
Bahagianya tak terkira bagi Alex karena sebentar lagi dirinya akan menikah dengan sang pujaan hati,siapa lagi kalau bukan Vita.Seorang gadis yang sangat cantik dan pintar,tak hanya itu Vita juga termasuk wanita yang mandiri serta tidak manja.Tapi bukan hanya cantik fisik Vita juga hatinya cantik yang membuat Alex semakin tergila-gila dengan Vita.
Setelah penentuan tanggal pernikahan yang jatuh pada dua Minggu lagi kedua keluarga tersebut berbincang-bincang ringan.Para Bapak membicarakan bisnis,para Mama juga membicarakan tentang konsep pernikahan.Sedangkan dua sejoli itu kini sedang berada di taman samping rumah Vita.Alex tak mau ikut bergabung bersama Papanya yang membicarakan soal bisnis.Lebih baik dia menarik Vita ke taman agar bisa berduaan.
"Aku sudah tidak sabar menunggu dua Minggu lagi."Ucap Alex sambil menggenggam tangan Vita.
"Masa sih?"Jawab Vita menggoda.
"Beneran sayang,emang kamu gak senang gitu pernikahan kita sebentar lagi?"
"Ya seneng lah,siapa bilang aku gak senang."
"Kamu mau konsep wedding kita mau gimana?"
"Emang kamu mau wujudkan pernikahan impian aku?"
"Ya pastilah,aku akan wujudkan pernikahan yang kamu impikan,Jadi sekarang coba kamu ceritakan kamu mau konsepnya gimana?"
"Nanti waktu ijab qobul aku maunya di rumah aku saja mas.Nah terus resepsinya baru deh di hotel jadi kita ada senggang waktu untuk istirahat sebelum resepsi di mulai."
"Kita harus manfaatkan waktu senggang itu sayang."Alex menaikturunkan alisnya dengan senyum misterius.
"Ya iya makanya aku bilang kan gitu tadi,buat istirahat."Vita tak mengerti arti dari senyuman Alex itu.
"Kamu polos banget sih sayang."Alex menarik hidung Vita gemas.
"Sakit mas."Vita memukul lengan Alex.
"Kamu berani ya sekarang pukul atasan kamu."Ucap Alex sambil tertawa
"Siapa yang atasan?disini bukan kantor yaa jadi gak ada atasan dan bawahan."
"Iya iya,terus resepsi nanti kamu maunya konsepnya seperti apa sayang?"
"Aku maunya tema outdoor mas jadi di luar ruangan gitu seperti suasana di kebun.Jadi nanti kita gak harus selalu duduk di pelaminan tapi kita menghampiri para tamu biar gak jenuh."
"Wah boleh juga tuh sayang,nanti kamu tinggal bicarakan saja dengan Mama.Aku nanti cuma bagian keuangan saja."
"Kamu serius mau mewujudkan impian pernikahan aku mas?"
"Serius dong sayang,ini pernikahan kita sekali seumur hidup jadi aku mau kamu juga merasa bahagia dan puas.Tapi kan nanti setelah itu aku minta bayarannya sama kamu."Alex kembali menggoda Vita.
"Minta bayaran?jadi kamu minta uang ganti rugi biaya pernikahan kita gitu?"Vita masih tak mengerti.
"Iya dong,semua itu harus ada timbal baliknya dong sayang,dan aku gak mau rugi."
"Kok kamu gitu sih mas,katanya mau wujudkan impian pernikahan aku tapi malah minta ganti rugi."Vita membuang wajahnya tidak mau melihat Alex,Alex
"Ganti rugi aku bukan berupa uang sayang,tapi..."Alex menjeda ucapannya,sambil tersenyum.
__ADS_1
Vita menoleh karena penasaran dengan ucapan Alex.
"Tapi apa?"Tanya Vita.
"Tapi kamu harus layani aku di atas ranjang."Bisik Alex,Tepukan keras berkali-kali mendarat di lengan Alex.
"AW..Aww..Sakit sayang kamu seneng banget deh nyiksa aku."
"Makanya gak usah mesum."Vita mendelik membuat Alex tambah gemas dan memeluk Vita.
