
Karin saat ini sudah berdiri di depan gedung pencahar langit,gedung yang megah dan luas di banding dengan gedung lainnya.Gedung yang dulu sering ia datangi.Dia sudah menyusun rencana untuk menemui Alex.
Karin ke loby dan menemui Resepsionis.
"Permisi mba,Alex ada di dalam?"
"Sebelumnya apa sudah membuat janji?"
"Belum mba."
"Maaf kalau begitu tidak bisa."
"Apa mba tidak mengenali saya,saya kekasihnya Alex?"Karin masih bersikap manis.
"Maaf nona,saya tidak mengenali anda.Saya karyawan baru disini."Karin hanya tersenyum menanggapi.
"Kalau begitu apa saya boleh menemui Alex?"
"Silahkan nona, Tuan Alex ada di ruangannya."
"Baiklah terima kasih."
Semoga saja rencana ku kali ini berjalan lancar.Aku yakin Alex masih sangat mencintaiku.
Karin langsung menuju lift dan menekan tombol angka ke lantai dimana ruangan Alex berada.Sesampainya di lantai tersebut Karin melanjutkan langkahnya dan berhenti di meja sekretaris yang ternyata kosong entah kemana orangnya pergi.Lalu Karin masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Hai sayang,apa kabar?aku kangen."Karin lalu menghampiri dan langsung memeluk Alex.
Untuk sesaat Alex terpaku melihat Karin di hadapannya.Hingga dia tersadar dan mendorong Karin.
"Siapa yang mengizinkan kau masuk?"Alex menggeram menahan marah.
"Sayang,aku ingin..."
"LIISAAA!!! Teriak Alex.
"Iya tuan,lho nona kapan masuk?"Lisa sekretaris Alex bingung karena sudah ada Karin di dalam.
"Kau dari mana saja,kenapa dia bisa masuk."ucap Alex marah.
"Maaf tuan,saya tadi dari toilet sebentar dan tidak tau kalau nona Karin datang".Lisa menjawab dengan takut.
Alex menghela nafas kasar.
"Ya sudah kembali ke meja mu."
"Permisi tuan",Lisa langsung keluar dan menutup pintu.
Tinggallah Karin dan Alex saja di ruangan ini.Untuk beberapa saat mereka saling diam.
"Untuk apalagi kau datang kemari."Ucap Alex.
"Sayang,aku ingin menjelaskan kalau.."
"Tidak ada yang perlu kau jelaskan,semuanya sudah jelas."Potong Alex cepat.
"Ku mohon dengarkan penjelasan aku dulu."
"Tak perlu,kau bisa pergi sekarang."
__ADS_1
"Sayang,aku mohon.Kau hanya salah paham."
"Aku bilang PERGIII !!! "
"Aku Tidak akan pergi,sebelum aku jelaskan semuanya."
"Kau keras kepala sekali."
"Aku mohon dengarkan aku sayang."Karin menangis dan langsung bersimpuh di samping Alex.
"Apa yang kau lakukan Karin,bangun jangan begini."ucap Alex kesal
"Aku tidak akan bangun,aku ingin menjelaskan semuanya."Karin semakin terisak.
Sepertinya kau mulai luluh alex,ayo Alex suruh aku bangun aku sudah pegal begini trus.batin Karin
"Aku mohon Alex."sambil menangkupkan kedua tangannya di dada.
"Baiklah aku akan dengarkan penjelasan kau,tapi bangun lah dulu dan duduk Disana."menunjuk sofa.
Akhirnya...
"Terima kasih Alex."Berjalan menuju sofa.
"Kemarin itu hanya sepupu ku,aku memang dekat dengannya karna hanya dia keluarga yang ku punya."Karin langsung memasang wajah sedih.
"Aku tidak semudah itu percaya padamu Karin."
"Kalau kamu tidak percaya aku akan pertemukan kau dengannya Alex."
"Apa seperti itu kelakuan antar sepupu bergandeng mesra dan mencium pipi."
"Aku memang sangat dekat dengannya,bahkan orang yang tidak mengenal kita akan menganggap seperti itu.Padahal kami hanya saudara."
"Maafkan aku Alex,aku hanya ingin menenangkan diriku.Aku terkekang karna kau selalu mengajakku menikah."
"Omong kosong,sebaiknya kau segera pergi dari sini."
"Aku minta maaf Lex,aku ingin kita memulainya kembali dari awal."
"Maaf aku tidak bisa Karin,sebaiknya sekarang kau pergi.Aku butuh sendiri."
"Tapi Alex,"
"PEERGIIII !!!!
"LISAAAA !!!
"Iya tuan "Lisa terburu-buru memasuki ruangan Alex.
"Usir wanita ini dari ruangan saya."
"Baik tuan,Mari Nona."
"Alex.."
Alex tak menghiraukan dan kembali bekerja.
