
Kejadian kemarin malam
Saat Alex bertemu dengan Karin dan Ronald.Setelah kepergian Ronald,mereka melanjutkan mengobrol berdua.
"Gimana sayang,aku gak bohong kan kalau Ronald itu sepupu aku.Kalau pacar aku gak mungkinlah dia mau nemuin kamu."
"Iya kali ini aku percaya,tolong jangan rusak kepercayaan aku lagi."
"Gak akan sayang,maaf kalau kemarin sudah buat kamu kecewa."
Maaf Alex,aku sudah berbohong dan lagi-lagi buat kamu kecewa...Batin Karin
"Iya sayang.Ya udah sini jangan jauh-jauh duduknya.Aku kangen sama kamu sayang."Ucap Alex manja.
"Duh sayangnya aku,sini aku peluk.Aku juga kangen bangeet sama kamu sayang."Karin memeluk Alex.
Ternyata semudah ini kembali sama kamu Lex.Bahkan sikap kamu langsung berubah seperti dulu.Yang selalu manja padaku.Batin Karin
"Aku antar kamu pulang ya sayang,sekarang kamu tinggal dimana?"Tanya Alex.
"Aku sekarang tinggal di Apartemen Seroja sayang di unit 56."
Keesokan Harinya
Sesaat sebelum Alex ke ruang meeting,Alex menelpon Karin,ingin mengabarkan bahwa nanti siang dia akan ke apartemen Karin untuk makan siang bersama.Tetapi sampai panggilan ke tiga panggilan tak kunjung di angkat.
Kamu kemana sih sayang,kenapa telpon aku gak di angkat..Sambil terus menelpon Karin.
Lalu Alex pun mengirimkan pesan singkat untuk Karin.
(Kau kemana sayang?,kenapa tak mengangkat telpon dariku,nanti siang aku ke apartemen mu yaa,aku ingin makan berdua denganmu.Tunggu aku love you).
Setelah itu Alex keluar dari ruangannya menuju ruangan meeting.Setelah selesai Alex mengecek kembali handphone nya namun belum ada balasan dari Karin.
Ruangan Alex di ketuk, Rendra masuk setelah di izinkan.
"Tuan nanti saat makan siang kita akan bertemu dengan klien kita dari Australia."Ucap Rendra.
"Saat makan siang ? Apa tidak bisa di tunda jadwalnya Rendra."
"Tidak bisa tuan,kau sudah dua kali menundanya,jadi jika kali ini anda menundanya lagi, kerjasama kita akan di batalkan."
"Aahhh sial,padahal hari ini aku mau makan bersama Karin."Gumam Alex.
"Jadi kau sudah benar-benar menerima Karin kembali?"
"Itu bukan urusanmu."Jawab Alex ketus.
"Baiklah kalau begitu saya permisi."
Kau ternyata terlalu di butakan oleh cinta lex.batin Rendra
'Aku pesankan Karin makanan saja,sebagai permintaan maaf ku karena tidak jadi.'
Karin yang baru melihat handphone nya menjadi kalang kabut, langsung membalas pesan dari Alex.
(Maaf sayang,aku dari tadi beres-beres apartemen, handphonenya aku tinggal di kamar,jadi tidak terdengar kalau kamu menelpon.Oke aku tunggu ya sayang) Setelah Karin membalas pesannya dia menaruh handphone nya kembali.
"Honey cepatlah pakai bajumu,lalu segera pergi dari sini."Karin berbicara dengan Ronald.
Karin yang masih sibuk merapihkan kamarnya di kejutkan dengan suara bel.
__ADS_1
Astaga,siapa yang datang ?Ya ampun sudah jam dua belas lewat jangan-jangan Alex yang datang.Gawat ini.
"Honey cepat kau pindah ke kamar sebelah,aku takut kalau itu Alex,bisa ketahuan semuanya."
Ronald pun buru-buru masuk ke kamar sebelah membawa pakaian dan yang lainnya.
Karin merapihkan handuknya dan segera ke depan untuk mengintip terlebih dahulu.Dia bernafas lega karena ternyata bukan Alex yang datang,Karin pun membuka pintu apartemennya.
"Permisi mba,dengan mba Karin ? saya mau antar makanan."
"Iya saya Karin,Tapi saya tidak memesan makanan Pak ?"
"Ini nama pengirim nya Alexander Abraham."
"Itu pacar saya, terima kasih yaa."Karin langsung menutup pintu setelah menerima makanan itu.
Dan bergegas mengambil handphone nya untuk menghubungi Alex.
"Halo sayang, makanannya sudah sampaikan?" Alex berbicara lebih dulu.
"Iya sayang,ini baru aja datang,kok malah makanannya aja sih yang datang.Katanya kamu mau makan siang bareng aku."Karin merajuk.
"Maaf ya sayang,aku baru tau kalau ada pertemuan dengan klien yang tidak bisa di tunda,lain kali kita atur lagi yaa."
Karin diam.
"Sayang."Panggil Alex karena Karin masih diam.
"Iya."jawab Karin dengan nada merajuk.
"Maaf ya,jangan ngambek gitu dong.Aku kirim makanan itu sebagai permintaan maaf ku,karna kita tidak jadi makan siang bersama."
"Iya lain kali aku cek dulu yaa,ya sudah nanti lagi yaa.Aku sudah mau sampai.Love you."Klik panggilan terputus setelah Karin membalas ucapan Alex.
Alex pun tersenyum dengan pandangan matanya ke arah luar jendela.
