CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 24 Kecelakaan


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Alex sudah rapih,dia sengaja bangun lebih awal lagi,karena hari ini dia akan menjemput Vita.Saat Alex keluar dari kamar berbarengan dengan Mama Rebecca juga keluar dari kamar juga.


"Lho Alex,tumben jam segini sudah rapih nak.Apa pagi-pagi ada pertemuan penting?"Tanya Mama Rebecca heran.


"Tidak ma,Alex mau ke sesuatu tempat dulu."Ucap Alex kikuk karena ketahuan Mama nya.


"Iya iya Mama paham,ya sudah hati-hati yaa salam buat Vita."Mama Rebecca rupanya paham kemana Alex akan pergi.Alex menggaruk tengkuknya.


"Bye Ma,"lalu Mencium pipi dan menyalami mamanya.


Mama tahu saja kalau aku mau ke tempat Vita...Alex tersenyum


Tak terasa kini Alex sudah berada di depan gerbang rumah Vita,lalu membunyikan klakson.Setelah Pak Sapri melihat siapa yang datang,dia pun segera membukakan pintu gerbang.Mobil Alex masuk ke halaman rumah Vita.


Alex memencet bel,Mama Ranti yang baru turun dari tangga mendengar bel berbunyi segera menuju pintu.


'Siapa pagi-pagi begini sudah datang.'


"Ehh..Nak Alex, masuk-masuk."


"Vita nya ada Tante?"


"Ada,mungkin baru selesai mandi.Mau jemput Vita yaa?"


"Iya Tante,katanya mobilnya masuk bengkel,jadi biar saya jemput saja dari pada naik taksi atau bawa motor sendiri."


"Iya,mobil Vita masuk bengkel,dia rutin menyervis mobilnya.Pasti belum sarapan kan,yuuk ke ruang makan dulu,kita sarapan bersama.Mungkin Vita dan Papa nya sebentar lagi turun."


"Gak apa-apa nih Tante,saya sarapan disini?"


"Ya gak apa-apa dong."


Tak lama Papa Vita turun dan menuju ruang makan dan kaget melihat ada Alex sudah duduk.


"Ada nak Alex,kapan sampai?"


"Belum lama Om."Papa Vita hanya mengangguk.


Mereka pun berbincang-bincang sambil menunggu Vita datang.Vita yang berjalan ke ruang makan heran kenapa seperti ramai sekali tidak seperti biasanya.Apa ada tamu pagi-pagi begini.Setelah mendekat ternyata Alex,Vita tahu walau posisi duduk Alex yang membelakangi dirinya.


Ngapain dia pagi-pagi sudah disini,ck..jadi beneran dia mau jemput gue...Iiishhh dasar CEO galak pemaksaan.


"Vita buruan kesini,malah bengong disitu."Ucap mama Ranti yang emlihat Vita berdiri tidak jauh dari meja makan.


"Iya Ma,"menghampiri lalu duduk di sebelah Alex.


Setelah sarapan Vita dan Alex berpamitan untuk pergi bekerja.Saat Vita akan masuk ke mobil, dengan segera Alex membukakan pintu untuk Vita.Vita sampai di buat bengong.


Ya ampun,dia kenapa lagi sampai bukain pintu buat gue.Kalo perlakuan dia manis begini bisa-bisa gue jatuh cinta sama si CEO galak..


"Harusnya Tuan tidak perlu sampai repot-repot begini jemput saya."Ucap Vita formal.Saat mereka sudah berada di dalam mobil


"Saya tidak merasa di repotkan olehmu."Ucap Alex santai.Vita diam sudah tak mau menanggapi lagi.


Mereka pun sampai di kantor, sebelum Vita keluar dari mobil,Alex sudah berucap."Diam disini dulu biar saya yang bukakan pintunya."Vita menghela nafas,diam tidak jadi memegang handle pintu untuk membukanya.


Buru-buru Alex memutar untuk membukakan pintu untuk Vita.


Karyawan yang juga berada di parkiran melihat perlakuan khusus Alex terhadap Vita.Vita menunduk malu karena semua mata tertuju padanya.


"Lain kali jangan begini Tuan,saya malu jadi perhatian orang-orang."


"Kenapa harus malu,kita tidak melakukan apapun."


"Tapi lihat Tuan,mere...-"


"Sudah jangan hiraukan mereka, sebaiknya kita cepat masuk."Potong Alex cepat.


