CEO GALAK Tapi BUCIN

CEO GALAK Tapi BUCIN
Bab 25 Tertangkap


__ADS_3

Saat ini Vita masih di rumah sakit untuk menemani mamanya.Alex sudah kembali ke kantor karena ada rapat yang tidak bisa di batalkan.Papa Vita juga sudah berada di rumah sakit.Mama Ranti sudah di pindahkan di ruang perawatan.


Sementara itu,di kediaman Abraham, Rebecca menerima telpon dari orang suruhannya.


"Nyonya,tadi Tuan Alex dan Vita dengan tergesa-gesa menuju ke rumah sakit."


"Siapa yang sakit?"


"Menurut informasi yang kami dapat,Ibunya Vita mengalami kecelakaan.Dia di serempet motor saat akan memasuki mobilnya."


"APAAAA!!""


"Apa mungkin Karin yang melakukannya?"Tanya Rebecca.


"Kami belum bisa memastikannya Nyonya.Karena saat kejadian pun kami masih mengikuti orang suruhannya Karin.Mereka mengikuti Tuan Alex dan Vita ke rumah sakit."


"Berarti ada orang lain yang ingin mencelakakan Mamanya Vita.Kalian cek CCTV tempat kejadian itu.Kabari saya jika kalian sudah mendapatkannya."


"Baik Nyonya."


Siapa yang melakukan ini?Apa mungkin Karin menyuruh orang untuk membuat mama Vita celaka?Atau memang ada orang lain yang tidak suka dengan Mamanya Vita..


Setelah orang tersebut mentransfer sejumlah uang kepada orang suruhannya dia pun berpesan,"Jangan sampai identitas mu di ketahui,dan jangan sampai membawa namaku jika kau tertangkap.Kau mengerti!!"


"Tenang saja aku akan tutup mulut sesuai keinginanmu,senang bekerjasama denganmu."


Rendra menugaskan anak buahnya untuk menyelidiki kecelakaan yang menimpa Mamanya Vita.Saat melihat CCTV yang terpasang di parkiran mall,ternyata orang yang menabrak memakai helm full face dan setelah di cek plat motornya ternyata plat palsu.


"Cepat retas semua CCTV yang dia lewati,lihat dia berhenti dimana."Titah Rendra pada anak buahnya.


"Siap Tuan."


Setelah di telusuri,orang yang menabrak itu berhenti di sebuah rumah yang sangat sederhana.Anak buah Rendra segera bergerak ke rumah tersebut.Saat orang tersebut keluar rumah,di tengah jalan ia di hadang oleh anak buah Alex dan di bawa ke tempat biasa Alex menyekap musuhnya.


"Tuan,kami sudah menemukan orangnya."


"Bawa ke tempat biasa."Ucap Rendra.


Sementara itu di rumah sakit,Vita masih begitu khawatir pada kondisi Mamanya.


"Mama beneran udah gak apa-apa?"Tanya Vita khawatir.


"Beneran sayang,kamu gak usah khawatir begitu yaa.Badan Mama cuma kerasa pegal-pegal aja karena jatuh tadi."


"Pasti orang itu sengaja menabrak Mama."Ucap Papa Sandy.


"Sepertinya memang begitu Pa,karena mama kan sudah mau naik mobil dan orang itu sengaja mepet ke Mama."


"Apa Mama ada masalah dengan seseorang?"Tanya Papa Sandy lagi.


"Seingat Mama, Mama gak punya masalah dengan siapapun Pa.Tapi entahlah namanya juga manusia Pa,kalau memang tidak suka dengan kita tak bisa di cegah."


"Tapi Papa khawatir kalau kejadian ini terulang lagi."


"Tenang saja Pa,Mama akan berusaha lebih waspada dan hati-hati lagi kedepannya."


Alex yang berada di kantor merasa tak tenang sebelum mengetahui siapa yang menabrak Mamanya Vita.


Tok...Tok...Tok...


Setelah di izinkan Rendra pun masuk ke ruangan Alex.


"Alex,yang menabrak Mamanya Vita sudah ada di tangan kami."Ucap Rendra.


"Dimana dia sekarang?"Tanya Alex.


"Di tempat biasa."


