
Vita mengganti bajunya dengan dress polos warna hijau muda di bawah lutut dan merias wajahnya dengan hanya memakai bedak tipis dan lipstik berwarna nude.Sedangkan Alex,pria itu menunggu di ruang tamu.Vita masih tak menyangka bahwa CEO galaknya itu mengajaknya keluar untuk jalan-jalan di malam Minggu.
Setelah selesai Vita pun turun dan menemui Alex yang dari tadi.
"Lama sekali hanya mengganti baju."Ucap Alex kesal karena dia menunggu terlalu lama.Padahal hanya lima belas menit.
"Makanya Tuan kalau mau ngajak jalan kabari lebih dulu,biar aku siap-siap jadi Tuan sampai saya sudah siap.Namanya juga cewek wajarlah kalau agak lama,lagian cuma lima belas menit Tuan."Vita mengomel, membuat Alex gemas melihatnya.
"Ya sudah lain kali aku akan kabari lebih dulu.Ayo sekarang kita pergi nanti ke buru malam."Alex mengalah biasanya dia akan lebih marah.
Eeehhh..dia tak marah aku ngomel begitu malah tersenyum..Aneh..
Alex membukakan pintu mobil untuk Vita.Setelah itu Alex pun memutari dan duduk di bagian kemudi.Mesin mobil belum di hidupkan Alex tiba-tiba mengambil sesuatu di jok bagian belakang lalu memberikannya kepada Vita.
"Terima kasih mawar putihnya Tuan,kok Tuan tahu kalau aku suka mawar putih?"Ternyata Alex memberikan bunga mawar putih kepada Vita.
"Tahu dong,apa yang tidak di ketahui oleh seorang Alexander Abraham."Ucap Alex berbangga,Alex mengetahui ini dari Mamanya Vita.
"Kumat deh narsisnya."
"Vita,bisa tidak kalau kita sedang berdua jangan panggil aku Tuan."
"Terus panggilnya apa?Bapak gitu?"
"Ya gak bapak juga Vita,ya terserah kamu tapi Jangan Panggil Tuan atau bapak."
Panggil sayang juga boleh...Batin Alex
"Apa yaa?nanti dech sambil aku pikir mau panggil apa."
"Dari sekarang aja Vita,jangan nanti nanti."
"Emang kenapa sih Tuan,kan saya sudah biasa panggil anda Tuan."
"Terserah kamu lah Vita."Alex diam sambil fokus menyetir.
Dih dia ngambek,dia kenapa sih kenapa sikapnya jadi begini ke aku..Kalau aku baper terus cinta gimana..
"Tuan, memangnya pacar Tuan gak marah kalau Tuan jalan sama saya."Alex diam tak menanggapi.
Dia beneran marah yaa..emang aku harus panggil dia apa?masa panggil sayang..eehhh..
"Tuan."Panggil Vita lagi.
"Aku gak akan ngomong sebelum kamu rubah Panggilan kamu ke aku."
"Nah itu tadi ngomong,"Vita tertawa kecil.
Ngomongnya juga santai begini gak formal seperti di kantor.Duh Vita jangan sampai kamu baper..
Vita sudah memperingatkan hatinya supaya gak baper dengan kelakuan Alex.Padahal Alex kan emang udah cinta sama kamu Vita.
__ADS_1
"Kita mau kemana Bang Alex?"Tanya Vita setelah beberapa saat terdiam.
"Kamu tadi panggil aku apa?"Tanya Alex menoleh sekilas ke Vita.
"Abang Alex."
"Masa kayak Panggil Abang Abang bakso."Alex tak terima.
"Terus Panggil apa dong?Mas Alex aja deh.Udah gak usah komplain lagi."Ucap Vita kesal.
"Lebih bagus ketimbang Abang."Vita mendelik.
Ketimbang sebutan Panggilan aja jadi ribet.batin Vita
"Temani aku makan malam ya Vita?"Ucap Alex.Vita hanya mengangguk.
"Kamu tadi tanya pacar aku marah gak gitu kita jalan berdua,aku belum punya pacar lagi setelah putus dari Karin."Vita hanya jawab oh saja.
"Lho aku kira yang waktu itu datang ke kantor pacarnya Tuan Alex."
"Tuan lagi."
"Maksud nya Mas Alex."
"Bukan,dia bukan pacar aku,tapi sahabat aku dari SMA,tapi entah kenapa setelah dia pulang dari Amerika kelakuannya begitu kepadaku."
