CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 77 Resepsi pernikahan


__ADS_3

Alex dan Vita berjalan dia atas karpet merah menuju singgasana sang Raja dan Ratu sehari.Semua mata tertuju pada pasangan pengantin yang tadi pagi baru saja melakukan ijab qobul.Vita memeluk lengan Alex begitu Alex memegang tangan Vita yang berada di lengannya mereka berjalan mengikuti arahan tim WO.Semua mata dibuat terpesona oleh kecantikan Vita.Sebisa mungkin Vita menahan diri untuk tidak gugup.


Alex yang menyadari jika istrinya itu gugup lalu membisikkan sesuatu kepada Vita.


"Jangan gugup sayang,kamu lihat saja lurus ke depan anggap saja tidak ada satu orangpun disini."bisik Alex.


"Mana bisa gitu."Gerutu Vita.


"Ya sudah tarik nafas perlahan habis itu hembuskan biar kamu gak gugup."Vita pun mengikuti arahan suaminya, kegugupannya pun sedikit hilang.


Para wartawan yang mendapat undangan pernikahan Alex dan Vita pun tak ingin ketinggalan momen ini.Mereka dengan sigap memfoto setiap momen.Bahkan saat Alex membisikkan sesuatu pada Vita pun tak luput dari bidikan kamera wartawan.


"Aku semakin gak rela kamu dilihat banyak orang begini sayang.Tuh lihat apalagi para lelaki itu ingin rasanya aku congkel saja itu bola matanya."Ucap Alex setelah mereka duduk di kursi pelaminan,Vita hanya tersenyum mendengar Omelan suaminya.


Alex mengundang para saudara,rekan bisnis juga seluruh para karyawan yang bekerja di Perusahaan miliknya.Semua tamu begitu menikmati hidangan dan juga hiburan yang disediakan.


Karin sebenarnya sudah berada di hotel tempat diselenggarakannya resepsi Alex.Akan tetapi Karin bingung bagaimana caranya agar dia mengacaukan acara malam ini.Awalnya Karin ingin menyuap salah satu pelayan di acara tersebut untuk menjalankan rencananya,namun setelah Karin menghampiri lima pelayan tak ada satupun yang mau menerima tawarannya walaupun Karin menjanjikan bayaran yang mahal.Mereka menjawab kompak lebih baik tidak mendapatkan uang daripada harus berurusan dengan seorang Alex Abraham.


Kepala pelayan yang menangani bagian catering menghampiri Rendra yang sedang duduk sambil mengamati sekeliling.


"Permisi Pak Rendra."Ucapnya sopan.


"Iya ada apa?apa ada masalah bagian catering?"


"Tidak ada Pak catering aman,tapi saya ingin menyampaikan sesuatu.Tadi saya mendapat laporan kalau anak buah saya mendapatkan sebuah penawaran oleh seorang wanita.Wanita itu menyuruh untuk menaruh racun pada minuman yang akan di berikan oleh Nona Vita sebagai imbalannya wanita itu menjanjikan bayaran yang tinggi yaitu sebesar lima puluh juta."


"APAAA...!"Rendra kaget dan bangun dari duduknya.


"Tapi Pak Rendra tenang saja anak buah saya tidak ada yang mau menerima tawarannya.Wanita itu juga tidak hanya menyuruh satu orang tetapi lima orang dan semuanya menolak."Rahang Rendra mengeras mendengar penjelasan kepala pelayan,kenapa dirinya dan anak buahnya kecolongan begini.


"Panggil salah satu dari mereka saya ingin menanyakannya lebih jelas."


"Baik Pak, saya akan panggilkan."


Rendra segera menghubungi anak buahnya melalui HT.


"Perketat keamanan,kita hampir saja kecolongan.Awasi semuanya,terutama pada bagian pintu masuk dan juga bagian makanan."


"Permisi Pak,ini salah satu orang yang menerima tawarannya Pak."Rendra mengangguk.


"Kau kembali ke belakang, perketat keamanan di bagian belakang jangan sampai ada kejadian yang tak diinginkan."Titah Rendra.


"Baik Pak."Menunduk hormat lalu kembali kebelakang.


"Apa benar jika Kau mendapat penawaran dari seorang wanita?"


"Be-benar Pak."Jawabnya gugup.


"Mengapa kau tak menerimanya? sedangkan tawaran yang diberikan begitu menggiurkan."

__ADS_1


"Maaf Pak,saya lebih baik miskin daripada harus menerima uang dari hasil kejahatan.Bukan hanya itu saja Pak,saya ingin hidup tenang.Saya yakin jika saya menerima tawaran wanita itu walaupun saya banyak uang tapi hidup saya tidak akan tenang karena sudah berurusan dengan Tuan Alex.Saya lebih takut berurusan dengan beliau."Rendra tersenyum tipis.


"Pilihan yang bagus."Rendra mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Ciri-ciri wanita itu seperti apa?"


"Dia sangat cantik Pak,tapi wajahnya seperti tidak asing saya pernah melihatnya tapi saya lupa."Lalu Rendra mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto seorang wanita.


