CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 47 Pembalasan Vita


__ADS_3

Kejutan ulang tahun untuk Vita berjalan lancar.Saat ini mereka masih menikmati hidangan yang tersedia.Vita dan Alex menghampiri meja sahabatnya.


"Gea,Dilla kenalin bos sekaligus pacar aku namanya mas Alex."Vita bahagia bercampur malu.Mereka saling berjabat tangan.


"Jadi ini Yang sering kamu ceritakan Vit,CEO ga..."mulut Dilla langsung di tutup oleh Vita dan mendapat pelototan dari Vita.


"Ga apa?"Tanya Alex.


"Maksudnya ganteng Tuan."Ucap Dilla setelah tangan Vita terlepas dari mulutnya.Alex hanya ber oh saja.


"Aku perhatikan dari tadi kalian bertiga nampak akrab sekali yaa."Vita mencurigai tiga orang di depannya yaitu Gea, Dilla dan Rendra.


"Lebih tepatnya Gea dan Rendra Vit,aku dari tadi di cuekin sama mereka berdua."Gea menyenggol lengan Dilla.Rendra menggaruk tengkuknya salah tingkah.


"Oh,jadi Gea sama Pak Rendra ada sesuatu yaa."Ucap Vita lagi.


"Kita cuma ngobrol biasa aja kok Vit."Sanggah Gea.


"Hati-hati Ge,Pak Rendra itu playboy banyak cewek dia di luaran sana."Ucap Vita santai, Rendra melongo mendengar ucapan Vita.


"Apaan playboy,jangan mengada-ada ya kamu Vita."Rendra tak terima.


"Emang kenyataannya begitu."Ucap Vita santai.Alex hanya tersenyum,dia paham Vita berkata seperti itu.


"Pak Rendra juga kalau di kantor itu ganjen banget, karyawan cewek pada di godain sama dia.Dia mah gak bisa lihat cewek yang bening dikit"Mata Rendra semakin membulat.


"Jadi kamu jangan mudah percaya sama omongan Pak Rendra ya Gea."Rendra menggeleng cepat.


"Vita."Panggil Rendra.


"Apa sih Pak, kamu yaa."Sambil menunjuk Vita,langsung di tepis Alex.


"Jangan nunjuk kekasih aku seperti itu yaa Ren."Alex tak terima.


"Tapi dia sudah mengatakan hal buruk tentang ku Lex."


"Tapi kenyataannya memang seperti itu kan."Alex mengikuti permainan Vita.


"Astaga Alex, bukannya kau yang paling tahu seperti apa aku ini,kenapa kau malah ikut menjelekkan aku seperti Vita sih."Rendra benar-benar kesal.


"Ha..Ha..Ha..Ha.."Vita tertawa kencang, diikuti Alex ,membuat Rendra, Gea dan Dilla bingung di buatnya.


"Rasain tuh emang enak."Vita masih tertawa.


"Kalian kenapa sih?"Tanya Gea yang sedari tadi diam.


Vita membisikkan sesuatu kepada Gea dan Dilla membuat dua sahabat Vita ikut tertawa kecil.Rendra semakin bingung di buatnya.


"Kalian kenapa sih?Apa yang lucu? Kenapa semuanya tertawa?Kalian menertawakan aku?"


"Tanya satu satu Pak borongan gitu pertanyaannya."Vita menghela nafasnya,lelah karena sedari tadi tertawa.


"Gimana panik gak Pak?Paniklah masa gak?"Vita kembali tertawa melihat wajah bingung Rendra.


"Emang enak di kerjain,ini pembalasan aku karena bapak sudah mempunyai ide untuk pura-pura menculik aku."Vita tersenyum sinis.


"Kenapa aku yang jadi ajang balas dendam kamu,kekasih mu itu yang menyerahkan semuanya kepadaku.Harusnya dia yang di salahkan dan di kerjai balik."Alex memalingkan wajahnya ke arah lain tak mau melihat ke Vita yang sedang melihatnya penuh selidik.


"Ya tetap saja bapak salah,kenapa idenya harus culik-culikan gitu,aku punya trauma tentang penculikan ini malah idenya begitu."Vita masih menatap garang ke arah Rendra.


