CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 23


__ADS_3

Sore hari mereka bersiap untuk pulang,karena waktu bekerja sudah habis.Vita masih berada di dalam ruangan Alex,dia sengaja di berikan kerjaan yang bukan bagiannya.Tapi itu sebenarnya hanyalah alasan Alex agar ia bisa berlama-lama berdua bersama Vita.Dasar modus kau Alex.


Vita melirik jamnya,sudah waktunya dia pulang.


"Tuan,sudah waktunya pulang."Ucap Vita.


"Memangnya pekerjaan kamu sudah selesai Vita ?"Tanya Alex acuh.


"Belum Tuan,tapi ini masih banyak Tuan.Lagian ini juga bukan tugasku kenapa jadi aku yang mengerjakannya."Ucap Vita kesal.


"Sudah berani membantah."Ucap Alex dengan nada kesal.


"Tidak Tuan."Ucap Vita lemah lalu melanjutkan pekerjaannya.


Keterlaluan benar yaa dasar CEO galak,ini kan bukan tugas aku.Kenapa jadi di serahkan semuanya sama aku.Batin Vita kesal.


Alex tersenyum melihat wajah kesal Vita.Dia segera membereskan mejanya.Lalu berdiri dan berjalan mendekati Vita.


"Ayo pulang."Ucap Alex dengan senyum mengembang di wajahnya.Vita mendongak.


"Beneran Tuan?"


"Iya,di bereskan dulu besok di lanjut."


"Baik Tuan."Ucap Vita semangat.


Mereka jalan beriringan,Vita yang hari ini tidak membawa mobilnya karena masuk bengkel sedang memesan taksi online.Vita yang tidak fokus jalannya karena sambil memegang ponsel tiba-tiba tersandung anak tangga yang dia pikir jalannya datar,Vita hampir saja jatuh kalau saja Alex tidak segera menarik Vita hingga jatuh dalam pelukan Alex.Mereka saling bertatap-tatapan hingga terdengar suara dari belakang mereka,Alex dan Vita pun segera membenarkan posisi mereka kembali.


"Kalau mau bermesraan jangan di depan umum Tuan."Ucap Rendra sambil tersenyum,ternyata Rendra yang berdiri di belakang Alex dan Vita.


"Terima kasih Tuan."Ucap Vita menunduk malu


"Makanya lain kali kalau jalan itu lihat jalan,bukan lihat Hp."Ucap Alex ketus.


"Jangan galak-galak bro nanti vitanya kabur lho."Bisik Rendra yang masih terdengar oleh Vita.Alex segera menyenggol lengan Rendra.


"Kita naik liftnya sama-sama saja Vita,pasti lift karyawan ramai yang menggunakan."Ucap Rendra menawarkan.


"Tidak apa-apa Pak Rendra, saya tunggu lift karyawan saja."


"Sudah cepat masuk,"Alex segera menarik Vita ke dalam lift.Vita segera memencet angka 1.


"Kamu tidak bawa mobil?"Tanya Rendra.


"Tidak Pak,mobil saya kemarin masuk bengkel.Jadi saya pulang naik taksi."


"Kamu pulang sama saya saja Vita."Ucap Alex cepat,dia tidak mau keduluan oleh Rendra.


"Gerak cepat bosku."Sindir Rendra.


"Diam kau,"


"Tidak usah Tuan,terima kasih saya naik taksi saja."


"Ini perintah Vita,tidak bisa di bantah."


"Tapi saya sudah memesan taksi online Tuan."


"Batalkan apa susahnya sih."Alex kesal karena Vita keras kepala.

__ADS_1


"Baik Tuan,"Tapi saat Vita akan membatalkan pesanan taksinya,Vita malah mendapat telepon dari sang sopir taksi online.


"Halo mba Vita,saya sudah di depan."Ucap si sopir taksi.Vita melirik Alex,dia tidak enak membatalkan karena taksi sudah datang.


"Nanti biar saya saja yang menemui taksi itu."


Ucap Alex,Vita hanya mengangguk.


"Baik Pak,tunggu sebentar,"Ucap Vita pada si sopir.


Setelah sampai di loby,Alex dan Vita segera menghampiri taksi yang di pesan Vita.


"Pak, ini saya tetap membayar sesuai tarif.Tapi Vita tidak jadi naik."Ucap Alex.


Setelah urusan dengan si sopir selesai,Vita dan Alex menunggu mobil karena ada satpam yang mengambil di basement.


Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil,keheningan pun terjadi.Vita asyik melihat ke arah luar jendela.


"Vita,kamu mau makan dulu gak?"Tanya Alex memecah kesunyian.


"Tidak Tuan,saya tidak lapar,langsung pulang saja."


"Baiklah."


Krucuk Krucuk Krucuk...


