CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 52 Difitnah


__ADS_3

Saat mereka sedang asyik menikmati hidangan yang di sajikan,


"Selamat malam semuanya,maaf saya datang terlambat"


Semua orang melihat ke arah orang yang baru saja datang.


"Papa."Mama Rebecca menghampiri suaminya yang baru datang lalu memeluknya dengan erat.


"Maaf ya sayang,Papa telat datangnya."Membalas pelukan istrinya.


"Iya gak apa-apa Pa,Papa pulang di hari ini saja Mama sudah senang banget."


Rupanya yang terlambat datang adalah Tuan Abraham.Tuan Abraham sejak tiga hari yang lalu sedang ada kerjaan di luar negeri.Sebenarnya Tuan Abraham harusnya berada di luar negeri selama lima hari,tapi dirinya bisa menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu tiga hari.Jadi hari ini Tuan Abraham bisa pulang dan menghadiri ulang tahun istrinya.


"Papa bawakan sesuatu untuk mama."Tuan Abraham sambil mengambil barang dari dalam tasnya.


"Ini untuk Mama."Menyerahkan kalung berlian yang di desain khusus oleh seorang desainer perhiasan papan atas.


"Aahhh..Terima kasih Papa."Memeluk suaminya kembali.


"Sama-sama sayang,"Mengecup kening istrinya.


"Aku pakaikan yaa."Mama Rebecca pun berbalik.


Sorak Sorai tepuk tangan menggema di dalam rumah itu.Mereka terlihat iri oleh kemesraan sepasang suami istri yang sudah tidak muda lagi itu.


Vita pun merasa iri melihat orang tua kekasihnya itu tetap romantis walaupun pernikahan mereka sudah puluhan tahun.Semoga saja aku seperti ini,gumamnya dalam hati.Alex memeluk pundak Vita dan mengelusnya karena Alex melihat ada cairan bening yang keluar dari sudut mata kekasihnya itu.


"Kamu kenapa nangis sayang."Bisik Alex.


"Aku terharu melihat mereka,walaupun usianya tak lagi muda dan pernikahan mereka pun sudah puluhan tahun tapi mereka tetap bisa menjaga keharmonisan rumah tangganya.Orang tuaku juga seperti mereka selalu harmonis sampai usia menua. "Vita mengusap ujung matanya.


Setelah itu acara pun di lanjutkan


"Mama sebenarnya sedih,Mama kira Papa tak bisa pulang hari ini."Ucap Mama Rebecca manja.


"Geli sih ma dengarnya udah tua juga."Alex berkata sambil bergidik.


"Kamu sirik aja sih Lex."Sambil meledek.


"Ayo sayang,kita gabung saja sama Rendra dan temanmu itu.Aku malas lihat pasangan tua ini.Dasar bucin"Sambil menarik Vita agar mengikutinya.


"Mas."Vita memukul lengan Alex.Alex hanya tertawa.


"Awas ya kamu Alex,dasar anak durhakim."


Vita dan Alex menghampiri Gea dan Rendra yang ada di tengah-tengah.


"Ciiiieee..yang lagi PDKT."Vita menyenggol lengan Gea.


"Apa sih Vit."Gea menunduk malu.


"Gercep banget si Bapak."Rendra tersenyum kikuk.


"Yuk lah mas,jangan ganggu mereka kita cari tempat sendiri.Temani aku juga,aku mau ambil makanan."Kini Vita yang menarik Alex agar mengikuti dirinya.


Setelah mendapatkan yang menggoda lidah,Vita dan Alex pun duduk di kursi yang kosong.


"Suapin dong sayang."Alex mendekat ke arah Vita agar di suapi.


"Makan sendiri mas,malu iih rame orang gini."


"Biarkan saja, cepetan aku belum makan lho ini."

__ADS_1


"Ya sudah makanya makan sendiri."


"Gak mau,aku mau disuapi sama kamu."Alex tetap ingin di suapi oleh Vita.


"Dasar manja."Vita pun akhirnya menyuapi Alex.


"Ngatain Mama nya bucin dia sendiri juga ternyata bucin."Ucap Mama Rebecca yang tiba-tiba muncul dari belakang Alex.Alex yang mendengar ucapan Mamanya langsung tersedak karena kaget.Vita segera memberi Alex minum sambil menepuk-nepuk punggung Alex.


