
"Hai Vita,apa kabar?"
Vita menoleh ke samping kirinya,Vita terkejut karena ada Karin.
"Kenapa kau terkejut melihat aku disini?"Tanya Karin.
"Tidak biasa saja."Ucap Vita santai dan melanjutkan mencuci tangannya lalu memakai lipstik.
"Aku dengar kau dan Alex sekarang sudah menjadi sepasang kekasih."Tanya Karin lagi.
"Ya, seperti yang kau dengar."
"Rupanya kau diam-diam mempunyai perasaan pada atasanmu sendiri."Karin bersedekap dada dan menoleh ke arah Vita.
"Ya mau bagaimana lagi,Alex tampan dan juga kaya raya siapa yang tidak tergila-gila dengannya."
"Dasar sekretaris penggoda."
"Jaga mulut anda Nona Karin."Vita menunjuk Karin dengan jarinya dan langsung di tepis oleh Karin.
"Kenapa ? kamu tak terima ? memang itukan kenyataannya."
"Walaupun aku tak menggoda Alex,Alex sudah tergila-gila padaku."Vita mencoba mengontrol emosinya.
Vita dan Karin menjadi perhatian orang Yang ada di dalam toilet itu.
"Jauhi Alex."Ucap Karin mengintimidasi.
"Memang kamu siapa Menyuruh aku menjauhi KEKASIHKU."Vita menekankan kata kekasih,membuat Karin semakin emosi.
"Alex hanya milikku."
Terjadilah perdebatan antara Vita dan Karin.Orang yang keluar dari dalam toilet membicarakan mereka berdua.
"Sepertinya itu mantan si lelaki yang tak terima kalau mantannya sudah punya kekasih lagi."
"Tapi bisa saja kan benar kalau sekretaris itu menggoda kekasihnya,lalu kekasihnya tergoda deh sama sekretarisnya."Obrolan orang-orang yang keluar dari toilet terdengar oleh Tere.Tere yang merasa Vita terlalu lama di dalam toilet menyusulnya ke dalam.
"Aku peringatkan kamu ya Vita,jauhi Alex atau kamu akan tahu akibatnya."Ancam Karin Sebelum dirinya keluar dari toilet dan berpapasan dengan Tere.
"Karin."Tere terkejut melihat Karin.Karin jalan berlalu begitu saja.Tere cepat-cepat menghampiri Vita, dirinya takut jika terjadi sesuatu dengan kekasih bos nya itu.
"Kamu gak apa-apa Vita?"Tanya Tere dengan nada khawatir.
"Aku gak apa-apa Tere, memangnya aku kenapa?"
"Aku tadi melihat Karin keluar dari sini,makanya takut terjadi sesuatu denganmu."
"Aku gak apa-apa kok."ucap Vita dengan tenang.Setelah memastikan semuanya baik-baik saja, Vita dan Tere keluar dari toilet.
"Karin tidak melakukan apa-apa kan kepadamu?"Tanya Tere.
"Gak,tenang saja."
"Tapi pasti dia berbicara macam-macam denganmu."
__ADS_1
"Gak tuh cuma say hello aja sih."
Aku yakin Karin pasti bicara sesuatu dengan Vita...Batin Tere
Setelah sampai di restoran Vita langsung membayar semua makanan yang mereka pesan tadi,lalu setelah itu mereka pun melanjutkan kegiatan selanjutnya yaitu pergi ke salon.
Kemarin Vita sudah mengabari Lusi dan membooking empat tempat untuk dia dan teman-temannya,agar sampai salon tak mengantri.
Vita memaksa ikut ke mobil Gea dan juga Dilla.Agar Vita bisa berbicara dengan bebas dengan Gea dan Dilla.Rupanya Tere tetap ingin ikut satu mobil dengan Vita.Tere kekeh pada pendiriannya,dia tidak mau terjadi apa-apa pada Vita.Mau tidak mau Vita mengizinkan Tere satu mobil dengannya bersama Gea dan Dilla.Sementara mobil Vita tetap di kendarai oleh Anton.
"Kak Tere kenapa gak satu mobil sama Kak Anton aja sih."Vita cemberut.
"Tidak Vita,saya ingin menemani kamu disini."Vita mencebik.Gea dan Dilla yang duduk di depan hanya saling lirik dan tersenyum.
"Aku kan mau berbicara sesuatu sama mereka Kak."
"Bicara saja Nona,saya tidak akan mendengarnya."
"Mana mungkin gak dengar,kamu di samping aku."Membuat Dilla dan Gea tertawa.
Vita lalu mengambil ponselnya di tas,lalu mengirim pesan kepada Alex.
"Kamu nyebelin banget mas."Isi pesan Vita,lalu dia kembali menaruh ponselnya.
Sementara itu Alex kini sedang berada di lapangan golf bersama Rendra.Saat mendengar nada pesan khusus dari Vita,Alex pun langsung melihatnya.Dahinya menyerngit bingung,kenapa kekasihnya tiba-tiba mengirim pesan begitu.Alex pun langsung menelpon Vita.
