CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 39


__ADS_3

Sore hari Vita kembali ke rumah sakit.Vita menenteng paperbag di tangannya.Ada kue titipan Mama nya,juga buah-buahan yang Vita beli tadi sebelum ke rumah sakit.Vita mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.Ternyata hanya ada Alex saja.


"Mama dan Papa mu mana mas?"


"Papa tadi siang langsung ke kantor karena ada rapat,kalau Mama aku suruh istirahat di rumah dulu."Vita mengangguk.


"Ini aku bawakan kue sama buah apel dan jeruk,kamu mau makan yang mana mas?"


"Aku mau apel saja."Vita mengupas kan buah untuk Alex.Setelah itu menyuapkannya.


Saat menyuapi Alex,Alex justru memegang tangan Vita dan menatapnya lekat.


"Ada apa?"tanya Vita.


"Apa jawabanmu?"Ucap Alex.


"jawaban apa? memangnya kamu tanya apa?"


"Aku mencintaimu Vita,maukah kamu menjadi kekasihku."Pipi Vita langsung merona.


"Kenapa diam saja?"Tanya Alex karena Vita hanya diam dan menunduk.


"A...Aku juga mencintaimu Mas."Ucap Vita pelan.


"Kamu bicara apa Aku tidak mendengarnya."


"Aku mencintaimu."Ucap Vita kuat.


"Sini aku peluk,berarti sekarang kita jadian?"Ucap Alex sambil memeluk Vita.Vita mengangguk.


"Kenapa hari jadian kita di rumah sakit yaa."Ucap Vita lalu mereka tertawa.


"Aku khawatir sekali melihat kamu datang berlumuran darah begitu mas,apalagi setelah selesai operasi kamu di nyatakan kritis oleh dokter."Ucap Vita sedih.


"Benarkah kamu khawatir padaku? Maaf ya sudah membuatmu khawatir,tapi aku tidak selemah itu, apalagi aku masih harus menunggu jawaban darimu."Sambil mencolek hidung Vita.Membuat Vita semakin malu.


Pintu tiba-tiba terbuka,Rendra masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu.Vita buru-buru melepaskan pelukan dan menjauh dari Alex,dia malu di lihat Rendra.


"Kau datang di saat yang tidak tepat Rendra."Ucap Alex tak suka.


"Maaf aku tak tahu."Rendra menahan senyumnya.


"Ada apa kau kemari?"Alex ketus.


"Aku ingin memberitahu tentang pengeroyokan terhadap mu."

__ADS_1


"Siapa dalangnya?"Tanya Alex berubah menjadi dingin.Rendra melirik ke arah Vita, karena dia akan membahas sesuatu yang penting.Alex pun mengerti.


"Sayang,kamu tunggu di luar dulu yaa, ada yang ingin aku bicarakan dengan Rendra."


"Sudah panggil sayang nich rupanya."Goda Rendra.


"Aku keluar dulu ya mas."Vita melangkahkan kakinya keluar ruang rawat Alex.


"Gimana Rendra?"Tanya Alex serius.


"Anak buah ku sudah menangkap lima orang yang menghadang mu Lex.Setelah kami interogasi ternyata yang menyuruh mereka adalah Andreas."


"Andreas?"Tanya Alex kaget.


"Kau yakin mereka orang suruhan Andreas?" Tanya Alex lagi.


"Yakin Lex,aku sudah memastikannya.Dan mereka pun memberikan bukti pembayaran dan juga chat yang di kirim oleh Andreas."


"Andreas dari kita SMA dulu memang tidak suka padaku kan.Aku yakin penyebab dia makin tak suka padaku karena kita kemarin memenangkan tender besar.Lihat saja setelah aku keluar dari sini aku akan buat perhitungan dengan nya."Geram Alex.


"Lebih baik sekarang kamu istirahat dulu saja,agar lukamu cepat sembuh."


"Iya aku tahu,sudah sana pergi.Panggil Vita ,kau ini mengganggu ku saja."Rendra pun keluar dan memanggil Vita Yang sedang asyik bertelepon ria dengan para sahabatnya.


"Gaes,sudah dulu yaa.Aku mau masuk ke ruangan dulu,Bye."Ucap Vita melalui Panggilan teleponnya.


Ceklek...


Terlihat Alex sedang duduk sambil bersandar pada kepala ranjang.


"Tiduran saja mas, memangnya gak sakit bekas operasinya?"Ucap Vita lembut.


