CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 78 Karin Lolos


__ADS_3

Karin serasa mendapatkan angin segar saat melihat Vita berjalan seorang diri ke arah toilet.Lorong menuju toilet sangat sepi,tidak ada orang yang berlalu lalang.Musik di luar pun terdengar hingga ke lorong ini dan membuat orang di luar sana tidak akan mungkin mendengar suara teriakan.Karin tersenyum jahat,seakan semuanya di permudah.


Pelan namun pasti Karin mengikuti Vita yang semakin masuk ke dalam menuju toilet.Vita pun dengan tergesa masuk ke bilik toilet yang kosong.Karin senang karena ternyata disekitar toilet tidak ada orang sama sekali.Setelah selesai dengan urusannya Vita pun keluar dari toilet dan betapa terkejutnya Vita melihat ada Karin didepannya.Dengan cepat Vita merubah rasa paniknya menjadi tenang.


"Hai Vita, akhirnya kita berjumpa lagi.Senang ya pada akhirnya kamulah yang mendapatkan Alex."Ucap Karin.


"Tentu saja aku senang bahkan aku sangat bahagia sekali.Akhirnya aku mengalahkan mu Karin."Ucap Vita dengan tenang, padahal dalam hatinya Vita harap harap cemas takut jika Karin berbuat nekat.


Karin melangkah mendekati Vita.


"Mau apa kamu?"Tanya Vita sembari mundur ke belakang.


"Kenapa?Kau takut denganku?"Ucap masih tetap berjalan mendekat.


"Aku?takut denganmu?apa yang perlu aku takutkan padamu.Sepertinya kamu belum bisa move on dari Alex."Ucap Vita dengan nada mengejek.Membuat Karin mengepalkan tangannya.


"Sepertinya kamu tamu tak di undang Karin,hebat juga kamu bisa lolos dari penjagaan ini."Vita tetap berusaha untuk tenang.


"Hal yang mudah bagi Karin untuk masuk kesini."Ucap Karin dengan nada sombong,lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong dress yang di kenakannya.


Kenapa anak buah Mas Alex bisa sampai kecolongan gini sih..Batin Vita


Sementara itu di luar,Alex tak menyadari jika Vita sudah terlalu lama meninggalkannya.Alex terlalu serius berbincang dengan kolega bisnisnya.Dan berpikir jika Vita sedang bersama para sahabatnya.


Vita kaget melihat benda yang di pegang oleh Karin.


"Bagaimana kalau kita bermain terlebih dahulu sepertinya sangat menyenangkan Nyonya Alex."


"Kau mau apa Karin?"Kini Vita semakin takut melihat benda tajam dan runcing itu.


"Aku sudah bilang tadi,kita akan bersenang-senang dulu disini.Mumpung disini tidak ada orang sama sekali."


"Jangan gila kamu Karin."Vita makin berjalan mundur,ingin rasanya dia lari dan keluar dari tempat ini tapi tidak mungkin karena posisinya yang jauh dari pintu keluar.


"Kau takut Vita?Hahaha."Karin tertawa senang melihat wajah pucat Vita yang ketakutan.


"Aku ingin membuat sedikit saja di wajahmu agar kau terlihat semakin cantik."Seringai jahat terlihat jelas pada wajah Karin.


Di belakang Karin sudah ada Tere dan memberi kode agar Vita tetap tenang.


"Kau akan menyesal jika kau berani menyakitiku Karin."Ucap Vita tegas.


"Hahahaha..Uuhh takut."Ucap Karin dengan nada mengejek.


"Disini tidak akan ada yang tahu jika saat ini kamu sedang bersamaku."Kini jarak Vita dan Karin hanya berjarak tiga langkah saja.


Dengan sigap Tere langsung memutar tangan Karin kebelakang dan membuang benda yang ada di tangan Karin.


"Aakhhh..."Karin kaget karena tiba-tiba dari belakang ada yang menyerangnya.


"Lepas,siapa kau."Teriak Karin.


"Anda tidak perlu tahu siapa saya Nona.Yang perlu anda tahu jangan coba-coba untuk menyakiti Nona Vita karena saya juga tidak akan segan akan untuk menyakiti anda."Ucap Tere dan tetap berusaha agar pegangannya tidak terlepas.


