CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 70 Bertemu Abang ganteng


__ADS_3

Setelah mendapat ciuman jarak jauh dari Vita,kini Alex seolah sudah sehat kembali.Badannya tak lagi lemas,juga pusing di kepalanya ikut hilang.Inikah yang di namakan dokter cinta,obatnya ternyata cuma kiss jarak jauh dari sang kekasih.


"Sepertinya nanti malam aku tetap akan ke rumah Vita.Aku sudah sehat dan aku tidak mau menunda-nundanya lagi."Ucapnya dengan penuh semangat.


Setelah menelpon Vita, benar-benar menjadi obat yang mujarab bagi Alex.Alex bangun dari tidurnya menuju balkon,dirinya akan berjemur menikmati matahari pagi.Jarang sekali bisa berjemur begini pikirnya.Siapa tahu dengan berjemur badannya semakin sehat karena mendapat vitamin D dari sinar matahari.Setelah beberapa saat berjemur Alex pun masuk kembali ke dalam kamar.Alex memutuskan untuk mandi air hangat agar badannya semakin segar.


Saat jam istirahat Vita menelpon Alex menanyakan keadaan kekasihnya itu.Vita bersyukur karena kondisi Alex membaik.Kata Alex itu semua karena kiss jarak jauh yang di berikan Vita tadi pagi,membuat Vita tersipu malu.


"Aku nanti sore pulang kerja ke rumah mu ya mas,mau titip apa?"Kini mereka sedang video call.


"Titip cinta aja bawain yang banyak yaa nanti sore."Goda Alex.


"Kamu sakit aja masih suka goda aku gini."


"Aku sudah sembuh sayang,kan aku sudah bilang karena tadi sudah di kasih obat sama kamu makanya aku sudah sehat kembali."


"Ya sudah kalau begitu aku gak jadi kesana deh."


"Eehh..Kok gitu ya tetap kesini jenguk aku dong.Masa pacarnya sakit gak di jenguk,kamu tega banget."Alex cemberut.


"Kan kamu sendiri yang bilang kalau sudah sembuh,gimana sih."Vita tersenyum melihat wajah cemberut Alex.


"Ya pokoknya kamu harus tetap kesini titik."


"Iya iyaa,duuh CEO galak ku gemesin banget sih."Alex jadi tersenyum kembali, mendengar kata-kata manis Vita.


"Oya sayang nanti bawa kue favorit aku ya,sudah lama gak makam kue itu.Mama juga udah lama gak beli karena selalu kehabisan."


"Oke siap,ya sudah aku mau mulai kerja lagi mas jam istirahat sudah habis nih."


"Yang semangat ya kerjanya sayangku,emmuuahh."Kini gantian Alex yang memberi kiss jarak jauh untuk Vita.


Bisa bisanya dia bertingkah lucu begitu kalau sama aku,jadi sangat menggemaskan.Tapi kalau sudah berhadapan dengan klien dan juga karyawan sangat menakutkan.Vita hanya bisa tertawa mengingat tingkah laku Alex yang 180⁰ berbanding terbalik jika sedang bersamanya.


Mengingat kue favorit Alex itu termasuk kue yang best seller,Vita pun menghubungi toko kue Mama nya untuk minta di pisahkan.


Jam kerja berakhir, waktunya untuk kembali pulang ke rumah.Begitu juga dengan Vita, setelah merapikan mejanya Vita turun ke lantai bawah.Mobil Vita sudah ada di depan lobi.


"Kak Anton,antar aku ke toko kue Mama ku yang di Thamrin yaa.Habis itu kita ke rumah Tuan Alex."Ucap Vita pada Anton.


"Baik Nona."Dengan sigap Tere membukakan pintu untuk Vita.


Di tempat lain, tepatnya di sebuah restoran Rendra sedang menggantikan Alex bertemu dengan klien.Alex yang tak datang ke kantor membuat Rendra kerepotan sendiri.Belum lagi pekerjaan yang harusnya di kerjakan Alex ,mau tak mau dirinya yang mengerjakan.Membuat pekerjaan dirinya sendiri menumpuk di tambah dengan beberapa pertemuan dengan klien.Setelah selesai bertemu dengan klien, Rendra menghubungi Gea kekasihnya.


"Lagi dimana yank?"Tanya Rendra setelah telponnya di angkat.


"Ini baru mau pulang Kak,ada apa Kak?"Jawab Gea


"Sini ke restoran yang di dekat SMA 67,aku lagi disini habis bertemu dengan klien."


"Ya sudah aku kesana ya."Gea pun buru-buru merapikan meja kerjanya.


Di loby Gea bertemu Dilla yang menunggu dirinya.Karena biasanya merek ke parkiran bersama.


"Habis ini kamu mau kemana Ge?"Tanya Dilla sambil jalan menuju parkiran.