Malam semakin larut,Alex sudah kembali ke rumahnya dan ini waktunya orang-orang untuk istirahat sebelum esok hari memulai kegiatan.Tapi ini tidak bisa di lakukan oleh Vita, rupanya gadis itu masih terjaga.Menatap cincin di jarinya,tak terasa sebentar lagi dirinya akan menyandang gelar sebagai istri.Istri seorang Alexander Abraham, seseorang yang paling di segani dan di takuti.
"Semoga persiapan pernikahan kita berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun sampai nanti kita di persatukan dalam ikatan pernikahan,aamiin."Doa Vita setelah itu diapun tertidur.
Tak ada yang tahu jika semalam Alex dan Vita sudah lamaran.Alex dan Vita benar-benar menyimpan hal ini rapat-rapat.Mereka akan membuat kejutan saat nanti sekalian menyebarkan undangan.Alex dan Vita pun seperti biasa akan bersikap profesional saat di lingkungan kantor.Vita tak mau orang beranggapan jika dia memanfaatkan posisinya sebagai kekasih Alex.Jadi Vita tetap bekerja secara maksimal sesuai kemampuan yang dia miliki.
Hari terus berganti,ini merupakan weekend hari untuk bersantai bagi orang kantoran karena mereka tidak bekerja begitupula Alex dan Vita.Dan hari ini Vita dan Alex di ajak Mama Rebecca untuk memilih desain undangan dan juga persiapan pernikahan lainnya.Tak perlu ketempatnya langsung,karena Mama Rebecca memanggil tim wedding organizer yang sudah dipilihnya itu datang ke rumahnya.
Sekitar jam sepuluh Alex menjemput Vita di rumahnya.Vita sudah siap menunggu sang pujaan hati menjemputnya.Tampilan Vita yang modis dan natural dalam bermake-up sesuai usianya justru membuat Vita seperti anak sekolahan.Membuat Alex terpana dibuatnya,karena Alex lebih suka Vita berpenampilan seperti ini dibandingkan saat bekerja.
Mobil melaju menuju kediaman rumah Tuan Abraham.Sepanjang perjalanan Alex terus menggenggam tangan Vita dan sesekali menciumnya.Membuat Vita tersipu dibuatnya,pipinya merona.
"Mas,kita mampir ke toko kue Mama yaa aku mau bawain kue buat Mama kamu."Alex mengangguk dan mobil semakin melaju ke arah yang diminta Vita.
Sampai di Toko kue Mamanya,Vita langsung turun dan meminta Alex menunggu di mobil karena dia tak lama.Vita menuju belakang tempat pembuatan kue.Karena tadi Vita sudah berpesan untuk meminta dibuatkan kue agar masih hangat saat dibawa.Saat Vita masih di belakang,terdengar suara ribut-ribut di bagian depan.Vita yang penasaran segera menuju depan untuk melihat apa yang terjadi.
Sesampainya didepan Vita melongo,rupanya keributan itu bersumber dari seseorang yang duduk di pojok kasir.Semua pengunjung bersorak heboh walaupun sudah emak-emak bahkan para karyawan Mamanya sampai turun tangan untuk melindungi orang yang duduk tersebut agar tak terjamah oleh orang-orang didepannya.Sedangkan seseorang tersebut bersikap acuh tak acuh sambil memainkan ponselnya.
Vita menghampiri Alex,rupanya yang membuat heboh adalah Alex sang pengusaha muda yang sukses.Wajahnya yang sering wara Wiri di media membuat banyak orang mengenali wajahnya.
"Habisnya kamu lama sayang,aku jenuh menunggu kamu di mobil."Jawab Alex santai beriringan dengan suara emak emak Yang semakin heboh mendengar ucapan Alex yang menurut mereka langka.
Vita langsung menarik Alex agar ikut berdiri dan meninggalkan toko kue milik Mamanya tersebut.
"Terima kasih yaa,maaf sudah mengganggu pekerjaan kalian."Ucap vita pada karyawan toko.
"Kamu buat heboh tau,mana emak emak itu pada kecentilan lagi."Vita terus saja menggerutu, sedangkan Alex hanya tersenyum senyum mendengarnya.
"Cemburu yaa."Goda Alex dengan mencolek dagu Vita.
