk anaknya yang kelihatan sangat cemas.
"Aku takut terjadi sesuatu sama Alex Pa."Ucap Vita masih dengan Isak tangis.
"Kamu gak boleh ngomong gitu,kita berdoa saja semoga semuanya baik-baik saja."
Beberapa jam yang lalu sebelum Alex datang ke rumah Vita.Alex dan Rendra saat itu sedang meeting dengan beberapa Perusahaan untuk menangani proyek baru perumahan di kawasan elite.Perusahaan Alex dan beberapa perusahaan lainnya saling menunjukkan keunggulan Perusahaan mereka agar mereka berhasil menarik investor dan mendapatkan tender besar tersebut.
Rupanya Perusahaan Alex yang menenangkan tender tersebut.Pundi-pundi milyaran rupiah sudah ada di depan mata.Alex dan Rendra pun sangat senang Perusahaan mereka pasti akan semakin maju.Tetapi ada yang tidak menyukai Alex.Apalagi tender tersebut di menangkan oleh Alex,dia semakin benci.Orang tersebut pun mempunyai niat jahat kepada Alex.
Sebagai perayaan kemenangan mereka,Alex dan Rendra pergi ke tempat karaoke.Mereka memesan ruangan VVIP.Mereka menyanyi melepaskan semua penat yang di otak dan tubuh.Alex dan Rendra lebih senang pergi ke tempat karaoke di banding pergi ke club' karena mereka tidak menyukai suasana yang terlalu berisik dan bau minuman keras.Walaupun mereka pernah tinggal di luar negeri, Alex dan Rendra tak pernah menyentuh minuman itu.
Karena saking senangnya Alex memenangkan tender, rupanya dia lagi-lagi melupakan untuk datang ke rumah Vita.Hingga Rendra pun teringat ucapan Alex tadi siang, bahwa nanti malam Alex akan datang ke rumah Vita untuk mendengar jawaban dari Vita dan juga ancaman jika Alex tak datang ke rumahnya.
"Astaga Alex, bukannya tadi siang kamu bilang malam ini mau ke rumah Vita?"Ucap Rendra yang baru teringat.
__ADS_1
"Ya ampun Rendra kenapa kamu baru bilang."Alex panik.
"Aku baru ingat,kau sendiri yang menantikan momen malam ini malah lupa, kebiasaan."
"Aku lupa,karena aku terlalu senang kita bisa memenangkan tender ini.Mana ini sudah malam sudah hampir jam sepuluh.Kenapa bisa sampai lupa sih."Alex kesal.
"Ya sudah sekarang kamu ke rumah Vita,biar aku pulang nanti minta jemput sopirku."
"Okee,thanks ya bro."Alex buru-buru keluar dari ruangan karaoke.
Alex segera masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya dengan cepat.Dia merogoh kantongnya untuk menelpon Vita,saat di buka ternyata ponselnya mati kehabisan baterai.
Aahhh siaal..Semoga saja Vita tak marah,gak apa-apa dech kemalaman datangnya yang penting aku datang...
Tetapi saat di jalanan yang sepi, tiba-tiba mobil Alex di hadang.Keluar lima orang berbadan kekar.
Siapa mereka, beraninya menghalangi jalanku.Alex keluar dari mobilnya.
"Menyingkir dari hadapanku."Ucap Alex tegas.Lima lelaki di depannya justru tertawa mengejek.
"Rupanya kalian ingin bermain-main dulu."Ucap Alex yang sudah sangat emosi.
"Jangan banyak bicara kau."Mereka pun mulai menyerang Alex.Alex mulai kalang kabut menghadapi mereka,karena jumlahnya lebih banyak.
"Ciiihh..kalian beraninya keroyokan,"Ucap Alex saat terkena di bagian wajahnya.Alex pun melawan dengan seluruh tenaganya.Dan akhirnya mereka pun semua tumbang.
Penampilan Alex sudah sangat berantakan,pipi dan bibir memar bahkan berdarah akibat pukulan dari salah seorang yang menyerang Alex.Juga baju yang sudah kusut
"Sudah kubilang jangan menghalangi jalanku."Alex mendekati salah satu dari mereka.
"Ka..Kami tidak tahu Tuan."Ucapnya terbata.
"Kau tidak ingin mengaku,Halah."Emosi Alex semakin tak terkendali.
"Jawab pertanyaan ku siapa yang menyuruh kalian."Alex berteriak.
"Akkkhhhh..."Alex tertusuk pisau kecil yang diam-diam orang tersebut mengambilnya dari saku celana.
