
Gila bener-bener Gila tuh dua sejoli,bisa-bisanya mesra-mesraan di tempat umum.Ya walaupun masih di dalam mobil,tapi kan tuh kaca dari luar keliatan,apa gak sadar ya mereka.Ampun deh gue,mata suciku jadi ternodai akibat adegan live tadi.Vita terus saja menggerutu sehabis melihat Karin dan Ronald di parkiran tadi.
Ini lagi duo kembang kemana gak nyampe-nyampe.Sampai mata Vita melihat dua sahabatnya dari kejauhan.Nah itu mereka.Lalu melambaikan tangannya.
"Kangen Kalian,lama banget deh,"Ucap Vita sambil memeluk Gea dan Dilla.
"Gue nungguin Gea tadi."jawab Dilla
"Sorry Vit,ada kerjaan yang harus gue selesaikan dulu,jadi agak telat."Gea Ikut menyahuti .
"Enak ya kalian satu kantor ya walaupun beda divisi tapi tetep aja tiap hari bisa ketemu,lah gue."
"Ya udah sih kan yang penting kita masih sering ketemuan kayak gini.Udah ah gak usah sedih gitu, katanya ada yang mau loe ceritain ke kita "Gea mengalihkan pembicaraan.
"Gimana ceritanya sambil makan,gue udah lapar banget nih."Ucap Dilla
"Setuju,gue juga udah lapar, traktir kita ya Vit.Kita belum gajian nich."Gea nyengir
"Dih kalian ini,kalian yang udah kerja malah minta traktiran sama yang belum kerja.Tapi berhubung gue lagi bahagia,ya udah deh gue traktir."
"Makan dimana kita Gaes?"lanjut Vita.
"Di Kimi resto aja yuuk,gue pengen makan makanan indo aja."Jawab Dila.
Mereka pun menuju restoran tempat mereka makan.Setelah sampai mereka langsung memesan menu.
"Oya Vit,loe mau cerita bahagia apa nich ke kita."Tanya Gea.
"Iya,gue penasaran nich."sahut Dilla.
"Jadi begini Gaes,Besok gue udah mulai kerja."Ucap Vita riang.
"Selamat ya Vita,"Ucap Gea dan Dilla bersamaan.
"Loe kerja di mana Vit?"Tanya Dilla.
"Gue kerja di Abraham Corporation Gaes."
"Serius loe?" Tanya Gea dan Dilla pun kaget.
"Serius lah,masa gue bohong."
"Keren loe Vit, bisa di terima kerja di Perusahaan besar kayak begitu."
"Alhamdulillah Gaes,gak sia-sia gue berbulan-bulan jadi pengangguran giliran kerja di Abraham Corporation."Ucap Vita bahagia.
"Loe sebagai apa Disana Vit?"tanya Gea.
"Coba tebak gue sebagai apa?"
"Dih malah main tebak-tebakan."Dilla menyahuti.
"Gue sebagai sekretaris CEO Gaes."
"Anjir,itu gajinya pasti gede banget vit."
"Kudu makan-makan nich pas gajian pertama."Dilla semangat.
"Gue Setuju."Gea pun ikut semangat.
"Tenang aja,nanti gue pasti traktir kalian.Tau gak sih,mana CEO nya tuh ganteng parah,ya walaupun galak tapi justru kegantengan nya makin terpancar."
"Tumben loe lirik-lirik Cowok."Ucap Gea.
Dan mengalirlah cerita-cerita mereka yang di selingi dengan candaan.Begitulah sahabat selalu ada di saat kapanpun dan dalam keadaan apapun.Vita,Gea dan Dilla mereka bersahabat sejak SMA dan mereka memutuskan untuk kuliah di Universitas yang sama walaupun beda jurusan.
Setelah makan mereka pun melanjutkan untuk menemani Vita berbelanja baju untuk kerja besok.
"Kalian gak capek kan yaa,pulang kerja nemenin gue belanja."
"Tenang aja Vit,kalo cuma nemenin belanja doang mah gak bakalan buat kita capek,Ya kan Ge."Ucap Dilla.
"Ya dong,apalagi beli baju nya buat sahabat kita besok pertama kerja.Jadi kudu bagus biar si CEO galak itu ngelirik loe."
"Dih apaan,gue kerja bukan buat cari perhatian atasan yaa."Ucap Vita cemberut.
