CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 11


__ADS_3

Karin yang dari tadi mengikuti Alex merasa punya kesempatan untuk berbicara dengan Alex.Dia harus gunakan kesempatan ini untuk merayu Alex lagi,jangan sampai gagal lagi.


"Alex...."Panggil Karin.


Alex yang saat itu ingin menyusul dan memanggil mama nya lebih dulu di panggil oleh Karin.Karin segera menghampiri Alex.


Alex menoleh malas,"kau mau apalagi Karin."


"Boleh kita bicara sebentar Alex,aku mohon,"dengan nada memohon dan memasang wajah sedih.


"Lain kali saja aku sibuk,"sambil memalingkan wajah agar tidak melihat wajah sedih, Karena dari dulu dia tidak bisa melihat Karin sedih.


"Sebentar saja Alex."Karin masih berusaha.


Alex menghembuskan nafas kasar."Baiklah,waktu mu hanya 10 menit."


"Lex kita harus segera kembali ke kantor, masih ada yang harus....."ucap Rendra


"Tidak apa-apa Ren,kau tunggu saja di mobil."


Potong Alex cepat.Rendra tanpa kata langsung keluar lebih dahulu.


"Kau mau berbicara apa lagi Karin,waktu mu tak banyak."


"Alex aku minta maaf karena sudah pergi begitu saja dari mu,bahkan tanpa memberi kabar.Aku sadar aku memang salah.Tapi asal kamu tahu,aku masih sangat mencintaimu Lex.Rasa ini tak pernah berubah untukmu"Ucap Karin sambil memegang tangan Alex.


Alex diam mendengarkan,dia pun tak menampik bahwa masih mencintai Karin.Alex pun membiarkan Karin memegang tangannya.Dia rindu tangan ini,dia rindu suara ini.


"Aku ingin kita memulai kembali hubungan ini Lex,kasih aku kesempatan kedua untuk menebus kesalahanku."


"Bawa dulu lelaki yang waktu itu bersamamu,baru aku akan pikirkan."


"Baiklah Lex,aku akan segera menyuruh dia kesini dan bertemu denganmu.Dia akan menjelaskan semuanya."


"Kalau begitu saya pergi."Ucap Alex sambil berlalu.


Yeeeess..Selangkah lagi,aku akan kembali pada Alex, ternyata tak terlalu sulit untuk melunakkan hati Alex. Gumam Karin


Setelah Alex masuk mobil,dengan segara Rendra menjalankan mobilnya.


"Sepertinya kau memberikan dia kesempatan Lex."Ucap Rendra memecah kesunyian.


"Aku memberikan nya kesempatan sekali lagi,tak ada salahnya bukan.Jujur aku masih mencintai Karin.Dia bilang lelaki yang waktu itu bersamanya adalah sepupunya.Dan akupun ingin dia membuktikannya dengan cara membawa lelaki itu kehadapanku."


"Setelah Karin membawa lelaki itu dan memperkenalkannya sebagai sepupu,kau akan percaya begitu saja dan kembali padanya ?"


"Ya seperti yang aku bilang tadi bahwa aku akan memberikan dia kesempatan lagi."Rendra menoleh sekilas ke Alex dengan tatapan tak percaya.


"Ayolah Lex,bukannya kau sendiri yang tidak mau bertemu dengannya lagi bahkan menyebut namanya pun tidak boleh,dan sekarang kamu bahkan memberinya kesempatan."Rendra geleng-geleng.


Sepertinya aku secepatnya memberi tahu kepada Tante Rebecca tentang ini.Batin Rendra.


Setelah itu hening tak ada lagi obrolan di antara mereka berdua hingga mereka sampai di kantor dan melanjutkan pekerjaan mereka.


Sesampainya Rendra di ruangannya, Rendra segera menelpon mama nya Alex.


"Hallo Tante,ini gawat."Sesaat setelah telponnya di angkat.


"Ada apa Rendra,kenapa kamu cemas begitu?"


