CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 21 Vita kedatangan tamu


__ADS_3

Saat ini Alex dan Mama Rebecca sedang berada di Rumah Sakit.Vita sedang di tangani oleh tim dokter di ruang IGD.Setelah Mama Rebecca selesai berbicara dengan Angel tadi, tiba-tiba Vita merasakan pusing yang teramat sangat.Hingga dia tak tahan lagi dan akhirnya Vita jatuh tak sadarkan diri.


Bruuuk...


Alex segera membawa Vita dalam gendongan nya ada rasa cemas dalam diri Alex melihat Vita lemas tak sadarkan diri,bahkan wajahnya terlihat sedikit pucat.


"Kenapa lama sekali sih."Ucap Alex kesal.


"Sabar Alex."Sahut Mama Rebecca.


Ceklek....


Pintu ruangan IGD terbuka,Alex dan Mama Rebecca segera menghampiri dokter.


"Bagaimana keadaan Vita dok.?"Ucap Mama Rebecca.


"Tekanan darah pasien rendah dan juga badannya demam,itulah yang mengakibatkan pasien pingsan.Kami sudah memberikan obat penurun demamnya dan juga untuk darah rendahnya.Mungkin sebentar lagi pasien sadar."


"Boleh kami masuk kedalam dok?"Ucap Alex cepat.


"Silahkan tapi jangan sampai mengganggu pasien yaa.Kalau begitu saya permisi dulu."Ucap dokter lalu pergi meninggalkan Alex dan Mama Rebecca.


"Baik dokter,terima kasih." Lalu Alex dan Mama Rebecca masuk ke dalam untuk melihat keadaan Vita.


Mama Rebecca langsung duduk di sebelah ranjang Vita, sedangkan Alex berdiri di belakang mama Rebecca.


"Ya ampun Vita,kalau memang tidak enak badan kenapa harus masuk kerja sih,kan bis izin."Ucap Mama Rebecca pelan sambil mengusap tangan Vita.


Tak lama terlihat pergerakan dari tubuh Vita,lalu terdengar lenguhan kecil dari bibirnya.


"Ssshhh..."


"Aku dimana?"Ucap Vita saat dirinya sadar berada di ruangan yang asing baginya.


"Kamu di rumah sakit nak,tadi kamu pingsan di kantor."


"Tante Rebecca, Tuan Alex."Alex hanya mengangguk.Dalam hati Alex,dia merasa lega melihat Vita sudah sadar.


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dengan kasar.


"Vita."Ucapnya dengan nada khawatir.


"Mama.."Ternyata yang baru masuk adalah mamanya Vita.


"Mama kok tau Vita ada disini?"


"Tadi Tante yang telpon mama kamu Vita,maaf yaa sudah lancang buka hp kamu."


Ucap Tante Rebecca.


"Iya gak apa-apa Tante, justru harusnya Vita yang berterima kasih karena sudah bawa Vita ke rumah sakit."Ucap Vita dengan suara lemah.


"Kamu ini bandel sih,kan tadi pagi mama bilang jangan masuk kerja dulu.Wajahmu dari pagi sudah pucat badanmu juga demam.Jadi pingsan begini kan."Vita hanya nyengir mendengar omelan mama nya.


"Kalau memang kamu sakit,lebih baik kamu izin saja Vita pada pihak HRD."


"Iya Tuan, karena tadi pagi ada pertemuan penting jadi saya memaksakan berangkat.Sebenarnya sehabis makan siang saya akan izin pulang,tapi karena tadi ada masalah jadinya saya urungkan lagi."


"Maafkan kelakuan keponakan Tante ya Vita."


"Iya Tante."


"Bu,Pak terima kasih sudah membawa Vita ke rumah sakit."Ucap mama Vita ramah.


"Sama-sama Bu,"


"Sama-sama Tante."


Tiba-tiba ruang IGD di ketuk,perawat masuk.


"Permisi,pasien akan di pindah ke ruang perawatan."Ucap si perawat.


"Ma,Vita mau pulang aja Vita udah mendingan kok."Vita merengek dengan mama nya.


"Mana ada mendingan,muka kamu masih pucat begitu.Bawa dia sus."


Vita di bawa ke ruang rawat inap VVIP.Ruangan yang mewah dan luas.


"Lho sus,kok ruangannya VVIP, ruangan biasa saja."


"Sudah tidak apa-apa Bu,ini permintaan kami.Semua biaya rumah sakit kami yang menanggung."Ucap Mama Rebecca.


"Terima kasih Bu,harusnya tidak usah repot-repot."Ucap Mama Vita tak enak.


"Papa mana ma?"Tanya Vita.


