
Alex menunggu waktu yang tepat untuk memberikan pelajaran kepada Andreas.Orang yang telah membuat dirinya masuk rumah sakit.Alex juga tak ingin gegabah,Alex juga tak ingin memakai cara yang sama seperti yang di lakukan Andreas.Selama masih bisa menggunakan cara halus Alex akan melakukan cara yang halus dulu.Andreas mungkin lupa bahwa Alex memiliki saham beberapa persen di perusahaannya.Mungkin dengan menarik sahamnya akan membuat Andreas sedikit sadar.
"Rendra,tarik semua saham yang ada di perusahaan Andreas."Ucap Alex tak main-main.
"Kau yakin Lex?"
"Aku yakin,dia hampir saja menghilangkan nyawaku.Sebenarnya itu pun tak sepadan dengan apa yang dia lakukan padaku.Aku ingin lihat setelah kita menarik sahamnya apa yang akan dia lakukan."
"Baiklah,kalau begitu aku akan mengurusnya."Rendra segera keluar dari ruangan Alex.
Vita mengetuk pintu ruangan Alex,dia ingin pergi ke kantin untuk makan siang jadi dia berpamitan dulu pada Alex takut lelaki itu mencarinya.
"Ada apa sayang?"Tanya Alex yang masih tampak sibuk.
"Aku ke kantin yaa,mau makan udah lapar."Ucap Vita duduk di seberang Alex.
"Makan di ruangan ku saja,aku sudah memesan makanan,mungkin sebentar lagi datang.Kamu duduk di sofa dulu saja."Vita menurut,dia berjalan ke arah sofa yang terletak di pojok ruangan.
Benar saja tak lama pintu di ketuk,Bayu masuk membawakan makanan dan minuman untuk Alex dan Vita.
"Oalah ada mba Vita toh,"Ucap Bayu sambil menata makanan yang di bawa di atas meja.Vita hanya mengangguk dan tersenyum,lalu mengucapkan terima kasih kepada Bayu.
"Makan dulu mas,"Ucap Vita pada Alex yang masih sibuk di meja kerjanya.
"Sebentar lagi selesai sayang,nanggung."Vita menghampiri Alex,lalu menutup laptopnya.
"Kamu baru sembuh,jadi jangan sampai telat makan."Menarik Alex agar mengikutinya ke sofa.Alex pun hanya pasrah,tetapi dia juga senang karena sekarang ada yang memperhatikan dirinya.
Mereka pun makan dengan tenang, sesekali Alex minta di suapi oleh Vita.Setelah selesai makan,Vita pamit untuk menjalankan kewajibannya,tak menyangka Alex pun mengikuti Vita.Mulai sekarang Alex ingin mendekatkan dirinya kepada yang memberikannya kehidupan.Saat sampai di Musholla semua mata menatap kagum kepada orang yang baru saja masuk.
Sementara itu di perusahaan milik Andreas sedang terjadi masalah.Penarikan saham yang Alex lakukan berdampak pada Perusahaan Andreas.Membuat Perusahaan Andreas anjlok,sahamnya terjun bebas.
"Bagaimana bisa Alex menarik semua sahamnya pada perusahaan kita Andreas."Tanya Papanya marah.
"Aku juga tidak tahu Pa,kenapa tiba-tiba Alex menarik sahamnya."Andreas masih memikirkan alasan kenapa Alex menarik saham di perusahaannya.
"Kau tidak membuat masalah dengannya kan?"Tanya Papa Andreas penuh selidik.
"Aku tidak membuat masalah apapun terhadapnya Pa,aku mana berani."Tetapi dalam hatinya ada ketakutan.
Apa Alex sudah tahu yaa,siapa yang menyuruh orang-orang itu untuk membuat dia celaka.Andreas masih berperang dengan pikirannya.
__ADS_1
"Awas saja jika kau berbuat ulah Andreas.Pasti ada alasannya kenapa Alex tiba-tiba menarik semua sahamnya.Kau tahu bukan bahwa Perusahaan Alex berperan penting pada Perusahaan kita."Andreas hanya diam.
"Cepat kau atur pertemuan kita dengan Alex,Papa ingin bicara dengannya."Andreas hanya mengangguk dan pergi menemui sekretarisnya untuk mengabari Perusahaan Alex bahwa dia dan Papa nya ingin bertemu.
"Halo,dengan Abraham Corporation,ada yang bisa di bantu?"Tanya Vita ramah pada orang yang saat ini menelponnya.
"Begini Mba,kami dari Perusahaan VnD ingin membuat janji pada Tuan Alexander,Presdir dan CEO kami ingin membicarakan sesuatu yang penting."Ucap orang yang seberang sana.
"Baik kami akan memberitahu Tuan Alex terlebih dahulu,nanti kami kabari lagi."
Vita pun segera menekan interkom yang langsung terhubung ke ruangan Alex.
