CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 48 Sidak 1


__ADS_3

Sementara itu di mobil Rendra dan juga Gea, mereka saling terdiam kembali tak ada yang memulai percakapan.Keheningan terasa sekali di mobil ini, Rendra pun memutar musik agar tak terlalu sepi.


"Sudah lama jadi sahabatnya Vita?"Rendra memecah kesunyian.


"Sudah kak,aku dan Vita juga Dilla kami bersahabat dari jaman SMA."Rendra mengangguk.


"Sudah lumayan lama berarti yaa kalian bersahabat.Rumahmu sebelah mana Ge?"


"Rumahku di Perumahan Pelita Asri Blok M no 17 Kak,depan sana belok kanan nanti sudah ada pintu masuk Perumahannya Kak."


"Oke,berarti kita searah dong.Aku di Perumahan Pesona Asrinya."


"Dekat dong ya kak."Gea menutup mulutnya.


"Iya, kapan-kapan aku boleh mampir kan ?"Melirik sekilas ke Gea.


"Boleh kak."


"Tapi tidak ada yang marah kan kalau aku main ke rumahmu?"


"Tidak ada kak,main saja kalau mau main."


Mereka sampai di rumah Gea


"Terima kasih ya kak,sudah mengantar aku pulang."Ucap Gea sebelum keluar dari mobil.


"Sama-sama,nanti kalau aku kirim pesan tolong balas ya."Gea mengangguk lalu keluar dari mobil.


"Hati-hati kak."Ucap Gea membuat Rendra tersenyum.


Grup chat ciwik cantik berbunyi,grup yang hanya ada tiga orang yaitu Vita,Gea dan Dilla.


"Gaes,tau gak sih tadi orang suruhan Tuan Alex yang kawal gue pulang,ganteng banget sumpah."Dilla memulai chat dengan heboh.


"Masa sih Dil?Tapi loe mah orang yang biasa aja pasti di bilang ganteng."Balas Gea.


"Seriusan ganteng kayak opah opah Korea, masih muda lagi,gue sudah kenalan tadi sama dia.Namanya Zayn."


"*Gercep banget nih cewek ,dasar si Dilla."Gita membalas.


"Ada Cowok ganteng gak boleh lolos dong,sayang masa di lewatin gitu aja."Dilla*


Chat mereka bertiga semakin seru,membicarakan cowok masing-masing,tapi giliran Gea yang di bahas dia mengelak.


"Ciiiee Gea,gimana tadi di anterin pulang sama Pak Rendra."Goda Vita.


"Apaan sih,biasa aja gak gimana-gimana."

__ADS_1


"MASAA..??"Vita dan Dilla kompak membalas dengan kata yang sama.Membuat mereka akhirnya mengirim emoticon ngakak.


"Sudahlah gue ngantuk mau tidur."Gea menghindari pertanyaan para sahabatnya.


"Dih,dia mau menghindar rupanya Vit."Balas Dilla.


"Gea gak asyik."Balas Vita.


"Sepertinya gue tahu,pasti Gea lagi salah tingkah deh,guling sana sini.Balas chatnya juga lama pasti sambil chatingan sama Rendra."Dilla menebak.


"Sok tahu banget deh kamu dildil."Sebutan lain Dilla.


"Benar banget gue juga yakin kalau mereka lagi chatingan dan Gea salah tingkah.Ha..ha..ha."Balas Vita.


Gea menjadi bahan godaan terus-menerus bagi Vita dan Dilla.Chatingan pun berakhir,karena malam semakin larut.


Satu Minggu berlalu sejak kejutan ulang tahun Vita,Alex menjadi semakin bucin terhadap Vita.Vita terkadang sampai kalang kabut dengan sikap Alex yang menurutnya terlalu berlebihan.


Hari ini ada meeting membahas tentang kinerja para karyawan yang bertugas di bagian proyek.Rupanya lagi-lagi bagian proyek ada yang bermasalah.


"Bagaimana bisa,ini sudah hampir jatuh tempo waktu yang di tentukan tapi proyek itu belum rampung juga."Alex melempar berkas ke depan wajah pria yang bertanggung jawab.


"Maaf Tuan,kami akan memastikan proyek itu akan rampung tepat waktu."


