
Kembali ke waktu sore saat Mobil Dilla yang mogok.Kini Dilla sedang di perjalanan di antar pulang oleh Zayn sang bodyguard Alex.Entah mengapa rasanya Dilla ingin berlama-lama duduk di atas motor berdua dengan Zayn.Dilla pun tak segan memeluk pinggang Zayn karena lelaki itu sendiri yang menyuruhnya.
"Kamu mau makan dulu gak sebelum pulang?"Tanya Zayn.
"Boleh bang,mau makan dimana?"
"Makan di tenda pinggir jalan kamu mau gak?"Karena sebentar lagi mereka akan melewati tempat makan pinggir jalan yang khas dengan tendanya.
"Mau bang,aku mah makan dimana juga hayu."Jawab Dilla riang,Zayn tersenyum samar.
Apalagi makannya sama kamu bang..Sorak Dilla dalam hati.
Motor Zayn pun menepi di salah satu tenda pecel lele yang tidak terlalu ramai.Tanpa sungkan Dilla memakai jaket milik Zayn yang tadi untuk menutupi roknya saat di atas motor.Terlihat kebesaran di badan Dilla tapi tak masalah justru Dilla merasa nyaman,apalagi wangi parfum Zayn yang maskulin membuat Dilla tak ingin melepasnya.
"Kamu mau makan apa?"Tanya Zayn setelah mereka mencari tempat duduk.
"Aku mau ayam aja bang."Zayn mengangguk lalu kembali berdiri untuk memesan makanan.Saat Zayn memesan makanan,Dilla ingin sekali memfoto Zayn yang tampak dari belakang tapi sayang ponselnya mati.
Ya ampun aku baru ingat,aku kan bawa bank.Dilla menepuk keningnya,kenapa baru ingat coba..Dasar Dilla..
Tapi tak apa lupaku mendatangkan Abang ganteng,Dilla kegirangan tapi sebisa mungkin tak terlihat oleh Zayn.
"Mau minum apa?"Tanya Zayn lagi yang sudah kembali duduk di depan Dilla.
"Es jeruk boleh?"Zayn mengangguk,lalu memanggil salah stau pekerja untuk memesan minuman.
"Abang sering makan disini?"
"Gak juga."Jawab Zayn singkat.
"Abang emang gak kerja yaa,kok jam segini ada di jalan."
"Sudah pulang."
"Oh."
Jawabnya singkat singkat banget sih,jadi gemes aku.Ucap Dilla dari hati
Akhirnya Dilla hanya diam sambil memainkan ponselnya menunggu makanannya datang.Tanpa sepengatahuan Dilla,Zayn sering curi pandang ke arah Dilla yang asyik bermain ponsel.Terkadang tersenyum tipis,melihat Dilla yang tertawa kecil.Makanan yang mereka pesan pun datang.Dilla yang memang sudah lapar langsung saja mulai menyantap makanannya.
"Makan bang."Zayn hanya mengangguk.
Tanpa malu dan menjaga image nya Dilla menyantap makanannya.Kalau biasanya cewek makan di depan cowok akan malu-malu apalagi ini gebetan.Tapi tidak dengan Dilla,dia makan seperti biasanya makan tak perlu menjaga image ataupun malu-malu.
"Ternyata enak ya bang makan disini,sambelnya joss."Dilla tersenyum sambil menunjukkan jempolnya,tapi senyuman itu berubah kaku saat Zayn tiba-tiba mengusal ujung bibirnya karena ada sisa nasi yang tertinggal.
"Kalau makan pelan-pelan."Zayn pun tanpa sungkan memasukkan sisa nasi tersebut kedalam mulutnya.
Oh my God...
Mulut Dilla melongo,Jantungnya langsung berdetak kencang seperti habis berlari maraton setelah mendapatkan perlakuan manis oleh Zayn.Bahkan itu untuk yang pertama kalinya dia di perlakukan begitu oleh lawan jenisnya.
__ADS_1
"Kenapa bengong,ayo di lanjut lagi makannya."
"I..Iya bang."
Kamu yang buat aku bengong bang,duh gak baik ini buat jantung..
