
Vita menelpon Rendra untuk menanyakan Alex karena ada berkas yang harus di tandatangani,apakah CEO galak itu kembali ke kantor atau tidak.Dan ternyata Alex tak kembali ke kantor.Mama Rebecca dan Rendra khawatir dengan keadaan Alex jika kembali ke kantor maka akan terjadi keributan.Rendra lalu berpesan untuk membereskan dan membuang semua foto-foto yang ada di ruangan Alex.
Vita pun terkejut melihat foto-foto itu,dan dia jadi ingat jika dua orang yang di foto itu orang yang sama yang dia lihat di mall beberapa bulan yang lalu.
Jadi ternyata pacarnya CEO galak itu selingkuh.Astaga...
Setelah kejadian Alex memergoki Karin bersama Ronald,kini sikap Alex semakin dingin.Alex mudah marah jika di antara karyawannya melakukan kesalahan walaupun hanya kesalahan kecil,tak terkecuali sang sekretaris cantik si Vita.Vita harus lebih sabar lagi dari biasanya.Vita heran kenapa bos nya ini tingkahnya semakin menjadi.Mudah terpancing emosinya,tak ada lagi sifat hangat dalam diri Alex.Tak pernah ada senyum di wajahnya.
Vita sampai takut jika dia ingin masuk ke ruangan Alex.Karena setiap Vita ingin menyampaikan informasi ataupun menyerahkan berkas selalu saja mendapat bentakan dan juga makian dari Alex.Seperti saat ini,Vita ingin menyampaikan bahwa sebentar lagi akan ada rapat dewan direksi.
Tok...Tok...Tok
"MASUUUKKK!!" dengan suara keras.
Sabar Vita sabar....
Belum juga Vita berucap,Alex sudah lebih dulu bilang,"Ada apa sih Vita,kamu gak lihat saat ini saya sibuk,banyak berkas yang harus saya periksa."Alex berucap Dengan nada ketus.
"Maaf tuan jika mengganggu,saya hanya mengingatkan jika rapat dewan direksi segera di mulai.Tinggal menunggu tuan Alex saja,semua sudah berada di sana."
"Kenapa gak bilang dari tadi."Sambil menggebrak meja."
Astaga jantung gue...
"Maaf tuan,kan tadi saya sudah kasih tahu sebelumnya sama Tuan,tapi Tuan bilang sebentar lagi "
"Kamu ini jawab terus apa yang saya bilang,ya sudah kita ke ruang rapat sekarang."Mengambil jas yang dia letakkan di belakang kursinya dan berjalan keluar di ikuti oleh Vita dan di susul Rendra.
Saat Alex memasuki ruang rapat, suasana menjadi hening.Bahkan udara di sekitar pun terasa sesak.Terlihat raut Alex yang dingin dan datar membuat mereka yang ada di ruang rapat menunduk takut.
"Silahkan di mulai laporannya."Ucap Rendra.
Satu persatu kepala divisi menyampaikan laporannya,tibalah bagian divisi bagian keuangan.Ia menjelaskan bahwa ada salah satu proyek yang tidak sesuai dengan anggaran yang di rencanakan,terlalu banyak anggaran yang di keluarkan.Bahkan bahan-bahan yang di gunakan tidak sesuai dengan standarisasi.
"Bagaimana bisa seperti itu."Ucap Alex marah.
"Saya tidak tahu Tuan."Kepala divisi menjawab takut.
"Bagaimana anda tidak tahu,anda yang bertanggung jawab di divisi ini.Apa tidak ada dari divisi anda yang terjun langsung mengawasi di lapangan."Ucap Alex marah.
"Tidak berguna,saya mau kau selesaikan Masalah ini dalam waktu satu Minggu,atau jabatan kamu saya gantikan."
"Baik tuan."
"Berikan rangkuman laporan keuangan tiga bulan terakhir.Saya mau tiga hari sudah ada di meja saya."
Sepertinya ada yang ingin bermain-main denganku...
Ucapan Alex membuat kepala divisi keuangan gemetar ketakutan.
Kenapa harus ada rapat dadakan begini sih,kan aku belum mempersiapkan semuanya.Bisa gawat ini..
Setelah rapat selesai,tinggallah tiga orang di dalam yaitu Alex,Vita dan Rendra.
"Ren,selidiki dan awasi kepala divisi keuangan itu."
"Baik tuan."
Tiga hari kemudian,laporan keuangan sudah ada di meja Alex.Alex memeriksa laporan tersebut,Banyak keganjilan pada laporan tersebut.Sepertinya memang harus di selesaikan sampai ke akar-akarnya.Masalah di proyek pun hampir selesai,Rendra yang terjun langsung dalam masalah ini.
