
Setelah bercengkrama dengan orang tua Vita,Alex berpamitan untuk pulang karena hari juga semakin malam.Sepertinya malam ini sesampainya di rumah nanti Alex akan memberitahu Mama dan Papanya bahwa dia sudah melamar Vita.Sebelum acara lamaran resmi Alex juga ingin orang tuanya datang langsung untuk melamar Vita.
Sesampainya dirumah Alex rupanya semua lampu sudah padam.Sepertinya orang tuanya sudah masuk ke dalam kamar mereka dan bisa jadi sudah tidur karena memang sudah jam 10 malam.Alex memutuskan untuk masuk ke kamarnya langsung.Alex masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu mengganti pakaiannya dengan baju tidur. Setelah itu naik ke atas ranjang, Alex mulai mengecek laporan yang sudah di kirimkan oleh Rendra.
Ponsel berdering terdengar nada khusus untuk Vita,Alex langsung mengangkatnya.
"Hallo mas,sudah sampai rumah?"Terdengar suara Vita yang lembut membuat Alex tersenyum.
"Sudah sayang,ini aku lagi ngecek email yang di kirim Rendra."
"Sudah malam mas,besok lagi cek nya.Kan mas Alex baru sehat ini sudah malam lho waktunya buat tidur bukan kerja."
"Iya iya sayang,ini aku tidur deh aku taruh nih tab nya."Alex menuruti ucapan Vita.
"Ya sudah aku juga mau tidur juga sudah ngantuk.Ingat jangan kerja besok lagi kerjanya langsung tidur."
"Iya,good night sayang."
"Good night."Panggilan terputus,Alex benar-benar menuruti ucapan Vita,dia menaruh tabletnya di nakas dan mematikan lampunya.
Pagi hari tak biasanya Alex sudah berada di meja makan sebelum orang tuanya datang.
"Pagi Alex,wah tumben sekali sudah lebih dulu disini."Ucap Mama Rebecca dengan heran.
"Ada yang ingin aku sampaikan pada mama dan papa."Alex berbicara sambil mulai mengambil roti.
"Oke,kita bicara setelah selesai sarapan."Mereka pun mulai makan dengan tenang.
"Sepertinya serius sekali,ada apa Alex?"Tanya Papanya yang sebenarnya sudah penasaran dari tadi dengan anaknya.
"Begini Pa Ma semalam Alex sudah melamar Vita langsung di hadapan orang tuanya."Papa dan Mamanya kaget lalu tersenyum.
"Wahh jadi maksud kamu semalam tidak mau menunda itu melamar Vita yaa.Mama senang mendengarnya akhirnya kamu melamar Vita."Mama Rebecca tersenyum senang.
"Jadi nanti malam aku mau Mama dan Papa melamar Vita untuk aku.Berhubung aku sudah berbicara sendiri,jadi Papa Vita juga meminta aku untuk mengajak Mama dan Papa."
"Tentu saja nak,Mama dan Papa dengan senang hati pergi kesana untuk melamarkan Vita untukmu."
"Setelah itu langsung adakan lamaran,dan menentukan tanggal pernikahan.Lebih cepat lebih baik bukan?"Papa Alex ikut berbicara.
"Iya Pa, rencananya setelah nanti malam Papa dan Mama ke rumah Vita aku mau hari minggunya diadakan lamaran."
"Mama setuju,nanti Mama akan mengabari saudara kita untuk menghadiri lamaran kamu yaa."
"Pokoknya Mama atur saja,kalau begitu aku berangkat kerja dulu."Alex menghampiri orang tuanya lalu mencium tangan Papa dan Mamanya.
Setibanya di ruangannya seperti biasa Vita ikut masuk untuk memberikan jadwal kegiatan Alex hari ini.
"Vita kosongkan jadwalku sore nanti."
"Kebetulan hari ini tidak ada meeting sore Tuan.Terakhir bertemu klien saat jam makan siang."Ucap Vita dengan formal.