"Mama bikin kaget saja,lagi enak-enak makan juga."Alex kesal.


Mama Rebecca berlalu begitu saja tanpa memperdulikan Alex yang kesal terhadapnya.Vita menggeleng melihat kelakuan Alex dan Mama nya.


"Mas,toilet sebelah mana."Bisik Vita.


"Lurus saja,nanti belok kanan di ujung dapur toiletnya.Aku antar saja yaa takut kesasar."Tapi saat Alex ingin menemani Vita ada rekan bisnis Papa yang mendekati nya dan mengajaknya berbincang.


"Sudah gak usah aku bisa sendiri kok."Vita berlalu karena panggilan alamnya sudah tidak bisa di tahan lagi.Vita kebingungan saat sudah sampai di dapur,pasalnya Vita tak melihat toilet yang kata Alex ada di pojok dapur.Bersyukur ada pelayan yang lewat.


"Permisi Bi,mau tanya toilet sebelah mana ya."


"Sebelah sini Nona,kalau dari sini memang tidak terlihat karena terhalang lemari."


"Pantas saja,terima kasih ya Bi."Lalu berlalu dan masuk ke dalam toilet.


"Jadi kamu pacar baru Alex."Ucap seseorang secara tiba-tiba.Membuat vita menoleh ke arah suara tersebut.


"Iya kak,permisi."


"Tunggu dulu,saya belum selesai bicara."Ucapnya dengan nada tak suka.


"Maaf ada perlu apa ya,saya harus kembali ke depan."Ucap Vita masih sopan.


"Kamu jangan merasa menang dan berbangga diri ya karena sudah menjadi pacarnya Alex.Kamu tidak tahu saja seperti apa kelakuan Alex yang sebenarnya."


"Nanti kamu akan paham apa maksudku.Ini kamu lihat."Sambil menyerahkan hp miliknya.


Vita menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang di lihatnya.Alex bermesraan dengan beberapa wanita,bahkan ada foto di atas ranjang.


"Alex seorang Casanova,dia suka berganti-ganti wanita.Jika Alex sudah mendapatkan apa yang dia inginkan dari seorang wanita maka Alex akan meninggalkannya begitu saja."Vita menggeleng,dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Tanpa kata Vita menyerahkan hp milik wanita itu dan bergegas kembali ke depan.Vita mencari keberadaan Alex, rupanya lelaki itu masih berbicara dengan rekan bisnisnya.Vita sekuat mungkin menahan air matanya yang akan jatuh.


Apa mungkin Alex seperti itu,dirinya bertanya-tanya dalam hati.Kalau memang Alex sering berganti-ganti wanita kenapa selama dia bekerja hanya Karin wanita yang dekat dengannya.Vita berpikir logis.


Alex mendekati Vita yang sudah keluar dari toilet.Vita tak menyadari jika Alex semakin mendekat ke arahnya.


"Sayang sudah ke toiletnya?"Vita tersentak kaget karena tiba-tiba Alex sudah berada di dekatnya.


"Sudah,"Ucap Vita pelan.


"Kenapa lama sekali,apa kamu tersesat?"Vita menggeleng.


"Ya sudah yuk,aku kenalkan pada rekan kerjaku."Vita menggeleng lagi.


"Kamu kenapa sih, kenapa dari tadi diam saja."Vita tetap menggeleng.


"Aku mau pulang."Ucap Vita pelan.


"Acara belum selesai sayang, kenapa pulang?"


"Gak apa-apa,aku gak enak badan."


"Kamu sakit."Alex bertanya dengan nada cemas lalu memegang kening Vita,tapi tak terasa demam.

__ADS_1


"Badan ku tiba-tiba terasa tidak enak."


"Ada apa sebenarnya,kenapa setelah dari toilet kamu begini."Alex bertanya-tanya.


"Aku gak kenapa-kenapa mas,aku mau pulang mau istirahat saja."


"Apa ada yang bicara aneh-aneh sama kamu?jawab jujur Vita."Lagi-lagi Vita hanya menggeleng.Alex mengusap wajahnya kasar,jangan sampai dirinya terbawa emosi.