"Nona Vita sebaiknya cepat kembali ke tempat acara,saya akan membereskan semuanya."Ucap Tere,Vita pun bergegas berlari dan keluar dari toilet.


Dengan tergesa dan terburu-buru Vita keluar dari toilet sana,masih terlihat jelas di wajahnya Vita begitu ketakutan.Apalagi melihat benda yang di pegang oleh Karin.Tak bisa di bayangkan jika apa yang di ucapkan Karin tadi benar terjadi.


Vita sudah melihat orang-orang yang masih menikmati suasana pesta,Vita mengontrol nafasnya yang memburu.Lalu segera menghampiri Alex yang masih asyik berbincang dengan kolega bisnisnya.

__ADS_1


"Mas Alex."Ucap Vita terengah, memegang tangan Alex.


"Hai sayang,kamu sudah selesai ngobrol sama Dilla dan Gea?"Tanya Alex.


"Lho sayang kamu kenapa?Kenapa wajah kamu seperti ketakutan gitu."


"Mas...Itu..Tere.."Ucapnya tak jelas.


"Tere?Tere kenapa?Coba kamu atur dulu nafasnya,tarik nafas hembuskan perlahan.Ayo kita duduk dulu,pelayan ambilkan minum."Ucap Alex pada pelayan yang berjalan di depannya.


Vita minum dengan tergesa-gesa.


"Mas,kamu kenapa biarkan Karin masuk ke dalam sini mas.Aku hampir saja dalam bahaya."Ucap Vita setelah lebih tenang.


"Karin?"


"Iya,aku tadi ke toilet aku belum sempat menghampiri Gea dan Dilla.Tolong Tere mas,aku takut terjadi sesuatu dengan Karin.Karena aku tadi melihat Karin membawa benda yang membahayakan."


Siaall,kenapa bisa kocolongan begini.Batin Alex.


"Rendra, Anton."Panggil Alex.


"Iya Tuan."Jawab Anton yang kebetulan berdiri tidak jauh dari Alex.


"Cepat susul Tere ke toilet,dia sedang berhadapan dengan Karin."Ucap Alex,lalu Alex juga memanggil anak buahnya untuk memanggil Rendra.


"Tapi kamu gak apa-apa kan sayang?Kamu gak ada yang terluka?"Tanya Alex dengan wajah panik.


"Aku gak apa-apa,lagian kamu ya mas apa kamu gak khawatir aku gak balik ke kamu lagi.Aku lumayan lama lho di toilet tadi."Ucap Vita kesal.


"Aku kira kamu sama teman-teman kamu sayang."


"Terus selama itu juga kamu gak nengok ke arah teman-teman ku duduk untuk memastikan kalau aku ada disana mas?saking asyiknya kamu sama kolega bisnis kamu sampai kamu gak sadar kalau aku dalam bahaya."


"Lho Vita,kamu darimana saja Mama dari tadi cari cari kamu."Tanya Mama Ranti dan duduk di sebelah Vita.


"Aku tadi dari toilet Ma."Ucap Vita.


"Mama kira kamu dari mana, soalnya kamu lama tak kembali Mama cemas tadi."


"Iya Ma,tadi toiletnya antri."Ucap Vita berbohong,Vita tidak mau membuat ibunya khawatir.


"Apa kamu sudah makan?Mau Mama ambilkan makan?"


"Gak usah Ma,nanti biar Vita ambil sendiri."


"Ya sudah Mama kesana ya temani Papa,Papa juga tadi khawatir cari-cari kamu."Vita mengangguk.


"Kayaknya cuma kamu deh mas gak khawatir sama aku."Ucap Vita masih duduk membelakangi Alex.


"Gak sayang mas pasti khawatir sama kamu.Mas minta maaf sudah lupa dengan keberadaan kamu.Mas khilaf,maafin mas ya."Ucap Alex dengan wajah memelas.


"Kamu gak tahu kan gimana takutnya aku tadi saat Karin mengancam aku dengan benda yang dia pegang Mas."Vita mengontrol emosinya agar tak menangis di hadapan para tamu.


"Mas minta maaf,mas sudah lalai sudah ceroboh gak bisa jaga kamu sayang."