"Aku mau ketemu Kak Rendra Dil,di restoran dekat SMA 67."Ucap Gea malu malu.


"Diihh seneng banget yang mau ketemu pacar,untung gue hari ini bawa mobil sendiri."Karena biasanya Dilla nebeng Gea.


"Lakh gue kapan punya pacar."Ucap Dilla dnegan nada dibuat sedih.


"Makanya buruan cari pacar sana,biar gak sendiri terus kemana-mana kalau aku gak bisa temenin kamu."


"Susah Ge,mana ada yang mau sama gue."


"Gak usah pesimis gitu,loe tuh cantik manis pinter lucu ya walaupun sedikit Lola sih tapi pasti nanti ada yang nyantol sama loe,gue yakin itu."

__ADS_1


"Pertamanya sih muji muji gue tapi ujung ujungnya ngatain juga."Dilla cemberut Gea pun merangkul Dilla sambil tertawa melihat sahabatnya cemberut.


Dilla dan Gea pun berpisah di parkiran menuju mobil masing-masing.Arah mereka berlawanan,Dilla yang memang tak mau kemana-mana setelah pulang dari kantor memutuskan untuk langsung pulang ke rumah.


"Kapan ya gue punya ayank kayak Gea dan Vita, seneng banget pasti.Bisa di ajak nonton bioskop,makan malam romantis,makan suap suapan,aaahhh."Dilla berteriak membayangkannya saja Dilla sudah bahagia, apalagi jadi kenyataan.


"Loh loh loh,kok mobilnya gini."Mobil Dilla tiba-tiba berjalan menelan lalu..


"Yaaahh..Kok mati sih."Mobil Dilla mendadak mati.


"Duh gimana nih,kudu telpon Kakak."Dilla mengambil ponselnya.


"Aaahhh..Malah mati lagi Hp gue, gimana coba."Dilla keluar dari mobilnya untuk memeriksa mesin mobil.


"Mana gue ngerti masalah mobil begini,sial banget sih gue hari ini."Dengan kesal Dilla menendang ban mobilnya.Lalu dia pun bersandar di kap mobil sambil memikirkan caranya gimana caranya agar bisa pulang.


"Jam segini taksi pada penuh semua,terus gue harus gimana ini.Mama anakmu mau pulang tapi gak bisa."Dilla merengek.


Akhirnya setelah lelah mengomel dan lelah berdiri karena menunggu taksi yang lewat Dilla pun duduk di trotoar.Mungkin kalau sudah agak gelap taksi pasti ada yang kosong,pikirnya.Jadi dengan sabar Dilla duduk menunggu.Jalanan semakin sepi,karena senja akan datang sebentar lagi.


"Ya Allah berikanlah bantuan Mu,aku janji kalau ada yang menolong aku kalau perempuan aku jadiin sodara tapi kalau cowok aku jadiin pacar deh."Dengan konyolnya Dilla berucap seperti itu.Lalu Dilla meluruskan kakinya karena terasa pegal.


Tak lama sebuah motor matic menghampiri Dilla yang duduk di trotoar.


"Mobilnya kenapa Nona?"Tanya si pria,masih dengan menggunakan helm nya.


Dilla yang tadinya menunduk langsung mendongak mendengar ada yang bertanya padanya.


"Mobilnya mogok gak bisa hidup."Si pria kaget saat melihat wajah sang wanita yang mobilnya mogok.


"Non Dilla?"Si pria membuka helmnya,Dilla pun kaget saat tahu siapa pria tersebut.


"Ini Non Dilla kan temannya Nona Vita?"


"Abang zayn?Iya aku Dilla sahabatnya Vita."Dilla berdiri dengan semangat.Rupanya pria tersebut adalah Zayn bodyguard Alex.


"Boleh Bang."Zayn pun menghampiri mobil Dilla dan mulai memeriksa.


"Abang masih ingat aku?"


"Iya tentu saja."Jawab Zayn sambil mengecek mobil Dilla.


Duuhh, bahagianya gue ketemu bang Zayn lagi, setelah berbulan-bulan gak ketemu kenapa dia makin ganteng gini sih,keren lagi.Mana dia masih inget gue,inilah yang di namakan di balik musibah pasti ada kebahagiaan...Batin Dilla bersorak gembira


"Gimana bang bisa gak?"Tanya Dilla yang tak mengalihkan pandangannya dari wajah tampan Zayn.


"Kayaknya harus masuk bengkel,nanti biar saya telpon teman saya buat derek mobil kamu ke bengkelnya yaa."Zayn langsung merogoh kantong untuk mengambil ponselnya,lalu menelpon pihak bengkel.


"Sudah,nanti teman saya kesini ambil mobilnya."


"Terus aku gimana dong?"Tanya Dilla dengan wajah polosnya.


"Aku antar kamu pulang,gimana mau?"