__ADS_1
Semakin hari Alex semakin gila kerja,dia benar-benar ingin mengalihkan pikirannya dari masalah pribadinya.Bahkan Vita pun selalu menjadi sasaran kemarahan Alex.Walaupun kesalahan bukan pada Vita. Alex ingin membuang semua pikirannya tentang Karin.Wanita itu di kasih kesempatan malah tidak di gunakan dengan baik.Alex benar-benar sakit hati,Alex benci dengan pengkhianatan.Apalagi pengkhianatan itu di lakukan oleh orang yang ia cintai.
Alex ingin mengubur kenangan nya bersama Karin dalam-dalam.
Alex telah memecat kepala divisi keuangan dan dua orang yang berkerja sama dengannya.Mereka di pecat secara tidak hormat, tanpa pesangon,dan bahkan di blacklist dari semua perusahaan.
Hari ini Karin ingin menemui Alex,rupanya Karin masih punya muka.Dengan percaya diri karin melangkahkan kakinya memasuki kantor Alex.Situasi yang lumayan ramai di loby,Karin manfaatkan untuk segera menaiki lift.Resepsionis pun tak melihat Karin,karena dia sibuk melayani tamu yang datang.Padahal resepsionis dan Vita sudah di beritahu bahwa yang bernama Karin tidak di perbolehkan masuk di kantor ini apalagi sampai masuk ruangannya.
Karin sampai di lantai ruangan Alex berada,Vita yang mengetahui ada seseorang sedang berjalan kearahnya kaget.Karena wanita ini yang harus di waspadai.Segera Vita menghadang Karin yang semakin mendekat ke arahnya.
"Maaf anda tidak boleh masuk ke dalam nona."
"Jangan halangi jalan saya,kamu tidak tahu saya siapa."Dengan angkuhnya Karin berkata.
"Saya tahu nona,maka dari itu saya melarang anda masuk ke dalam ruangan Alex."
"Minggir,kau hanya karyawan rendahan."tersenyum mengejek.
"Saya lebih baik menjadi karyawan rendahan dari pada menjadi wanita rendahan."
"Apa maksudmu,hah! berani kau bicara begitu padaku."Karin terpancing emosinya dan ingin menampar wajah Vita,tapi dengan cepat Vita menangkisnya.
"Jangan berbuat keributan di kantor ini Nona."Ucap Vita tegas.
Alex yang mendengar keributan di depan ruangannya segera keluar.
"Ada apa ini,kenapa ribut-ribut?"
"Maaf Tuan,wanita ini memaksa ingin masuk ke ruangan anda tapi saya mencegahnya dan dia tidak terima."Vita berbicara sambil menunduk kan kepalanya.
"Sayang."
"Karin,masih berani kau menemuiku"Ucap Alex dingin,
"Jangan kau sentuh diriku dengan tangan kotormu itu."Bentak Alex.
"Vita cepat panggil security,kenapa dia bisa sampai di atas sini"
Vita segera menelpon pos security.Rendra pun yang mendengar keributan segera keluar dan kaget juga karena ada Karin.
"Rendra,usir dia dari sini.Aku tidak mau melihatnya lagi."Lalu berlalu masuk ke ruangannya kembali.
"Alex aku minta maaf,aku salah aku khilaf Alex.Aku masih sangat mencintaimu."
Karin terus saja berteriak.Rendra segera menarik Karin dengan kasar,tetapi Karin ternyata memegang ujung meja Vita dengan kuat.Tak lama security pun datang,lalu membantu menarik paksa Karin.Pegangan Karin pun terlepas.
"Awas kau Alex,aku tidak terima di perlakukan seperti ini.Tunggu pembalasan aku nanti."
"Kau mengancam Alex,Karin?Alex tidak akan takut.walaupun kau anak seorang mafia sekalipun."Ucap Rendra membuat Karin kaget.
Bagaimana dia tahu kalau aku anak seorang mafia.
"Apa maksudmu Rendra."
"Pak cepat bawa dia keluar dari kantor ini,Kalau dia tidak mau seret saja dia."
Kedatangan Karin di kantornya membuat Alex semakin marah.Hingga beberapa hari kedepan sikap Alex semakin menjadi.Vita selalu menjadi pelampiasan kemarahan Alex.
Vita sebenarnya sudah tidak tahan,dia ingin resign dari kantor ini,tapi denda yang begitu banyak menjadi pertimbangan.
__ADS_1
Siapa yang salah tetep aja gue yang di salahkan.Dasar CEO galak gak ada akhlak.Dikira gue patung apa yang gak punya hati ,yang gak bisa ngerasain sakit hati.Gue jadi harus sering ikut-ikutan lembur.Bahkan sering mengerjakan pekerjaan yang bukan tanggung jawab gue.Dia yang patah hati tapi gue yang kena imbasnya.Nasibmu tidak bagus Vita.
Vita yang baru saja di marahi dan di bentak-bentak oleh Alex,setelah keluar dari ruangan Alex, sudah tidak tahan lagi menahan air matanya Vita pun menangis di meja kerjanya.Rendra yang melihat Vita dari ruangannya merasa kasihan kepada Vita,tapi dia juga tidak bisaa berbuat apa-apa.
