CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 44 Kemarahan Alex


__ADS_3

Setelah Vita mengambil makanannya,Vita pun duduk di meja kosong yang berada di pojok kanan.Vita uang sedari tadi tak memainkan ponselnya terkejut karena begitu banyak pesan chat masuk dari grup Kantor.Dan Vita lebih terkejut lagi karena ada video yang menampilkan dirinya dan Alex dalam ruangan meeting tadi.


Ternyata ada yang merekam aku dan Alex tadi yaa.


"Vita kami ingin tanya apa benar kamu dan Tuan Alex ada hubungan?"Tanya salah satu karyawan.


"Memangnya apa urusannya dengan kalian,terserah aku dong ada hubungan atau tidak dengan Tuan Alex kenapa kalian yang heboh begini sih."


"Kamu tahu bukan kalau Tuan Alex itu sudah punya kekasih.Jadi kamu jangan mengganggu hubungan mereka dong."


"Aku kekasihnya Alex."Jawab Vita penuh percaya diri.Semua yang ada disana tertawa mengejek.


"Jangan mimpi Vita dan jangan mengaku-ngaku.Gak mungkin Tuan Alex itu pacaran sama kamu."


"Memang itu kenyataan,gimana dong!"Vita masih menjawab dengan santai sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Ngaca Vita, mimpi kamu terlalu tinggi kalau jatuh nanti sakit lho."Mereka masih tak percaya.


"Terserah kalian mau percaya atau tidak."Vita bangkit dari duduknya,dia sudah tak selera untuk melanjutkan makannya.


"Tunggu dulu,"


Byuuurrr...


"Ini balasan buat perempuan yang menjadi selingkuhan CEO kita."Vita terkejut karena ada yang menyiram minuman ke wajahnya.


Tak ada yang membantunya justru mereka malah menertawakan.


"Syukurin makanya jadi cewek gak usah kegatelan."


"Ternyata memang benar ya kalau dia itu kerja disini lewat jalur dalam yaitu dengan menggoda CEO kita."


"Benar banget,dia bahkan rela menyerahkan tubuhnya demi jabatan tinggi,dasar perempuan rendahan."


Plaaakkk...


Vita menampar orang yang sudah memfitnahnya.


"Jaga ya loe punya mulut."Tunjuk Vita.


"Jangan sembarangan menuduh orang tanpa bukti yaa."Vita emosi.


Yang di tampar Vita tak terima,dia berniat ingin membalas menampar Vita.Tapi Vita lebih dulu memegang tangannya dan memelintir tangannya ke belakang.Wanita itu meringis kesakitan.


"Sepertinya kalian sudah lupa dengan yang terjadi pada Angel yaa.Aku tidak pernah mengusik hidup kalian,tetapi kenapa kalian senang sekali mengurusi hidupku."Vita semakin menekan tangan wanita itu.


"Vita lepas,sakiiit."


"Aku tidak akan melepaskannya,tanganmu ini sudah menyiram aku dengan minuman.Tapi berhubung aku baik hati jadi aku akan lepaskan."Vita melepaskan tangannya lalu mendorong wanita itu hingga tersungkur ke lantai.


"Baiklah sepertinya kalian tidak ada yang percaya kalau kalian belum melihat buktinya."Vita pun mengambil ponselnya yang ada di saku rok nya,lalu menelpon Alex.

__ADS_1


Telpon langsung di angkat oleh Alex,dan langsung di loud speaker oleh Vita.


"Halo sayang,kamu dimana?Kenapa turun duluan,aku mencarimu tadi."Alex langsung berbicara begitu saja,membuat semua orang yang berada di kantin terkejut.


"Mas,kamu bisa ke kantin sekarang?"


"Ada apa sayang? Tumben kamu di kantor mau panggil aku mas bukan Tuan."


"Aku tidak bisa menjelaskannya,aku tunggu di kantin sekarang."Vita langsung mematikan Panggilannya.


"Kita tunggu saja,aku ini selingkuhannya atau kekasihnya."


Sepuluh menit kemudian,Alex datang bersama Rendra.Alex melihat Vita bajunya basah.


"Kamu kenapa sayang?"Alex memegang pipi Vita yang memerah.orang-orang yang tadi memfitnahnya tadi semakin ketakutan.


"Bajumu juga basah,Siapa yang melakukan ini padamu?"Tanya Alex lagi.


"Sayang, mereka tidak percaya kalau aku kekasihmu.Mereka menuduhku sebagai selingkuhan mu,juga..."Vita tak melanjutkan ucapannya.Vita justru memutar rekaman yang ada di ponselnya.Rupanya diam-diam Vita merekam ucapan para wanita itu yang sudah memfitnahnya.


"Kurang ajar, siapa yang bicara seperti itu?"Suara Alex menggema di ruangan kantin,semua menunduk ketakutan.


"Saya akan mengenalkan kepada kalian semua.Vita ini kekasih saya,dia tidak pernah menggoda saya.Justru saya yang sudah tergoda dengannya,dengan kecantikannya,dengan kebaikannya."Pipi Vita semakin bersemu mendengar Alex memujinya di depan karyawan lain.


Dasar bucin,gumam Rendra.


"Jadi siapa yang sudah berani memfitnah Vita ,maka dia juga berhadapan dengan saya.Apalagi ucapan kalian sangat tidak pantas untuk sesama wanita."Ucap Alex dengan suara tertahan menahan emosinya yang siap meledak kapan saja.


