CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 51 Ulang tahun Mama Rebecca


__ADS_3

Rendra tak hanya memberitahu Alex tentang kejadian ini tapi dia juga segera menelpon Tante Rebecca.


"Hallo Tante,ada yang mencoba mencelakai Vita Tante."


"APAAA? yang benar kau Rendra?"Tante Rebecca kaget.


"Benar Tante."Lalu Rendra pun menceritakan kejadian tadi.


"Astaga, berarti benar yang di incar adalah Vita.Alex sudah tahu ini?"Tanya nya dengan nada cemas.


"Sudah Tante,saya sudah memberitahunya.Alex berniat ingin memberikan pengawal untuk Vita."


"Bagus itu Rendra,tapi apa alasan Alex nanti ke Vita pasti dia bertanya-tanya kenapa sampai dia di beri pengawal."


"Biar Alex yang mencari alasannya Tante,"Ucap Rendra sambil tertawa keciil.


"Dasar kamu ya,Kau selidiki ini Rendra.Tante juga akan mencari tahu."


"Baik Tante,kami sudah mulai menyelidiki Mereka."


"Tante tunggu kabar selanjutnya dari kamu Rendra."


Alex dan Vita kini sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Vita.


"Kadonya kamu yang simpan ya sayang,nanti kita kasih mama sama-sama."Vita mengangguk.


Alex masih bingung alasan apa yang dikatakan kepada Vita,pasti Vita bertanya-tanya.


"Sayang,nanti aku mampir ke rumah yaa,ada yang mau aku bicarakan sama kamu."


"Mau bicara apa mas? kenapa gak sekarang saja?"


"Nanti saja di rumah."


Duh..apa Alex mau ngelamar gue yaa.Batin Vita girang.


Tak terasa Mereka pun sampai di rumah Vita.Alex dan Vita masuk ke dalam rumah ternyata mama dan Papa Vita ada di dalam rumah.Alex semakin bingung ingin berbicara gimana.Setelah di persilahkan duduk Alex duduk dengan gelisah.


"Kenapa kamu kelihatan gelisah begitu sih mas,ada apa mas?"Tanya Vita cemas.


"Ada apa nak Alex?"Papa Vita ikut bertanya karena dari tadi Alex hanya diam.


"Begini Vita,om dan Tante.Saya tadi mendapatkan kabar jika mobil Vita tadi di hadang oleh orang tak di kenal."


"APAAA..!!"Semuanya kaget.


"Bukannya mobil aku tadi anak buahmu yang bawa mas."Vita semakin cemas.


"Bersyukur tadi di bawa oleh anak buah ku,jika tidak kamu pasti dalam bahaya Vita."Vita menutup mulutnya kaget.


"Karena sepertinya mereka memang sedang mengincar kamu.Jadi mulai besok aku akan siapkan bodyguard untuk kamu ya sayang."Lanjut Alex.


"Tapi mas,masa pakai bodyguard segala sih kayak apa aja."Vita menolak.


"Ini demi keselamatan kamu Vita,aku tidak mau sampai terjadi apa-apa denganmu."Alex tak ingin di bantah.


"Tidak apa-apa nak,ini demi keselamatan kamu,turuti saja."Papa Vita menyetujui.


"Apa Om dan Tante mempunyai musuh?atau sedang ada masalah dengan seseorang?"Tanya Alex.


"Selama ini Om tidak punya masalah dengan siapapun Alex."Papa Vita berucap.


"Tante pun begitu,tapi namanya juga manusia kita tidak bisa mencegahnya kalau mereka tak menyukai kita."


"Ya sudah,kalau itu demi kebaikan aku,aku mau."


"Bodyguard sekaligus sebagai sopir agar kamu tak perlu lagi menyetir sendiri."


"Tapi kalau bisa jangan yang cowok yaa,aku risih kalau cuma di mobil berdua sama cowok."


"Aku juga tidak mau kamu cuma berdua sama laki-laki selain aku,nanti akan ada dua bodyguard satu laki-laki dan satu perempuan."Vita melongo mendengarnya.


"Masa sampai harus dua sih mas bodyguardnya berlebihan tahu."


"Tidak ada yang berlebihan Vita,semua demi keselamatan kamu."Alex tak ingin di bantah.


"Sudah tidak apa-apa nak,turuti saja Alex ini demi keselamatan kamu agar Papa dan mama tak khawatir."Vita mau tak mau menurut.


"Nah gitu dong,jadi besok pagi akan ada dua bodyguard yang datang kemari.Jadi kamu tinggal duduk manis saja di dalam mobil."


"Sampai kapan ada bodyguard?"Tanya Vita cemberut.


"Sampai aku tahu siapa dalang di balik semua ini."Vita menghela nafas kasar.


Di tempat lain,Karin baru saja menerima laporan dari anak buahnya jika mereka tak menemukan Vita di mobil itu melainkan laki-laki lain.

__ADS_1


"Sial, rupanya hari ini aku gagal lagi.Sepertinya setelah aku akan lebih susah lagi untuk membuat Vita celaka.Alex pasti langsung menempatkan pengawal di sekitar Vita."