"Iisshh,masa Tuan eh mas Alex gak paham sih,itu berarti cewek itu suka sama mas."
"Aku tahu sebenarnya dia suka sama aku, justru itu aku sekarang menghindar darinya.Aku gak mau perempuan yang lagi aku dekati salah paham."Sambil senyum melirik Vita.
"Kok malah diam Vit."
"Gak apa-apa mas."
Pasti Vita berpikir siapa perempuan itu..Batin Alex.
Mereka pun sampai di restoran, seperti biasa Alex membuka kan pintu mobil untuk Vita.
Gue gak boleh baper,dia udah punya gebetan...Vita meyakinkan dirinya sendiri.
Alex dan Vita masuk dan memilih meja yang dekat dengan taman yang berada di samping restoran.Lalu Mereka memesan menu.
"Kamu gak tanya siapa perempuan yang lagi aku dekati gitu?"Pancing Alex.
"Gak mas,buat apa juga kan itu urusan pribadi mas jadi aku ______"
"Perempuan itu kamu Vita."Potong Alex cepat."
"Haaahhh..."Vita melongo.
"Tutup mulutmu Vita nanti ada lalat masuk."Ucap Alex sambil tersenyum dengan ekspresi Vita.Vita langsung menutup mulutnya.
__ADS_1
"Mas Alex gak usah becanda deh,gak lucu tau."Vita mencebik.
"Aku serius Vita,apa kamu gak sadar perlakuan dan perhatian aku akhir-akhir ini ke kamu?"
Ya emang sih dia emang jadi aneh kelakuannya,selalu bersikap manis di depan aku.Lakh aku kira dia lagi jatuh cinta sama cewek lain.
"Vita."Panggil Alex,karena Vita malah melamun.
"Iya ada apa?"
"Ini di makan dulu nanti keburu dingin."
Setelah makan,Alex mengajak Vita ke taman kota yang tak jauh dari restoran tadi.Sebelumnya Alex menanyakan terlebih dahulu pada Vita apa mau di ajak ke taman dan Vita pun menyetujui.Berhubung ini malam Minggu,jadi suasana taman lebih ramai dari malam biasanya.Alex pun mencari tempat duduk yang tidak terlalu ramai.
"Aku sudah lama tidak merasakan suasana seperti ini."Ucap Alex membuka pembicaraan.
"Masa sih Mas?"
"Iya,dulu saat aku masih pacaran sama Karin,dia tidak pernah mau aku ajak kesini.Dia lebih senang jalan-jalan ke mall.Terakhir kali aku kesini waktu aku memergoki perselingkuhan Karin.Pikiran ku jadi tenang saat berada disini, karena suasananya masih asri walaupun berada di tengah kota."
"Disini termasuk tempat favorit aku,aku sering kesini."
"Pasti dengan kekasih mu kan."Vita tertawa mendengar ucapan Alex.
"Bukan,aku kesini sama sahabat aku.Aku bahkan belum pernah punya kekasih."Vita tersenyum.
"Kamu serius?"Ucap Alex tak percaya.
"Serius dong,"
"Berarti kamu belum pernah jatuh cinta?"Tanya Alex.
"Jatuh cinta pernah,tapi gak mau sampai pacaran,cukup cinta dalam diam saja.Karena menurut aku pacaran itu ribet,aku gak mau pendidikan aku terganggu.Aku punya cita-cita ingin menjadi wanita karir, kerja di Perusahaan besar seperti sekarang.Baru deh aku mikirin punya kekasih."
"Cita-cita kamu sudah tercapai yaa."
"Iya, Alhamdulillah.Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil.Inilah hasil kerja keras aku belajar selama ini."
"Jadi sekarang sudah bisa kalau punya kekasih?"Tanya Alex sambil menatap Vita dalam,membuat jantung Vita berdetak tak beraturan.
"Bisa-bisa saja,tapi sekarang aku lagi gak dekat sama siapapun."
"Bukannya aku sedang dekat denganmu?"
"Kita kan memang dekat mas,sebagai sekretaris dan atasan."Vita Tertawa.
"Aku ingin bukan hanya sekedar sekretaris dan atasan,tapi lebih dari itu Vita."Ucap Alex sambil memegang tangan Vita.
"Maksud nya mas?"Tanya Vita tak mengerti.
"Maksud aku.........
__ADS_1
Bersambung.....
Mampir di karya aku satunya yaa,judulnya "Di jodohkan dengan Duda"