"Papa masih ada kerjaan,mungkin nanti malam baru kesini.Sudah kamu istirahat saja."Vita hanya mengangguk.

__ADS_1


Mama Rebecca dan mama Ranti duduk di sofa Yang ada di ruangan itu.Dua Mama itu malah asyik mengobrol.Dan Alex,lelaki itu dari tadi diam bagaikan patung yang tak di anggap.


"Alex,duduk temani Vita,kok malah berdiri diam saja di situ."Ucap mama Rebecca gemas melihat tingkah anaknya.


Lalu Alex pun mendekati ranjang Vita dan duduk di samping masih tetap diam tetapi matanya menatap lekat memandang Vita,membuat Vita jadi salah tingkah.


"Ada apa Tuan,Kenapa menatap aku seperti itu?"


"Kepalamu masih sakit?"Tanya Alex kaku.


"Sudah tidak terlalu sakit Tuan."Alex hanya mengangguk.


"Maaf karena sudah merepotkan Tuan."


"Tak apa Vita,cepat sembuh yaa."Ucap Alex lembut.Lalu tanpa sadar Alex mengelus kepala Vita.Vita kaget menerima perlakuan manis dari Alex.Alex segera menjauhi tangannya saat sadar dirinya mengelus rambut Vita dan tersenyum kikuk.


Setelah tiga hari di rawat di rumah sakit,hari ini Vita sudah di perbolehkan pulang.Selama Vita di rawat setiap hari Alex datang menjenguk.Pagi sebelum dia datang ke kantor dan sore saat pulang kerja.Lelaki itu entah kenapa begitu peduli dengan Vita,walaupun sikapnya begitu kaku.


Dan hari ini saat Vita sedang berkemas untuk pulang, tiba-tiba pintu terbuka menampilkan sosok lelaki yang rapih dan gagah dengan setelan jasnya.


"Tuan Alex ada apa?"Tanya Vita bingung melihat CEO galaknya itu datang.


"Saya hanya ingin mengantarmu pulang Vita."


Alex berjalan mendekati Vita dan mamanya.


"Kalau begitu mama ambil obat kamu dulu ya di apotik,mama tunggu di depan yaa."Mama Vita langsung keluar.


"Harusnya tidak usah repot-repot tuan.Pasti Tuan sibuk."


"Tidak apa-apa,sini biar saya yang bawa tasnya."


"Tidak usah Tuan,"


"Biar saya saja,kamu baru sehat tidak boleh bawa yang berat-berat.Tidak boleh membantah Vita."Ucap Alex saat Vita akan berbicara lagi.


Di pintu depan Rumah sakit sudah ada Mama dan Papa nya Vita.


"Kamu naik mobil nak Alex aja ya Vita."Ucap Papa Vita.


"Tapi Pa,"


"Sudah naik,sini tasnya nak Alex."


Akhirnya Vita mau tidak mau satu mobil dengan Alex.


Ini CEO galak kenapa jadi baik gini sih sama gue,apa kepalanya abis kejedot tembok yaa sampe heran gue lihatnya.Batin Vita.


"Gak usah Tuan,saya mau langsung istirahat saja di rumah."Alex hanya mengangguk tak lagi bersuara.


"Masuk dulu nak Alex."Ucap papa Vita saat mereka sudah sampai di rumah Vita.


"Lain kali saja Om,sebentar lagi saya ada janji dengan klien."Ucap Alex lalu masuk mobil.


"Ya sudah terima kasih yaa sudah mengantarkan Vita, hati-hati di jalan."


"Terima kasih Tuan, hati-hati."Ucap Vita sambil menunduk kan kepalanya.


"Besok kalau masih belum kuat masuk kerja,izin lagi saja vita."


"Saya sudah sehat Tuan."Alex menghembuskan nafas kasar lalu menjalankan mobilnya.


"Sepertinya bos kamu itu suka sama kamu Vita."Ucap Papa Vita saat Alex sudah pergi.


"Mana ada suka,gak mungkinlah Pa.Dia itu kalau di kantor galak bangeet suka marah-marah sama Vita."


"Ya kali aja sekarang dia emang suka sama kamu, soalnya mama perhatikan dari awal kamu masuk rumah sakit dia itu perhatian banget sama kamu."Sahut Mamanya.


"Gak mungkin juga dia suka sama Vita,dia itu belum lama putus sama pacarnya karena pacarnya selingkuh."


"Kasian yaa, padahal udah ganteng gitu trus CEO udah pasti kaya masih aja di selingkuhi."Ucap mama Vita lagi.


"Udah ahh Vita mau istirahat,kok malah ngomongin CEO galak itu sih."


Malamnya Vita kedatangan dua sahabatnya Gea dan Dilla.


