CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 63 Luluh


__ADS_3

Di luar ruangan,Vita tertawa mengingat ekspresi Alex yang begitu menggemaskan saat memelas seperti tadi.


Aku pokoknya gak akan luluh secepat itu sama kamu mas,biar kamu merasakan gimana rasanya di cuekin.


Saat Vita sedang asyik berbicara dan tertawa sendiri, muncul Rendra dari ruangannya.


"Kamu kenapa Vita?"Vita kaget karena Rendra muncul secara tiba-tiba.


"Astaga Pak Rendra mengagetkan saja."Vita mengelus dadanya.


"Kau ini kenapa tertawa-tawa sendiri,apa ada yang lucu?"


"Gak ada Pak."Vita langsung diam dan mengerjakan pekerjaannya,melihat itu Rendra hanya menggelengkan kepalanya.


Vita masih menahan senyumnya, Rendra mengetuk ruangan Alex lalu masuk ke dalam.


"Kau lagi ada apa?Kenapa kau begitu kusut?Di luar Vita tertawa sendiri,sedangkan yang di dalam tampilannya begitu kusut."


"Vita masih marah padaku Rendra.Aku harus bagaimana."


"Astaga jadi kau begini gara-gara Vita masih marah?lihat di luar,Vita justru tertawa bahagia melihatmu begini."


"Masa?"


"Sungguh,coba kau lihat sendiri di luar."Alex pun bangun dan keluar dari ruangannya.


"Vita."Panggil Alex,Alex hanya berdiri di depan pintu dan hanya kepalanya saja yang terlihat.


"Ya Tuan,ada yang bisa saya bantu?"Vita menoleh memasang wajah datar.


"Tidak ada apa-apa,lanjutkan saja."Vita mengangguk lalu kembali bekerja.


Pasti Pak Rendra bilang sama mas Alex kalau aku tadi tertawa,dasar mulut lemes.Gumam Vita.


"Mana ada Vita tertawa,dia lagi fokus bekerja,kau ini ada ada saja."Alex marah pada Rendra.


"Aku tadi melihat Vita tertawa sendiri Alex."


"Terus kau kesini mau apa?"


"Aku ingin membicarakan masalah yang ada di proyek,kerjasama dengan perusahaan KA."


"Kita bicara di sofa saja."


Alex dan Rendra pun membahas masalah yang ada.Alex sudah kembali fokus bekerja apalagi ini menyangkut proyek yang sedang berjalan.


Waktu makan siang pun tiba, Vita sudah lebih dulu turun ke kantin kantor.Alex pun menjadi kesal karena niatnya ingin mengajak Vita makan siang di luar pun gagal.


Vita kenapa kamu cuek begini sama aku,aku harus bagaimana lagi supaya kamu percaya dan memaafkan aku.Alex pun mau tak mau makan siang di luar bersama Rendra.


"Muka loe kusut bangeet kayak tisu habis di remas-remas terus di buka lagi."


"Diem loe,"Alex melempar tisu Yang ada di depannya.


"Malah ngelempar tisu,nih muka loe kayak begini ni."Menunjukkan tisu yang habis Rendra remas-remas.


"Kenapa gak loe beliin bunga sama coklat seperti biasa kalau di ngambek."


"Astaga,kenapa gue gak kepikiran yaa."Alex menepuk kening Rendra.

__ADS_1


"Heeehh.. Kenapa kening gue yang loe tepuk bukannya kening loe sendiri juga."Alex nyengir..


"Buruan kita makan habis itu gue mau beliin Vita bunga dan coklat.Di sekitar sini ada gak yaa yang bisa buat buket bunga dan coklat?"


"Kayaknya ada sih,gak jauh dari restoran ini."


"Ya sudah habis ini kita kesana."Alex jadi semangat makan dan wajahnya tak lagi kusut.


"Karena gue sudah kasih ide,jangan lupa bonus gue yaa."Rendra menaikturunkan alisnya.


"Kalau ide loe ini berhasil dan Vita gak marah lagi ke gue,gue kasih bonus loe tenang saja."


"Yeess." Rendra kegirangan.


Kini Alex dan Rendra sampai di tempat bunga,ada banyak jenis bunga di jual disini.Alex segera menghampiri penjaga toko.


"Bisa buatkan buket bunga mawar putih?"Ucap Alex langsung.


"Bisa Tuan,mau di antar ke tempat atau di tunggu?"


"Di tunggu lama tidak?"


"Sekitar setengah jam."


"Kalau sekalian buatkan buket yang isinya Coklat bisa?"


"Bisa Tuan,tapi kami tidak ada coklatnya, Tuan bisa membelinya di luar terlebih dahulu."