"Bagus kalau begitu,nanti malam kamu siap-siap yaa karena orang tuaku ingin datang ke rumah mu."
"Nanti malam?"Ucapnya kaget.
"Iya nanti malam,lebih cepat lebih baik sayang.Aku sudah bilang kan aku gak mau menunda-nundanya lebih lama."
"Baiklah,aku akan memberi tahu Mama dan Papa.Sekalian kita makan malam di rumahku."
Setelah itu Vita keluar dari ruangan Alex.Vita menelepon Mamanya untuk memberi tahu bahwa nanti malam orang tua Alex akan datang.Mama Ranti tentu saja senang mendengarnya, dirinya akan menyiapkan makan malam spesial untuk calon besannya.Tak lupa Mama Ranti juga mengabari suaminya agar pulang lebih cepat.
Sore hari,Vita dan Papanya tiba di rumahnya hampir bersamaan.Tak lama Vita turun dari mobil,mobil Papanya memasuki halaman rumah.Vita menunggu Papanya turun dari mobil, mencium tangannya lalu menggandeng tangan Papanya sambil jalan beriringan masuk kedalam rumah.
"Anak Papa sudah dewasa rupanya sudah mau menikah."Papa Vita mencium pucuk kepala Vita.Vita tersenyum sambil merangkul lengan papanya lebih erat
"Lho datangnya bisa barengan gini."Mama Ranti menyambut suami dan anaknya di ruang tamu.
"Iya Ma,tumben banget yaa."Vita mencium tangan Mamanya.
__ADS_1
"Ya sudah kamu langsung mandi terus siap-siap sana.Masakan juga sebentar lagi siap."Vita pun menuju ke kamarnya.
...----------------...
Di tempat lain,Dilla sore ini sedang menunggu seseorang untuk menjemputnya di kantor.Tetapi sampai menunggu setengah jam lebih orang tersebut tidak datang juga.Dilla pun menelpon orang tersebut tapi tidak di angkat.
"Kemana sih? sebenarnya dia niat gak sih jemput aku?Kalau emang gak mau dan gak bisa ya gak apa-apa,aku juga gak masalah.Ya walaupun aku tadi yang maksa dia buat jemput tapi kalau gak bisa ya udah.Nyebelin ihh tau gitu aku tadi bareng Gea."Dilla terus saja menggerutu sambil berdiri di lobi kantornya.Dilla terus mencoba menelpon orang tersebut,tapi tetap saja tak di angkat.Dilla yang kesal kini duduk di sofa yang ada di loby karena dia lelah dari tadi berdiri.
"Dilla."
Panggil seseorang dari arah belakang,Dilla menoleh kearah asal suara.Dilla terpaku melihat orang yang memanggilnya.Dilla menghampiri orang tersebut,amarah yang tadi memuncak kini sirna setelah melihat orang yang di tunggunya berpenampilan keren.
Ya ampun padahal kan niat gue tadinya mau marahin nih orang karena udah buat gue nunggu lama.Tapi gak tega setelah lihat penampilannya begini..Kereen bangeet Oppa...
"Maaf saya telat jemput kamu,tadi mendadak dapat tugas dari Tuan Alex."Ucap Zayn sambil merapihkan rambutnya dengan tangannya.Rupanya yang akan menjemput Dilla adalah Zayn, Abang gantengnya Dilla.
"Iya gak apa-apa,tapi seenggaknya telpon aku kamu jawab.Aku cemas nunggu kamu."Dilla berkata lembut sambil terus menatap Zayn.Zayn meraba kantongnya
"Maaf sepertinya ponsel saya tertinggal di markas."
"Ya sudah kalau emang tertinggal, sekarang jadi antar aku ke bengkel kan?"
"Jadi,tadi siang pihak bengkel mengabari jika mobilnya sudah selesai di kerjakan."
"Oke."Dilla dan Zayn pun menghampiri motor Zayn yang di parkir di depan loby.
"Siapa tuh Dilla ganteng banget,boleh dong kenalin ke kita kita."Teman kantor Dilla yang berdiri di luar loby menggoda Zayn.