Alex yang saat ini berada di dalam mobil seakan tidak menganggap 2 manusia lain yang ada di mobil ini.Padahal ada Rendra dan juga Vita yang dari tadi mendengarkan obrolan Alex di telepon.
*Ternyata dia bisa berbicara lembut juga ya,aku kira dia bakalan galak juga.Tapi yang di telepon tadi kan pacarnya wajar aja sih kalau dia berbicara lembut begitu.Mana bucin pula lagi.Dasar CEO galak tapi bucin.Batin Vita
Rupanya kau benar-benar kembali pada Karin Lex,kau bahkan tak tau siapa Karin sebenarnya .Kau bahkan tidak mau menyelidiki tentang Karin lagi.Aku takut kali ini kau akan merasakan lebih sakit lagi dari sebelumnya.Batin Rendra*
Tak terasa mereka telah sampai di restoran tempat mereka bertemu dengan kliennya.Sebelum turun dari mobil Alex berpesan pada Vita.
"Vita,ini pertama kalinya kamu bertemu klien.Fokus dengan tugas mu."
"Siap Tuan."Jawab Vita mantap.
Mereka segera memasuki ruangan VIP Yang sudah mereka pesan.Ternyata kedatangan Meraka berbarengan dengan klien nya.
"Selamat siang Tuan Alex."
"Selamat siang Mr.Steve,mari silahkan masuk."
"Wah ternyata sekretaris anda baru ya Tuan,lebih mudah dan lebih cantik.Perkenalkan saya Steve."Berkenalan dengan Vita.
"Vita Mister."Ucap Vita sambil tersenyum.
"Nama yang cantik secantik orang nya."
"Terima kasih mister."Vita tersenyum menanggapi Mr. Steve.
__ADS_1
"Ehheeemm..Baiklah kita mulai saja meeting nya."
Mereka pun memulai meeting nya.Alex menjelaskan secara rinci tentang kerja sama yang akan mereka sepakati.Selain Pembawaannya yang tegas,kemampuan Alex dalam menjalankan perusahan tidak di ragukan lagi.Sepak terjangnya di jajaran pengusaha muda patut di perhitungkan. Terbukti Alex selalu masuk dalam lima besar Pengusaha muda yang sukses.
Setelah melewati diskusi yang panjang dan alot terjadilah kesepakatan kerjasama antara dua perusahaan tersebut.Mereka pun lalu melanjutkan dengan acara makan bersama yang sudah terlewat dari satu jam yang lalu.
Selesai makan,Vita izin untuk pergi ke toilet.
"Tuan Alex,kau memang pintar mencari sekretaris.Setelah Lisa kini penggantinya Vita yang tak kalah cerdas juga cantik."Alex hanya tersenyum menanggapi.Alex tau klien nya yang satu ini memang lebih banyak bicara dan pintar dalam menggombal.
"Kalau begitu saya pamit lebih dulu Tuan Alex,masih harus pindah tempat."
"Silahkan mister,Terima kasih atas kerjasamanya dan kepercayaan mister kepada Perusahaan kami."
"Sama-sama,saya selalu puas dengan kinerja Perusahaan Anda Tuan."
"Vita,pertahankan kinerja mu.Jika Alex sudah tidak membutuhkan mu, Perusahaan saya siap untuk menerima mu."
"Ini bahkan baru hari pertama dia bekerja denganku mister."jawab Alex datar.Entah kenapa dia tidak suka kliennya berbicara begitu.
Di Apartemen Karin,Alex yang tak jadi datang membuat Karin benar-benar lega.Dia segera memanggil Ronald yang ada di sebelah kamarnya.
"Honey,keluarlah kita makan siang dulu.Aku sudah sangat lapar."
"Alex tak jadi datang?"
"Tidak jadi,dia hanya mengirimkan makanan ini."
Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam lima sore,waktunya yang bekerja pulang ke rumah.Vita merenggangkan kedua tangannya ke atas merilekskan otot-ototnya yang tegang.
"Vita tadi aku di telpon sama Presdir,aku besok sudah harus mengisi sekretaris nya yang kosong.Jadi aku besok tidak bisa menemani mu lagi disini ya."
"Yah mba Lisa,katanya dua Minggu.Kok batu satu hari sudah pindah sih."
"Ya mau gimana lagi,aku juga harus membantu Presdir Vit.Dan setelah aku mengajarimu,aku rasa kamu memang sudah siap jadi sekretaris tuan Alex.Tenang saja,jika ada yang kamu tidak mengerti,kamu bisa bertanya padaku."
"Ya sudahlah,yuk mba pulang.Hari pertama kerja kerasa banget capeknya."Hanya Di tanggapi tertawa oleh Lisa.
Setelah sampai parkiran mereka berpisah menuju mobil masing-masing.Di saat Vita ingin menghidupkan mobilnya,ponsel Vita berdering tertera CEO GALAK Menelpon.
Ya Vita menamai Alex dengan nama CEO GALAK.
Dengan malas Vita menggeser tombol hijau.
""Ya Ha...."
"Kamu dimana Vita,kenapa sudah tidak ada di depan ruangan saya."Potong Alex cepat dengan nada tinggi.
Astaga jantung gue... Sabar Vita sabar..
"Saya di parkiran Tuan,mau pulang."
"Kembali ke atas,temani saya bertemu klien sore ini."
"Tapi Tuan-....."
"Saya tunggu kamu 10 menit."Klik panggilan langsung terputus.
Akhhhhhh...Nyebelin bangeet sih tuch orang.. Dasar CEO GALAK GAK PUNYA AKHLAAAKK.
.
__ADS_1