Saat sampai di loby pun mereka melihat Vita dan Alex yang jalan beriringan dan jadi pusat perhatian lagi.


"Tegakkan kepalamu Vita,jangan menunduk begitu.Kau sekretaris ku jadi harus siap jika menjadi pusat perhatian."Ucap Alex dengan tatapan nya tetap lurus ke depan.Vita pun segera menegakkan kepalanya,Vita bersikap masa bodo dengan bisik-bisik para karyawan.


"Nah begitu, abaikan semua pandangan mereka tentang dirimu."


"Nyonya,kami perhatikan sepertinya selama ini ada yang mengikuti kemanapun Tuan Alex pergi."Ucap orang suruhan Mama Rebecca.


"Siapa mereka,kenapa mereka mengikuti Alex."


"Kami belum tahu Nyonya,karena saat kami cek plat mobilnya ternyata plat palsu."

__ADS_1


"Ya sudah kalian terus awasi mereka,jangan sampai lengah.Jika mereka bertindak yang membahayakan Alex,segera bertindak."


"Baik Nyonya."


"Dan juga,suruh anggota kalian untuk mengikuti kemana mereka pulang.Saya ingin tahu mereka orang suruhan siapa.Dan jangan sampai mereka curiga."


"Siap Nyonya."


Siapa orang yang mengikuti Alex?Apa orang suruhan Karin?Aku tidak boleh lengah.


"Nona,hari ini Tuan Alex menjemput sekretaris itu dan berangkat kerja bersama.Bahkan Tuan Alex membukakan pintu untuknya."


Isi pesan dari orang suruhan Karin disertai foto.


Sialaaannn...


Ternyata Alex benar-benar sudah menunjukkan perasaannya pada wanita itu.Aku tidak terima ini.Tangan Karin terkepal erat.


Di Kantor, semua orang sibuk,termasuk Vita.Vita dari pagi terlihat sibuk sekali,karena dia harus mengagendakan semua jadwal sang CEO untuk beberapa hari ke depan.Juga memeriksa berkas-berkas sebelum di serahkan kepada Alex.


Saat ini waktunya Istirahat,Vita segera pergi ke kantin karena perutnya sudah terasa sangat lapar.Tapi saat sampai di kantin,semua mata tertuju padanya.Vita pun berusaha untuk cuek dan tetap melanjutkan langkahnya untuk mengambil makanan.


Bodo amat lah di liatin dan jadi pusat perhatian gue gak peduli.Gue cuma mau makan,udah laper banget.


Bisik-bisik makin terdengar,bahkan ada yang sengaja mengeraskan suaranya.Vita hanya bisa menghela nafas pasrah.Vita melanjutkan makannya.Saat asyik makan,terdengar langkah mendekat ke arah Vita.Vita mendongak melihat siapa yang datang kearahnya.Vita hampir saja mengeluarkan isi makanannya, buru-buru dia menelan makanannya.Dia terkejut karena ternyata Alex dan Rendra yang datang.Dan tiba-tiba Vita tersedak,Alex segera memberikan minum kepada Vita.


Pantas saja kantin jadi hening...


"Makanya kalau makan pelan-pelan."Ucap Alex ketus.


"Saya kaget Tuan, karena tidak biasanya anda makan di kantin Kantor."


"Memang tidak boleh ?"Ucap Alex tak suka.


"Ya tentu boleh ini kan kantor anda,jadi terserah anda."Vita melanjutkan makannya.


"Kau tidak menawariku?"


"Mari makan Tuan."Ucap Vita sambil senyum di paksakan.


"Haaahhh..Kau menawarkan nya tidak tulus.Aku tidak mau kalau begitu."Ucap Alex dengan nada di buat kesal.Rendra hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Alex.


Kenapa sikapmu jadi begini sih Lex.Pasti kamu sudah mulai jatuh cinta dengan Vita.Batin Rendra


Tak lama bibi penjaga kantin membawakan nampan yang berisi makanan untuk Alex.


"Silahkan Tuan."Ucap bini setelah menaruh makanan di meja


"Terima kasih Bi,"Rendra yang bersuara, sementara Alex dia hanya mengangguk saja.


"Kalian kalau sedang makan jangan sambil membicarakan orang,makan dengan tenang."


Tiba-tiba ponsel Vita berdering,ada no telepon asing yang masuk.Vita segera menggeser tombol hijau, karena takut penting.


"Ya Halo.."


"Ya Saya sendiri."Diam mendengarkan lagi.


"APAAAA..."Vita berdiri dari duduknya.