Setelah aku berusaha melupakannya,dia malah datang di hadapanku dan menjelaskan yang tidak masuk akal.Maaf Karin aku tidak akan percaya begitu saja,aku akan mencari tahu tentang semua ini.
__ADS_1
Sesampainya Karin di Apartemen miliknya.
Sial ternyata Alex tak mempercayaiku begitu saja.Bagaimana ini,bisa-bisa Papa marah besar.Aku sudah mengulur waktu terlalu lama tentang misi kali ini.Bodoh kau Karin,bagaimana pun caranya aku harus bisa kembali pada Alex.Aku masih sangat yakin dia masih mencintaiku.Aku harus mendekatinya secara halus,Agar dia kembali luluh padaku.
Di Rumah Vita
Sesudah makan malam,mereka memutuskan untuk mengobrol di ruang tengah.
"Gimana Vita lamaran yang kau kirimkan apa sudah ada panggilan interview."Tanya ayah Vita.
"Belum Pa,ntah lah aku juga bingung."Padahal sudah satu bulan dia mengirim lamaran di beberapa perusahaan.
"Sudah kau kerja saja di kantor Papa,bantu Papa mengurusi Yang ada di sini."
"Semua karyawan Papa sudah pada kenal sama aku,Aku tidak mau di perlakukan spesial Disana."
"Oya nak mama baru ingat,mama dengar dari teman arisan mama ,Abraham Corporation sedang mencari sekretaris baru,coba kau melamar disana siapa tau rezeki mu."Mama Vita ikut menyahuti.
"Yang benar ma?Kapan Mama dengarnya?"Vita antusias.
"Kemarin,dan 3 hari lagi akan di adakan interviewnya.Masih ada waktu nak."
"Ya sudah kalau begitu aku akan mengirim lamaran ke Abraham Corporation.Doakan aku ya Ma,Pa semoga dilancarkan."
"Mama akan selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anak Mama."
Vita dengan semangat melangkah kan kakinya menuju kamar,lalu membuka laptop dan segera mengirimkan lamaran melalui email perusahaan tersebut.
Dua hari berlalu,Vita membuka email dan dia kaget sekaligus senang bahwa dia besok di suruh datang untuk interview di Abraham Corporation.
"Mama,Papa..."Sambil berlari menuruni tangga.
"Pelan-pelan nak,nanti terjatuh."Mama Vita mengingati.Dan Vita hanya menyengir.
"Ada apa sepertinya senang sekali anak Papa ini."
"Pa,Ma besok aku ada panggilan interview di Abraham Corporation."
"Alhamdulillah,Papa senang dengarnya.Semoga besok lancar yaa interviewnya."
"Aamiin..."Ucap Vita dan mamanya bersamaan.
"Ingat Vita besok jangan sampai terlambat."
"Siap Bos."Ucap Vita sambil tangannya seperti hormat.
Esoknya,pagi-pagi Vita sudah rapih dengan kemeja putih lengan panjang,rok hitam di atas lutut sedikit.Rambutnya Vita ikat seperti ekor kuda agar rapih tidak lupa wajahnya di poles tipis-tipis agar terlihat segar.Vita juga memakai sepatu hitam tinggi 3cm..
"Wah cantiknya anak Mama,yang semangat ya nak.Harus terlihat santai dan tenang gak boleh gugup saat menjawab pertanyaan dari pihak HRD."
"Iya ma,aku langsung sarapan ya ma,takut tkrlambat sampai sana."Sambil memakan sarapannya.
Beberapa saat kemudian,Vita sudah sampai di depan Abraham Corporation.Hari ini dia berangkat menggunakan mobil,agar penampilannya tetap rapih.Untuk sesaat Vita memandang takjub gedung ini,gedung yang besar dan paling mewah di antara gedung lainnya.Lalu dia melanjutkan langkahnya ke loby perusahaan,yang ternyata sudah banyak di penuhi para calon karyawan.
Waaahh..Ternyata Banyak juga yang ikut interview hari ini.Semangat Vita kamu pasti bisa.Harus optimis.Vita menyemangati dirinya sendiri.
Tiba-tiba semuanya hening.Ternyata mereka fokus pada dua orang yang baru saja turun dari mobilnya.Mereka semua kagum dengan dua sosok tersebut banyak dari mereka yang berbisik-bisik,tak terkecuali Vita dia pun kagum.Dan Vita pun kaget ternyata salah satunya merupakan seseorang yang waktu wisuda memakaikan selempang pada Vita.Ya,dua orang itu adalah Alex dan juga Rendra.
Untuk beberapa saat mata mereka bertemu,dan dengan segera Alex memutuskan kontak mata mereka dengan melihat ke arah lain.
__ADS_1
Gadis itu ternyata ikut interview hari ini.Sepertinya menarik kalau hari ini aku ikut datang untuk interview kali ini.Aku ingin lihat kemampuan dia secara langsung.Gumam *Alex sambil tersenyum tipis.
Bersambung*....