"Interogasi dia buat mengaku siapa yang menyuruhnya,Kita kesana nanti sore sepulang kerja."Rendra mengangguk dan langsung keluar ruangan Alex.


"Nyonya,anak buah Tuan Alex sudah berhasil menangkap orang yang menabrak Mamanya Vita."Ucap orang suruhannya.

__ADS_1


"Ya sudah biarkan saja Alex yang menyelesaikannya.Kalian tetap awasi dari jauh.Cegah anak buah Karin saat Alex ketempat biasa Alex mengeksekusi musuhnya."


Alex menelpon Vita,karena dia masih khawatir dengan kondisi Mamanya Vita.


"Halo Vita, bagaimana keadaan Mama mu?"


"Alhamdulillah sudah membaik Tuan,Maaf tuan sepertinya besok juga saya izin bekerja."


"Tidak apa-apa,kau temani Mama mu saja di rumah sakit.Nanti izinmu biar Rendra yang urus."


"Terima kasih Tuan,maaf merepotkan."


Anak buah Karin melaporkan kejadian mama Vita.Karin tertawa senang karena dia tidak perlu repot-repot untuk melakukannya.


Ternyata ada orang lain yang tidak suka dengan keluarga si sekretaris sok kecantikan itu.Aku tidak perlu repot-repot melakukannya.Gumam Karin.


"Kalian tetap awasi Alex jangan sampai lengah."Ucap Karin pada anak buahnya.


Ternyata pekerjaan di kantor hari ini menumpuk sekali,bahkan jadwal Alex sangat padat.


"Rendra bagaimana, apa dia sudah mengaku siapa yang menyuruhnya?"


"Belum Lex,dia masih bungkam."


"Kurang ajar,paksa dia sampai dia mau mengaku."


"Siap Lex."


Mama Rebecca datang ke kantor,dia ingin bertemu dengan suaminya.


"Papa lagi sibuk gak Pa?"Tanya mama Rebecca saat sudah berada di ruangan suaminya.


"Lumayan ma,ada apa?"


"Mama ingin membicarakan tentang Karin,Papa selalu saja sibuk jadi tidak pernah ada waktu buat Mama bicara."Mama Rebecca merajuk pada suaminya.


"Maaf sayang, akhir-akhir ini Papa memang sibuk.Papa harus menyiapkan semuanya sebelum Papa pensiun.Ada apa dengan Karin Ma?"


"Anak dari Seorang mafia?"


"Iya Pa,wajar saja waktu itu kita mencari informasi tentang Karin, tidak pernah berhasil."


"Lalu mama tahu dari mana kalau Karin anak dari seorang mafia."


"Teman Mama yang bernama Steven yang memberitahu."


"Jadi Mama masih berhubungan dengan Steven."Nada Pak Abraham berubah menjadi dingin.


"Ayolah sayang,kamu masih saja cemburu.Kita sudah setua ini kau masih saja cemburu buta."


"Siapa yang cemburu aku hanya tidak suka mama berhubungan lagi dengan lelaki bule itu."Ucap Papa Abraham ketus.


"Aku hanya minta tolong padanya, ingat Steven itu sudah punya istri dia bahkan sekarang sudah punya cucu.Jangan cemburu begitu sayang,hatiku,cintaku dan tubuhku hanya milikmu."Mama Rebecca mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir suaminya,lama mereka berciuman hingga mereka kehabisan nafas barulah mereka melepaskan ciuman mereka.


"Jangan menyebut namanya aku tak suka."Ucap papa Abraham manja.


"Iya sayang,dasar bucin."Ucap Mama Rebecca sambil tersenyum.


"Iiihh..kita kok malah bahas yang lain sih,kita kan sedang bahas Karin.Sepertinya mulai saat ini kita harus waspada dengan Karin Pa.Kemarin saat sistem kita down itu semua ulah Papanya Karin.Mereka ingin kita hancur Pa."


"Astaga,kenapa kita sampai berhubungan dengan mafia."Papa Abraham memijit keningnya.


"Papa akan kerahkan seluruh pasukan Papa kalau suatu saat terjadi pada keluarga kita.Mama tenang saja,Papa akan minta bantuan teman Papa yang seorang mafia juga.Gak cuma Mama saja yang punya teman mafia Papa juga punya."Ada kata sindiran di akhir kalimatnya.


