
Vita segera turun dari mobil dia menghentak-hentakkan kaki nya sebagai ungkapan rasa kesalnya.Vita buru-buru jalan agar segera sampai di depan ruangan CEO galaknya.Lisa yang melihat Vita yang akan kembali masuk kedalam pun heran.
"Vita,ada yang ketinggalan kah kenapa mau masuk lagi?" Tanya Lisa heran.
"Gak ada mba,cuma CEO galak itu suruh aku balik ke atas,katanya aku suruh ikut dia bertemu klien sore ini kan nyebelin banget."Omel Vita,Lisa tersenyum melihat Vita begitu.
"Aku kira Tuan Alex mau pergi sama Rendra,ya sudah buruan sana masuk."
"Iya mba,aku dalam ya mba."Vita sampai setengah berlari agar dia tidak telat dengan waktu yang sudah di tentukan.
Sesampainya di loby ternyata masih banyak karyawan yang belum pulang, mereka terlihat sedang mengobrol dengan satu dan yang lainnya.Vita segera menuju lift,dia harus menunggu karena lift nya sedang terpakai sambil sesekali melihat jam di pergelangan tangannya.
Dasar si CEO galak itu ya kenapa semena-mena gini sama aku.Ini kan udah waktunya pulang.Kan aku jadi gak bisa cepet-cepet rebahan.
Huuuhhh..kenapa lama sekali lift nya,alamat kenal omel lagi ini mah,karena lift nya tak kunjung turun di lantai satu.Tak lama lift terbuka Vita segera masuk.Di saat Vita masuk lift,di antara dari mereka ternyata ada yang sedang membicarakan Vita.
"Aku dengar dia itu sekretaris Tuan Alex yang baru,cantik sekali yaa."Ucap karyawan wanita yang berbadan agak berisi.
"Pasti dia memanfaatkan kecantikannya itu untuk mencari perhatian Tuan Alex."Sahut karyawan yang berbaju super ketat.
"Lagian dia kenapa kembali ke atas lagi yaa ini kan sudah waktunya jam pulang kerja,pasti dia mau menggoda CEO kita."
"Bisa jadi,kan di atas sana sudah sepi."
Mereka terus saja membicarakan Vita,padahal yang mereka bicarakan tidak benar.Vita pun Sampai di lantai dimana ruangan CEO berada.Vita segera berlari dan segera mengetuk pintu saat dia sudah berada di ruangan Alex.Setelah di suruh masuk,Vita pun masuk.
"Kau telat 5 menit Vita,lamban sekali."Begitu masuk Vita langsung mendapatkan omelan dari Alex.
Tuch kan bener aja dech kena omelan.
Vita yang masih ngos-ngosan karena berlari tadi masih berusaha mengatur nafasnya.
"Maaf Tuan,tadi lift nya mengantri jadi saya menunggu."
"Kenapa tidak pakai lift ku saja biar cepat."
"Saya tidak berani Tuan,karena lift tersebut khusus untuk para petinggi Perusahaan."Vita menjawab dengan menundukkan kepalanya.
"Ya sudah,kamu bawa berkas Perusahaan yang akan kita temui."
"Lain kali sebelum pulang,kamu tanya dulu sama saya sudah boleh pulang atau belum!"Ucap Alex sebelum dia berlalu meninggalkan Ruangan nya.
"Baik tuan,"
"Kamu ngapain,nunggu sebelah sana,disini saja sama saya. "Ucap Alex saat mereka menunggu lift,Vita malah menunggu lift yang khusus karyawan.Vita pun menggeser tubuhnya, bersebelahan dengan Alex.
*Kenapa wangi tubuhnya buat aku jadi candu gini...Alex
Duh wanginya enak bangeet nih si CEO galak,jadi betah kalo lama-lama Deket begini..eehhh*
Sesampainya di loby karyawan yang masih ada Disana menyapa Alex.Dan hanya di balas dengan anggukan.Alex yang tiba-tiba berhenti membuat Vita yang berjalan di belakang Alex kaget karena menabrak punggung Alex.
__ADS_1
"Maaf tuan."
Duh hidungku sakit...Vita terkena hidungnya saat menabrak punggung Alex,dia mengelus-elus hidungnya.
"Makanya kalau jalan itu fokus,jangan ngelamun.Lagian kenapa jalan di belakang saya,maju ke depan di sebelah saya."
"Iya Tuan."Lagian Vita,kamu kenapa sih jalan sambil ngelamun gitu.Vita menggerutu sendiri.Kejadian tadi membuat Alex dan Vita jadi pusat perhatian mereka yang ada di loby.
"Lihat tuh si sekretaris barunya Tuan Alex,cari perhatian bangeet sama Tuan Alex."Ucap karyawan yang ada di sana.
"Apa jangan-jangan mereka ada hubungan yaa."
"Tapi gak mungkinlah kan Tuan Alex udah punya pacar."
"Bisa aja kan mereka punya hubungan di belakang pacarnya tuan Alex."
"Enak bangeet yaa si sekretaris itu,tiap hari bisa bertemu sama CEO kita,bahkan jalan bareng.Apalah kita yang karyawan rendahan."Ucap yang lainnya malah menginginkan di posisi seperti Vita.Padahal mereka tidak tahu betapa tersiksanya Vita.