"Iya saya segera kesana."


"Ada apa Vita?kenapa kamu terlihat cemas begitu."Tanya Alex.


"Mama saya kecelakaan Tuan,saya harus ke rumah sakit.Saya izin pulang lebih dulu ya Tuan."Ucap Vita cemas.


"Saya antar kamu, Rendra cepat siapkan mobil."


"Tidak usah Pak,saya bisa sendiri."


"Tidak ada waktu untuk berdebat Vita, cepat ambil tas mu ke atas,saya tunggu kamu di loby."Tanpa menjawab Vita segera masuk ke dalam untuk mengambil tasnya.Setelah itu Vita buru-buru turun.


Setelah keluar dari lift Vita sedikit berlari hingga hampir saja dia terjatuh,untung saja Alex segera menahan Vita agar tidak jatuh.


"Hati-hati Vita,kamu harus tetap tenang."


"Bagaimana saya bisa tenang Tuan,mama saya kecelakaan,dan saat ini saya belum tahu keadaannya bagaimana."


"Ya sudah ayo buruan kita ke rumah sakit."

__ADS_1


Pintu sudah di bukakan oleh Rendra.


"Kamu handle perusahaan dulu Rendra."


"Jangan khawatir Lex."


Setelah mereka sampai,Vita langsung keluar begitu saja,dia jalan buru-buru agar cepat sampai di dalam.


"Pasien atas nama Ranti Purnamasari dimana sus,yang baru saja datang karena kecelakaan."Ucap Vita tak sabar.


"Pasien kecelakaan masih di tangani dokter di IGD nona."


"Terima kasih sus."Alex yang baru saja masuk ke dalam langsung menyusul Vita di depan ruang IGD.


"Tenang Vita,kita duduk dulu yaa."Ucap Alex dan membawa Vita ke tempat duduk.


"Ini minum dulu,kamu harus tenang.Semoga mama kamu tidak apa-apa."Sambil menyodorkan minum ke Vita.Vita segera minum.


Tak lama dokter pun keluar dari ruang IGD,Vita langsung menghampiri.


"Bagaimana keadaan mama saya dok?"


"Anda anak dari pasien bernama Nyonya Ranti?"


"Iya dok."


"Ibu anda tidak apa-apa,Ibu anda terluka di bagian kepala dan tangan."


"Astagfirullah,terus mama saya keadaan nya gimana dok?"


"Pasien belum sadarkan diri.Mungkin sebentar lagi pasien akan sadar.Tenang saja tidak ada luka yang serius pada Ibu anda."


"Apa saya boleh masuk dok?"


"Silahkan,tapi jangan mengganggu pasien ya."


Vita segera masuk,dia melihat ibunya tertidur dengan tangannya di pasang selang infus.


Kenapa mama bisa begini..


Vita menggenggam tangan mamanya.Kelopak mata mama Ranti berkedut tak lama matanya terbuka.


"Vita."Ucapnya lemah.


"Alhamdulillah Mama sudah sadar,"


"Mama di rumah sakit?"


"Iya ma,"


"Kok Kamu tau kalau mama disini?"


"Tadi satpam mall yang nelpon Vita ma.Mama kenapa bisa sampai begini sih."


"Kejadiannya begitu cepat nak,mama baru keluar dari mall dan mau masuk ke mobil, tiba-tiba dari arah belakang ada yang menabrak mama menggunakan motor ,habis itu Mama tidak tau lagi."


"Tante hapal dengan plat polisinya?"Tanya Alex yang baru saja masuk.


"Nak Alex kamu disini."


"Iya ma,Tuan Alex yang mengantar Vita."


"Tante tidak memperhatikan plat nya Lex,karena kejadiannya begitu cepat."


"Tante tadi di mall mana?"


" Di mall Kartini."


"Kalau begitu Alex keluar sebentar ya Tante,mau panggil dokter dulu."


Alex lalu keluar ruangan,setelah memanggil dokter untuk memeriksa mamanya Vita.Lalu Alex menelpon Rendra.


"Rendra,selidiki orang yang sudah menabrak mama nya Vita.Cek CCTV di Mall Kartini.Saya tunggu secepatnya."


Sepertinya ada yang sengaja menabrak Tante Ranti..


Ditempat lain,ada yang tertawa puas dengan hasil orang suruhannya.


"Kerja kamu bagus,nanti sisa uangnya saya transfer."Ucapnya melalui telepon.

__ADS_1


__ADS_2