"Iya deh iya,gitu aja ngambek.Lagian kalau beneran nanti tuch CEO lirik loe dan jatuh cinta ke loe berarti CEO itu sadar kalau loe tuch cantik."Ucap Gea sambil tertawa.
"Ya emang gue cantik,kan gue cewek."
Sampailah mereka di toko pakaian, mereka pun memilih pakaian yang cocok buat kerja.Lebih tepatnya yang lebih sibuk yaitu Gea dan juga Dila.mereka berdua sibuk mencocokkan pakaian mana yang cocok dan pas buat Vita.
Setelah di rasa cukup mereka keluar menuju toko sepatu.
Saat mereka sedang asyik memilih,Vita melihat dua orang yang tadi sedang bermesraan di dalam mobil.
"Gea,Dilla sini dong bentar."Ucap Vita tapi matanya tidak teralihkan dari duo sejoli di depannya.
"Ada apa sih Vit,"Ucap Gea.
"Kalian liat kan dua sejoli di depan kita, mereka tuh parah banget.Masa ciuman di dalam mobil.Mana tangan si laki udah kemana-mana lagi."
"Serius lho Vit,kapan kejadiannya?"Tanya Dilla semangat.
"Tadi di parkiran, mobil gue kan sama dia depan-depanan ,pas gue mau turun gue liat adegan live begitu.Sumpah mata suci gue ternodai."
__ADS_1
"Gaya loe mata suci,bukannya loe udah sering nonton film yang ada begituan."Ucap Gea sambil memicingkan matanya.
"Ya maksud gue,gue baru perta kali liat adegan begitu secara langsung.Gila gak cewek gak cowoknya sama aja nafsu bener."
"Pasti seru tuh,sayang gue gak liat."Sahut Dilla dan langsung di soraki oleh Gea dan Vita.
"Dasar omes loe,emang keliatan Vit dari mobil."Lanjut Gea.
"Keliatan lah,kacanya bening dari luar jadi keliatan jelas,parah tuch dua sejoli bermesraan gak tau tempat."
Setelah apa yang mereka cari dapat,mereka pun pulang.Dan ternyata yang berbelanja tak hanya Vita,tetapi gea dan Dilla juga ikut berbelanja.
Di lain tempat lain sehabis bertemu klien, Alex akan pergi ke restoran untuk bertemu Karin dan sepupu nya.
"Kau pulang lah dulu ren,aku mau bertemu dengan Karin."
"Kau yakin Lex mau pergi sendiri?"Rendra tak percaya.
"Yakin,ya sudah aku pergi dulu."Kemudian Alex masuk ke mobil dan melajukan mobilnya ke restoran yang sudah dia di pesan.
Rendra dengan segera menelpon Tante Rebecca.
"Halo Tante,Alex malam ini akan bertemu dengan Karin bersama lelaki yang katanya sepupu Karin."Ucap Rendra setelah telponnya di angkat.
"Iya Rendra, Tante sudah tau.Orang-orang Tante sudah melaporkannya kepada Tante dan sudah mengikuti Karin dan kekasihnya sejak mereka keluar dari apartemen."
"Tante memang keren.Ya sudah kalau begitu Tante.Selamat malam."
Alex sudah sampai di restoran dan segera ke ruangan yang sudah dia pesan.Ternyata di dalam sana sudah ada Karin dan sepupunya.
"Sudah lama menunggu?"Alex basa basi.
"Tidak sayang,kami baru saja datang."Ucap Karin manja sambil memegang tangan Alex.
"Oya sayang,kenalin ini sepupu aku namanya Ronald."
"Hai saya Ronald sepupunya Karin."Alex tak menanggapi uluran tangan Ronald.Ronald pun menarik kembali tangannya.
sombong sekali lelaki ini.Batin ronald
"Apa kau benar sepupunya Karin?karena selama saya berhubungan dengannya saya tidak tau kalau karin punya keluarga."Alex langsung bertanya pada Ronald.
"Benar saya sepupunya Karin,Mungkin karena saya yang tinggal di luar dan tidak pernah ke sini jadi Karin tidak pernah menceritakan tentang saya."
"Pasti kamu tidak yakin kalau saya sepupunya Karin bukan?"Ya memang yang tidak mengenal kami dengan dekat pasti akan berpikiran seperti itu."Lanjut Ronald.
"Gimana sayang kamu sudah percaya kan kalau Ronald ini sepupu aku,"Karin menghampiri Alex dan merangkul tangan Alex manja.