"Idih siapa juga yang cemburu."Vita membuang wajahnya lalu dengan cepat masuk ke dalam mobil setelah Alex membuka pintu dan menaruh kue yang di ambilnya tadi di jok belakang.
Cuuup..
Alex mencium kening Vita saat Vita menoleh untuk menatap kedepan.
"Aku suka lihat wajah kamu yang lagi marah-marah sambil mengomel begini jadi tambah gemesin."Vita tak menanggapi dirinya yang merasa pipinya memerah membuang pandangannya ke arah jendela sambil menahan senyumannya.Alex melihat itu pun kembali menggoda Vita.
"Kalau mau senyum senyum aja kali gak usah di tahan."Ucapnya sambil menghidupkan mesin mobil.
__ADS_1
"Maas..Kamu bener bener nyebelin."
Sesampainya di rumah Alex,Vita berjalan lebih dahulu meninggalkan Alex yang masih memarkirkan mobilnya di garasi.
"Assalamu'alaikum Tante."Sapa Vita sambil mencium tangan Mama Rebecca.
"Wa'alaikumsalam,lho Alex mana kok kamu datang sendirian."
"Ada tuh masih di luar,aku bawa ini kebelakang dulu ya Tan."
"Iya,nanti suruh bibi aja yang antar kedepan."Vita mengangguk lalu berjalan ke arah dapur.
"Waahh,itu calon istrinya Tuan Alex nyonya?"Tanya seseorang yang merupakan perwakilan dari pihak WO.
"Iya,gimana calon menantu saya,cantik bukan?"Tanya Mama Rebecca dengan penuh bangga.
"Cantik sekali nyonya,Tuan Alex memang pintar mencari calon istri."Puji Pihak WO,Mama Rebecca tersenyum bangga.
"Lho Vita mana Ma?"Tanya Alex yang baru saja masuk.
"Kebelakang tadi taruh kue."Alex mengangguk.
Vita kembali ke ruang tamu diikuti pelayan di belakangnya yang membawa minuman juga kue yang di bawanya.
"Sini sayang,ini pihak WO yang akan mengurusi pernikahan kalian."Vita duduk mendekat di samping Mama Rebecca.
"Iya Nona,kami akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk pernikahan anda dan Tuan Alex.Silahkan anda ingin konsep yang seperti apa untuk pernikahannya?"Tanya pihak WO ramah.
"Ayo Vita,jangan sungkan-sungkan untuk memilih,pilihlah sesuai keinginan kamu."Mama Rebecca melihat ada keraguan pada Vita saat melihat contoh undangan dan juga dekorasi.
"Mas,kamu juga sini dong bantu aku pilih."Vi mengulurkan tangannya pada Alex,dengan senang hati Alex menerima uluran tangan Vita dan duduk di samping Vita.
Vita sudah menemukan bentuk undangan yang diinginkannya.Lalu setelah itu Vita pun beralih ke konsep dekorasi pernikahannya.
"Untuk dekorasinya bisakah dengan tema outdoor seperti di kebun gitu."Tanya Vita.
"Bisa Nona,bisa sekali ada beberapa contoh juga di dalam buku tersebut Nona bisa memilihnya sesuai keinginan Nona."
Setelah menentukan pilihan dekorasi yang tepat dan sesuai keinginan Vita,pihak WO pun undur diri dari kediaman keluarga Abraham.Vita berharap semoga saja dekorasinya sesuai yang dia inginkan.
"Nah besok kamu izin tidak masuk kerja saja Vita,Kita akan mengadakan fitting baju.Karena waktu kita semakin mepet jadi kita juga harus gerak cepat."
"Iya Tante."
"Untuk urusan baju seragam keluarga kamu serahkan sama Mama.Keluarga kamu tinggal kirim ukuran bajunya saja.Kalau bisa paling lambat besok sudah di kirim yaa."Vita hanya mengangguk karena memang benar apa yang di ucapkan Mama Rebecca bahwa waktunya semakin mepet.
Semoga saja persiapan pernikahan Vita dan Alex berjalan sesuai rencana dan tidak ada halangan dan juga masalah sampai hari pernikahan itu tiba.
Semoga saja...
__ADS_1
Bersambung...