"Iya iya aku minta maaf,aku juga tidak tahu kalau kamu punya trauma tentang penculikan,Alex tak mempermasalahkan dan menyetujui."Vita kembali melihat Alex yang tak mau melihat ke arahnya.


"Mas."Panggil Vita penuh tekanan.


"Iya sayang,"Langsung menoleh.


"Kita perlu bicara,kami permisi dulu ya."Menarik Alex ke tempat paling pojok.

__ADS_1


Ini saatnya aku juga akan membalas mengerjai mu mas.


"Mas tahu kan kalau aku punya trauma masa lalu tentang penculikan."Vita menyimpangkan tangannya ke dada.


"Tahu sayang."


"Terus kenapa kamu menyetujui ide Pak Rendra mas."Vita mulai menangis.


"Kamu tahu betapa aku sangat ketakutan tadi, apalagi saat mereka membentak aku,lalu menutup mataku.Aku sangat ketakutan mas."Vita Semakin terisak.


"Belum lagi beberapa hari ini kamu cuek sama aku.Dan tadi kamu marah-marah sama aku,bentak aku.Kamu tahu aku sudah berpikiran putus saja sama kamu kalau sikap kamu terus seperti itu lalu aku memutuskan untuk resign,masa bodo dengan membayar dua milyar."


"Jangan sayang,aku gak mau kita putus, jangan pergi dariku.Maafkan aku,maafkan aku karena sikap dan kelakuan aku beberapa hari yang lalu.Maafkan aku karena cuek sama kamu,bahkan sudah memarahimu.Tapi aku mohon jangan ada kata putus di antara kita."Alex langsung memeluk Vita erat,Alex benar-benar takut kehilangan Vita.


"Tapi kamu sudah keterlaluan mas,aku gak tahan sama sikap kamu."Masih menangis,tapi bibir Vita tersenyum.


"Kamu janji gak akan begitu lagi,tapi buktinya beberapa hari ini kamu begitu.Aku lelah mas."Vita memukuli dada Alex.


"Pukul saja aku sampai kamu puas,kalau itu bisa membuat kamu merasa lega,pukul saja aku rela.Aku benar-benar minta maaf."Setelah lelah memukuli dada Alex,Vita berhenti dan mendongak melihat Alex.


"Sudah puas,hmmm."Ucap Alex lembut,lalu memegang pipi Vita.


"Aku minta maaf yaa,sudah jangan menangis lagi,aku tidak bisa melihat kamu menangis sayang."Sambil mengusap air mata Vita.


Aktingmu bagus juga Vita,sampai Alex tak menyadari kalau kamu hanya berpura-pura.Gumam Vita dalam hati.


"Mas."Panggil Vita.


"Iya sayang,ada apa?"


"Kita satu sama."Vita lalu tertawa.


"APAA..? Astaga ternyata aku di kerjain juga sama kamu."Mencubit pipi Vita karena gemas.


"Gimana akting aku bagus kan."mengedipkan matanya berulangkali.


"Tapi aku gak tertarik buat jadi artis,lebih ribet kerjaannya.Yuuuk balik ke mereka lagi."


"Sebentar dulu,kenapa langsung pergi."Alex menahan Vita.


"Aku ada sesuatu untuk kamu."Lanjutnya lagi sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya.


"Ini bukalah,"Alex menyerahkan kotak bludru warna hitam.Vita terpukau melihat sesuatu Yang ada di dalam kotak tersebut.


"Ini buat aku mas?"Tanya Vita tanpa mengalihkan pandangannya dari kotak itu.


"Iya,itu kado aku buat kamu,sini aku pakaikan."Vita berbalik,lalu Alex memakaikannya, rupanya Alex memberikan kado berupa kalung yang begitu mewah ada liontin bermatakan berlian.


"Suka gak?"


"Suka banget mas,terima kasih yaa.Tapi apa ini gak kemahalan mas,aku yakin ini pasti berlian asli."


"Kenapa mikirin soal harga,kalau kamu suka aku bahagia sekali sayang.Kamu makin cantik pakai kalung ini."Pipi Vita bersemu merah membuat Alex semakin gemas ingin rasanya mencium bibir yang sedikit tebal itu,Alex pun mendekatkan wajahnya.Sebentar lagi akan menyentuh bibir kenyal itu.


"Belum muhrim mas,"Vita segera mendorong Alex dan meninggalkan Alex sendiri.Alex hanya garuk-garuk kepalanya dan tersenyum kaku.


