CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 61 Vita marah


__ADS_3

Saat Alex akan menjelaskan kepada Vita, ponsel Vita berdering.Rupanya Papa Sandy yang menelpon.


"Ada apa Pa?"


"Vita,kamu dimana?kenapa kamu keluar malam-malam sendirian lagi."Ucap Papa Sandy dengan nada cemas.


"Maaf Pa,Vita keluar gak bilang sama Papa,ini Vita ketemuan sama Mas Alex.Sebentar lagi Vita pulang kok."


"Pulangnya minta di antar Alex jangan pulang sendiri."


"Iya Pa."Telpon di tutup.


"Aku harus pulang,"Vita langsung bangun dari duduknya.


"Tunggu sebentar,aku ingin menjelaskan yang tadi.Aku sama Karin gak ada apa-apa,aku bertemu dengannya hanya ingin memperingati dia agar jangan lagi mengganggu dan mengancammu.Aku tahu selama ini kamu di ancam oleh Karin bukan?"Alex menarik Vita agar duduk kembali.Vita kaget, bagaimana Alex bisa tahu kalau dirinya selama ini di ancam oleh Karin.


"Kamu tahu?"Tanya Vita.


"Aku tahu, kenapa kamu gak bilang kalau di ancam begitu sama Karin?"


"Aku tak mau menanggapinya dan menghiraukan ancaman dia."


"Apa kamu tahu siapa dalang dari kejadian yang menimpa Vicky tadi siang?"Vita menggeleng.


"Dalangnya adalah Karin,dia yang sudah merencanakan ini semua.Makanya malam ini aku bertemu dengannya untuk memperingati dia agar tak mengganggu kamu dan keluargamu itu saja."


"Kurang ajar ya si Karin,rupanya ancamannya gak main-main.Tapi emang harus yaa sampai acara peluk pelukan begitu?"Ucap Vita ketus.


"Maaf sayang,Karin dengan cepat memeluk aku,aku tidak bisa mengelak."


"Halah bilang aja senang kan di peluk mantan begitu.Kamu bahkan sampai lupa sama ucapan kamu tadi sore sama aku, karena saking senangnya mau ketemu MANTAN."Vita membuang muka.


"Aku minta maaf,aku benar-benar lupa sayang."


"Kamu selalu saja begitu,lupa kalau sudah ada janji mau ke rumah aku.Antar aku pulang sekarang."Vita kembali berdiri.


"Sayang aku minta maaf."


"Aku mau pulang sekarang mas, kalau kamu gak mau antar aku pulang aku bisa pulang sendiri."Vita mulai melangkahkan kakinya.


"Jangan pulang sendiri,biar aku antar."Alex pun ikut mensejajarkan langkahnya dengan Vita.


Selama perjalanan pulang,Vita diam dan memalingkan wajahnya ke arah jendela.


"Mas Alex, apa benar-benar mas Alex mencintai aku?"Tanya Vita tiba-tiba..


"Kamu Kenapa tanya seperti itu sayang?Aku benar-benar mencintaimu."Ucap Alex sesekali melihat ke arah Vita.


"Tapi aku ragu sama kamu mas.Mungkin benar yang di ucapkan Karin,kalau aku hanya pelarian kamu saja."Vita kembali menangis.


"Astaga sayang,kenapa kamu percaya dengan ucapan Karin?"Alex menepikan mobilnya di pinggir jalan yang tak terlalu ramai lalu lalang kendaraan melintas.

__ADS_1


"Lihat aku."Alex memegang wajah Vita agar melihat ke arahnya.


"Aku benar-benar mencintaimu Vita,bahkan rasa cintaku padamu lebih besar di bandingkan dengan Karin dulu.Jangan dengarkan ucapan Karin,dia hanya ingin melihat kita berpisah.Aku mohon percaya padaku,aku sangat mencintaimu."Ucap Alex menggenggam tangan Vita lalu menciumnya.


Terlihat oleh Vita bahwa mata Alex di penuhi kejujuran.Vita melihat ketulusan di mata Alex dan juga cinta semua itu tertuju hanya untuknya.Vita Menunduk, tak sanggup ditatap seperti itu oleh Alex.


"Lihat Aku,lihat mataku apa ada kebohongan."Vita menggeleng tak mau melihat Alex.


"Kau tidak mau melihatku?"Vita kembali menggeleng.


"Aku mau pulang."Ucap Vita lalu mendorong Alex yang jaraknya membuat jantungnya tak aman.


"Baiklah, mungkin kamu butuh waktu untuk ini semua."Alex kembali menjalankan mobilnya menuju rumah Vita.


Vita dan Alex pun sampai di rumah Vita.


"Mas Alex langsung pulang saja,aku mau istirahat."Ucap Vita,Alex hanya menghela nafas panjang lalu mengangguk dan langsung tancap gas kembali.


"Siiaall,ini semua gara-gara Karin.Awas kau Karin"Alex memukul stir mobil dengan kencang.