"Loe kok gak bilang sih kalau masuk rumah sakit."Ucap Gea setelah dia duduk.


"Iya iihh Vita nih,"Sahut Dila.


"Ya sorry,kalian tau sendiri kalau darah rendah gue kambuh gak bisa pegang hp tambah pusing gue."


Mereka pun asyik mengobrol,membicarakan hal-hal yang buat Mereka tertawa.


"Tau gak sih Gaes,selama gue di rawat,tuh CEO galak gak pernah telat jenguk gue.


"Serius loe Vit."Tanya Gea,Vita mengangguk.

__ADS_1


"Gue yakin deh tuch CEO galak loe suka sama Loe Vit."Ucap Dilla.


"Gue sependapat sama Dilla."Gea menyahut.


"Kalian mah sama kok sama sih sama orang tua gue,orang tua gue juga bilang gitu.Tapi ya gak mungkin lah,lagian dia itu belum lama putus dari ceweknya masa iya udah suka aja sama gue."


"Cinta tidak mengenal waktu Vita."Ucap Gea lagi.Vita hanya mengangkat bahunya acuh.


"Dih nih anak di bilangin juga."Ucap Gea sambil memukul pelan Vita menggunakan bantal sofa.


Saat mereka asyik mengobrol tiba-tiba pintu di ketuk.


"Permisi neng Vita,itu di depan ada yang mau ketemu sama neng Vita."


"Siapa mang Sapri?"Tanya Vita.


"Tadi pagi yang mengantar neng Vita dari rumah sakit."Ucapan mang Sapri membuat Vita kaget.


"Siapa Vit?"Tanya Dila penasaran.


"CEO galak itu Dil."


"Suruh masuk aja mang,"Ucap Dilla semangat.


"Apaan sih Dil, semangat banget."


"Gue penasaran sama wajah CEO galak loe itu."Ucap Dilla langsung di soraki kedua sahabatnya.


Masuklah seseorang dengan penampilan casualnya,kemeja biru laut lengan pendek dan celana jeans hitam.


Gea dan Dilla langsung terpesona dengan kedatangan sosok pria yang kata Vita galak itu.


"Eehhmm..Vita ini ada titipan dari mama aku."Ucap Alex gugup.


"Terima kasih Tuan,harusnya jangan repot-repot begini.Sampaikan terima kasih ku juga buat Tante Rebecca."


"Nanti saya sampaikan."


"Ganteng banget Ya Allah,"Dilla melongo melihat Alex sampai di cubit Gea.


"Biasa aja kali."bisik Gea.


"Kayak loe gak terpesona aja,"


"Kenalin tuan,ini sahabat saya, Gea dan Dilla"


Setelah berkenalan Gea dan Dilla memutuskan untuk langsung pulang.Lebuh tepatnya Gea yang memaksa Dilla.Karena sahabat satunya ini menatap penuh kagum dengan Alex.


"Vita kita pulang dulu ya,besok kita balik lagi kesini."Ucap Gea sambil menarik Dilla.


"Gea kok buru-buru pulang sih."bisik Dilla,dia tidak terima di ajak pulang.


"Loe kan mau anterin gue dulu beli barang takut kemalaman Dil."Ucap Gea memberi alasan.


"Emang kapan loe bil...mmpphh."Mulut Dila langsung di bungkam oleh Gea.


"Kita pulang dulu yaa."Gea langsung menarik Dilla lagi,


"Kok kalian cepat banget sih mainnya,besok kesini lagi yaa."Ucap vita


Setelah kepulangan dua sahabatnya, suasana menjadi hening tak ada obrolan di antara mereka berdua.


"Vita."


"Iya Tuan."


"Saya langsung pulang yaa,kamu istirahat saja ini sudah malam."


"Iya Tuan, terimakasih sudah mau berkunjung."


"Hmmm."


Paginya Vita sudah bersiap-siap berangkat kerja.


"Kamu yakin nak sudah mau berangkat kerja."Ucap mama Ranti sambil menyiapkan sarapan.


"Yakin mah,bosen iih udah berapa hari gak masuk kerja.Vita sudah sehat kok mama tenang aja."


"Ya sudah,kalau memang nanti kepalanya pusing lagi izin pulang saja nak."


"Siap ma."


Sesampainya di kantor,Vita sudah di sambut dengan banyaknya berkas-berkas yang harus dia kerjakan.


Semangaaat Vita..


Di lain tempat ada seseorang yang sedang berdiri di depan jendela kamarnya.Tangannya terkepal erat saat menerima laporan dari orang suruhannya untuk mengintai Alex.

__ADS_1


*Lihat saja kau Alex aku akan membalaskan dendam ku....


Bersambung*....


__ADS_2