
Masih di ruangan CEO
Setelah Vita menandatangani surat kontrak Vita pun menyerahkan kembali ke Alex.
"Setelah ini kamu buatkan saya kopi yaa,jangan terlalu manis."
"Saya Pak ?"sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya lah memang siapa lagi.Ini tugas pertama kamu menjadi sekretaris saya."
"Pak tapi itu kan tugas OB pak bukan sekretaris."
"Panggil Pak lagi,Kamu mau membantah perintah saya !!"Ucap Alex marah.
"Tidak Pak...Tuan,baik saya akan buatkan Tuan kopi."Vita pun beranjak dari duduknya lalu keluar ruangan.Sebelum Vita keluar Alex berkata lagi.
"Ingat jangan minta buatkan OB,tapi kamu sendiri yang membuatnya."Vita hanya tersenyum di paksakan.
"Gimana Vita lancar?"Tanya Lisa.
"Lancar sih lancar mba,tapi sekarang aku di suruh buatin kopi."
"Buatin kopi ?"Lisa tak percaya karena selama dia menjadi sekretaris Alex,CEO nya tidak suka dengan kopi apalagi kopi hitam.
"Iya mba,pantry sebelah mana mba ?"
"Itu di ujung sana."
Sementara itu di ruangan Alex,pria itu tertawa puas karena sudah mengerjai Vita.
"Lex,bukannya loe gak suka kopi yaa,kenapa minta buatin Vita kopi?"Tanya Rendra heran.
"Gue lupa kalo gak suka kopi."Jawab Alex santai.
"Loe sengaja ya mau ngerjain Vita."
"Bukan urusan loe,udah sana kenapa masih di sini."
"Hati-hati nanti loe cinta sama dia."
"Gak akan,udah sana.Loe mau gak ada bonus bulan ini."Ancam Alex.
Rendra langsung diam, ancamannya selalu begitu, ucap Rendra cuma berani dalam hati.Lalu dia pun keluar dari ruangan Alex.
Setelah beberapa saat kopi buatan Vita jadi dan segera menuju ke ruangan Alex.
"Ini Tuan kopinya."Alex meminum kopinya sedikit lalu menyemburnya.
"Pahit sekali."
"Namanya juga kopi Tuan, pasti pahit lah."
"Saya lupa kalau saya tidak suka kopi,buatkan teh saja.Ini bawa lagi keluar."menyodorkan gelas kopinya.
Bener-bener ya nih orang pengen gue getok kepalanya,kalau emang gak suka kopi kenapa minta buatin kopi sih.Kayaknya dia sengaja mau ngerjain gue.Batin Vita kesal.
"Baik Tuan,"Vita tersenyum di paksakan lagi.
Nyebelin banget sih....
__ADS_1
"Kenapa Vita?"Tanya Lisa.karena mendengar Vita menggerutu.
"Ini mba Tuan Alex minta di buatin teh,"
"Setau aku sih emang Tuan Alex gak suka kopi,makanya aku heran kok dia minta buatin kopi."
"Entah lah,aku mau buat teh dulu."
Sampai di pantry Vita masih saja terus mengomel.Agus OB yang ada di pantry heran kenapa sekretaris bos nya itu balik ke pantry lagi dan mengomel.
"Lho mba Vita kok gelas yang ada kopinya di bawa ke sini lagi."Tanya Agus heran.
"Tuan Alex memang gak suka kopi mba sukanya teh,sini mba biar saya saja yang buatkan."
"Gak usah Gus,biar aku aja yang buat.ini Tuan Alex nyuruh aku yang buat teh nya.
Ternyata emang bener ya si Alex itu cuma mau ngerjain gue doang.Untung ganteng eehhh...
"Ini Tuan teh nya."
"Ya sudah sana kamu keluar,tanya Lisa tugas kamu apa."
"Baik tuan,saya permisi."
"Hhmmm.."
Setelah keluar dari ruangan Alex,Vita menghampiri Lisa.Dan Lisa pun menjelaskan tugas-tugas Vita sebagai sekretaris CEO.
"Aku ajarin kamu cuma selama satu Minggu ya Vit,setelah nya aku akan pindah ke ruangan Presdir.Tapi nanti kalau ada yang kamu gak paham jangan sungkan tanya sama aku yaa."
"Terima kasih ya mba Lisa udah mau ngajarin aku dan baik sama aku."
Tiba-tiba telpon berdering...
"Ya Halo Tuan."
"Suruh Vita ke ruangan ku sekarang."
"Baik tuan."
"Vit,kamu suruh ke ruangan Tuan Alex sekarang."
"Mau apalagi sih dia."
"Sssttt..Udah buruan ke dalam."
Tok..Tok..Tok..
"Masuk..."
"Ganti teh nya,kau ini menaruh gula nya seberapa banyak sih,satu kilo?"Manis sekali,kamu mau buat saya jadi diabetes yaa.."Ucap Alex marah.