Alex tersenyum mendengar suara perut Vita.


"Sepertinya perutmu tidak bisa di ajak kompromi,baiklah kalau begitu kita mampir ke restoran dulu."Vita memalingkan wajahnya malu.


Dasar perut sialan,kenapa gak bisa di ajak kompromi sih,buat malu saja..


"Vita,aku benar-benar minta maaf untuk kejadian tadi pagi."


"Tidak apa-apa Tuan, bukannya sudah biasa anda begitu."


"Bisakah jangan memanggilku Tuan saat kita sedang tidak di kantor dan juga saat kita berdua begini."Ucap Alex serius.


"Tapi kenapa Tuan?aku sudah biasa memanggilnya begitu."


"Isshh..Kau ini mengapa begitu keras kepala sih."


Makanan pun datang, mereka makan dengan tenang, tiba-tiba Alex membersihkan saos yang ada di bibir Vita.Membuat Vita seketika menghentikan kunyahannya.


"Ada saos di bibirmu,makanya kalau makan yang benar."Lalu Alex memasukkan jarinya yang ada saosnya ke dalam mulutnya.


"Aku bisa membersihkan sendiri Tuan."Ucap Vita grogi.


"Rasanya Manis."Ucap Alex lagi.


Apaan sih dia ini,kenapa perlakuannya begitu manis.Jantung gue,Astaga...Kalau terus-terusan begini bisa-bisa gue jatuh cinta sama CEO galak ini.


Setelah makan,Alex mengantarkan Vita pulang.


"Mobilmu kapan keluar dari bengkel?"


"Tiga hari lagi Tuan."


"Ya sudah kalau begitu besok pagi aku jemput."

__ADS_1


"Tidak usah Tuan,besok saya mau pakai motor saja."


"Kenapa harus pakai motor,besok saya yang akan menjemputmu.Tidak ada penolakan."


"Terserah Tuan saja."Vita mengalah.Alex tersenyum puas.


Tak terasa mereka pun sampai di rumah Vita.Ternyata mama Ranti sedang duduk di depan rumah menunggu anak gadisnya pulang.


"Terima kasih Tuan atas tumpangannya."Ucap Vita saat akan keluar dari mobil.


"Nak Alex,mampir dulu sudah mau magrib."Ucap Mama Ranti melihat Alex yang mengantar anaknya pulang.


Iisshhh mama kenapa nawarin dia mampir sih..


"Iya Tante,"


"Mama mu memaksaku untuk mampir jadi aku tidak enak untuk menolaknya."Ucap Alex senang.


Seneng banget dia,lagian siapa juga yang memaksa..


"Nak Alex,mari masuk."Sapa Pak Sandy.


"Iya om,gimana semua bisnis om lancar?"


"Alhamdulillah lancar Lex,kamu sendiri gimana Perusahaan aman?"


"Tadi pagi ada yang berusaha masuk ke sistem kami Om dan membuat sistem kami down tidak bisa di akses."


"Astaga,terus sekarang gimana Lex."


"Alhamdulillah semua sudah teratasi Om,para hacker yang bekerja dengan Alex bisa menggagalkan nya."


"Alhamdulillah syukur kalau begitu Lex.Mari kita shalat magrib dulu."Pak Sandy mengajak Alex.


Mereka pun shalat berjamaah, setelah shalat Alex berpamitan pulang.Sepanjang perjalanan Alex terus saja mengembangkan senyumannya.Alex sampai di rumahnya,Mama Rebecca sedang duduk di ruang tengah.Mama Rebecca mendengar siulan kecil dia mencari sumber siulan itu.Ternyata siulan itu berasal dari mulut Alex.


"Anak Mama sepertinya sedang senang."Ucap mama Rebecca.


"Eeehhh Mama,"Langsung mencium pipi mamanya.


"Ada apa ini?"


"Gak ada apa-apa ma."Sanggah Alex.


"Terus kamu dari mana jam segini baru pulang?"Menatap Alex penuh selidik.


"Aku tadi habis mengantarkan Vita pulang ma."Ucap Alex keceplosan lalu menutup mulutnya.


"Ohhh..Jadi anak Mama ini habis mengantarkan anak gadis pulang."


"Apa sih Mama,Udah ahh Alex mau mandi dulu gerah."Berlalu meninggalkan mamanya.


'Anak itu yaa, sepertinya dia mulai tertarik dengan Vita dan ini bagus.'Mama Rebecca senang dengan kemajuan hubungan Alex dan Vita


Akkkhhh...Kurang ajar,apa secepat itu Alex melupakan aku.Karin berteriak marah saat dia menerima laporan dari anak buahnya.


Lihat saja apa yang akan aku lakukan pada sekretaris mu itu..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2