"Saya mohon maaf Tuan,saya mendapat informasi ini dari salah satu karyawan di sini."Ucap wanita yang dari tadi berkata pedas pada Vita.Dia merutuki dirinya sendiri yang terlalu percaya dengan ucapan temannya itu.


Awas kau yaa, ternyata kau malah menjerumuskan aku kedalam masalah seperti ini..Merutuki diri sendiri.


"Informasi apa?"Tanya Alex.


"Informasi jika Vita merupakan selingkuhan anda,padahal anda sendiri sudah punya kekasih.Dia berkata bahwa Vita juga sudah menggoda Anda tuan,sehingga Tuan tergoda dan berselingkuh dari kekasih anda.Dia juga berkata bahwa Vita bekerja di perusahaan ini lewat orang dalam,dan rela menyerahkan dirinya agar bisa menjadi sekretaris anda Tuan."Alex mengepalkan tangannya,dia benar-benar marah Vita di fitnah seperti itu.


"Siapa orangnya?"


"Dia adalah Ely Tuan,Tim dari sekretaris Pak Rendra.Saya bersumpah kalau Ely yang sudah mengatakan hal itu kepada saya.Saya mohon Tuan maafkan saya."Ucapnya dengan nada memohon.


"Ely? Rupanya wanita itu mau cari gara-gara denganku.Rendra,panggil juga Ely ke ruangan ku.Dan kalian semua saya tunggu di ruangan saya."Tunjuk Alex pada empat wanita tadi.


"Kamu sebaiknya pulang dulu saja tidak apa-apa sayang,ganti baju dulu.Daripada bajunya basah seperti ini,nanti kamu bisa masuk angin."Ucap Alex dengan nada lembut, lagi-lagi membuat mereka semua melongo di buatnya.


"Tapi aku nanti telat dong datang kesini."


"Tidak apa-apa,aku kasih waktu toleransi waktu satu jam dari jam masuk istirahat."


Alex mengantar Vita sampai ke parkiran,lalu kembali ke ruangannya.Alex memakan makan siangnya terlebih dahulu,sebelum dia meluapkan emosinya.


Di sepanjang perjalanan pulang,Vita mengingat ingat tentang wanita yang bernama Ely.Setahu Vita,Ely baik padanya sering membantu Vita di awal-awal bekerja.Tapi memang sikapnya agak berubah saat melihat Vita dengan dengan Alex.

__ADS_1


Tunggu dulu deh,kejadian file hilang kemarin Sebelum aku ke toilet aku bertemu dengan Ely.Apa jangan jangan Ely yang menghapusnya.Eehh,tapi aku gak boleh suudzon kalau belum ada bukti.Aku harus mencari bukti siapa yang menghapus file tersebut.


Sementara itu di kantor,jam istirahat selesai.Para karyawan sudah kembali ke ruangan mereka masing-masing.Terkecuali empat wanita tadi di tambah dengan Ely,jadi semuanya berjumlah lima orang.


Semuanya menunduk takut.


"Ely,apa yang kau katakan pada dia tentang Vita."Bentak Alex.Ely terlonjak kaget.


"Sa..Saya tidak katakan apapun pada dia Tuan."Jawab Ely gugup.


"Jangan bohong kamu Ely,kemarin kamu sendiri kan yang bilang padaku tentang Vita.Disana juga ada Dita,iya kan Dita."Perempuan tadi mencari pembenaran.


"Benar Tuan,kemarin Elly berbicara seperti itu."


Kurang ajar kalian..Batin Ely.


"Ely juga yang sudah mengirim video anda bermesraan dengan Vita."


"Video?Video apa?"Tanya Alex bingung, lalu karyawan itu memperlihatkan video tersebut.


"Lancang!"


Plaaakkk...


Satu tamparan mampir di pipi Ely, hingga ujung bibirnya berdarah.Ely menangis merasakan sakit yang menjalar di pipinya.


"Maafkan saya Tuan,saya khilaf."Ucapnya sambil menangis.


"Setelah ketahuan baru bilang khilaf.Perbuatanmu sudah keterlaluan Ely,kau memfitnah Vita dengan begitu keji."


"Rendra."Panggil Alex.


"Iya Tuan."


"Pecat mereka semua,dan blacklist nama mereka dari semua perusahaan."


"Saya mohon Tuan jangan pecat saya."Ucap mereka semua,bahkan mereka sampai berlutut di depan Alex.


"Dan untuk Ely,jangan beri dia pesangon."Lanjut Alex.


"Tuan saya mohon jangan."Ucap Ely memohon.


"Kalian semua keluar dari ruangan saya, SEKARANG...!!"Teriak Alex.


Di luar ruangan,Ely dan empat orang yang membicarakan Vita tadi menyalahkan Ely.


"Gara-gara kamu,kami semua di pecat.Setelah ini kita bakalan susah untuk dapat kerja.Menyesal kita percaya dengan ucapanmu."


"Cepat kalian ke ruang HRD,jangan bertengkar disini."Ucap Rendra dingin.


Sementara itu di tempat yang sangat jauh,Karin mendapatkan laporan dari anak buahnya,bahwa Alex sudah menjalin hubungan dengan sekretarisnya yang bernama Vita.

__ADS_1


Jadi mereka sekarang jadian?Ini tidak bisa di biarkan.Aku akan segera datang ke Indonesia...


__ADS_2