Kini acara perayaan ulang tahun Vita selesai.Keluarga Vita sudah lebih dulu pulang.


"Mobilnya biar nanti orang suruhan ku saja yang bawa,biar kita bisa satu mobil "Ucap Alex,Vita mengangguk.


"Gea,saya boleh minta no ponsel kamu tidak?"Tanya Rendra pada Gea.


"Bapak kaku amat deketin cewek.Jangan pakai bahasa formal dong santai saja.Gea jangan di tanggapi kalau dia masih pakai bahasa baku begitu."Vita menyela cepat.


"Vita,kamu selalu ikut campur saja."Rendra kesal.


"Kamu jangan memarahi kekasihku yaa.Bonusmu tak cair bulan ini"Bela Alex langsung memeluk pundak Vita.Membuat Rendra melongo mendengarnya.

__ADS_1


"Astaga bos,kenapa jadi bonusku yang tak cair."


"Karena kamu dari tadi menyalahkan Vita terus."


"Biarkan Pak Rendra memulai kisah cintanya."Membuat Gea tersenyum malu.


"Yah,kalian semua sudah punya pasangan terus aku sama siapa dong.Sedih sekali nasib ku jadi jomblo sendiri."Dilla mendramatisir keadaan.


"Dilla,nanti ada orang suruhan saya yang akan mengawal kamu sampai rumah."Ucap Alex.


"Tidak usah Tuan,saya bisa pulang sendiri.Sudah seperti anak pejabat saja pulang pakai di kawal."


"Tidak apa-apa,ini juga sudah lumayan malam.Saya tidak mau kekasih saya ini memikirkan sahabatnya yang pulang sendirian."


"Gak apa-apa Dil,terima saja anggap saja kamu lagi jadi anak pejabat.Duh baik sekali sih kekasih aku nih,jadi tambah cinta deh."


"Diih,bucin loe."Ucap Dilla.


"Dilla,gak apa-apa yaa aku pulangnya sama Pak Rendra.Maaf yaa."Gea tak enak hati sebab tadi dia datang bersama Dilla.


"Santai aja Ge, have fun ya sama Pak Rendra."


Mereka pun masuk ke dalam mobil masing-masing.


Di dalam mobil Rendra dan Gea


"Aku minta nomor ponselmu yaa Ge."Rendra menyodorkan hp ke Gea.


"Aku save yaa."Setelah itu langsung menelpon no Gea.


"Nanti beri arahan ke rumahmu ya."


"Iya Pak."Ucap Gea.


"Kenapa Panggilnya Pak sih,aku belum bapak-bapak lho."Rendra tak terima.


"Terus aku panggil apa dong?"Tanya Gea.


"Terserah,asal jangan panggil bapak."


"Aku panggil kak Rendra saja yaa."Gea malu-malu.


"Kedengarannya bagus,oke tak masalah panggil kakak."


Sementara itu Dilla benar-benar di kawal oleh salah satu orang suruhan Alex.Pintu kaca mobil orang suruhan Alex di ketuk,pintu terbuka.


Ehh kok ganteng,aku kira serem plus tua ini mah kayak opah opah.Dilla kegirangan..


"Terima kasih bang, karena sudah mengawal aku sampai rumah."Dilla menunduk malu.


"Sama-sama Nona..?"


"Dilla."Langsung menyodorkan tangannya.


"Zayn."Sahut sang pengawal.


"Sama-sama Nona Dilla,sudah tugas saya mematuhi perintah Tuan Alex."Ucapnya sopan.


"Silahkan anda masuk ke dalam rumah,baru saya akan pergi."Sambil menatap Dilla,yang di tatap jadi salah tingkah.


"Kalau begitu aku masuk ya bang Zayn,sekali lagi terima kasih,permisi."Dilla kembali masuk ke dalam mobilnya dan masuk ke dalam halaman rumah yang sudah di bukakan oleh penjaga.


Setelah Dilla masuk kedalam mobilnya tadi senyum samar di tampilkan oleh Zayn lalu melajukan kembali mobilnya.


Duh mimpi apa gue semalem di kawal sama Abang pengawal ganteng macam opah opah begitu....Dilla


Gadis yang unik...Zayn

__ADS_1


__ADS_2