"Pulangnya nanti saja yaa,tidak enak dengan Mama.Kita cari tempat duduk dulu agar kamu bisa tenangkan pikiranmu."Alex berucap lembut dan menuntun Vita ke kursi.Vita pun menurut.


"Sebentar aku ambilkan minum dulu untuk kamu."Alex segera mengambil minum untuk Vita.


Vita masih bertanya-tanya dan juga bimbang dengan keadaan ini,haruskah dirinya bertanya langsung kepada Alex tentang foto-foto yang di lihatnya tadi.


Sementara di ujung sana wanita yang tadi menghampiri Vita tersenyum puas melihat keadaan Vita yang begitu syok setelah dirinya memperlihatkan foto-foto Alex tadi.


Alex segera memberi minum pada Vita.Vita sedikit lebih tenang.


"Sudah lebih tenang?"Tanya Alex.Vita mengangguk.


"Kamu kenapa sih sayang?"Tanya Alex sambil mengusap tangan Vita lembut.


"Ada apa sebenarnya,tolong cerita ke aku."Vita menarik nafasnya berulang kali, Setelah Vita merasa tenang Vita mulai berbicara.


"Aku mau tanya sama kamu, tapi kamu jawab jujur."


"Tanya saja,aku akan jawab jujur."


"Apa hobi kamu suka Gonta ganti wanita hanya untuk memuaskanmu saja?tapi setelah kamu puas kamu mencampakkan dan meninggalkannya."Tanya Vita dengan suara berat hampir menangis.


"Kamu tahu berita ini dari siapa sayang?"Alex balik bertanya.


"Sudah jawab saja,kenapa malah balik bertanya sih."Vita kesal.


"Aku tidak seperti itu sayang."


"Aku tidak percaya,"Vita memalingkan wajahnya.


"Apa selama kamu menjadi sekretaris aku ada banyak wanita yang keluar masuk ke ruangan aku?"


"Bisa saja kan ketemuan di luar,mana aku tahu."


"Lihat aku."Membalik badan Vita agar menatapnya.Vita menunduk air matanya sudah lolos begitu saja.


"Hei lihat aku."memegang dagu Vita,mata mereka bertemu.


"Aku tidak pernah melakukan seperti apa yang kamu ucapkan tadi.Aku tidak pernah bermain dengan banyak wanita, apalagi hanya untuk memuaskan hasrat ku.Aku bahkan sampai sekarang belum pernah melakukan hal itu.Aku bisa menjaganya dan menahannya sampai sekarang.Tolong percaya padaku."Ucap Alex sambil memegang tangan Vita.


"Apa benar yang kamu ucapkan tadi?"Tanya Vita.Alex mengangguk


"Aku tidak pernah melakukan hal yang kelewat batas sayang.Lihat mataku apa ada kebohongan di mataku."Vita menggeleng, karena dia melihat kejujuran di mata Alex.


"Jangan menangis,aku tidak bisa melihatmu menangis seperti ini."Sambil mengusap air mata Vita.Lalu memeluk Vita.


"Ada apa ini kenapa peluk pelukan gini?Lho Vita kamu kenapa nangis?Kamu apakan Vita Lex?"Mama Rebecca tiba-tiba datang dan memberondong pertanyaan.


"Sepertinya ada yang memfitnah aku ma, mengatakan yang tidak tidak tentang aku kepada Vita."Geram Alex.


"Siapa yang mengatakannya Vita?"Tanya Tante Rebecca.


"Aku tidak mengenalnya Tante, aku tadi dari toilet saat aku keluar ada yang menghampiri ku dan menunjukkan foto-foto kemesraan mas Alex dengan banyak wanita bahkan ada foto yang di atas ranjang."Mama Rebecca terkejut mendengarnya.


"Alex tak seperti itu Vita, Tante tahu benar siapa anak Tante,dia tidak pernah melakukan hal seperti itu."

__ADS_1


"Siapa yang melakukan hal ini kepadaku?aku tidak akan melepaskannya begitu saja."Tangan Alex terkepal erat menahan amarahnya.


__ADS_2