"Kurang ajar kalian."Ucap Alex sambil menahan agar darah tak keluar banyak dari tubuhnya.
Lima orang tersebut segera bangun dan meninggalkan Alex seorang diri yang sudah terluka.Dengan sisa tenaga yang Alex punya,Alex jalan menuju mobilnya.Menyalakan mobilnya meneruskan perjalanan ke rumah Vita Alex tidak mau Vita kecewa lagi padanya.Alex sekuat tenaga menahan rasa sakit yang semakin lama semakin terasa.Dan menahan dirinya agar tetap sadar sampai di rumah Vita.
Tak lama Alex pun sampai,dia segera membunyikan Klalson.Mang Sapri yang paham itu mobil Alex langsung membuka gerbang.Alex langsung turun dari mobil setelah mobil berada di pintu rumah Vita.Dengan tidak sabar Alex memencet bel rumah,Bi Surti membukakan pintu dan kaget melihat penampilan Alex.
"Astagfirullah Tuan."Bi Surti kaget.
"Cepat Panggilkan Vita bi."Ucap Alex terengah-engah menahan sakit dan juga darah yang terus membasahi tubuhnya.
Kembali ke masa sekarang,Vita dan Papanya masih menunggu di ruang IGD.
"Maaf Pak,luka tusukan yang di alami pasien cukup dalam,kami harus melakukan operasi segera karena pasien juga sudah kehilangan banyak darah."Ucap dokter yang keluar dari ruang IGD.
"Lakukan saja yang terbaik dokter."Ucap Papa Vita cepat.
Mama Vita kembali setelah setengah jam,dia membeli minuman dan juga cemilan.
"Ini hp nya Alex,kamu cepat hubungi Mama nya."Vita segera menghubungi Tante Rebecca.Setelah melakukan tiga kali Panggilan tetapi belum di angkat juga.
__ADS_1
"Gak di angkat Ma."Vita cemas.
"Coba telpon lagi mungkin sudah tidur jadi tak mendengar."Dan panggilan berikutnya langsung di jawab.
"Halo nak,kamu dimana kenapa belum pu_"Ucapan Mama Rebecca terhenti.
"Tante ini Vita."
"Lho Vita kok hp Alex ada di kamu, Alex mana?Alex baik-baik aja kan?"Langsung mempunyai firasat tak enak.
"Mas Alex masuk rumah sakit Tante."Vita berbicara sambil terisak.
"APAAA...!"Mama Rebecca kaget.
"Rumah sakit mana Vita?"
"Rumah sakit Xxx Tante.Tante sekalian tolong bawa baju ganti buat mas Alex karena bajunya penuh darah."
"Astagfirullah,baik Tante akan segera ke sana Vita."
Di rumah Alex, terjadi kepanikan saat Tante Rebecca selesai menerima telpon dari Vita.
"Ada apa ma?"
"Alex masuk rumah sakit Pa,ayo buruan kita kesana Pa."Mama Rebecca menangis.
"Tenang Ma,kita berangkat sekarang yaa."Padahal dalam hatinya Papa Abraham juga cemas.
"Mama siapin baju Alex dulu Pa,katanya baju Alex penuh darah."
Setengah jam orang tua Alex sampai di rumah sakit.Setelah sampai di parkiran tadi,Mama Rebecca kembali menelpon Vita dimana Alex.Dan sekarang Mama dan Papa Alex sedang menuju ke ruang operasi.
"Vita,Bagaimana bisa seperti ini?"Tanya Tante Rebecca setelah sampai di depan ruang operasi.
"Vita juga gak tau Tante kenapa mas Alex begini.Mas Alex datang ke rumah Vita sudah jam sebelas malam dan sudah dalam keadaan terluka Tante."
"Astagfirullah Alex."Mama Rebecca lemas,dan langsung di pegang suaminya dan duduk di kursi tunggu.
Tak lama Rendra datang sambil berlari.
"Vita, Alex mana ?"
"Masih di dalam,"Vita menjawab sambil menunjuk ruang operasi.
Rendra pun menanyakan hal sama kepada Vita dan Vita menjawab seperti saat menjawab pertanyaan dari Tante Rebecca.
Rendra menjauh dari yang lain dan menghubungi anak buahnya agar menyelidiki kasus Alex.Rendra yakin ada yang tak suka dengan Alex dan berusaha menyingkirkan Alex.
Satu jam berlalu,dokter keluar dari ruang operasi.
"Keluarga pasien."
"Saya Mama nya dokter, bagaimana keadaan anak saya."
"Anak ibu......."
Bersambung....
__ADS_1