"Masa sih Tuan,saya kasih gula cuma satu sendok teh lho."
"Coba kamu cicipi sendiri rasanya."
Vita lalu meminum teh Alex.Alex menahan senyumnya,Vita tak sadar jika dia minum di gelas yang sama dengan Alex.
"Gak terlalu manis kok Tuan,menurut aku ini pas kok."Ucap Vita setelah meminum teh Alex.
__ADS_1
" Kau ini gimana sih,segitu kau bilang pas,tapi ya sudahlah kau boleh keluar."
"Mau dibawa kemana teh nya."Ucap Alex saat Vita membawa gelasnya.
"Kata Tuan suruh ganti."Vita bingung.
"Tidak usah,biar taruh saja di meja.Lain kali minta ajarin Agus cara buat teh untuk saya."
"Baik Tuan,kalau begitu saya permisi."
Gak jelas banget jadi orang,katanya tadi suruh ganti teh nya giliran mau di bawa gak boleh.eehh..tapi tunggu dech kok aku minum teh di gelas yang sama sih sama si CEO galak itu.
aaakkhhhh...Kan itu secara gak langsung ciuman bibir. Vita memegang bibirnya.Dasar tukang modus.
Sementara itu Alex tak dapat lagi menahan tawanya karena kejadian tadi.Tiba-tiba pintu ruangan kembali di ketuk,Alex segera menguasai dirinya agar tak tertawa lagi dan memasang wajah datar,Vita masuk kembali ingin memberitahukan bahwa sebentar lagi akan ada rapat dewan direksi.
"Bilang sama Lisa untuk persiapkan semuanya dan kau juga,karena kau akan di perkenalkan kepada mereka."
"Baik Tuan."
Ruang meeting sudah siap,waktunya mereka untuk memulai meeting.Alex berjalan paling depan di ikuti oleh Rendra,Lisa dan Vita.Vita berusaha menguasai dirinya agar nanti di perkenalkan di depan dewan direksi dirinya tidak gugup.
Tenang Vita tenang pekerjaanmu memang harus bertemu banyak orang jadi kamu tidak boleh gugup,di buat santai aja gak boleh tegang okee.Vita Menyemangati dirinya sendiri.
Sebelum rapat di mulai,Alex terlebih dahulu memperkenalkan Vita kepada semua orang Yang ada di ruangan rapat.Vita pun memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan nama saya Vita Carolina Nugraha,biasa di panggil Vita.Saya sekretaris baru Tuan Alex yang akan menggantikan mba Lisa.Kedepannya mohon kerjasamanya."Ucap Vita sambil tersenyum manis.
Semua orang yang berada di ruang meeting terpesona dengan sekretaris baru CEO mereka terutama bagi kaum Adam.Mereka bahkan ada yang tidak berkedip hingga deheman Alex yang kuat membuat mereka kaget.
"Ehheeemmmm....
"Kita mulai meetingnya."mereka pun kembali fokus.
Sementara itu Mama Rebecca selalu saja mendapat laporan terbaru dari orang suruhannya yang mengikuti kemanapun Karin pergi.Seperti pagi ini,Ronald datang menemui Karin di Apartemennya setelah semalam Ronald membiarkan Karin berdua dengan Alex.
"Halo baby,"Ucap Ronald lalu mencium bibir Karin.
"Honey jangan begini,nanti ada yang lihat.Kita masuk saja yuk."Menarik tangan Ronald.
"Gimana kencan mu semalam, lancar?"
"Lancar dong honey,makasih yaa.Aktingmu sungguh bagus.Aku tadi pagi sudah mengirimi dia pesan,dan dia pun mulai membalasnya.Sepertinya perlahan-lahan sikap dia kembali seperti dulu lagi."
"Sebagai hadiahnya puaskan aku pagi ini baby."Mulai mencium bibir Karin dan Karin pun membalasnya,hingga nafas mereka kian memburu.
"Dengan senang hati honey."
Mereka pun melakukan kegiatan panas mereka di pagi hari Hingga menjelang siang,hingga mereka tak menyadari bahwa Handphone Karin berdering beberapa kali. Barulah setelah mereka selesai Karin mengambil handphone nya.Karin kaget karna begitu banyak panggilan dari Alex.
Alex...
(Kau kemana sayang?,kenapa tak mengangkat telpon dariku,nanti siang aku ke apartemen mu yaa,aku ingin makan berdua denganmu.Tunggu aku love you) Alex.
Gawat ini sudah hampir jam dua belas,mana kamar acak-acakan begini,aku harus segera merapihkannya sebelum Alex datang.
"Honey cepat mandinya ,Alex sebentar lagi mau kemari."Karin menggedor pintu kamar mandinya. Ronald pun mempercepat ritual mandinya.
Karin kelabakan sendiri,dirinya segera memakai baju handuknya dan dengan cepat mengganti seprei lalu merapihkan kamarnya.Hingga tiba-tiba bel Apartemen nya berbunyi.
__ADS_1
Bersambung....