
Karin yang tak terima karena perlakuan Alex terhadapnya saat di kantor beberapa waktu lalu membuat Karin menyimpan dendam. Papanya karin memang sudah bergerak untuk menyerang Perusahaan Alex.Tetapi ternyata orang suruhannya gagal.Baru saja mereka bergerak ternyata pergerakan mereka sudah tercium oleh orang kepercayaan Alex.
Karin sepertinya harus membuat rencana baru,untuk menghancurkan Alex.Dia yang memang mencintai Alex benar-benar tak terima dengan sikap Alex yang kasar kepadanya jadi Karin berniat akan membalaskan dendamnya dan sudah waktunya dia menjalankan misi yang di perintahkan papanya.
Aku akan membalaskan dendam ku,Alex.Aku akan menghancurkan kau dan keluargamu hingga ke akar-akarnya. Tunggu saja...
Sementara itu,di kantor Alex...
Vita yang saat ini sudah bisa meredakan tangisannya,kembali ke toilet lagi untuk mencuci wajahnya agar terlihat segar dan matanya tidak sembab.Lalu Vita memakai bedak dan juga lipstik agar wajahnya tak terlihat pucat.Saat dia kembali ke mejanya ternyata Tante Rebecca sudah menunggunya.
"Vita kamu tidak apa-apa nak,maafkan Alex ya Vita?" Tante Rebecca khawatir.
"Aku tidak apa-apa Tante,mungkin karena aku lagi PMS jadi agak sensitif."Vita menjawab dengan tersenyum.
"Ya sudah yuuk kita makan siang,sudah waktunya istirahat kan?"
"Iya Tante,sebentar aku ambil tas dulu."
Saat mereka berbalik badan ingin pergi, tiba-tiba Alex memanggil Mamanya.
"Mama."Mam Rebecca hanya diam tak menjawab tapi tak melanjutkan jalannya.
"Aku ikut kalian makan siang yaa,sebentar kita Rendra dulu."
"Siapa yang mau mengajakmu Alex,mama hanya ingin mengajak Vita saja."Jawab mama Rebecca ketus.
"Ayo Vita,"Tak memperdulikan Alex dan melanjutkan langkahnya.
"Lho ma,katanya tadi mau ajak aku juga. Rendra cepat,kau ini lama sekali."Ucap Alex saat melihat Rendra baru keluar dari ruangannya.
"Kita mau kemana Alex?"Tanya Rendra.
"Kita akan ikut Mama dan Vita makan siang."
Saat ini mereka sedang berada di lift khusus para petinggi.
"Eehhhmm...Vita."
"Iya tuan,"jawab Vita tanpa melihat Alex.
"Aku minta maaf atas sikapku selama ini terhadapmu,mama benar harusnya aku tidak membawa masalah pribadi ke dalam pekerjaan."
"Tidak apa-apa tuan,mungkin memang saya yang salah."
"Jangan begitu Vita,aku malah menjadi semakin bersalah."
"Saya sudah memaafkan tuan."
"Lain kali kalau Alex memarahimu tanpa alasan yang jelas,bilang sama Tante,biar Tante jewer anak nakal ini."Sambil menjewer telinga Alex.
"Ampun ma,sakit."Vita hanya tersenyum sedangkan Rendra sudah tertawa puas.
"Pasti kamu yang mengadu pada mama kan,"Sambil menunjuk Rendra. Rendra hanya menggeleng.
"Lihat saja tidak ada bonus bulan ini dan gajimu akan aku pot-...."Ucapan Alex terpotong.
"Jadi kamu suka sekali mengancam Rendra ya Alex."Ucap mama Alex sambil melotot.
Ting...
Lift pun terbuka,di loby ternyata masih banyak karyawan. Mata para karyawan langsung tertuju pada Vita yang kini di gandeng tangannya oleh mamanya Alex.Mereka pun langsung berbisik-bisik.
"Apa benar si Vita punya hubungan khusus dengan Tuan Alex yaa."
"Wah,hebat yaa si Vita bisa jalan bareng sama Mama nya Tuan Alex."
"Mereka kelihatan akrab sekali yaa,aku jadi iri."
Dan masih banyak lagi yang mereka bicarakan tentang Vita.Vita pun acuh, karena baginya itu tidak penting.
__ADS_1
Vita, mama Rebecca,Alex dan Rendra kini mereka sudah masuk ke dalam mobil Alex yang di kendarai oleh Rendra.