Di restoran,Karin tertawa bahagia karena berhasil membuat Alex dan Vita bertengkar.


"Aku yakin Vita masih marah dengan Alex dan hubungan mereka akan merenggang."Karin tertawa puas.


Setelah itu Karin keluar dari restoran,dia akan melihat perkembangan selanjutnya tentang hubungan Vita dan Alex.


Di rumah Vita


"Mas Alex lagi ada urusan Pa,jadi gak bisa mampir."Ucap Vita dengan suara serak.


"Kamu habis menangis nak?"


"Gak Pa,Vita lagi agak flu jadi suaranya begini.Kalau begitu Vita masuk ke kamar dulu ya Pa,Vita mau tidur."Papa Sandy mengangguk,dia tak mau bertanya lebih lanjut pada anaknya,Papa Sandy yakin jika Vita dan Alex sedang ada masalah.


Sesampainya di kamar,Vita kembali menangis.Entah mengapa dirinya masih saja terngiang pesan yang dikirimkan Karin yang mengatakan jika Vita hanya sebagai pelarian saja oleh Alex.


"Makanya gue gak mau jatuh cinta dan punya hubungan sama cowok tuh begini, ngerasain sakit hati, nangis nangis gak jelas begini.Capek tahu gak sih."Vita mengusap air mata yang tak berhenti keluar.


Vita menarik nafasnya panjang dan menghembuskan nafasnya secara perlahan-lahan agar lebih tenang.Setelah tenang Vita masuk ke kamar mandi mencuci wajahnya agar terlihat segar.


Sementara itu Alex melajukan kendaraannya menuju rumah Rendra.Alex ingin bercerita kepada Rendra tentang apa yang ia alami malam ini.


"Rendra ada?"Tanya Alex pada satpam rumah Rendra.


"Ada Tuan, silahkan masuk."Mobil Alex masuk ke halaman rumah Rendra.


Alex memencet bel rumah, pelayan membukakan pintu.


"Rendra ada dimana?"Tanya Alex langsung.


"Ada di kamarnya Tuan, langsung ke atas saja."Alex mengangguk dan melanjutkan langkahnya ke lantai dua menuju kamar Rendra.

__ADS_1


Alex memegang kenop pintu rupanya pintu kamar Rendra tidak di kunci,Alex masuk begitu saja membuat yang punya kamar kaget.


"Ngagetin aja si loe."Rendra melempar bantal ke arah Alex."Langsung di tepis Alex dengan kuat.


"Widih, lagi emosi nih kayaknya."Rendra melihat wajah Alex yang menahan marah.


"Gue ribut sama Vita,dan Ini semua gara-gara Karin."


"Karin?"Tanya Rendra.


"Iya Karin,dia sengaja menjebak gue dan Vita.Jadi tadi Vita melihat gue pelukan sama Karin,Vita jadi salah paham deh sama gue dan marah.Mana gue lupa lagi kalau ada janji mau ke rumah Vita,malah ketemuan sama Karin.Bodoh banget gue."


"Loe emang bodoh Lex."Rendra tertawa,Alex memukul Rendra dengan bantal.


"Loe mah kebiasaan ada janji sama Vita tapi seringnya lupa,pikun loe."Lanjut Rendra.


"Ada hal penting yang mau gue omongin ke loe,dalang dari penculikan adik Vita itu Karin dan selama ini Karin juga sering mengancam Vita."


"Serius loe?gue sudah nebak sebenarnya kalau Karin tapi gue gak mau asal menduga-duga."


"Gue gak akan tinggal diam kalau sampai terjadi sesuatu sama Vita dan keluarganya."Geram Alex.


"Lex,ada yang mau gue omongin ke loe tentang Karin."


"Gue gak mau dengar tentang Karin."


"Tapi ini penting Lex dan demi keselamatan kamu juga Vita."


"Memang apa?"


"Karin itu sebenarnya seorang mafia Lex."Mulut Alex menganga mendengarnya.


"Bercanda loe,gak lucu tahu."


"Gue serius Lex,gue bilang ini ke loe agar loe lebih hati-hati lagi dengan Karin, karena Karin itu orang yang nekat dan juga yang pastinya anak buahnya banyak.Ayahnya tangan kanan mafia di negaranya."


"Karin masih punya ayah?"


"Orang tuanya bahkan masih lengkap."


"Sejak kapan loe tahu ini semua?"


"Sudah lumayan lama Lex."


"Kenapa gak langsung ngomong ke gue,kenapa loe rahasiakan ini semua ke gue."


"Karena dulu loe pasti gak akan percaya dengan ucapan gue."Alex mengangguk,Mama nya saja tak ia percayai apalagi Rendra.


"Jadi mulai sekarang loe harus lebih berhati-hati dengan Karin."Lanjut rendra.


Ternyata Karin gak bisa di anggap remeh,gue harus lebih berhati-hati..Jadi kangen Vita..

__ADS_1


__ADS_2