CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 43 Vita menangis


__ADS_3

Waktu terus berjalan,Alex dan Vita tetap bekerja profesional walaupun mereka pasangan kekasih.Alex juga tak segan memarahi Vita jika Vita melakukan kesalahan.Seperti saat ini,Vita melakukan kesalahan materi meeting yang sebentar lagi akan di mulai justru hilang dan membuatnya di marahi oleh Alex.


"Bagaimana bisa file itu terhapus Vita?Kau saja yang lupa menyimpannya,Bodoh!"Ucap Alex kesal.


"Saya yakin kemarin sebelum saya pulang sudah saya simpan Tuan."


"Tapi buktinya mana filenya tidak ada Vita."Bentak Alex.


Membuat hati Vita terasa sesak di bentak kekasihnya sendiri.


"Saya akan membuatnya lagi Tuan."Ucap Vita sambil menahan air mata yang akan keluar sebentar lagi.


"Mana bisa Vita,kau kemarin bahkan seharian mengerjakan berkas itu.Sedangkan ini hanya tersisa dua jam lagi.Kau tahu ini meeting yang sangat penting,kita bisa kehilangan proyek milyaran rupiah."Alex mengusap wajahnya kasar menetralkan emosi yang ada di hatinya.


"Saya akan membuatnya sekarang."Vita langsung keluar begitu saja dari ruangan Alex.


Vita langsung duduk di kursinya,langsung mengerjakan dokumen yang di butuhkan.Saat ini Vita tidak mau memikirkan bagaimana bisa filenya hilang begitu saja.Vita meyakinkan dirinya sendiri dan menyemangati bahwa dia pasti bisa membuat dokumen itu lagi.


Tak jauh dari Vita,ada yang tersenyum penuh kemenangan saat mendengar Alex memarahi Vita.


"Rasain kamu Vita,biar kamu ngerasain gimana rasanya di marahin sama pacar sendiri."


Beruntung kemarin Vita sempat menyimpan file yang berupa inti dari dokumen itu secara terpisah,jadi Vita tak terlalu lama membuatnya seperti kemarin.Sambil terus mengingat-ingat apa yang kemarin dia ketik.Kurang dari setengah jam dokumen tersebut selesai.Vita langsung mengeprint dan segera datang ke ruang Fotocopy agar dokumen tersebut menjadi lebih banyak.


Sambil menunggu dokumennya di copy,Vita duduk di kursi.Sambil mengingat kejadian kemarin.Seingatnya setelah selesai mengerjakan dokumen tersebut Vita langsung menyimpannya di folder meeting.Lalu setelah itu Vita pergi ke toilet,tanpa mengeluarkan file tersebut.


Apa mungkin ada yang sengaja menghapusnya yaa..Aku yakin banget kemarin sudah aku save di folder meeting tapi kenapa pagi ini tidak ada.Vita menghela nafas lelah.


Setelah selesai Vita langsung ke ruangan Alex.Setelah mengetuk pintu dan ada sahutan di dalam Vita pun masuk.


"Tuan,ini dokumennya sudah selesai.Masih ada waktu untuk Tuan membacanya.Saya permisi dulu mau menyiapkan ruang meeting."


"Sudah selesai?Yakin isinya sama seperti kemarin?"Tanya Alex tak yakin.

__ADS_1


"Anda bisa membacanya sendiri Tuan,saya permisi."Menunduk lalu ke luar.


Sampai di luar saat Vita akan melangkahkan kaki nya ke ruang meeting telepon berbunyi.Vita langsung mengangkat telepon tersebut.Tak lama setelah orang tersebut menyampaikan maksudnya,panggilan pun berakhir.Vita tak jadi ke ruang meeting,dia kembali di duduk di kursinya.Lalu menghubungi Alex.


"Tuan,pihak Perusahaan tadi mengabari bahwa meeting di tunda satu jam ke depan."Vita langsung menutup teleponnya sebelum Alex menjawab.


Alex yang berada di ruangannya merutuki sikapnya tadi pada Vita.Dia tidak bisa mengontrol emosinya.Alex melanjutkan mempelajari berkas tadi, ternyata isi dari dokumennya sangat memuaskan.


Vita menyandarkan punggungnya di kursi, merasakan lelah yang teramat.Bukan hanya tubuhnya saja yang lelah tetapi juga batinnya.Walaupun sudah biasa mendapatkan omelan dari Alex,entah kenapa kali ini Vita merasakan sakit hati.


Setelah mendapat kabar bahwa pihak perusahaan sudah berada di perjalanan,Vita pun menyiapkan ruang meeting di bantu oleh Bayu.


"Mba Vita kenapa?wajahnya lesu gitu,mba Vita sakit?"Tanya Bayu.


"Gak apa-apa mas Bayu,lagi ngerasa capek aja badannya."Bayu mengangguk.