"Kita ke rumah makan Padang yang di depan sana ya ren,"Ucap mama Rebecca pada Rendra.
"Siap Tante."
Hari-hari berikutnya,sikap Alex mulai berubah. Alex tak lagi marah-marah kepada Vita tanpa alasan yang jelas. Vita pun jadi makin semangat dalam bekerja. Bahkan Alex bersikap lembut kepada Vita,sampai Vita pun merasa aneh dengan sikap Alex.
Saat istirahat,Vita memutuskan untuk makan di kantin saja.Baru juga masuk kantin,Vita sudah mendengar bisik-bisik yang membicarakan dirinya.Vita tetap saja melanjutkan langkahnya dan memilih menu makan siangnya.
Saat Vita sedang asyik makan, tiba-tiba datang tiga wanita yang merupakan karyawan senior menghampiri meja Vita.
"Heeeh karyawan baru,ada hubungan apa kamu sama Tuan Alex.Kenapa kalian begitu sangat dekat.Bahkan Ibu Rebecca menggandeng tanganmu"Ucapnya dengan nada angkuh
"Bukan urusanmu,"Jawab Vita santai dan tetap melanjutkan makannya.
"Ya jelaslah urusan saya,kamu itu karyawan baru jadi gak usah banyak tingkah.Gak usah cari perhatian"
"Kamu dengar gak yang saya bilang."Sambil menggebrak meja Vita.Karena Vita dari tadi tak menghiraukannya.
Gebrakan meja tersebut membuat makanan Vita berhamburan.Vita menghela nafasnya kasar dan mencoba menahan emosinya.
"Kakak senior yang terhormat,kakak senior tahu bukan saya ini sekretarisnya Tuan Alex,jelas saja kalau saya begitu dekat dengannya."Jawab Vita dengan santai.
"Apa kakak senior iri karena aku setiap saat selalu bersama tuan Alex.Selalu berada dekat dengan Tuan Alex."
"KAMUUU...!!"Sambil menunjuk Vita.
"Saya paling gak suka yaa di tunjuk begitu."Menepis tangan wanita itu.
"Mengganggu makan siangku saja."Vita berniat mengambil makan siangnya kembali tapi saat baru melangkahkan kakinya, tiba-tiba rambutnya di tarik paksa oleh karyawan senior.
"Aaawwww."Vita mengaduh sakit karena tarikan di rambutnya lumayan kencang.
"Lepas Kaka senior."
"Tidak akan,rasakan ini makanya jangan belagu jadi karyawan baru."tarikan di rambutnya semakin kencang.
Wanita itu pun mengaduh sakit
Dengan segera Vita memiting tangan wanita itu kebelakang dan di tekan dengan kuat.Wanita itu teriak kesakitan.
"Awww..sakit lepaass!!"
"Kalian kenapa diam saja,bantu aku!"meminta bantuan kepada kedua temannya.
"Berani mendekat,akan aku patahkan tangan temanmu ini."Ucap Vita penuh dengan ancaman.
"Pesanku,jangan mentang-mentang kau senior jadi tingkah mu semau mu,kita disini semua sama, sama-sama bekerja untuk mencari uang bukan untuk mencari musuh."Vita melepaskan tangannya.
"Aku sudah tahu lama tentang mu yang selalu bersikap semena-mena dengan karyawan baru,bertingkah seolah kau bos disini.Tapi aku tak mau ikut campur karena bukan urusanku.Akan tetapi kali ini kau mengusikku,aku tidak akan tinggal diam."
"Lihat saja yaa akan aku balas nanti."Ucap wanita angkuh tadi sebelum meninggalkan kantin.
Semua di sana menatap kagum pada Vita,padahal sosok Vita merupakan wanita yang anggun tapi Vita bisa bersikap bar-bar seperti tadi.
Setelah itu Vita kembali memesan makanannya untuk di bawa ke atas.
"Bu,aku minta di bungkus saja ya makanannya."Ucapnya pada penjaga kantin.
"Hebat lho mba Vita,belum ada yang berani sama Non Angel."Ternyata nama wanita itu angel.
"Emangnya dia siapa Bu,sampai tidak ada yang berani dengannya."
"Nona Angel sepupunya Tuan Alex mba Vita.Makanya gak ada yang berani sama dia."
"Pantas saja dia bertingkah kayak bos."mengangguk kan kepalanya.