"Iya iya Mama percaya kok.Mama ke ruangan Alex dulu yaa"Ucapnya lalu berdiri dari pangkuan suaminya.Karena saat ciuman tadi mama Rebecca sudah duduk di pangkuan suaminya.


"Cium dulu."Sambil menunjuk seluruh wajahnya.Mama Rebecca pun menciumi seluruh wajah suaminya tanpa ada yang terlewat.


Suamiku walaupun sudah tua tetap saja perlakuannya tidak berubah kepada ku justru malah semakin menjadi..Gumamnya sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah sampai di ruangan Alex, Mama Rebecca langsung duduk di sofa.

__ADS_1


"Ada apa Ma?"


"Kamu sibuk nak?"


"Seperti yang Mama lihat."Ucap Alex tanpa melihat ke mamanya.


"Kok di depan tidak ada Vita,dia kemana?"Tanya Mama Rebecca basa basi.


"Vita sedang menjaga mama nya di rumah sakit ma."


"Mama nya Vita sakit apa Lex?"


"Mamanya di serempet motor saat di mall.


"Astagfirullah,terus gimana keadaan nya?"


"Tidak apa-apa ma,cuma lebam-lebam sedikit."


"Kalau begitu Mama mau menjenguknya,di rawat di Rumah Sakit mana Lex ?"


"Di Rumah Sakit Permata hati Ma,"


"Ya sudah kalau begitu Mama mau menjenguk mama Vita dulu."Lalu bangkit dan mau langsung keluar.


"Terus tadi Mama menemui ku ada perlu apa?"


"Nanti saja."Alex hanya menggeleng-gelengkan kepala.


Sore hari setelah pulang dari kantor Alex dan Rendra menuju tempat di mana orang yang menabrak Mama Vita di sekap.


Sebuah bangunan gudang yang sudah tak terpakai,dari dulu tempat ini di jadikan Alex sebagai tempat untuk memberikan pelajaran orang-orang yang sudah mengganggunya dan keluarganya.


Sesampainya di gudang itu,anak buah Alex segera membukakan pintu untuk Alex dan Rendra.


"Dimana Dia?"Tanya Alex Dingin keluar sudah aura kekejaman dalam diri Alex.


"Di ruang tengah Tuan,kita sudah menghajarnya tapi dia tetap tidak mau mengaku Tuan."Ucap salah atau anak buahnya.


"Rupanya dia ingin bermain-main denganku."Gumam Alex.


"Kau masih bertahan juga rupanya walau sudah babak belur begitu,saya salut."Ucap Alex dingin.


"Cabut kuku tangannya menggunakan pisau kecil "Ucap Alex pada anak buahnya


"Ampun Tuan saya mohon jangan."mohonnya pada Alex.


"Jadi cepat beritahu siapa yang menyuruhmu."Orang itu hanya menggeleng.


"Cepat lakukan."Titahnya


Aaakkhhhh...Teriaknya


Aaaakkkhhh...Teriaknya lagi


"Sudah cukup, bagaimana rasanya? masih tidak mau mengaku."Teriak Alex,orang itu tetap menggeleng.


"Rupanya dia benar-benar ingin bermain denganku,kau tidak tahu siapa saya.Rendra perlihatkan videonya."


Rendra memutar video video itu memperlihatkan anak dan istrinya sudah di kelilingi oleh orang suruhan Alex yang siap kapan saja menembak dari jarak jauh.


"Saya mohon jangan libatkan keluarga saya,mereka tidak tahu apa-apa."


"Lalu kamu pikir orang yang kamu tabrak tahu salah dia apa.Saya Alexander Abraham tidak pernah main-main dengan yang saya ucapkan.Kalau kau tidak mau mengaku juga anak dan istrimu akan tewas tertembak."


Astaga gawat,kenapa aku bisa berhadapan dengan tuan Alexander.Dia tahu seberapa kejam seorang Alexander dalam menghabisi musuh-musuhnya.


"Saya akan mengatakannya ,tapi saya mohon jangan sakiti anak dan istri saya."


"Saya akan melepaskan mereka bahkan melindungi mereka jika kamu mengatakan dengan jujur."


"Sebenarnya yang menyuruh saya.....

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2