Tak lama pihak perusahaan lain pun datang,Alex, Rendra dan Vita pun menyambut mereka.Setelah itu mereka pun memulai meetingnya.Meeting berjalan lancar, Perusahaan tersebut membuat kesepakatan kerjasama pada Perusahaan Alex.


"Saya sangat puas dengan hasilnya Tuan Alex,saya tunggu kontrak kerjasama nya.Terima kasih."


"Beruntung Tuan Alex mempunyai sekretaris tidak hanya cantik tapi juga cerdas.Saya suka cara kerjanya."Alex hanya tersenyum tipis,dia tak suka ada lelaki yang memuji Vita.


"Terima kasih Tuan atas pujiannya."Vita tersenyum manis, membuat Alex tambah tak suka.


Setelah orang-orang tersebut keluar,Vita ikut buru-buru keluar,dia masih tidak mau bertegur sapa dengan Alex tapi Alex dengan cepat menahan tangan Vita.


"Mau kemana?"Tanya Alex lembut.


"Mau kembali ke ruangan Tuan, permisi"Ucap Vita datar.


"Tunggu, Kenapa buru-buru."


"Masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan."Alex lalu menarik Vita memegang pinggang Vita hingga mereka berdiri sangat dekat.

__ADS_1


"Jangan begini Tuan tidak enak jika ada yang melihatnya."Vita berusaha melepaskan tangan Alex yang ada di pinggangnya.


"Aku minta maaf soal yang tadi yaa,aku terlalu terbawa emosi,"Usap Alex lembut,Menatap mata Vita lekat.Vita hanya diam,dia menunduk tak mau melihat Alex.Tiba-tiba air mata Vita menetes dan menetes semakin deras hingga terdengar suara isakan dari mulut Vita.


"Aku minta maaf sayang,aku khilaf."Alex Memeluk Vita membawanya kedalam dekapan dadanya.Vita hingga menangis sesenggukan.


"Kamu hebat,kamu bisa membuktikan kalau kamu bisa menyelesaikan semuanya tepat waktu.Hasilnya juga memuaskan,aku bangga padamu sayang.Maafkan aku karena sudah memarahi mu tadi,aku tidak bisa mengontrol emosi ku tadi."Sambil mengelus-elus punggung Vita,Vita pun akhirnya membalas pelukan Alex.


Vita yang sadar mereka ada dimana segera melepaskan diri dari pelukan Alex dan mendorongnya.


"Aku mau meneruskan pekerjaan dulu."Ucap Vita sambil menghapus sisa air matanya


"Tapi kamu belum menjawab pertanyaan ku sayang."mengambil tangan Vita dan mengusap air mata Vita.


"Nanti saja."Langsung berlari,keluar dari ruang rapat.


Ternyata sedari tadi ada yang melihat interaksi Alex dan Vita,dia mengepalkan tangannya.Dia menyimpan ponselnya,Pintu yang tidak tertutup membuat wanita itu bisa melihat dan mendengar apa yang di bicarakan Alex dan Vita.


Rupanya mereka berbaikan kembali,ini tidak bisa di biarkan....


Lalu wanita itu pun menjauh saat Vita akan keluar dari ruang meeting dan bersembunyi.Aku tidak akan membuatmu berpisah dengan Alex,Vita.Ucapnya lalu dia pun kembali ke ruangannya.


Vita kembali ke mejanya dan mengambil tas makeup nya lalu pergi ke toilet untuk memperbaiki riasannya akibat menangis tadi.


Setelah menangis jadi lebih plong gini,ucapnya sambil tap tap di wajahnya.


Lagian kalau memang pada dasarnya galak ya galak saja,gak pandang bulu termasuk sama pacarnya sendiri.Lihat saja setelah ini aku mau cuekin dia.Omelnya lagi.


Makan siang tiba,Vita buru-buru turun lebih dahulu sebelum Alex keluar dari ruangannya.Sampai di kantin,semua orang yang berada di sana menatap tak suka dan sinis bahkan memandang rendah pada Vita.


Mereka semua kenapa,kenapa tatapannya seperti tidak suka padaku.Gumamnya pelan sambil terus melanjutkan langkahnya untuk mengambil menu makan siang.Tanpa sengaja Vita mendengar bisik-bisik yang sepertinya membicarakan dirinya.


"Sepertinya memang dia cewek gak bener yang dengan mudahnya menyerahkan tubuhnya pada pria hanya untuk hidup enak."Sambil melirik sinis ke arah Vita.

__ADS_1


"Benar banget,aku yakin dia masuk sini lewat jalur dalam.Sudah biasa kan yaa kalau CEO ada affair dengan sekretaris."


Mereka apa lagi ngomongin gue ya, kenapa ada tentang CEO dan sekretaris....


__ADS_2