"Mba Vita gak takut,kalau sampai nanti dia lapor sama Presdir?"
__ADS_1
"Kenapa takut Bu,saya gak salah.Dia yang mulai duluan."
Benar saja,tak lama setelah makan siang selesai.Vita di panggil ke ruangan Presdir bukan lagi CEO tapi Presdir langsung yang turun tangan.Merepotkan
"Vita memang apa yang kamu lakukan pada Angel sampai wanita itu mengadu pada Presdir."Tanya Lisa saat Vita sudah berada di lantai ruangan Presdir.
"Aku hanya memiting tangannya mba Lisa."
"Astaga Vita,sudah buruan masuk,Tuan Alex juga ada di dalam."
Tok...Tok..Tok..
Vita pun masuk setelah di izinkan.Vita melihat Angel tersenyum penuh kemenangan.Sedangkan Alex seperti acuh tak acuh.
"Duduk."Ucap Presdir.
"Kamu tahu kenapa saya panggil kesini Vita."Lanjutnya, Auranya begitu menakutkan bagi Vita. Tatapan matanya tajam seperti mengintimidasi lawan bicaranya.Tapi sebisa mungkin Vita bersikap tenang.
"Saya tahu Presdir."
"Kamu tahu dia siapa?"
"Saya tidak tahu Presdir."
"Dia ini keponakan saya, bisa-bisanya kamu menyakitinya dengan cara memiting tangannya.Memangnya apa yang Angel lakukan sampai kau berbuat begitu.
Kamu sudah keterlaluan Vita,Minta maaf pada Angel sekarang Vita."
"Maaf Presdir sebelumnya,apa Presdir sudah tahu masalah kami yang sebenarnya."
"Kamu yang bermasalah Vita,Angel hanya berkenalan denganmu tapi kamu malah memiting tangannya."
"Rupanya anda mengarang cerita nona Angel."
"Siapa yang mengarang,kau tidak lihat tangan ku sampai memerah begini."Bela Angel.
"Saya sudah lihat video nya vita.Sudah cepat minta maaf pada Angel,Vita."Bentak pak Abraham.
Duh ternyata gak bapak gak anak sama aja tukang bentak..
"Saya tidak akan Minta Tuan,karena dia juga bersalah."
"Kamu saya kasih SP 1 Vita."Vita dan Alex kaget karna Vita langsung mendapatkan SP 1 dari bos nya.
"Saya terima SP nya Tuan,tapi alangkah baiknya anda jangan melihat video yang hanya sepotong itu.Ada banyak saksi Disana dan juga pasti di kantin ada cctv bukan.Anda bisa melihat sendiri siapa yang memulai duluan.Saya akan mengambil surat peringatan pada tim HRD .Saya permisi dulu."Vita langsung keluar dari ruangan Presdir.
"Vita gimana tadi di dalam?"Tanya Lisa penasaran."
"Di kasih SP 1 mba,"
"Presdir mah emang begitu Vita,sama Angel sayang bangeet.Sampai terkadang keputusan yang dia ambil salah karna sering membela Angel.Ini pasti karena video yang tersebar."Sambil menunjuk kan video ke Vita.
"Aku sudah bilang suruh cek cctv,tapi ntah di cek atau gak.Aku lebih senang kalau langsung di pecat mba.Ya sudah aku kembali ke meja ku ya mba."
"Papa kebiasaan deh kalau menyangkut tentang Angel pasti begini,mengambil keputusan dengan terburu-buru."Ucap Alex yang tak terima dengan keputusan Papa nya.
"Dia memang salah Lex."
"Wanita itu memang menyakiti aku kak Alex."Ucap Angel manja.
"Aku akan cek cctv terlebih dahulu Pa. Jika kamu terbukti bersalah,aku juga berhak untuk memecatmu Angel.Jangan aku kira aku tidak tahu kelakuanmu selama ini kepada karyawan ku."
Gawat kalau sampai Alex mengecek cctv, bisa-bisa aku di pecat dari sini.Aku harus bergegas menghapus nya.
Angel pun pamit untuk kembali ke ruangannya.Tapi ternyata dia tidak ke ruangannya melainkan menuju ruangan kontrol.Dia bergegas mengelabui petugas cctv lalu segera menghapus kejadian di kantin tadi.Tetapi saat dia akan keluar,terdengar langkah kaki mendekat.
*Ceklek....
"Angel...."
__ADS_1
Bersambung*....