"Ada apa Vita? kenapa tidak masuk langsung malah melalui telepon."Ucap Alex dengan nada kesal.Padahal belum saja berucap sudah di cecar begitu.Vita pun langsung menutup telponnya dan segera masuk tapi sebelumnya mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Ada apa hmmm?"tanya Alex menghentikan ketikan jarinya di laptop.Lalu Vita pun menceritakan tujuan orang menelpon tadi.
"Besok apa jadwalku sibuk?"Tanya Alex.
"Sebentar aku cek dulu,dari pagi sampai menuju makan siang kosong Tuan."Alex berdecih karena Vita memanggilnya Tuan.
"Ada apa?"Tanya Vita heran,tanggapan Alex begitu.
"Kenapa kau memanggilku Tuan?"
"Tapi kita hanya berdua di ruangan ini."
"Baiklah,aku minta maaf.Jadi sekarang bagaimana?Mas mau menemui pihak VnD kapan?"Alex pun tersenyum.
"Suruh mereka menemui ku besok jam sepuluh pagi."
"Baik aku akan menghubungi mereka."Vita langsung berbalik badan dan segera keluar dari ruangan Alex.
Keesokan harinya,Alex menunggu kedatangan Andreas dan Papanya.Alex sudah menduga pasti cepat atau lambat Mereka pasti menemui Alex.Vita memberitahu bahwa VnD sudah ada di bawah.Alex pun segera menyuruh Vita untuk menyiapkan minuman untuk tamunya.
"Selamat datang di kantor saya Tuan Vincent,apa kabar?"Ucap Alex berbasa-basi.
"Baik Tuan Alex."Jawab Vincent ramah.
"Silahkan duduk,ada apa gerangan Tuan Vincent datang kemari?"
"Pasti Tuan sudah tahu maksud dari kedatangan kami.Kami ingin menanyakan kenapa anda tiba-tiba menarik semua saham anda pada Perusahaan kami."
__ADS_1
"Harusnya anda tanyakan hal itu pada anak anda Tuan Vincent,dia pasti tahu alasannya."Andreas menunduk takut saat ayahnya menatap heran kearahnya.
"Ada apa ini Andreas?Kenapa Tuan Alex berbicara seperti itu?Apa ada yang kau sembunyikan dari Papa?"
"Jawab saja Andreas,atau saya yang akan menjelaskannya."Ucap Alex datar.
"Andreas."Bentak Papanya karena sedari tadi Andreas hanya diam.
"Kalau begitu biar saya saja yang menjelaskan nya Tuan Vincent.Anda pasti dengar kejadian yang menimpa saya beberapa hari yang lalu."
"Ya saya mendengarnya,saya turut prihatin atas apa yang di alami Tuan Alex."
"Terima kasih Tuan Vincent,kau baik sekali beda sekali dengan anak anda.Kau tahu siapa dalang pengeroyokan dan penusukan kepada saya?"Tuan Vincent menggeleng.
"Anak anda dalang dari musibah yang menimpa saya."Tuan Vincent kaget mendengar hal ini,dia melihat anaknya yang semakin ketakutan.
"Apa benar yang di katakan Tuan Alex, Andreas?"Ucapnya pelan menahan marah.Andreas mengangguk pelan.
Plak...
Sebuah tamparan mendarat di pipi Andreas.Lalu memegang kerah kemeja Andreas dan menarik paksa anaknya agar bangun.
"Kau tahu apa yang kau lakukan itu salah Andreas,apa Papa pernah mengajarkan hal buruk padamu?"
Bugh...
Satu pukulan mendarat ke pipi Andreas.Alex hanya menonton kemarahan Papa kepada anaknya.
"Papa benar-benar malu padamu Andreas."
"Tuan Alex,saya benar-benar minta maaf atas perbuatan anak saya kepada anda."Mohon Tuan Alex sambil menangkupkan tangannya di dada.
"Apa perbuatan anak anda bisa di maafkan begitu saja Tuan Vincent?nyawaku bahkan hampir melayang akibat perbuatan Andreas."Sambil menunjuk Andreas yang menunduk takut melihat kemarahan Alex.
"Saya tahu anak saya salah Tuan,terserah Tuan ingin memberikan hukuman apa kepada Andreas,saya akan menerimanya."
"Papa."Ucap Andreas tak terima dengan ucapan Papanya.
"Diam kamu,"Bentak Tuan Vincent.
"Tuan Vincent yakin ingin menyerahkan hukuman Andreas kepada saya? Karena saya tidak memakai hati dan perasaan jika menghukum seseorang yang sudah mengusik hidup saya."Ucap Alex penuh penekanan.
__ADS_1
Membuat Tuan Vincent terutama Andreas merasakan ketakutan,aura kekejaman Alex langsung terasa bagi Andreas.
Bersambung...