"Mau bangeet,eehh maksud aku mau bang.Tapi ngerepotin Abang gak?"


"Gak ngerepotin,ya udah naik.Mobil kamu tinggal saja disini tenang saja nanti ada teman saya yang datang buat jaga mobil kamu."Dilla mengangguk.


Zayn dan Dilla sudah duduk di motor Zayn,tapi Zayn belum menghidupkan motornya.Zayn melepaskan jaketnya.


"Tutupi rok kamu dengan jaket ini."Memberikan jaketnya pada Dilla tanpa menoleh ke belakang.


"Terima kasih Bang."Zayn mengangguk,Dilla pun menutupi bagian roknya,lalu setelah itu motor pun mulai berjalan.


"Masih ingat rumah aku bang?"Tanya Dilla.


"Masih,pegangan biar gak jatuh."Dengan senang hati Dilla memeluk pinggang Zayn.

__ADS_1


Mimpi apa sih gue semalem,bisa boncengan sama Abang Zayn.Ini nyata kan bukan mimpi?"


Sementara itu,Vita sudah mengambil kue pesanan Alex di Toko kue milik Mamanya dan kini Vita baru saja sampai di rumah Alex.Sudah duduk di ruang tamu menunggu Alex yang masih berada di kamarnya.


"Apa kabarnya Vita?"Tanya Mama Rebecca yang lebih dulu turun.


"Alhamdulillah baik Tante."Vita mencium tangan Mama Rebecca lalu cipika cipiki.


"Ini Tante,aku bawa kue tadi mas Alex minta di bawakan kue favoritnya."


"Terima kasih ya Vita,iya Alex suka banget sama kue yang ini.Tante sering kehabisan kalau ke toko kue mu."


"Iya Tante kue ini tuh best seller nya di toko Mama.Makanya aku tadi minta di pisahkan."Mama Rebecca pun memanggil pelayan untuk membuatkan minum serta menghidangkan kue yang di bawa Vita.


Alex pun terlihat menuruni tangga.


"Lihat tuh Vita,tadi pagi lemes banget giliran siang tadi Tante cek ke kamarnya katanya udah sehat katanya sudah di kasih obat sama kamu."Vita tersenyum malu,kenapa harus di bicarakan dengan Mamanya sih.


"Hai sayang,kangen."Alex mendekati Vita lalu langsung memeluk Vita.


"Dasar bucin,belum juga sehari gak ketemu udah bilang kangen."


"Apa sih Ma,sirik aja sih liat anaknya senang.Oya,kue pesanan aku mana?"Alex melepaskan pelukannya.


"Itu lagi disiapkan bibi di belakang."Alex mengangguk.


"Nanti malam aku jadi ya ke rumah kamu."Alex kini bersandar di bahu Vita, memeluk lengan Vita,sungguh manja sekali si CEO galak ini.


"Emang sudah sehat?gak usah di paksain mas besok kan bisa."


"Gak mau,aku gak mau nunda lagi."


"Kamu mau ke rumah Vita Lex?"Tanya Mama Rebecca yang sedari tadi hanya melihat dan menyimak.


"Iya Ma,ada yang mau aku bicarakan sama orang tua Vita."


"Masalah apa Lex?"Tanya Mama nya penasaran.


"Mama kepo,besok aku kasih tau."


"Gak sekarang aja?"


"No,gak boleh."Vita memukul pelan lengan Alex,membuat Alex mengaduh.


"Sakit sayang,masa pacarnya sakit malah di pukul,kamu kejam banget."Mamanya hanya menggeleng melihat kelakuan anaknya yang tidak jauh berbeda dengan kelakuan suaminya.


"Udah aahh,mama mau masuk ke kamar.Mama di cuekin sama kalian,udah kayak obat nyamuk aja."Mama Rebecca bangun dari duduknya.


"Maaf Tante,Vita gak bermaksud cuekin Tante."Vita merasa tak enak hati.


"Gak apa-apa Vita, Tante mau istirahat di kamar."


"Kamu sih mas, Mama kamu jadi pergi kan."


"Kok kamu nyalahin aku sih sayang."


"Tau ah,kamu kalau jadi ke rumah aku pakai sopir yaa jangan nyetir sendiri."


"Siap Nyonya Alexander."


"Diihh,apaan sih."Pipi Vita merona di sebut begitu.


"Seneng kan."Alex menoel pipi Vita.


"Kamu beneran udah sehat mas?"Vita memegang kening Alex.


"Beneran sayang aku sudah sehat,di bilangin kan sudah di kasih obat sama kamu tadi."

__ADS_1


Setelah berbincang-bincang cukup lama,Vita pun berpamitan dengan Alex dan Mama Rebecca.Vita juga harus mempersiapkan diri untuk menyambut sang kekasih yang akan melamar dirinya langsung di hadapan orang tuanya.


__ADS_2