
Vita menutup pintu setelah Alex keluar.Vita tak peduli Alex mengetuk-ngetuk pintu dan memanggil namanya. Jantungnya berdebar-debar,masih tak menyangka jika Alex mengungkapkan perasaannya,mencintai dirinya.Dirinya juga masih terlalu malu kalau harus lama-lama duduk berdua dengan Alex.
Debaran di jantungnya takut terdengar oleh Alex.
Alex yang berdiri di luar pintu tersenyum membayangkan merahnya pipi Vita yang malu karena ungkapan perasaannya.Akhirnya Alex menyerah,dia memberikan waktu kepada Vita untuk menetralkan perasaannya.
"Vita,aku pulang yaa."Teriak Alex dari luar.
Vita tak menjawab,tapi dia tersenyum..
"Sepertinya anak Mama lagi jatuh cinta nih."Ucap Mama Ranti yang turun dari tangga.
"Mama apaan sih."Vita malu.
"Iiihhh..kok pipinya merah gitu sih."Goda Mama Ranti.
"Mama."Vita memeluk Mama Ranti.
"Anak Mama kan sudah dewasa,jadi gak apa-apa dong kalau merasakan jatuh cinta."
"Tapi ma,dia kan atasan Vita di Kantor."Ucap Vita ragu.
"Lho memangnya kenapa kalau dia atasan kamu,gak ada yang salah Vita kalau kita mencintai seseorang.Karena cinta datang tak memandang dia atasan atau bawahan.Kalau hati kita sudah mencintainya kenapa kita memikirkan hal lain!"Benar kata Mama nya.
Vita pun masuk ke kamarnya setelah selesai berbicara dengan mamanya,jujur saja sebenarnya Vita sudah tertarik kepada Alex saat interview kerja.Tapi masih sebatas tertarik saja.Lama kelamaan rasa tertarik itu berubah menjadi cinta,akan tetapi Vita tak berani mengungkapkan perasaannya.Jangankan mengungkapkan menunjukkan perasaannya saja Vita tak berani.
Apalagi datang mantan kekasih Alex dan mereka kembali bersama.Vita mencoba mengubur perasaan itu,entah kenapa justru rasa itu semakin dalam.Saat Alex telponan dengan Karin dengan penuh kemesraan,Vita sekuat mungkin menahan rasa sakit di hatinya.
Vita merasa senang sekaligus sedih saat mengetahui Alex sudah putus dengan Karin,Vita sedih Alex putus karena kekasihnya selingkuh dan membohonginya tapi Vita juga senang karena Alex tak punya kekasih lagi.Entahlah Vita begitu aneh.
Vita senang saat Alex memperlakukan dirinya dengan lembut dan juga selalu memberikan perhatian-perhatian kecil.Vita memantapkan hatinya untuk menyiapkan jawaban untuk Alex besok malam.
Bagaimana kabar Karin sekarang yaa?Karin seperti biasa selalu memantau Alex dari jarak jauh.Dia tidak mau ketahuan seperti waktu itu.Saat Clara dan Alex bertemu di restoran pun Karin tahu.Anak buah Karin bahkan merekam percakapan antara Clara dan Alex.Dan dari sanalah Karin tahu bahwa wanita yang pernah dia buat celaka bukan kekasih Alex melainkan sahabat nya.Walaupun wanita itu mencintai Alex tapi Alex tidak.Karin jadi penasaran siapa wanita yang Alex cintai.Setahu Karin hanya Clara yang dekat dengan Alex.
Pagi hari,Vita di kejutkan dengan kedatangan Alex.Lelaki itu sudah berdiri di depan pintu dengan memasang wajah tersenyum ceria menambah ketampanan seorang Alexander Abraham.
"Lho Tuan,eehh mas kok pagi-pagi kesini ada apa?"Tanya Vita heran,kan dirinya semalam bilang bahwa akan memberikan jawabannya nanti malam.
