
Vita sampai di rumahnya,langsung bergegas ke kamarnya dan buru-buru mengganti bajunya yang kotor.Vita tak mau datang terlambat sampai ke kantor.Setelah selesai mengganti baju,Vita langsung kembali ke kantor.
Sesampainya di kantor Vita langsung duduk di mejanya.Suasana hening,dia pun kembali mengerjakan pekerjaannya.Ponsel Vita berdering,Vita langsung mengangkatnya.
"Ya Halo Tuan,"Mode Vita kalau sedang di kantor.
"Apaan sih sayang kok panggilnya Tuan,kamu sudah sampai rumah?"
"Saya sudah berada di kantor lagi Tuan."Alex terbelalak mendengarnya.
"Serius?"Tanya Alex tak percaya.
"Serius, aku baru saja sampai."Panggilan tiba-tiba beralih ke video call.
"Tuh kan aku sudah duduk di meja aku.Di belakang aku ruangan kamu."
"Kenapa buru-buru kembali ke kantor sih,"
"Ya karena pekerjaan ku masih banyak yang harus di selesaikan,sudah aku mau kerja dulu,bye."Vita menutup Panggilan sepihak,membuat Alex yang berada di ruangan berdecak kesal.
Ngomong-ngomong nasib mereka semua gimana yaa?nanti aku tanyakan Alex saja.
Sementara itu di ruang HRD, Rendra masih mengurus kelima karyawan yang membuat kerusuhan di kantin tadi.
"Kalian kenapa tidak bisa menjaga attitude kalian,harusnya sebagai senior harus bisa menjadi contoh yang baik bagi yang lain.Bagaimana kalau gosip itu sampai keluar dari perusahaan dan membuat dampak buruk bagi perusahaan ini.Kalau sudah begini,kalian sendiri yang di rugikan.Lain kali jangan pernah mencampuri urusan orang lain."Ucap Rendra kesal.
"Kalian tahu kalau Tuan Alex sudah bertindak,kalian bisa habis di tangannya.Bu Ida tolong urus kelima orang ini.Kasih mereka pesangon, terkecuali Ely."
"Pak Rendra,kami mohon jangan pecat kami."
"Maaf keputusan Tuan Alex sudah bulat,tidak bisa di ganggu gugat.Saya harap kejadian ini bisa kalian jadikan pelajaran.Kedepannya jaga sikap dan ucapan kalian,agar tak membuat kalian menyesal nantinya."Setelah berkata seperti itu Rendra keluar dari ruangan HRD.
Sebelum waktu kerja habis,Alex sudah lebih dulu Menelpon agar jangan langsung pulang,ada yang ingin di bicarakan oleh Alex.
Vita mengetuk pintu ruangan Alex,lalu masuk saat sudah di bolehkan masuk.
"Aku pulang dulu yaa."Vita sebenarnya masih kesal dengan Alex,berhubung tadi ada insiden Jadi dia menghilangkan egonya sebentar.Tapi sekarang Vita kembali kesal.
"Kenapa buru-buru pulang?Disini dulu temani aku,aku sebentar lagi selesai."
"Pekerjaan aku sudah selesai jadi aku mau pulang."
"Masih marah yaa sama aku?"
"Gak."Vita menjawab singkat.
__ADS_1
Eehhh..aku kan mau tanya perihal mereka yaa,nasib mereka bagaimana yaa,aku penasaran,tapi aku juga malas berbicara dengannya,aku masih kesal..
"Sini dong, kenapa jauh-jauh berdirinya."Alex mengulurkan tangannya ke Vita.Vita justru menggeleng.
"Kenapa?masih marah sama aku?"Vita masih menggeleng.
"Terus kenapa?"Alex pun bangun dari duduknya mendekati Vita.
"Masih kesel aja sama kamu."Ucapnya manja.
"Aku minta maaf yaa,maaf kalau kata-kata aku tadi membuat kamu sakit hati.Aku kelepasan sayang,aku gak bisa kontrol emosi aku,aku benar-benar minta maaf."Mengelus pipi Vita,Vita hanya menunduk.
Duh jantung gue jadi gak normal gini sih,apa jantung gue bermasalah yaa...
"Kalau kamu marah-marah sama aku itu sudah biasa,tapi sepertinya tadi ucapan kamu benar-benar buat aku sakit hati.Aku sangat kesal sama kamu mas.Dasar CEO galak."Vita masih menunduk memilin ujung balzernya.
"Kamu berani mengatai atasan kamu sendiri?"
"Berani dong,memang kenapa harus takut."Tak berani melihat Alex.
"Katanya berani tapi kok gak lihat ke aku sih.Duh gemasnya kekasih aku ini."Langsung memeluk Vita dan menciumi ubun-ubun Vita berkali-kali.
"Kamu duduk di sofa dulu yaa,kerjaan aku tinggal sedikit lagi,biar aku selesaikan pekerjaan aku dulu yaa."Membawa Vita ke arah sofa.Vita hanya diam tapi tetap menurut.