Setelah selesai makan, Zayn lanjut mengantarkan Dilla pulang.Selama perjalanan Dilla dan Zayn hanya diam,tak ada yang memulai pembicaraan.Tetapi Dilla tetap memeluk pinggang Zayn erat.Dilla yang di bonceng hanya tersenyum senyum sejak motor kembali berjalan.Apalagi Dilla membayangkan saat tadi dirinya memfoto Zayn saat Zayn membayar makanan yang mereka makan tadi.
Anggap aja kencan...
Akhirnya mereka pun sampai di rumah Dilla.
"Terima kasih ya Bang,udah nganterin aku pulang."Ucap Dilla dengan nada riangnya,Zayn hanya mengangguk.
"Aku minta nomor hp Abang Zayn dong."Dilla menyodorkan ponselnya ke Zayn, Zayn terlihat berpikir tapi setelah itu dia pun mengambil ponsel Dilla dan mengetikkan nomor HP nya,lalu menyerahkan lagi ke Dilla.
"Ini nomor Abang?"Zayn mengangguk,Dilla langsung menyimpan nomor tersebut dan menelponnya, terdengar dering suara ponsel di kantong celana Zayn.
"Save nomor aku ya bang,sekali lagi terima kasih yaa."
"Iya,sana masuk."Zayn masih setia duduk di motornya,sambil melihat ke arah Dilla yang masuk ke halaman rumahnya.Dilla menoleh ke belakang bertepatan dengan Zayn yang sedang tersenyum walaupun cuma tipis.Zayn langsung merubah raut wajahnya kembali datar karena tadi kepergok tersenyum.
Oh my God, senyumnya walaupun sedikit aja udah manis bangeet,apalagi tersenyum lebar coba..Duh Gusti
...****************...
Di sebuah restoran,Rendra dan Gea bertemu.Kini mereka sedang makan bersama,saat Gea sampai tak lama makanan datang karena Rendra sudah memesannya.
"Setelah makan, jalan-jalan dulu keluar mau yank?"Tanya Rendra, Rendra setelah jadian dengan Gea kini semakin santai tak kaku saat mereka kenal.
"Sudah,kalau di pikirkan pekerjaan gak akan ada habisnya.Aku mau refreshing dulu sama kamu."Gea tersenyum.
"Mobil kamu tinggal disini saja,kita ke taman sambil menikmati pemandangan alam."Setelah makan Rendra dan Gea pun pergi ke taman, menikmati suasana malam di taman.Keadaan taman masih sepi karena matahari belum lama terbenam.
...****************...
Sementara itu di rumah Alex setelah Vita pulang.Alex kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap karena dirinya akan pergi ke rumah Vita untuk melamar Vita secara resmi di hadapan orang tuanya.Alex malam ini memakai kemeja lengan panjang berwarna abu tua di padukan dengan celana dasar warna hitam.Alex kembali bercermin untuk memastikan jika penampilannya malam ini sempurna.Setelah dirasa cukup Alex keluar dari kamarnya dan mendapati Mama dan Papanya sedang duduk di ruang keluarga.
"Mau kemana nak,rapih begitu." Tanya Mamanya heran melihat penampilan Alex malam ini.
"Mau ke rumah Vita Ma."Alex pun menghampiri kedua orang tuanya.
"Bukannya Vita baru dari sini ya kata Mama mu."Kata Papanya.
"Iya Pa,aku dua hari yang lalu sudah berjanji dengan Vita untuk datang ke rumahnya malam ini."
"Jadi kamu sudah sehat?"Tanya Papanya.
"Sudah Pa."
"Ya baguslah dengan begitu kamu tidak lagi manja dengan Mama mu."
__ADS_1
"Sama anak sendiri aja cemburu,kalau begitu Alex keluar yaa Ma Pa,doakan anakmu ini agar semuanya lancar."Ucap Alex penuh semangat.
"Memangnya kamu mau ngapain sampai bilang semuanya lancar."Tanya Mamanya heran.
"Nanti aku ceritakan setelah pulang dari rumah Vita."Alex pun berpamitan lalu bergegas keluar menghampiri mobilnya.
Di rumah Vita,gadis itu pun menjadi dag Dig dug karena malam ini Alex akan membicarakan hal penting kepada orang tuanya lebih tepatnya untuk melamar dirinya.Vita juga kini tengah bersiap memoles wajahnya dengan makeup tipis dan juga memakai dress yang simpel saja.Vita juga sudah memberitahu Mama dan Papa bahwa Alex jadi datang ke rumah mereka.