"Aku mau menjemputmu,kita berangkat kerja bersama."Alex nyengir.
"Tapi saya mau naik motor saja mas."
"Aku tak mengizinkan,"Ucap Alex tak mau di bantah.
"Ya sudah masuk kedalam dulu kalau begitu,sarapan dulu."
"Ada Alex,sini duduk kita sarapan bersama."
Setelah sarapan Vita dan Alex berangkat bersama menggunakan mobil Alex.
"Aku tidak mau orang lain berpikiran buruk tentang aku mas."Ucap Vita saat mereka sudah berada di jalan.
"Tak usah memikirkan apa yang di ucapkan orang Vita,aku kan sudah sering bilang begitu."
"Ya mas sih enak,siapa juga yang berani ngomongin mas."
"Aku akan bertindak tegas kepada siapa pun yang membicarakan hal buruk tentang mu.Sudah jangan memikirkan hal belum tentu terjadi Vita."
Sesampainya di parkiran,sudah tentu Vita menjadi pusat perhatian karena datang bersama Alex.Vita berusaha cuek saja tak peduli dengan semua orang yang memperhatikannya.
__ADS_1
"Benar kan kalau Vita itu pasti ada hubungan sama Tuan Alex."Karyawan nyinyir
"Ya udah sih memangnya kenapa kalau Vita ada hubungan sama Tuan Alex.Toh Tuan Alex juga tak punya kekasih ini.Kenapa kalian yang repot."Ucap karyawan yang tak mau ambil pusing.
"Pasti Vita merayu Tuan Alex duluan,"
"Terserah kalian,aku gak mau ikut campur apalagi sampai dapat masalah gara-gara ini."Karyawan itu pergi meninggalkan dua temannya yang menggosip tentang Vita.
Tuch kan belum apa-apa aja udah jadi bahan omongan gini.Batin Vita yang masih bisa mendengar bisik-bisik teman sesama karyawan.
Sore hari saat pulang kantor,Vita di antar oleh mobil kantor, Alex tidak bisa mengantar pulang karena ada pertemuan dengan klien di luar.Sampai rumah ternyata mobil Vita sudah ada,rupanya mobilnya sudah selesai di servis.
"Mobilnya di antar jam berapa itu Ma?"Tanya Vita.
"Tadi siang Vita,kamu di antar Alex?"
"Gak ma,di antar sopir kantor,Alex gak bisa antar Pulang karena sedang ada di luar "
"Ya sudah buruan mandi sana."Vita masuk kedalam kamarnya.Merebahkan tubuhnya di ranjang yang membuatnya nyaman.Hibgga tanpa sadar Vita pun tertidur.
Tok..Tok..Tok..
"Vita."Panggil Mama Ranti.Tapi tak ada sahutan
"Vita."Panggil Mama Ranti lagi.
Ini anak pasti tidur...
Sampai Panggilan ke lima baru terdengar sahutan dari dalam.
"Iya Ma."Sahut Vita lalu membuka pintu kamar.
"Vita ketiduran ma, niatnya tadi cuma tiduran eehh malah tidur beneran."
"Ya sudah buruan mandi,sudah magrib ini."
Vita menutup pintu kamarnya setelah menjawab ucapan Mama nya.
Setelah menunaikan kewajibannya,Vita turun untuk makan malam.
"Adik kakak tambah gembul aja sih."Sambil mencubit pipi Vicky adiknya.
"Sakit kak,"Rengek Vicky.
"Gitu doang aja sakit,manja."Ledek Vita.
"Vita,kamu kebiasaan senang sekali menjahili Vicky."Ucap Papa Sandy.
Vita pun tak lagi menjahili adiknya.
"Vicky mah begitu gak asyik kalau di ajak becanda."
"Itu mah bukan becanda tapi nyiksa aku."Ucap Vicky dengan mata mendelik.Vita tertawa melihat ekspresi adiknya.