"Alex tadi bertemu dengan Karin,dan Karin meminta kesempatan lagi dengan Alex.Sebenarnya beberapa hari yang lalu Karin menemui Alex di kantor,namun sepertinya dia di tolak oleh Alex.Tapi entah kenapa hari ini malah memberikan Karin kesempatan."Masih dengan nada cemas.

__ADS_1


"Tenang Rendra,Tante sudah tau semuanya.Bahkan apa yang di bicarakan Alex dan Karin di restoran tadi pun Tante tau.Karena semenjak Tante menyuruh orang untuk menyelidiki Karin,sejak itu pula Karin dalam pengawasan tante.Jadi gerak gerik Karin Tante tau."


"Ternyata Tante sudah tau semuanya yaa,syukur deh aku sedikit lega.Jadi setelah ini langkah apa yang kita ambil Tante.Apa kita memberitahu Alex saja tentang siapa Karin."


"Jangan Rendra nanti saja,biarkan Karin menjalankan aksinya.Tante mau tau sejauh mana dia."


"Baiklah Tante kalau begitu saya lanjut kerja lagi."


Karin segera memberitahu Ronald kekasih nya untuk segera datang ke Indonesia, Sebelumnya mereka sudah sepakat untuk bersandiwara di depan Alex bahwa mereka merupakan saudara sepupu.Dan tiga hari lagi Ronald akan datang ke Indonesia.


Sementara itu Vita yang masih berada di toko kue sedang menyusun kue-kue yang baru jadi ke dalam etalase.Tapi tiba-tiba pandangannya agak buram dan hampir terjatuh,dengan sigap Tio yang berdiri tidak jauh dari Vita segera memegang Vita agar tidak terjatuh.


"Mba Vita gak apa-apa?"Ucap Tio dengan nada cemas.


"Gak apa-apa Tio cuma rada pusing aja."


"Mending mba Vita istirahat dulu deh di ruangan ibu,eehh tapi nanti gak kuat yaa naik tangga nya lebih baik di dapur aja yaa.Mba Vita sih dari tadi gak bisa diem bantuin kita mulu."Tio malah terus mengomel.


"Mba Rima,tolong anterin mba Vita ke dapur yaa buat istirahat,aku mau buatin teh hangat dulu."


"Mba Vita kenapa?,muka nya pucat gitu.Yuuk aku bantu ke dapur istirahat dulu."Rima menghampiri.


"Rada pusing mba,tiba-tiba lemas juga."


"Badan mba Vita demam lho ini,aku ambil obat dulu yaa.Udah mba Vita diem disini aja."Rima berlalu mengambil kue dan juga obat.


"Di minum dulu mba teh nya biar enakan,aku ke depan lagi yaa takut rame."


"Makasih ya Tio."


Rima langsung menghubungi Ibu Ranti mama nya Vita,dan ibu Ranti segera menuju ke toko kue Yang ada di Kartini.


"Ini di makan dulu kue nya habis itu di minum obatnya,saya udah telpon ibu tadi."


"Ya gak apa-apa dong emang nanti kuat pulang sendiri bawa motor,bahaya lho.Udah mba Vita diem aja di sini nunggu ibu datang."Rima berlalu meninggalkan Vita.


Beberapa saat kemudian Ibu Ranti sampai,dengan tergesa-gesa dia masuk ke toko dan langsung menuju dapur.


"Kamu kenapa sayang?"langsung memegang kening Vita.


"Ya ampun kamu demam nak,yuuk kita dokter aja."


"Gak usah mah,aku tadi udah minum obat bentar lagi juga mendingan."


"Ya udah kalo gitu sekarang kita pulang, Istirahat di rumah aja."


"Tapi aku tadi bawa motor sendiri mah."


"Sudah gak usah pikirin motor.Biar motor kamu nanti di Antar Tio."


Vita pun sudah tidak bisa membantah lagi ucapan mamanya.


"Tio tolong nanti antar motor Vita ya ke rumah."


"Siap Bu Bos,mba Vita tenang aja motor mba Vita aman sama Tio.Yang penting sekarang mba Vita istirahat aja biar cepet sembuh."Tio menyahuti.


Dua hari kemudian kebetulan hari minggu, Tante Rebecca mengajak Alex kembali ke toko kue untuk mengambil pesanan kuenya.Dia tengok sana sini mencari keberadaan Vita.