Vita melihat ponselnya untuk melihat siapa yang menelepon,saat di lihat ternyata Alex.Vita membiarkan Panggilan tersebut.
"Hp loe bunyi tuh."Ucap Dilla pada Gea yang sibuk menyetir.
"Berarti hp loe Vit."
"Ya emang hp gue."Jawab Vita ketus.
"Terus kenapa gak di angkat."ucap Gea.
"Malas gue angkatnya,udah biarin aja."
"Ciiiee..lagi marah nih sama ayank nya."Ledek Dilla.
Hingga Panggilan ke tiga tidak di jawab juga oleh Vita.
"Hp loe berisik banget sumpah."Ucap Dilla.
Vita langsung mensilent Agar tak ada nada dering.
Kini giliran Hp Tere yang berdering.
"Halo Tuan,"Tere langsung menjawab telponnya.
"Iya Tuan,ada di samping saya."Lalu menyerahkan hp ke Vita.Vita menggeleng, Tere memberi paksa hp Vita,membuat Vita cemberut.
"Apa."Ucap Vita dengan ketus.
"Kenapa aku telepon gak di angkat,hmm."Ucap Alex lembut.
__ADS_1
"Gak apa-apa,malas saja angkatnya,kamu nyebelin."
"Nyebelin kenapa sih,kok tiba-tiba marah gini.Apa uang yang aku transfer kurang?"
"Bukan karena itu."Ucap Vita setengah teriak,membuat yang lain kaget lalu tersenyum.
"Terus?"
"Aku mau semobil sama Gea dan Dilla,tapi kenapa Kak Tere juga ikut,kan biar dia sama Kak Anton saja."
"Memang begitu tugasnya,menjaga kamu."Membuat Vita bertambah emosi.
"Tuh kan nyebelin,udah ahh."
Klik
Vita langsung mematikan panggilan sepihak,membuat Gea geleng-geleng melihat tingkah Vita, sementara Dilla sudah tertawa dan langsung mendapat tatapan tajam dari Vita.Dilla langsung menutup mulutnya dan menahan tawanya.Vita duduk sambil menyenderkan punggungnya sambil bersedekap dada.
Mereka pun sampai di salon Lusi, karena kebetulan hari ini hari Minggu maka salon lebih ramai.Beruntung Vita dan teman-temannya sudah booking jadi mereka langsung di tangani.Lusi pun menyambut mereka di depan pintu masuk.
"Aaaakkkhhh.."Mereka teriak bersamaan, membuat semua Yang ada di dalam salon menatap mereka, Mereka pun lalu tertawa.Lusi mengajak mereka di room VIP.
"Vita dan semuanya,kalian mau perawatan apa saja silahkan jangan sungkan, karena perawatan kalian sudah di tanggung oleh Tuan Alex."
"APAAAA...!"Vita,Gea, Dilla dan Lisa kaget.
"Iya,tadi Alex menghubungi ku dan akan membayar semua tagihan kalian.Jadi manfaatkan dengan baik yaa."Lusi tertawa.
Mereka pun bersorak gembira, karena uang mereka untuk perawatan aman.
"Waahh,kalau begitu kalau kita mau perawatan ajak Vita aja terus biar di bayarin sama ayank nya."Ucap Dilla.
"Setujuuu."Ucap yang lainnya.
"Dan,kamu yang namanya Tere kan,kamu juga bisa perawatan dengan yang lainnya."Sambil menunjuk Tere.
"Aku gak usah,aku disini saja menunggu Vita."
"Eehhh..ini juga perintah ya dari Alex jadi kamu harus mau."Vita menarik paksa Tere.Tere akhirnya pasrah.
Para gadis sedang melakukan perawatan,mulai dari rambut kuku dan badan.Mereka benar-benar memanfaatkan kesempatan yang ada.
Sementara itu Alex setelah Vita menutup telponnya tadi dia hanya tersenyum.Wanitanya itu sekarang senang sekali merajuk.Lalu Alex pun berinisiatif untuk membayar tagihan perawatan Vita juga para teman-temannya.
Setelah melakukan perawatan selama berjam-jam akhirnya mereka pun pulang ke rumah masing-masing.Vita bahkan sekalian di make over oleh Lusi,katanya sang Pangeran akan datang ke rumahnya nanti malam.
"Kamu cantik sekali Vita."Ucap Tere saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Kamu juga cantik."Ucap Anton sambil melirik Tere sekilas.Membuat Tere memalingkan wajahnya malu pipinya merona.
"Ciiiieee,Kak Tere di bilang cantik lho sama Kak Anton."Vita menggoda Tere.
"Udah jadian aja kalian berdua cocok kok."
Membuat Tere semakin salah tingkah.
__ADS_1
Kamu kenapa makin menggemaskan kalau begitu Tere.Batin Anton