"Rendra cepat kau belikan dua puluh coklat,gak pakai lama."Alex memerintah seenaknya,mau tak mau Rendra pun pergi untuk membeli coklat tersebut.


"Tuan bisa menunggu di ruang tunggu, sementara saya siapkan buketnya."Penjaga toko menunjukkan ruangan yang ada di ujung,Alex hanya mengangguk.


"Yang sepuluh tolong buatkan terpisah yaa."Ucap Rendra pada penjaga toko.


"Baik Tuan."


"Hei,kau ingin memberikan pada Vita juga?"


"Enak saja,buat Gea lah masa buat Vita."


Di ruangan tersebut sudah tersedia makanan dan juga minuman yang di sediakan pihak toko ada juga televisi agar yang menunggu tidak merasa bosan.


Hampir satu jam mereka menunggu akhirnya buket pesanan mereka pun jadi.Setelah melakukan pembayaran Alex dan Rendra kembali ke kantor.


"Kau bawakan yang coklat yaa,aku bawa yang bunga."


"Siap bos gak masalah yang penting bonus menanti."


Mereka pun sampai di lantai ruangan Alex berada.Terlihat Vita sangat serius mengerjakan pekerjaannya,hingga tak sadar dan mendengar langkah kaki yang semakin dekat ke arahnya.


"Vita."Panggil Alex.


"Ya Tu-an"Vita kaget karena Alex sudah berada di depannya dengan memegang buket bunga mawar putih kesukaannya.


Duhh..Bagus bangeet buketnya, kan sayang kalau gak di terima.Batin Vita sambil terus melihat ke arah buket bunga tersebut.


"Ikut aku ke ruanganku."Alex memegang tangan Vita dan mengajaknya untuk masuk kedalam ruangan Alex.


"Tapi Tuan pekerjaan saya masih banyak."Vita berbicara formal.

__ADS_1


"Sebentar saja."Alex menyeret tangan Vita agar mau mengikutinya.


Alex, Vita dan Rendra pun sudah berada di dalam ruangan Alex.


"Rendra kau bisa pergi,taruh buketnya di meja sana."


Alex pun mengajak Vita untuk duduk di sofa.


"Sayang,aku minta maaf.Aku benar-benar minta maaf,aku salah karena kemarin diam saja saat di pe-"


"Stop jangan di teruskan."


"Aku minta maaf sayang.Aku juga minta maaf karena sudah lupa dengan ucapan aku yang datang ke rumah mu.Aku mohon maafkan aku.Ini sebagai permintaan maaf aku karena sudah menyakiti hati mu."


"Kamu mencoba menyogok aku mas dengan memberikan buket bunga dan coklat itu."


"Aku gak menyogok kamu,ini sebagai permintaan maaf aku dan juga penyesalan aku.Terima yaa,"Alex memegang tangan Vita agar memegang buket bunga tersebut.


"Ini juga terima yaa."Mengambil buket coklat dan menyerahkan ke Vita juga.


"Berat mas,"Rengek Vita.


"Maaf,maaf."Alex mengambil kembali buket coklatnya.


"Maafkan aku yaa,kamu mau kan maafin aku?"Tanya Alex sambil memegang satu tangan Vita.


Vita hanya diam,tapi pandangannya tak lepas dari buket Coklat yang begitu menggoda.


"Sayang."Alex menggoyangkan tangan Vita.


"Apa?"Tanya Vita ketus.


"Maafkan aku."Alex mencium tangan Vita.


"Bukain coklatnya dulu."Ucap Vita manja.


"Siap Tuan Putri."Dengan sigap Alex langsung membukakan coklat untuk Vita.


Kenapa aku cepat luluh gini sih kalau sudah lihat bunga mawar putih sama coklat gini.Batin Vita


"Niiihhh...aaaa.."Alex menyuapi Vita coklat,Vita menerima coklatnya dan langsung masuk ke mulutnya.


"Jadi sudah maafkan aku kan?"Vita hanya mengangguk dan merebut coklat dari tangan Alex.


"Terima kasih sayang."Alex Memeluk Vita.


"Jangan di ulangi lagi,ini untuk terakhir kalinya yaa kamu lupa ada janji mau ke rumahku."


"Janji sayang."


"Terus juga kalau ada cewek yang peluk kamu dorong saja,awas kalau diam saja."Vita mengepalkan tangannya di depan Alex.


"Iya iya.."Alex menciumi tangan Vita yang mengepal.


"Kalau begitu aku kembali bekerja yaa,tidak enak sama yang lain."Alex mengangguk.


Kamu memang beda dari perempuan yang aku kenal Vita,di saat yang lain luluh dengan barang-barang mewah kamu justru luluh hanya dengan di beri coklat dan mawar putih..


Jadi pengen cepat-cepat halalin kamu..

__ADS_1


__ADS_2