"Anda yakin dalam waktu kurang dari dua bulan proyek ini selesai?"


"Yakin Tuan."


"Keluar dari ruangan ku sekarang."Mereka pun langsung keluar dari ruangan Alex.


"Kalian dengar sendiri bukan apa yang di bicarakan oleh Tuan Alex tadi.Jadi bekerja keraslah agar jabatan kalian tidak hilang."Ucap Rendra setelah dua orang tersebut akan pergi.


"Sepertinya hari ini aku ingin sidak di beberapa divisi ren.Aku ingin tahu bagaimana cara mereka bekerja."


"Kapan di mulainya Lex?"


"Setengah jam lagi,tapi sebelumnya kamu Panggilkan Vita,aku ingin bertemu dia.Hari ini kita sama-sama sibuk jadi bekum sempat bertemu."


"Dasar bucin akut lho."Rendra pun memanggil Vita.


"Vita,di suruh masuk sama Alex."Ucap Rendra lalu masuk ke ruangannya.


"Ada apa mas?"Tanya Vita setelah dia masuk, Alex justru merentangkan tangannya Vita pun menyambutnya dan masuk kedalam pelukan Alex.


"Ada apa,hmmm?"Tanya Vita sambil mengusap-usap punggung Alex.


"Gak ada apa-apa, sebentar saja aku mau memeluk mu, menyalurkan semangat aku yang agak menurun."Vita semakin erat memeluk Alex menghirup aroma khas dari Alex.Begitu pun Alex,dirinya merasakan ketenangan saat mencium aroma dari tubuh Vita dan juga wangi sampo dari rambutnya.Untuk beberapa saat posisi mereka masih begini.

__ADS_1


"Duh aku jadi ngantuk deh."Vita menguap.


"Tadi kenapa sepertinya marah-marah."Tanya Vita memecah kesunyian.


"Biasalah sayang,ada karyawan yang Kerjaannya tidak becus,buat emosi saja."


"Sabar sayang,masa sampai marah-marah begitu."


"Aku bukan kamu yang sabar."Sambil terus memeluk Vita.


"Dasar CEO galak."Gumam Vita.


"Kamu bilang apa tadi?"Alex tak mendengar jelas ucapan Vita.


"Gak bilang apa-apa.Sudah dong,aku gak enak sama yang lain nih kerjaan aku masih banyak banget,nanti kalau aku gak selesai masa aku harus lembur sih."


"Kalau lembur nanti aku temani."Alex menjawab santai.


"Ogah banget lah,aku gak mau lembur."


"Ya sudah,yang semangat ya kerjanya.Nanti panggilkan Rendra yaa."Alex mencium pipi Vita membuat Vita pipinya bersemu.Vita hanya mengangguk lalu keluar ruangan.


Karin tiba di Indonesia,dia akan memulai rencananya.Karena kini dia tahu bahwa Vita sekarang kekasih Alex.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun mendekati kamu Alex."Ucap Karin geram.


"Kalian ikuti perempuan ini pulang,ancam dia untuk menjauhi Alex."


"Siap Nona."Ucap dua orang pria bertubuh kekar.


Vita kembali bekerja setelah tertahan beberapa menit di ruangan Alex.Tak lama Alex dan Rendra keluar dari ruangan Alex.


"Mau kemana? bukannya hari ini jadwal meeting di luar nanti siang setelah makan siang."


"Kami akan sidak ke beberapa divisi dulu ya Vita."Alex dengan mode bos nya.


"Baik Tuan."Vita mengangguk patuh.


Bermula dari divisi keuangan,direktur keuangan menyambut Alex lalu mengantarkan Alex ke beberapa ruangan bagian keuangan.


Semua divisi keuangan bekerja dengan baik,semuanya bekerja keras agar hasil keuangan maksimal.


Lanjut ke bagian Marketing, Direktur kaget karena tiba-tiba Alex datang ke divisinya.


"Tu..Tuan Alex,ada apa?"Ucapnya gagap.


"Saya akan melakukan sidak."Ucapnya sambil terus berjalan ke bagian marketing.

__ADS_1


Duuhh..Bisa gawat ini kalau Tuan Alex sampai tahu..


Keringat dingin sudah di rasakan oleh direktur Marketing.


__ADS_2