Alex meninggalkan Vita di sofa kembali ke meja kerjanya.Satu jam berlalu Alex belum juga selesai dengan pekerjaannya dan Vita mulai bosan.
"Maaf sayang, sebentar lagi yaa habis itu tinggal save filenya saja ini.Maaf yaa sudah cuekin kamu dari tadi."
Alex masih harus membutuhkan setengah jam lagi untuk menyelesaikan pekerjaannya.Setelah selesai Alex mendekati Vita,dan ternyata Vita tertidur di sofa.Alex tersenyum,pantas saja sudah tak lagi mendengar omelan dan keluhan dari bibirnya.Alex mengamati wajah Vita yang sedang tertidur,ingin rasanya mencicipi bibir yang agak tebal nan seksi itu.Tapi Alex tak ingin membuat Vita tak nyaman.Alex melihat Vita sebagai wanita yang polos soal hubungan pacaran.Tak seperti...ahh sudahlah Alex tak ingin mengingatnya lagi.
Alex jongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Vita , lalu mengusap pipi Vita dengan lembut,tapi tak ada pergerakan dari Vita.Justru Vita menarik kepala Alex hingga hampir saja bibir mereka bertemu.Vita yang merasakan ada deru nafas di dekatnya segera membuka matanya.
Brrruukkk...
"Aaakkhhhh...."Teriak Vita.
"Aaaww..."Alex terjengkang ke belakang karena di dorong oleh Vita.
"Kamu mau ngapain mas, jangan macam-macam yaa."
"Sakit sayang,kenapa dorong aku sih."Alex mengusap bokongnya yang terasa panas lalu berdiri.
"Lagian kamu kenapa dekat-dekat aku gitu,mau cium aku yaa ! cari kesempatan banget sih."Vita pun segera duduk.
"Siapa juga yang mau cium kamu,aku itu lagi bangunin kamu.Kamu justru yang narik aku hingga jarak kita dekat untung saja kita gak jadi ciuman.Sayang bangeet yaa sedikit lagi padahal kena deh."Alex malah menggoda Vita.
__ADS_1
"Apaan sih kamu mas,gak usah modus yaa.Sudah selesai belum,aku lapar ini."Rengek Vita.
"Sudah,maaf ya sudah menunggu lama.Yuuk kita makan di luar.Mobil kamu tinggal di kantor saja,besok pagi aku jemput."Vita mengangguk.
"Ya sudah ayo turun,"
"Mas, Ely dan yang lainnya tadi gimana kabarnya?"Tanya Vita saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Mereka sudah aku pecat semua sayang."Jawab Alex santai.
"Serius mas?Kan kasian kalau di pecat begitu,kenapa gak kasih SP1 saja sih dulu.kenapa harus di pecat."Vita kesal dengan keputusan Alex.
"Sikap mereka sudah keterlaluan Vita,dia tidak hanya memfitnah kamu tapi juga membawa-bawa nama aku.Aku tidak bisa mentolerir kelakuan seperti itu."Vita hanya pasrah,toh semua juga sudah terjadi.Keputusan Alex adalah keputusan yang final tidak bisa di ganggu gugat.
Setelah selesai makan malam,Alex mengantarkan Vita pulang.
"Besok pagi aku jemput yaa."
"Iya aku tunggu, hati-hati di jalan kalau sudah sampai rumah kabari aku."Alex mengangguk lalu menjalankan mobilnya.
Satu kantor sudah mengetahui bahwa Vita kekasih Alex.Mereka menjadi segan kepada Vita.Saat berpapasan dengan Vita pun mereka Menunduk hormat membuat Vita merasa risih.
Duuhh..sudah berasa seperti Nyonya Alex saja,semua menunduk hormat ke gue.
"Hai Vita,ciiiieee yang pacaran sama CEO galak."Sapa Lisa sembari menggoda Vita.
"Mba Lisa bisa saja, kita sudah lama lho gak bertemu."Mereka pun berpelukan sambil cipika cipiki.
"Ya maklumlah yaa,namanya juga sekretaris jadi pasti sibuk.Kamu yang sekretaris CEO saja sibuk apalagi aku Yang sekretaris Presdir."Mereka pun tertawa bersama.
"Aku hanya ingin menyerahkan ini untuk di berikan pada Tuan Alex,aku titip kamu yaa.Minggu ini ngemall bareng yuuk,aku gak ada teman shoping nih."
"Ayo mba,tapi aku ajak dua sahabat aku yaa,boleh kan?"Tanya Vita.
"Boleh dong,rame malah seru.Ya sudah aku kembali ke atas yaa."Vita mengangguk.
Vita segera masuk ke ruangan Alex, sebelumnya Vita sudah mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Tuan,ini ada berkas dari mba Lisa."
"Ya taruh meja saja."Ucap Alex tanpa melihat ke arah Vita.
"Permisi Tuan."
"Hmmmm..."Jawab Alex.
__ADS_1
Tumben bangeet dia cuek begitu,ada apa sih,apa gue punya salah yaa...