Sesampainya di parkiran,
"Kita satu mobil saja,mobil kamu biar sopir saya yang bawa.Mana sini kunci mobilnya."Vita mau tidak mau menyerahkan kunci mobilnya.Lalu Alex memberikan kunci mobilnya pada si sopir.
Mereka pun segera naik ke mobil Alex.Tapi Vita malah duduk di belakang.
"Kamu ngapain duduk di belakang Vita,kamu kira saya sopir kamu,pindah ke depan."Ucap Alex sambil melotot.Vita segera pindah di kursi depan.
Selama perjalanan mereka saling diam tidak ada satupun yang berniat memulai percakapan.Vita malah asyik dengan pikirannya sendiri sambil melihat ke arah luar jendela.Tak terasa mereka sampai di tempat tujuan.Tapi rupanya Vita tidak menyadari kalau mobil sudah berhenti.Hingga suara keras yang berasal dari pintu sebelahnya mengagetkan Vita.
Rupanya pertemuan mereka berjalan lancar, kerjasama sudah di sepakati.Klien puas dengan penjelasan Alex.Mereka kemudian melanjutkan dengan makan malam bersama.
Saat makan,telpon Vita bergetar ternyata mama Ranti menelpon.Vita pamit untuk menerima panggilan.
"Assalamu'alaikum ma,"
"*Wa'alaikumsalam.Kamu dimana nak,kenapa belum pulang?"Tanya mama Ranti dengan nada khawatir.
"Maaf ma,Vita lupa kabarin mama kalo Vita pulang telat.Ini Vita ikut atasan Vita ketemu klien.Mungkin sebentar lagi pulang."
"Ya sudah pulangnya hati-hati ya nak."
"Iya ma*,"
❤️
❤️
❤️
Hari-hari berikutnya Vita menjalani pekerjaannya dengan senang hati.Vita mulai terbiasa dengan omelan dan bentakan dari Alex.
Hubungan Alex dan Karin juga berjalan lancar-lancar saja.Bahkan mereka sering menghabiskan waktu berdua saat weekend.Ronald kekasih Karin juga sudah kembali ke negaranya.
__ADS_1
Tak terasa sudah tiga bulan Vita bekerja di Abraham Corporation.Gaji yang Vita dapat memang besar apalagi jika mereka mendapatkan proyek,Vita akan mendapatkan bonus pula dari bos nya.
Hari ini Karin datang ke kantor Alex untuk makan siang bersama.Alex sudah memberitahu resepsionis dan juga Vita jika ada yang mencari dirinya yang bernama Karin di perbolehkan masuk.Sehingga saat Karin sampai di kantor dan menemui Resepsionis,Karin langsung di persilahkan naik ke atas.
Sesampainya di atas dia menemui Vita yang sedang fokus memeriksa beberapa berkas.
"Permisi mba,Alex nya ada ?" Ucap Karin ramah.
Siapa dia.?apa dia sekretaris baru Alex menggantikan Lisa.Kenapa dia cantik sekali..
"Maaf dengan siapa yaa?"Tanya Vita ramah.
"Saya Karin kekasihnya Alex,apa saya boleh masuk."
"Nona Karin,mari saya antar nona,Tuan Alex sudah menunggu anda di dalam."
"Terima kasih."
Sepertinya aku pernah liat wanita ini,tapi dimana yaa...Aahhh biarlah mungkin hampir mirip saja.
Setelah mengantar Karin,Vita lanjut mengerjakan pekerjaannya.Tak lama Vita duduk telpon di mejanya berdering.
"Vita bawakan minuman dingin dan juga potongan buah buat saya dan Karin."Ucap Alex.
"Baik tuan."
Vita mengetuk pintu dan masuk saat di persilahkan masuk.
"Taruh di meja saja,kamu bisa keluar ."Alex berucap tanpa melihat Vita karena dia saat ini sedang asyik memainkan rambut Karin dan tidur berbantalkan paha karin.Vita hanya menunduk dan keluar ruangan.
Diih bucin bangeet geli lihatnya...
"Sayang itu tadi sekretaris baru kamu yaa?"Tanya Karin yang penasaran.
"Iya sayang,dia sekretaris baru aku penggantinya Lisa yang itu tadi namanya Vita."
"Lho emangnya Lisa resign yank?"
"Lisa Gak resign yank,Lisa sekarang jadi sekretaris papa,"
"Dia cantik lho,awas aja kalau kamu tertarik dan jatuh cinta sama dia."Ucap Karin dengan nada merajuk.Alex tertawa mendengar Karin berbicara seperti itu.
"Ya gak mungkinlah sayang,cinta aku cuma untuk kamu."Lalu Alex mencium bibir karin,Karin pun membalasnya, mereka saling membelit lidah.Alex yang tanpa sadar tangannya sudah memegang dan meremas pay*dara Karin,membuat Karin mend*sah dan membuat Alex semakin semangat.Tak ingin sampai kebablasan,Alex pun melepaskan ciumannya.Nafas mereka ngos-ngosan karena ciuman tadi.
"Maaf sayang aku takut tidak bisa mengendalikan diriku,Aku tidak mau merusak dirimu."
Karin Yang sebenarnya kecewa karena menginginkan lebih,hanya tersenyum terpaksa.
Aku tidak bisa begini terus,selalu tertunda.Aku harus melampiaskan hasrat ku.Aku akan menghubungi Ronald untuk dia datang ke sini.
Bersambung....
__ADS_1