"Kami memang cukup dekat,apalagi Ronald ini saudara aku satu-satunya."
"Baiklah kalau begitu saya percaya.Silahkan di makan dulu makanannya,nanti kita lanjutkan lagi obrolannya."Ucap Alex.
Setelah selesai makan,Karin pun dengan tidak sabar langsung bertanya dengan Alex.
"Sayang,gimana kamu mau kan kasih aku kesempatan lagi.Kita jalin hubungan ini dari awal lagi."
"Baiklah aku kasih kamu satu kesempatan lagi,tapi jika kamu meninggalkan aku lagi,aku tidak Sudi untuk menerima mu kembali."
"Terima kasih sayang,aku gak akan kecewakan kamu lagi."Karin langsung memeluk Alex,Alex pun membalasnya.
"Eehhmm.. Sepertinya aku pamit lebih dulu yaa,aku tidak mau mengganggu kencan kalian."Ronald langsung berdiri meninggalkan Alex dan Karin.
Sementara itu Vita sudah sampai di rumahnya,dia membeli tiga pasang pakaian kerja dan dua sepatu heels.
"Wah sepertinya ada yang habis borong nih."Papa Vita berucap saat Vita tak menyadari keberadaannya.
"Papa udah pulang."Menghampiri papa nya dan mencium tangan lalu mencium pipi kanan kirinya.
"Harusnya Papa yang tanya begitu,kok malah kamu."memukul pelan kening Vita.
"Hehehe..Papa."Vita Langsung memeluk papanya.
"Kata Mama,anak Papa ini besok udah mulai kerja yaa di Abraham Corporation."
"Iya Pa, Alhamdulillah Vita di terima kerja di sana."
"Selamat ya sayang,yang amanah dalam bekerja.Mulai besok kamu sudah punya tanggung jawab,apalagi menjadi sekretaris CEO itu gak mudah.Ingat Selalu menjaga adab dan etika dimana pun kamu berada.Harus kuat menghadapi kejamnya lingkungan kerja.Karena lingkungan sekolah dan lingkungan kerja itu sangat berbeda."
"Terima kasih ya Pa,Vita akan selalu ingat pesan Papa."
"Asyik Kak Vita udah kerja,aku bakalan dapat tambahan uang saku nih,Gaji pertama traktir Vicky ya kak"tiba-tiba Vicky datang menyela.
"Tenang aja nanti kak Vita kasih uang saku buat kamu lima ribu,terus juga nanti mba traktir kamu es krim yang dua ribuan."Vita ketawa melihat wajah masam adiknya.
"Kakak pelit banget masa kasih aku uang lima ribu, traktir nya juga cuma eskrim Dua ribuan."
"Biarin terserah kakak dong,duit duit kakak.Pa Vita masuk kamar dulu yaa."Langsung kabur melihat adiknya yang bakalan marah tak terima.
"Kak VITAAAAA....
Pagi pun menjelang,Vita sudah rapih dengan pakaian kerjanya.Kemeja lengan panjang berwarna putih gading di lapisi dengan blezer warna Navy di padukan dengan rok berwarna hitam dengan sepatu heels warna silver.
Sempurna..
Ucapnya Begitu melihat pantulan dirinya di cermin,sebagai hasil akhir dia memoles dirinya dengan make up yang natural.Rambutnya sengaja dia gerai tanpa di ikat.
__ADS_1
"Pagi Ma,Pa."Sapa Vita saat sudah berada di ruang makan.
"Pagi sayang,nak."Ucap mama dan papa Vita bersamaan.
Selesai sarapan,Vita pun segera menuju garasi.Setelah Vita masuk ke mobilnya dia pun menjalankannya.
"Pagi mang Sapri,"sapa Vita pada satpam rumahnya.
"Pagi neng Vita,hari pertama kerja yaa neng.Moga lancar ya neng kerjanya."
"Aamiin.Makasih ya mang."
Tak terasa Vita pun sampai,dia segera memarkirkan mobilnya dan menuju ke loby.
Bismillahirrahmanirrahim.. Semangat Vita
"Permisi mba,saya Vita sekretaris pak Alex yang baru,mau tanya ruangannya Pak Alex dimana ya mba?"
"Mba Vita ya,ruangan Tuan Alex ada di lantai lima belas mba,nanti ada mba Lisa yang sudah menunggu mba Vita."
"Terima kasih ya mba."