Pintu di ketuk,seorang perawat datang membawa makan dan obat untuk Alex.


"Permisi Tuan,ini makan malamnya jangan lupa obatnya diminum,permisi."Ucapnya lalu keluar.


Vita membantu Alex untuk duduk,agar bisa lebih nyaman saat makan.


"Aku gak mau makan, makanannya gak enak sayang."Rengek Alex seperti anak kecil,membuat Vita tertawa kecil.Tapi Vita juga pipinya bersemu karena di panggil sayang oleh Alex.


"Masa gak mau makan,memangnya gak mau cepat sembuh?"Tanya Vita.


"Ya mau,tapi aku gak mau makanan rumah sakit gak enak."


"Terus mau makan apa?Nasi Padang gitu.Kamu ada-ada saja deh mas.Aku suapi yaa."Alex membungkam mulutnya dan menggeleng saat Vita mendekatkan sendok berisi bubur.

__ADS_1


"Beneran gak mau makan?"Alex tetap menggeleng.Vita menaruh bubur di atas nakas lalu berdiri.


"Lho sayang mau kemana?"Tanya Alex karena Vita berdiri dari duduknya.


"Aku mau pulang saja kalau kamu gak mau makan."Ucap Vita tegas.


"Iya deh aku mau makan,sini duduk lagi suapi aku makan."Alex pasrah,daripada kekasihnya pergi.Vita tersenyum penuh kemenangan.


Kenapa sifatnya jadi menggemaskan begini sih si CEO galak..


Vita dengan telaten menyuapi Alex makan,hingga tak terasa bubur di mangkoknya habis.


"Wah pintarnya kekasih aku,makannya habis.Sekarang waktunya minum obat."Ucap Vita riang seperti sedang berbicara dengan anak kecil.


Saat mereka sedang mengobrol Mama Rebecca datang.Dan melihat ke arah mangkok makanan kosong,dia pun tersenyum.


"Waah ini makanannya habis yaa.Padahal tadi siang susah suruh makan."Goda Mama Rebecca.


"Tadi juga sebenernya susah Tante,tapi saata ku bilang aku kau pulang saja jadi mau kakan dech."Vita tertawa, Mama Rebecca pun ikut tertawa dengan kelakuan Alex.


"Sepertinya hubungan kalian semakin dekat yaa."Ucap mama Rebecca.


"Kami baru saja jadian Ma."Ucap Alex bangga.


"Masa pakai acara jadian segala,udah kayak anak ABG saja."Mama Rebecca tertawa, sementara Vita merasa malu.


"Tapi Mama senang dengarnya,semoga hubungan kalian langgeng yaa.Kalau bisa jangan lama-lama lah yaa."


Tiga hari sudah Alex di rawat di rumah sakit,Alex memaksa pulang, karena dia benar-benar sudah tidak betah berada di rumah sakit.Mau tak mau dokter pun menyetujuinya.Tapi dengan syarat harus tetap istirahat dan tidak boleh bekerja dulu hingga tiga hari kedepan.Alex menyetujuinya karena tak ada pilihan lain.Padahal dirinya sudah sangat ingin pergi ke kantor.Vita yang bekerja tidak bisa ikut mengantar Alex pulang ke rumah,Alex pun memaklumi.


Barulah setelah empat hari setelah pulang dari rumah sakit Alex datang ke kantor.Banyak pekerjaan yang menanti dirinya.Alex juga sudah bosan kalau hanya di rumah saja.Selain itu Alex juga sudah rindu karena sudah dua hari tak bertemu dengan Vita sang pujaan hati.


Ternyata sampai di kantor,Alex tidak bisa langsung melepas rindu dengan kekasihnya,karena Alex dan Vita sama-sama sibuk.


"Rendra,atur pertemuan ku dengan Andreas.Aku ingin meminta ganti rugi atas perbuatannya padaku."Ucap Alex geram..


"Apa tidak apa-apa kalau sekarang Lex,perutmu Belum benar-benar sembuh.Tunggulah sampai lukamu benar-benar sembuh."


"Tapi aku sudah tidak sabar ingin membuat perhitungan dengannya."Alex mengepalkan tangannya.


"Sabarlah sebentar lagi Alex.Aku tidak mau terjadi sesuatu lagi dengan kamu ."


*Lihat saja Andreas aku akan membuat perhitungan padamu....


Bersambung*...

__ADS_1


__ADS_2