"Ada yang bisa di bantu Bu?"Tanya salah satu karyawan toko yang bernama Mita.Karena dia melihat pelanggan ini seperti sedang mencari-cari sesuatu.


"Begini mba,dua hari yang lalu saya pesan kue dengan Vita.Vita nya mana yaa?"

__ADS_1


"Mba Vita tidak datang Bu, dua hari yang lalu mba Vita sakit."


"Sakit apa mba?"Tanya Tante Rebecca cemas.


"Saya kurang tau Bu.Oya Bu,pesanan kue nya atas nama siapa ya Bu biar saya ambilkan."


"Rebecca mba,ini nota nya."


"Sebentar saya ambilkan dulu."


Vita sakit apa ya ?, perasaan terakhir bertemu terlihat sehat-sehat saja,Nanti biar aku telpon saja.Padahal rencana nya hari ini aku ingin mengenalkan Vita dengan Alex.Tapi ternyata malah Vita nya sakit.


"Sudah mah kue nya?" tanya Alex yang menyusul ibunya ke dalam toko.


"Belum nak masih di ambilkan."


"Ini Bu kue nya,untuk sisa pembayaran nya silahkan langsung ke kasir ya Bu."


"Sini mah biar aku masukkan ke mobil kuenya."Alex mengambil alih kue yang di tangan Mita.


Vita yang saat ini sedang di rumah merasa bosan,dia yang baru saja mendingan tidak di bolehkan kemana-mana termasuk ke toko kue milik mamanya.


Bosen di rumah Mulu iihh..Lagian aku udah sehat gini gak di bolehin kemana-mana.Tiba-tiba Hp nya berdering terlihat di layar hp nama Tante Rebecca memanggil.Vita segera menggeser tombol hijau.


"Halo assalamu'alaikum Tante."


"Wa'alaikumsalam Vita,Tante tadi ke toko buat ambil pesanan tapi gak ada kamu,kata temen kamu,kamu sakit benar Vita ?"


"Iya Tante,Alhamdulillah sekarang udah mendingan."


"Cepat sehat ya Vita,Tante jadi gak bisa ketemu kamu deh jadi kangen."


"Ha..ha.ha..Tante bisa aja."


"Ya udah kamu istirahat aja yaa biar cepet sehat."Dan panggilan pun berakhir.


Keesokan harinya,Ronald sudah sampai di Indonesia.Karin sudah menunggu di pintu kedatangan.


"Kangen kamu baby,"Ronald langsung memeluk Karin dan mencium bibir Karin.


"Honey kau harus tau tempat ini bukan negaramu,lagi pula kita juga harus menjaga sikap supaya tidak ada yang curiga."melepaskan ciuman Ronald dan mendorong pelan.


"Sorry honey aku kelepasan,aku kangen kamu."


"Ayo kita ke apartemen ku,"


Mereka tak menyadari ada beberapa pasang mata yang mengintai mereka sedari tadi.Ada yang merekam Dan melaporkan semuanya kepada sang Nyonya.Dan lanjut mengikuti Karin dan Ronald.


Setelah Karin dan Ronald sampai di apartemen, mereka pun melakukan kegiatan panas mereka di ranjang.Melepas rindu yang sudah menggunung.


"Kapan rencana kau pertemukan aku dengan Alex."Mereka telah selesai melakukan kegiatan panasnya.


"Nanti aku hubungi dia dulu honey,biar dia yang atur waktunya.Tapi jangan sampai kau kelepasan memanggil aku baby di depan Alex yaa."


"Tenang saja,mulutku ini bisa di atur."


Sedangkan Vita,gadis itu sedang tiduran di ranjang nya dan menonton drama Korea kesukaannya.Tiba-tiba Hp nya berdering tanda ada panggilan masuk.Vita mengerutkan dahinya karna dapat panggilan dari nomor tidak di kenal.Tapi dengan segera Vita angkat karena takut ada hal penting.


"Halo..."


Vita diam mendengarkan.

__ADS_1


"APAAA...."


Bersambung...


__ADS_2