"Sama-sama mba."
Cantik banget sekretaris baru Pak Alex...Batin si resepsionis
Vita segera menaiki lift dan memencet angka Lima belas.Sesampainya di lantai tersebut Vita segera menghampiri seseorang yang ada di lantai tersebut dan ternyata dia berdiri di depan ruangan yang bertuliskan Ruangan CEO.
"Permisi mba,saya Vita sekretaris baru Pak Alex,saya...."Ucapan Vita terpotong
"Kamu Vita ya, kenalkan saya Lisa yang posisinya sebentar lagi akan di gantikan olehmu."Lisa sambil mengulurkan tangan dan tertawa dengan ucapannya sendiri.
"Vita mba,"menerima uluran tangan Lisa.
"Berhubung saya akan di pindah tugaskan kan menjadi sekretaris Presdir,jadi Tuan Alex mencari sekretaris baru.Nanti saya akan memberitahu kamu tentang apa saja tugas-tugas kamu sebagai sekretaris Tuan Alex.Tenang saja kalau kamu belum paham nanti aku ajari.
"Tapi kamu harus kebal ya sama ocehan Tuan Alex.Intinya Kudu kuat mental."Lisa memelankan suaranya saat ucapan terakhir.
Sepertinya mba Lisa ini orangnya humble dan juga baik.Batin Vita
"Kamu nanti gak usah sungkan yaa tanya sama aku kalau nanti ada yang gak kamu paham."
"Iya mba Lisa."
"Santai aja sama aku mah, apalagi bukan waktu jam kerja gini.Mungkin sebentar lagi Tuan Alex datang.Jangan lupa panggil dia Tuan Alex yaa jangan panggil Pak,dia bisa marah kalau ada yang panggil Pak."Lisa tertawa.
"Sambil nunggu Tuan Alex datang,aku ajari sedikit-sedikit ya tentang tugas kamu."
Vita pun begitu serius mendengarkan penjelasan dari Lisa, hingga mereka tak sadar jika Alex sudah berada Disana memperhatikan keduanya di depan pintu lift.
Dia berpakaian setelan kerja begitu kenapa makin menggemaskan sih,apalagi rambutnya di urai begitu.Ingat Alex,kau sudah punya Karin.Alex
"Ingat bos,anda sudah punya Karin jangan Maruk,sekarang giliran aku."bisik Rendra mengagetkan Alex.
"Eehhm..."Alex berdehem untuk mengurangi keterkejutan nya.Lisa dan Vita menoleh ke arah suara tersebut.
"Vita ya,saya tunggu di ruangan."
"Baik Pak."Jawab Vita.
"Rendra bawa berkas yang kemarin saya minta."Alex berlalu masuk ke ruangan nya.
"Saya ambil ke ruangan saya dulu Tuan."
"Vita semangat yaa, jangan tegang"Lisa menyemangati Vita.
Tok..Tok..Tok..
Vita pun masuk tak lama Rendra juga masuk.
"Duduk."menunjuk kursi di depannya dengan dagunya.
"Di baca ini surat kontrak kamu,jika kamu setuju kamu tanda tangan,jika tidak setuju kamu bisa langsung mengundurkan diri."
Vita pun diam membaca surat kontrak kerja tersebut.Vita pun melotot melihat nominal gaji yang di dapat.Dua puluh lima juta gaji yang akan di dapat oleh Vita.
Vita pun tak kalah melotot melihat denda yang di berikan jika Vita mengundurkan diri jika kontrak belum selesai yaitu sebesar 2.5 milyar.
Ternyata perubahan wajah Vita saat membaca surat kontrak kerja tak luput dari perhatian Alex.Alex tersenyum tipis.
Astaga kenapa menggemaskan sekali wajahnya.Dia imut saat melotot begitu.
Rendra yang berdiri di belakang Vita hanya geleng-geleng melihat Alex.
"Gimana kamu setuju?"Alex mengagetkan Vita.
"Setuju Pak."Jawab Vita mantap.
"Sekarang tanda tangani di situ dan jangan Panggil saya Pak saya belum setua itu sampai harus di panggil bapak."
"Maaf Pak eehh Tuan."
"Bagus."
*Panggil sayang juga boleh.Duh apaan sih kamu Alex.Alex
__ADS_1
Galak banget sih nih orang,bener kata mba Lisa kudu kebal sama ocehannya.Semoga aja aku kuat.Vita*
Bersambung...