"Kau masih ingat dengan wajahnya?apa wanita ini?"


"Benar Pak,wanita ini yang tadi menyuruh saya dan teman-teman saya."


"Terima kasih atas penjelasannya, kembali bekerja."Pelayan mengangguk dan pergi dari hadapan Rendra.


"Kurang ajar Karin, rupanya dia yang ingin meracuni Vita.Lihat saja akibatnya jika kau masih berulah."


Di parkiran Karin bingung ingin sekali dirinya masuk kedalam untuk melihat acara resepsi tapi sayang Karin tak punya undangannya jadi dirinya tidak bisa masuk.


"Karin."Panggil seseorang dari samping,karena Karin hanya membuka setengah jendela kaca mobilnya.


"Hei Albert."Sapa Karin.


"Gue kira salah orang ternyata beneran loe Karin."Karin pun keluar dari mobilnya.


"Tambah cantik aja loe."Ucap Albert.


"Kamu diundang Albert?"Tanya Karin.


"Iya dong,gue rekan bisnisnya Alex sudah pasti diundang.Gue kira yang nikah sama Alex itu loe ternyata bukan."Karin tersenyum kecut.


"Aku gak diundang Albert."Ucap Karin dengan sedih.


"Ya sudah ayo masuk bareng gue aja,kebetulan gue Dateng sendiri nih."Karin ragu,tapi ini kesempatan yang gak boleh di lewatkan.


"Boleh deh, sebentar yaa."Karin kembali masuk ke dalam mobil lalu memakai cadar.


"Ngapain loe pake beginian."Tanya Albert heran.


"Gak apa-apa aku cuma gak mau Alex tahu aja kalau aku datang."Karin bersikap seperti wanita polos dan pendiam,Albert pun mengenal Karin dengan sikapnya yang begitu.


"Oke yuuk."Albert mendekatkan lengannya,Karin yang paham pun langsung mengaitkan tangannya di lengan Albert.


"Gue yakin loe masih cinta kan sama Alex."Ucap Albert mereka terus berjalan menuju pintu masuk.


"Ya begitulah tapi namanya juga bukan jodoh jadi mau gimana lagi."


"Sebentar."Albert menyerahkan undangan di bagian pintu masuk.


"Maaf Tuan dengan siapa?"Tanya petugas yang berada di depan.Karin menunduk takut dirinya ketahuan.Penjagaan begitu ketat dimana-mana terdapat anak buah Alex.

__ADS_1


"Saya dengan teman saya."


"Namanya Tuan?Maaf kami harus menulis juga nama pendamping sesuai perintah."


"Nama saya Camelia."Ucap Karin cepat,Karin tidak mau Albert yang menjawabnya.


"Baiklah, silahkan masuk."


Huuhhh...Karin bernafas lega, dirinya lolos dari pintu utama.


"Setelah ini aku akan menjalankan rencana kedua.Terima Albert kau memuluskan rencana ku."Ucap Karin dalam hati,Karin tersenyum miring.


Setelah sampai di tempat acara resepsi Alex dan Vita,Karin pun mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Alex terutama Vita.


"Bagus juga dekorasinya, rupanya dia tertawa diatas penderitaan ku."Hati Karin panas melihat Alex dan Vita tertawa bersama diatas pelaminan.


"Loe mau nyicip hidangan gak Rin?"Tanya Albert.


"Boleh."


Karin memakan makanan yang baru saja dia ambil bersama Albert,sambil terus memikirkan bagaimana caranya untuk memulai rencana kedua.


"Karin,gue kesana dulu ya mau temui rekan bisnis."Ucap Albert,Karin hanya mengangguk.


"Loe gak apa-apa kan gue tinggal sendiri disini."


"Iya aku gak apa-apa kok."


Alex dan Vita mulai turun dari pelaminan, menghampiri para tamu.Alex dengan bangga mengenalkan Vita pada rekan bisnisnya.


"Waahh,Tuan Alex pintar sekali cari istrinya."Puji rekan bisnis Alex.


"Terima kasih."Ucap Alex,Vita hanya tersenyum.


"Lho bukannya ini Mba Vita ya sekretarisnya Tuan Alex."Ucap rekan bisnis Alex yang lainnya.


"Benar sekali,dia memang sekretaris saya."


"Ternyata Tuan Alex terlibat cinta lokasi,wajar saja kalau Tuan Alex cinta dengan Mba Vita,orangnya pintar,cerdas dan yang pasti cantik.Bukan begitu Tuan Alex."Alex terus digoda oleh rekan bisnisnya.


"Mas,aku kesana yaa temui teman-teman aku."


"Iya sayang, pelan-pelan saja jalannya."


Akan tetapi saat Vita akan mendekati temannya,Vita justru terasa ingin buang air kecil.Vita pun membelokkan arah ke arah toilet yang berada di belakang.


Karin sedari tadi mengawasi gerak-gerik Vita seakan memberikan celah untuk menjalankan rencananya saat Vita kebelakang.


"Kali ini kamu gak akan bisa lolos dari aku Vita."Ucap Karin sambil beranjak mengikuti Vita.

__ADS_1


__ADS_2