Kasihan kamu Vit,selalu saja jadi pelampiasan kemarahan Alex.Semoga kamu selalu kuat..
Rebecca yang tadi pagi sudah menghubungi Vita untuk mengajaknya makan siang bersama, mereka janjian bertemu di restoran Padang dekat kantor.Tapi karena Rebecca ingin menemui suaminya terlebih dahulu,jadi Rebecca memutuskan untuk datang ke kantor saja dan sekalian berangkat bersama Vita.
Setelah sampai kantor, Rebecca pun menemui suaminya,setelah urusan dengan suaminya selesai,Rebecca turun satu lantai untuk menemui Alex juga karena dia akan mengajak Alex makan siang bersama juga.Setelah Rebecca keluar dari lift, dari kejauhan Rebecca melihat Vita,posisi Vita saat ini menelungkupkan wajahnya di atas meja dengan badan bergetar.Rebecca segera mempercepat langkahnya,Vita tak yang menyadari ada seseorang yang berjalan ke arahnya.
"Vita,kamu kenapa?"Tanya Rebecca setelah berada di depan Vita.Vita yang kaget segera berdiri tegak dan kaget karena ada Tante Rebecca di depannya.
"Tante Rebecca!!"Segera Vita mengusao air matanya.
"Lho kamu menangis?"Rebecca terkejut melihat Vita yang menangis hingga matanya sembab.
"Kamu menangis kenapa Vita?"
"Gak kenapa-kenapa Tante,mau ketemu sama Tuan Alex ya Tante.Tuan Alex ada di dalam.Vita pamit ke toilet ya Tante."Vita langsung berdiri dan meninggalkan Rebecca dengan tatapan bingung.
Rebecca yang mau masuk ke ruangan Alex tak jadi dia malah masuk ke ruangan Rendra.
Setelah di persilahkan masuk oleh Rendra Tante Rebecca langsung duduk.
"Rendra,boleh Tante tanya sesuatu sama kamu?"
"Tanya Apa Tante?"
"Tadi Tante lihat Vita menangis, sampai matanya sembab begitu.Apa kamu tahu Vita kenapa?"
"Vita menangis Tante?"Rendra kaget.
"Iya Rendra,Tante kasihan lihatnya."
"Mungkin karena kelakuan anak Tante,Vita jadi menangis begitu.Alex semenjak memergoki Karin selingkuh,Alex semakin mudah terbawa emosi Tante.Dia selalu saja marah-marah.Terutama dengan Vita,Vita selalu saja jadi pelampiasan kemarahan Alex, walaupun Vita tidak berbuat kesalahan.Mungkin Vita sudah tak kuat menghadapi Alex yang selalu saja memarahinya.Saya juga sebenarnya tidak tega dengan Vita,tapi saya juga tidak bisa berbuat apa-apa Tante."
"Keterlaluan sekali anak itu."
"Bahkan Vita pernah bilang kepadaku kalau dia ingin resign karena dia sudah tidak tahan dengan sikap Alex,tapi karena dia memikirkan kontrak kerja yang sudah di sepakati jadi dia urungkan."
"Ya sudah terima kasih infonya ya Rendra,Tante ingin menemui anak nakal itu."
Saat keluar ternyata Vita masih belum kembali ke mejanya.Tetapi dari ruangan Alex terdengar suara orang teriak-teriak.
Segera Rebecca membuka pintu dengan kasar.
"Mama !!"Alex kaget karena mama nya ada disini.
"Apa-apaan kamu Alex,apa kesalahan Vita sampai kamu memarahi dia seperti itu."
"Maaf Tante,saya memang salah karena tadi pergi ke toilet agak lama."Ucap Vita sambil menunduk.
"Cuma gara-gara Vita ke toilet kamu sampai memarahi dia seperti itu.Vita kamu kembali ke meja mu"
"Ma,Alex belum selesai bicara dengan Vita."
"Kamu tidak bicara tapi kamu marah-marah,sudah Vita kamu jangan perdulikan Alex .Biar Alex menjadi urusan Tante." Vita pun langsung keluar ruangan.
Setelah Vita keluar,mama Rebecca memarahi Alex.
__ADS_1
"Kamu fikir Vita patung yang tidak punya hati,yang sesukamu memarahi nya, membentak dan menyalahkan yang bahkan bukan Vita yang melakukannya.Kenapa kamu melampiaskan semua sakit hatimu pada orang lain yang tidak bersalah.Buka mata kamu Alex,jangan kau campur adukkan urusan sakit hatimu dengan pekerjaan.Kau itu seorang CEO jadi bersikaplah profesional.Mama kecewa sama kamu."Setelah itu mama Rebecca keluar dari ruangan Alex.
Apa sikap aku sudah sangat keterlaluan dengan Vita.Bahkan tadi aku melihat matanya sembab seperti habis menangis....