"Gak usah kecentilan yaa,ini cowok aku."Dilla berkata ketus lalu menggandeng lengan Zayn.Zayn hanya tersenyum tipis.
"Mirip Oppa Oppa Korea,gila keren banget ."
"Iyaa bener iih,kayak Oppa Oppa Korea."
"Emang beneran itu cowoknya Dilla.Kok mau sih sama Dilla."Teman kantor Dilla masih saja menggosip.
"Kita makan dulu yaa,saya lapar."Ucap Zayn setelah motor mereka sudah melaju.
"Maaf."
...----------------...
Kembali ke rumah Vita,makanan sudah tersedia di meja makan.Semua menu istimewa yang khusus di hidangkan untuk sang calon besan.Mama Ranti dan Papa Sandi sudah duduk di ruang tengah menanti kedatangan Alex beserta orang tuanya.Sedangkan Vita,gadis itu masih di kamarnya masih bersiap.Saat ini Vita merias wajahnya dengan make up yang tipis.Vita malam ini akan mengenakan dress dengan bagian depannya di penuhi mutiara mutiara dengan panjang lengan pendek.
Sementara itu Alex dan orang tuanya kini sedang dalam perjalanan menuju rumah Vita.Kali ini Alex membawakan buket mawar putih bunga favorit Vita dan juga buket coklat kesukaan Vita.Buket inilah yang tadi dibilang Zayn merupakan tugas dadakan dari Alex.Karena Alex memberitahu Zayn,saat hari hampir menjelang sore.
Mobil Alex memasuki halaman rumah Vita,di depan pintu masuk sudah berdiri Vita,Mama, Papa dan juga Vicky adik Vita menunggu.
"Assalamu'alaikum,calon besan."Mama Rebecca langsung memeluk Mama Ranti,lalu memberikan buket coklat pada Vita.
"Terima kasih Tante."Vita senang di beri buket coklat.
"Wa'alaikumsalam, selamat datang di rumah kami,mari masuk."Orang tua Vita mempersilahkan keluarga Alex masuk.
"Ayo masuk mas."Ajak Vita karena Alex masih berdiri di tempatnya.
"Ini buat kamu sayang."Alex menyerahkan buket bunga yang sedari tadi dia pegang di belakang tangannya.
"Waahh..Terima kasih ya mas."Vita mencium bunga mawar putih kesukaannya.
"Akunya gak dicium juga."Ucap Alex jahil.
"Diih maunya.."Lalu Vita menggandeng Alex untuk masuk.
"Ya mau dong."Alex menunjuk pipinya.
"Gak mau,gak usah macem-macem deh mas ada Mama Papa aku juga orang tua kamu."Vita melotot Alex hanya tertawa kecil.
"Wah,ini adik Vita yaa tampan sekali."Vicky yang di puji Mama Rebecca menjadi tersipu malu.
__ADS_1
"Terima kasih Tante."Ucap Vicky malu malu.
Mereka semua duduk di ruang tamu kecuali Vicky yang kembali masuk ke ruang tengah untuk lanjut nonton kartun kesukaannya.
"Bagaimana kalau kita langsung makan dulu saja,makanan sudah tersedia di ruang makan."Papa Vita Sandi kembali berdiri.
"Iya Jeng,gimana kalau kita makan dulu baru kita bicara di bagian inti.Tidak enak kaalu makanannya dingin,mari."Mereka pun sama-sama menuju ruang makan.
"Silahkan duduk, dinikmati hidangannya.Ini Mama Vita sendiri yang memasak."Ucap Papa Sandi.
"Duh jadi gak sabar mau coba masakan jeng Ranti."Mama Rebecca dan yang lainnya duduk di kursi.
"Gimana masakan istri saya,enak bukan?"Tanya Papa Sandi,Mama Ranti menepuk lengan suaminya malu.
"Waahh..ini beneran enak lho jeng.Kenapa gak buka restoran juga jeng pasti rame nih."Mama Rebecca terus memuji.