Karin pun mempunyai cara lain untuk bisa mencelakai Vita...


...----------------...


Dan benar saja keesokan harinya,dua bodyguard sudah datang ke rumah Vita.Sudah bersiap untuk mengantar Vita ke kantor.


"Selamat pagi Nona Vita,saya Anton dan ini Tere,kami ditugaskan oleh Tuan Alex untuk mengantar Nona kemana pun Nona.Berikan kepada kami kunci mobil "Vita hanya tersenyum kikuk.


Udah berasa kayak anak pejabat aja gue pake bodyguard segala....


"Kak Anton,Kakak yang kemarin bawa mobil aku kan?Emang benar ya kalau mobil aku di ikuti?"Vita masih tak percaya dengan ucapan Alex kemarin.


"Benar Nona satu mobil mengikuti saya, mereka berjumlah empat orang.Bersyukur kemarin Nona bersama Tuan Alex jadi anda selamat dari para penjahat itu "Jawab Anton.Vita benar-benar kaget.


Sesampainya di parkiran Sebelum Vita membuka pintu,Tere lebih dulu membukakan pintu untuk Vita.


"Terima kasih Kak Tere."


"Tak perlu sungkan Nona ini sudah tugasnya."Ucapnya Menunduk hormat.


"Vita,diiihh gaya lho pakai acara bodyguard segala."Lisa Menggoda Vita yang bertemu di parkiran.


"Apaan sih mba,ini semua ulah CEO galak."Bisik Vita.


"Seriusan Vit?"Lisa tak percaya.


"Seriusan lah mba,Papa aku mana mungkin sampai sewa bodyguard segala."


"Kok bisa sih sampai di kawal begitu mana dua lagi bodyguardnya."


"Begini mba,jadi kemarin itu..."Vita menceritakan kejadian kemarin.


"Ya ampun Vita,tapi siapa ya kira-kira yang berbuat begitu."


"Ntah lah mba,aku juga tidak tahu.Tapi jujur saja aku risih mba ada orang asing di dalam mobil ku tapi ya mau bagaimana lagi."


Ulang Tahun Mama Rebecca


Hari ini merupakan ulang tahun Mama Rebecca.Mama Rebecca mengundang keluarga besar dan juga kerabat dekatnya.Tapi acaranya hanya sederhana,cuma makan malam bersama di kediaman Abraham.


Mama Rebecca tampil cantik malam ini walaupun usianya tak lagi muda tapi kecantikannya tak lekang di makan oleh waktu.Rencananya malam ini Mama Rebecca akan mengenalkan Vita kepada seluruh keluarganya sebagai calon istri Alex.


"Ciiiieee Vita mau ketemu sama calon mertua yaa."Goda Lusi teman SMA nya dulu.


"Ya dong,Camamer hari ini ulang tahun,jadi gue harus tampil cantik biar gak malu maluin."Ucap Vita sambil terkikik.


"Siapa sih cowok loe, gitu yaa gak kenalin ke gue."Lusi sambil terus merias wajah Vita.


"Adalah nanti gue kenalin pas dia jemput gue yaa.Loe jangan pulang dulu."


"Siap."Setelah itu Vita pun selesai di makeup.


"Gimana hasil makeup gue."Tanya Lusi.


"Selalu puas gue mah sama hasil loe,makasih yaa."


"Terus ini rambut mau di buat gimana?"


"Terserah loe aja deh,ini acara santai aja kok."


"Di ikat tinggi aja yaa,kan cocok tuh sama baju lho jadi biar leher loe tambah kelihatan jenjang."


"Terserah loe aja gue manut."


Pintu di ketuk,Bu Surti masuk memberi tahu jika Alex sudah datang.


"Iya Bi,suruh masuk tunggu sebentar gitu yaa bentar lagi aku selesai."


"Si pangeran sudah datang nih.Udah selesai nih.Tambah cantik banget sohib gue."


"Thanks ya Lus,nanti gue transfer yaa."


"Santai aja, kapan-kapan main dong ke salon.Udah lama loe gak ke salon gue buat perawatan."


"Iya gue sibuk terus nih,nanti pas weekend deh gue kesana sama Gea dan Dilla."


"Gue tunggu yaa,gue mau beresin ini dulu."


Setelah itu Vita pun keluar dari kamar bersama Lusi.Alex yang dari tadi fokus ke hp nya tak melihat Vita yang sedang menuruni tangga.Tapi saat pandangannya beralih ke depan Alex terpaku,melihat Vita yang begitu cantik malam ini.Balutan dress polos warna coklat susu membuat Vita lebih bersinar.Alex semakin lekat menatap Vita.Vita yang di tatap seperti itu menjadi salah tingkah dan menundukkan kepalanya,pipinya merona.


"EHEEMM.."Lusi berdehem agak keras.Membuat Alex langsung kaget karena sedari tadi pandangannya tak lepas dari Vita.


"Jadi ini pacar loe Vit."bisik Lusi,Vita mengangguk.

__ADS_1


"Gue mah kenal."Ucap Lusi santai,Vita langsung menoleh ke arah Lusi.