Selesai makan malam,Vita kembali ke kamarnya.Vita ingin mengganti bajunya dengan celana jeans dan juga kaos putih dengan motif Micky mouse.Dan juga memoles sedikit wajahnya agar terlihat fresh.Setelah itu Vita pun menunggu Alex di ruang tengah sambil menonton TV bersama adik,Mama dan Papanya.
"Anak Mama mau kemana nich udah rapih aja."Tanya Mama Ranti.
"Alex mau main ke rumah ma."Ucap Vita malu.
__ADS_1
"Anak Papa sekarang ada yang ngapelin yaa."Papa Vita ikut menggoda.
"Cuma main doang Pa."Vita semakin malu.
Waktu terus berjalan,adik dan orang tua Vita sudah masuk ke kamar mereka masing-masing.Vita terus saja menatap ponselnya tak ada pesan ataupun panggilan dari Alex.
Apa dia lupa lagi yaa,nyebelin bangeet sih...
Vita mencoba menghubungi Alex, ternyata nomornya tidak aktif.
Kemana dia,kenapa nomornya malah gak aktif gini...
Vita cemas sekaligus kesal dengan Alex, lagi-lagi dia tak datang.Waktu menunjukkan pukul sembilan malam.
Aku tunggu sampai jam sepuluh kalau sampai dia gak datang,aku gak akan maafin dia.
Posisi Vita sampai berubah-ubah,dari duduk, tiduran, berdiri sambil jalan mondar-mandir,semua Vita lakukan untuk menghilangkan kekesalan dalam hatinya.
Harusnya malam ini kan jadi malam....Akhhh, kenapa dia masih belum datang juga sih.
Sudah jam sepuluh, ternyata Alex belum datang juga.
Huuuhh...oke aku akan tunggu sepuluh menit lagi.Vita masih mengharapkan Alex datang ke rumahnya.
Sepertinya aku gak penting buat kamu,aku nya saja yang terlalu berharap.
Vita pun melangkahkan kaki nya menuju kamar.Setelah itu Vita pun mengganti bajunya dengan baju tidur.Vita pun tidur dengan masih di selimuti rasa kesal kepada Alex.
Jam sebelas malam,tak lama setelah Vita tertidur lelap,pintu Vita di gedor dengan kencang.
"Neng Vita,Neng.."Bi Surti terus saja menggedor pintu kamar Vita.
"Neng Vita,"Vita yang merasa tidurnya terganggu pun bangun.Bahkan Mama dan Papa Vita juga ikut bangun.
Bi Surti kenapa sih,sampe ketuk pintu keras begitu.Vita segera bangun dan membuka pintu.
"Ada apa Bi kok ketuk pintu kamar Vita heboh gitu."Kata Mama Vita.
"Itu Bu di bawah ada Tuan Alex,tapi__"Bi Surti berbicara dengan nada cemas.
Ceklek...pintu kamar Vita terbuka.
"Ada apa sih Bi?"Tanya Vita.
"Itu non,di bawah ada Tuan Alex,tapi keadaannya___,"lagi-lagi ucapan Bi Surti terhenti.
"Kenapa bi,"Vita langsung berlari menuruni tangga,di ikuti oleh orang tuanya dan bi Surti.
"Aku kira kamu gak akan datang mas."Alex berdiri membelakangi Vita,Vita heran karena Alex masih memakai pakaian kerja tadi pagi.
"Maafkan aku Vita,aku tadi menemui klien dan terjadi insiden."Alex berbalik menghadap Vita.
"Astagfirullah,kamu kenapa mas!"Vita panik karena melihat Alex yang babak belur,bajunya bahkan sangat kusut.Dan Vita tambah kaget karena ada darah di baju Alex.
"Vita,"Alex memeluk Vita.
"Maaaass."Vita teriak karena tiba-tiba Alex pingsan.
Bersambung....
__ADS_1