"Aku kesel sama kamu mas,sana terusin lagi ngobrolnya sama kolega kamu gak usah dekat dekat sama aku."Vita bangun dari duduknya menuju ke tempat pelaminan meninggalkan Alex yang masih duduk.


Alex mengusap kasar wajahnya berkali-kali.Alex ikut bangun menghampiri Vita dan duduk di samping istrinya.Vita menggeser duduknya agar tak dekat-dekat dengan Alex.

__ADS_1


"Sayang,kamu disini dulu yaa mas mau lihat wanita itu."Alex kembali bangun,Vita diam tak menanggapi.


Kembali ke Toilet


"Cepat jalan,saya tidak akan melepaskan kamu Karin."Ucap Tere.


"Lepaskan aku,kamu gak usah ikut campur."Ucap Karin berontak agar bisa terlepas dari Tere.


"Jelas saya ikut campur karena kamu sudah mengusik Vita."


"Ooh,jadi kamu bodyguard Vita yang disuruh Alex."


Bisa gawat kalau aku tertangkap,aku gak mau sampai aku tertangkap aku harus bisa kabur dari tempat ini..Batin Karin


"Cepat jalan."Bentak Tere.


Tiba-tiba..


Aauuhhh..


Karin menginjak kaki Tere membuat Tere mengaduh kesakitan karena terkena ujung heels Karin.


"Kurang ajar."Ucap Tere sambil memegang kakinya yang terasa sakit.


Karin mengambil kesempatan untuk lari dari Tere, dirinya tidak mau tertangkap begitu saja.


"Hey jangan kabur."Dengan kaki pincang Tere berusaha untuk mengejar Karin.


Setelah merasa aman Tere tak lagi mengejar,Karin berusaha tenang dan kembali memakai rupanya setelah keluar dari bilik toilet Karin melihat ada beberapa orang yang datang menuju toilet.Sebisa mungkin Karin bersikap tenang agar tidak dicurigai.


"Tere kamu gak kenapa-kenapa?"Tanya Anton cemas.


"Saya gak apa-apa,kalian apa gak ketemu sama wanita itu?"Tanya Tere heran karena seharusnya mereka berpapasan di depan tadi.


"Saya kira dia masih disini."


"Cepat kejar,dia lolos tadi wanita itu menginjak kaki ku dengan heelsnya kuat jadi aku tidak sanggup mengejarnya.Cepat kejar."


"Wanita itu pakai baju apa?karena kami tidak melihat ada orang lain tadi, kecuali."Anton baru ingat jika tadi dirinya berpapasan dengan seorang wanita yang memakai cadar.


"Apa wanita itu memakai dress berwarna merah terang dan memakai cadar?"


"Iya,dia pakai baju merah cepat kejar.Mungkin dia memakai cadar agar tidak dicurigai."Anton dan yang lainnya bergegas mengejar wanita yang mereka lihat tadi.


"Pak Rendra,wanita itu memakai baju merah dan memakai cadar dia lolos dari Tere."Ucap


Karin sudah berhasil keluar dari hotel tersebut dengan mudah karena para anak buah Alex sudah bergerak mencari keberadaannya.


"Mudah sekali mengelabui mereka."Ucap Karin tersenyum miring.


"Kali ini kamu lolos Vita tapi tidak untuk kesempatan berikutnya."Karin mulai melajukan mobilnya meninggalkan halaman parkir hotel.


Di dalam hotel, Alex mengamuk pada anak buahnya karena sudah lalai dalam menjaga keamanan.Hingga istrinya dalam bahaya.


"Bodoh, bagaimana bisa jumlah kalian banyak begini tapi sampai kecolongan seperti ini."Ucap Alex Marah.


"Beruntung istriku tidak mengalami apa-apa,kalau sampai Vita lecet sedikit saja kalian akan tahu akibatnya."


"Rendra,kau juga yang becus memimpin anak buahmu,jangan sampai kejadian ini terulang kembali."

__ADS_1


"Maaf Tuan."


Alex kembali ke dalam pesta dan menghampiri istrinya yang masih merajuk.Dia harus segera meluluhkan istrinya agar bisa melewati malam panjang bersama sang istri tercinta.


__ADS_2