"Tapi bohong."Lusi tertawa membuat Vita menepuk pundak Lusi.


"Sudah siap?"Tanya Alex setelah Vita mendekat.


"Sudah."Ucap Vita malu-malu.


"Alexander Abraham bukan sih?"Tanya Lusi langsung.


"Iya,apa kita saling kenal?"Dahi Alex mengerut.


"Loe lupa sama gue,Gue Lusi Andriyani temen SMP loe.Temen nongkrong temen bolos loe.Masa lupa parah lu."Alex tertawa.


"Astaga iya gue ingat, bukannya lupa tapi loe uadah berubah gue pangling sampai gak kenalin loe."Ucap Alex dengan nada santai.


"Jadi kalian sudah saling kenal?"Tanya Vita Yang sedari tadi melihat interaksi mereka berdua.


"Kan gue bilang tadi kalau gue kenal sama dia."


"Iya sayang Lusi ini teman SMP aku,anaknya gokil banget,cewek tapi kelakuan kayak cowok."Mereka semua tertawa.


"Tambah keren loe sekarang,mana udah jadi CEO pula.Baru kali ini gue lihat loe lagi setelah sekian tahun gak ketemu."


"Loe juga tambah feminim udah gak tomboy lagi.Yuk kita berangkat sekarang,gak enak Mama nunggu lama nanti.Kapan-kapan kita lanjut ngobrolnya."


"Oke,siap.Jadi hari ini ulang tahun Tante Rebecca?Salam yaa dari gue.Kalau gitu gue pamit duluan yaa."


"Kamu cantik banget sayang malam ini."Ucap Alex saat mereka sudah berada di dalam mobil.Pipi Vita semakin merona untung saja dia memakai blush on jadi tak terlalu kelihatan.


"Dasar gombal."Vita menahan senyumnya.


"Siapa yang gombal,aku berucap sesuai fakta.Jadi tadi Lusi yang buat kamu jadi cantik banget gini?"Vita mengangguk.


"Ternyata sekarang dia punya profesi cewek yaa,aku kira dia bakal kerja seperti cita-citanya dulu mau jadi kontraktor."


"Serius cita-cita dia mau jadi kontraktor?"Vita tak percaya.


"Serius sayang, cita-cita dia waktu SMP begitu.Dulu Kami berempat tapi dia sendiri yang cewek.Makanya aku pangling tadi sekarang dia jadi feminim gitu."


"Emang sih,waktu SMA emang tingkah dia agak tomboy gitu,dia juga yang selalu lindungi aku, Gea sama Dilla kalau ada yang ganggu.Aku juga bisa bela diri gara-gara dia,katanya cewek juga kudu bisa bela diri,buat jaga-jaga kalau kita dalam bahaya tapi kita lagi sendiri."


"Jadi benar yaa kamu memang bisa bela diri,pantas saja waktu itu Angel sampai minta ampun kamu tarik tangannya ke belakang."Vita terkikik mengingat kelakuan dia dengan Angel dulu.


"Gimana kabar dia sekarang mas? beneran Angel di pulau terpencil."


"Benar sayang,mama gak pernah main-main sama ucapannya.Tapi menurut orang kepercayaan mama, Angel sikapnya sudah lebih baik."


"Syukurlah mas,aku senang dengarnya."


Mereka pun sampai di rumah Alex,rupanya sudah banyak yang datang.


"Mas kok rame sekali,aku malu."Ucap Vita sambil menarik ujung jas Alex.


"Gak usah malu,kan ada aku."Alex langsung melingkarkan tangan Vita ke lengannya.


Semua mata tertuju pada Alex dan Vita.Banyak yang berbisik-bisik.


"Kalian sudah datang?"Mama Rebecca antusias menyambutnya.


"Selamat ulang tahun Tante,semoga panjang umur dan sehat selalu ya Tante."Sambil menyerahkan kado.


"Terima kasih sayang,kok repot-repot gini.Boleh Tante buka sekarang?"


"Boleh Tante,semoga Tante suka yaa."Mama Rebecca matanya langsung berbinar melihat bross yang begitu mewah dan elegan.


"Waahh ini cantik sekali Vita,Tante suka,terima kasih yaa."Langsung memakainya di baju.


"Alhamdulillah kalau Tante suka."


"Ini dari aku ma."Ucap Alex.


"Waahh..ini juga bagus sekali,tumben selera kamu bagus Lex."Wajah Alex langsung berubah masam.


"Itu Vita yang memilihnya ma."


"Pantas saja cantik begini."


Acara pun di Mulai,Mama Rebecca juga mengenalkan Vita sebagai calon istri Alex.Vita kaget mendengarnya, begitupun Alex tapi akhirnya dia tersenyum.Semua orang bertepuk tangan,banyak yang tidak suka dengan Vita karena menjadi calon istri.Apalagi statusnya sebagai sekretaris Alex menurut mereka tak pantas.


Saat mereka sedang asyik menikmati hidangan yang di sajikan,


"Selamat malam semuanya,maaf saya datang terlambat...."


Semua orang melihat ke arah orang yang baru saja datang.

__ADS_1


__ADS_2