"Belum kepikiran buka restoran jeng,saya masih fokus dengan toko kue.Nanti deh saya pikir-pikir dulu untuk buka restoran."
"Sebenarnya saya juga sudah dari dulu menyuruh istri saya untuk buka restoran tapi memang dianya yang belum mau."
Mereka pun melanjutkan makan malam mereka dengan sambil berbincang.Setelah selesai makan mereka kembali ke ruang tamu.Setelah berbasa-basi sebentar Papa Alex mulai berbicara ke arah yang serius.
"Begini Pak Sandi dan Bu Ranti, maksud dan tujuan kedatangan saya dan juga istri saya kemari adalah untuk melamar Vita putri kalian untuk putra kami Alex.Kalian juga pasti tahu kalau beberapa bulan belakangan mereka sudah menjalani hubungan.Bagamana Pak Bu?"Ucap Pak Abraham.
"Kemarin malam Alex juga sudah datang kemari dan melamar Vita.Tapi tentu saya dan juga Mamanya Vita ingin orang tuanya Alex yang langsung melamar anak kami secara resmi.Tapi tentu saja semua keputusan balik kepada Vita.Karena bagaimanpun yang akan menjalaninya adalah Vita.Saya serahkan semua keputusan pada Vita.Gimana nak,kamu mau menerima lamaran Alex?"Papa Vita berkata sekaligus bertanya pada anaknya.
Semua mata tertuju pada Vita menunggu jawaban yang keluar dari bibir Vita,Vita menjadi gugup.
"Vita mau Pa."Ucap Vita, semuanya senang mendengarnya.
"Sepertinya tidak perlu lagi ada acara lamaran yaa.Bagaimana kalau kita langsung menentukan tanggal pernikahan."Mamaa Rebecca berucap.
"Alex setuju Ma."Alex berkata cepat.
"Wahh semangat sekali kamu Alex."Papa Abraham tertawa diikuti dengan yang lainnya.
"Bagaimana kalau satu bulan lagi?"Tanya Mama Rebecca.
"Kelamaan Ma."Alex menyela.
"Satu Minggu lagi saja."Ucap Alex lagi, Mama Alex menepuk pundak anaknya.
"Kamu pikir menyiapkan acara pernikahan mudah.Gak bisa pokoknya satu bulan lagi."
"Ma."Rengek Alex
"Atau semua keputusan kami serahkan pada pihak perempuan saja.Bagaimana Pak Sandi?"Pak Abraham ikut bicara.
"Kami terserah dari Anda saja Pak Abraham, bagaimana baiknya saja."
"Tuh berarti satu Minggu lagi."Alex masih kekeh dengan putusannya.
"Tidak bisa Alex,ya sudah kalau begitu tiga Minggu lagi.Mama ingin acara pernikahan kamu dipersiapkan secara matang."Mama Rebecca tak mau kalah.
"Satu Minggu Ma."Vita dan orangtuanya hanya melihat perdebatan di depannya dengan tertawa.
"Ya sudah kalau begitu bagaimana kalau kita ambil tengahnya saja.Jadi bagaimana jika dua Minggu lagi dari sekarang? Sepertinya nak Alex memang sudah tidak sabar ingin menikah dengan Vita."Akhirnya Papa Vita angkat bicara.
"Mama setuju dan kamu harus setuju juga Alex."Mama Rebecca memelototi Alex.
"Ya sudah deh Alex setuju berarti dua Minggu lagi yaa."Alex masih setengah tidak terima dengan keputusan itu.
"Nanti semua kebutuhan dan biaya kami yang atur ya jeng.Vita maj pernikahannya konsepnya bagaimana nanti bilang saja sama Tante jangan sungkan
begitu juga gaun yang akan di pakai.Nanti kita akan ke WO sama-sama."
"Iya Tante."
Dua Minggu lagi kamu akan menjadi milikku seutuhnya sayang...
__ADS_1
Alex mengerling matanya genit ke arah Vita yang memang sedang melihatnya,membuat Vita segera melihat ke arah lain