Sepanjang perjalanan Alex bersiul senang,tak sabar rasanya ingin segera sampai di rumah sang kekasih.Setelah menempuh perjalanan beberapa menit,Alex pun sampai di rumah Vita.Pintu rumah Vita terbuka lebar, menandakan sang tuan rumah sedang menunggu seseorang.Alex mengucapkan salam, rupanya Vita sudah menunggunya di ruang tamu langsung menyambut kedatangan Alex.
"Cepat banget sampainya mas,kamu bawa sopir kan?"Tanya Vita penuh selidik.
"Bawa sayang,itu pak sopir ada di depan."Tunjuk Alex dengan dagunya ke arah luar,Vita pun melihat ke arah yang Alex tunjuk.Benar saja ada sopir Alex yang sedang mengobrol bersama satpam.
"Masuk mas,duduk dulu aku panggilkan Mama dan Papa."Alex mengangguk.
Sepeninggalan Vita,Alex berusaha untuk tenang walaupun dirinya sangat gugup karena sebentar lagi dirinya akan berbicara hal yang serius kepada orang tua Vita.Ini bahkan lebih gugup saat dia berhadapan dengan musuhnya.Alex beberapa kali mengatur nafasnya agar lebih rileks.
Vita muncul tapi hanya sendiri,Alex pun tersenyum kaku.
"Sebentar ya mas."Vita duduk di samping Alex.
"Kamu gugup ya mas?"Goda Vita.
"Gak, biasa saja."Alex mengelak membuat Vita tersenyum.
"Masa sih?"Goda Vita lagi,Alex mengangguk tapi tak mau melihat ke arah Vita.
"Gak usah gugup gitu mas,rileks saja.Mama dan Papa justru senang dengan niat baik kamu."Alex hanya mengangguk.
"Senyum dong,masa kaku gitu."Alex tersenyum walaupun masih terlihat dipaksakan.
"Nak Alex maaf ya lama menunggu,biasa Mamanya Vita minta di manja dulu tadi."Ucap Papa Vita,Alex tersenyum lalu langsung mencium tangan Mama dan Papa Vita.
"Papa...!"Mama Ranti mencubit lengan suaminya, bisa-bisanya sang suami berbicara begitu di depan calon mantunya.Padahal justru dia yang minta di manja.
"Duduk nak Alex,ada apa nak Alex?kata Vita ada yang ingin nak Alex bicarakan?"Tanya Papa Vita setelah Alex kembali duduk.
"Eheem.."Alex berdehem lalu mengatur nafasnya kembali sebelum memulai bicara.
"Begini Om Tante, Tante dan Om pasti tahu jika beberapa bulan ini saya dan Vita memiliki hubungan.Dan saya ingin melanjutkan hubungan ini ke arah yang lebih serius lagi.Jadi maksud, niat dan tujuan saya datang ke sini ingin meminta izin kepada Om dan Tante untuk melamar Vita serta menjadikannya istri sah saya.Dengan tulus saya mengatakan bahwa saya mencintai anak Om dan Tante. Izinkan saya untuk mempersunting dan menjamin kebahagiaannya setelah ini."Alex berbicara dengan tegas menatap kedua orang tua Vita tanpa ragu.Vita melirik ke arah Alex menatap kagum pada kekasihnya itu.
"Om dan Tante senang mendengarnya,kalau kamu ingin serius dengan Vita nak Alex.Tapi semua keputusan ada di tangan Vita.Gimana nak?kamu mau menerima lamaran Alex?"Papa Vita bertanya pada anaknya yang duduk bersebelahan dengan Alex.
"Vita mau Pa menerima lamaran mas Alex."Vita berbicara dengan malu-malu, orang tua Vita senang mendengarnya.
"Jadi kapan rencananya kamu membawa orang tuamu kesini nak Alex?"Tanya Papa Sandi kembali.
"Saya ingin secepatnya Om,mungkin hari Minggu ini saya akan mengajak orang tua beserta keluarga saya untuk datang ke rumah ini."
"Lebih cepat lebih baik ya nak Alex."Sahut Nita Mama Nita,membuat Alex tersenyum kaku.
__ADS_1
Begitulah lamaran Alex malam ini, semuanya lancar sesuai dengan keinginannya.Semoga saja niat baik Alex dan Vita berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apapun,hingga mereka dipersatukan dalam ikatan janji suci pernikahan.
Bersambung...